You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih»Desinfektan Air Tradisional

Desinfektan Air Tradisional

Desinfektan air tradisional umumnya menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan. Bahan yang digunakan sebagai desinfektan air secara tradisional salah satunya adalah sinar matahari. Disinfeksi air dengan menggunakan sinar matahari sudah dilakukan oleh nenek moyang kita, namun hal tersebut terabaikan seiring dengan berkembangnya teknologi dan ditemukan bahan kimia yang dinilai lebih praktis dalam desinfeksi air.  

Air merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Namun karena banyaknya pencemaran lingkungan sehingga mengakibatkan sumber air ikut tercemar bahan berbahanya. Bahan pencemar air secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran pencemaran terhadap air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan. Masalah pencemaran serta efisiensi penggunaan sumber air merupakan masalah pokok. Hal ini mengingat keadaan perairan-alami di banyak negara yang cenderung menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Pada situasi darurat untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi sangatlah sulit. Secara umum ada beberapa sumber air yang dapat kita gunakan secara langsung atau melalui pengolahan yang menggunakan bahan desinfektan air.

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya.

desinfektan air tenaga suryaPada daerah pedalaman yang tidak mempunyai akses untuk memperoleh air minum, radiasi matahari dapat digunakan untuk disinfeksi air. Intensitas radiasi matahari pada 600 W/m2 selama 5 jam diperlukan untuk pengurangan bakteri indikator dan patogen. Tidak ada data untuk inaktivasi virus dan parasit. Dari beberapa penelitian diperoleh data penurunan jumlah bakteri total Coliform dan Escherichia coli di bawah sinar matahari dari 1100 menjadi 0 dengan peningkatan temperatur pada penjemuran di bawah sinar matahari dari 28°C sampai 57°C. Kadar logam Fe dari semula 0,048 ppm turun menjadi 0,030 ppm. Kondisi optimum penyerapan selama 5 jam penjemuran di bawah sinar matahari pada kondisi yang baik dan paling tidak mencapai temperatur 55°C. Prosentase penurunan logam Fe akibat bakteri total Colifortn dan Escherichia coli dalam air sebesar 1,14 %.

Ozon merupakan senyawa oksigen yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3) dan mempunyai sifat sebagai oksidator kuat. Secara alamiah ozon terbentuk melalui dua cara yaitu melalui bantuan radiasi sinar ultraviolet matahari pada atmosfer bumi dan kilat yang terjadi di udara. Proses ozonisasi dalam pengolahan air minum dilakukan berdasarkan prinsip pembentukan ozon secara alamiah. Melalui dua cara diatas, ikatan atom dari 3 molekul oksigen (O2) akan terpecah dan membentuk 2 molekul ozon (O3). Ikatan atom yang membentuk ozon sangat lemah sehingga ozon yang terbentuk dapat cepat kembali menjadi oksigen (O2). Hal ini menyebabkan ozon mempunyai sifat oksidator yang kuat.

Pencemaran air khususnya air minum oleh virus, bakteri patogen, dan parasit lainnya, atau oleh zat kimia, dapat terjadi pada sumber air bakunya, ataupun terjadi pada saat pengaliran air olahan dari pusat pengolahan ke konsumen. Di beberapa negara yang sedang membangun, termasuk di Indonesia, sungai, danau, kolam dan kanal sering digunakan untuk berbagai kegunaan, misalnya untuk mandi, mencuci pakaian, atau tempat pembuangan kotoran (tinja), sehingga badan air menjadi tercemar berat oleh virus, bakteri patogen serta parasit lainnya.

Oleh sebab itu proses desinfeksi sangat diperlukan, Desinfeksi adalah memusnahkan mikro-organisme yang dapat menimbulkan penyakit. Desinfeksi dengan menggunakan desinfektan merupakan benteng manusia terhadap paparan mikro-organisme patogen penyebab penyakit, termasuk di dalamnya virus, bakteri dan protozoa parasit.

Sumber [http://goo.gl/WWgScQ]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment