You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih»Desinfektan Air Alami

Desinfektan Air Alami

Desinfektan air alami masih jarang digunakan. Umumnya Orang lebih memilih menggunakan desinfektan air yang terbuat dari bahan kimia. Karena desinfektan air yang terbuat dari bahan kimia lebih praktis dan efisien. Disamping itu masing masing desinfektan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun yang perlu diingat adalah tujuan dari desinfeksi air untuk membunuh mikroorganisme patogen yang terdapat di dalam air baku yang masuk ke dalam instalasi pengolahan air minum.

Biji kelor ternyata merupakan penjernih air yang baik, biji kelor bersifat koagulan atau pengendap, mampu mengendapkan kotoran berupa partikel sangat kecil yang larut dalam air dengan cara mengikat partikel – partikel tersebut. Secara umum, satu biji kelor dapat menjernihkan 1 liter air, namun hal itu dipengaruhi juga oleh tingkat kekeruhan airnya.

desinfeksi air alamiHebatnya, biji kelor tidak hanya sekedar menjernihkan air namun juga bisa membunuh kuman dan bakteri (desinfeksi) yang terkandung di dalam air karena adanya kandungan senyawa antibiotik di dalam biji kelor tersebut.

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.

Disinfeksi dibedakan ke dalam tahap desinfeksi primer dan sekunder. Desinfeksi primer terjadi pada awal pemurnian air. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah kontaminasi dari pabrik pemurnian air. Desinfeksi sekunder mencegah kontaminasi ulang air minum di jaringan distribusi.

Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik.

Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi.

Masalah pencemaran serta efisiensi penggunaan sumber air merupakan masalah pokok. Hal ini mengingat keadaan perairan alami di banyak negara yang cenderung menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Pada situasi darurat untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi sangatlah sulit.

Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadsorpsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. Penemuan yang telah dikembangkan sejak tahun 1986 di Negeri Sudan untuk menjernihkan air dari anak Sungai Nil dan tampungan air hujan ini di masa datang dapat dikembangkan sebagai penjernih air dan desinfektan air alami Sungai Mahakam dan hasilnya dapat dimanfaatkan PDAM setempat.

Kandungan logam besi (Fe) dalam air Sungai Mahakam yang sebelumnya mencapai 3,23 mg/l, setelah dibersihkan dengan serbuk biji kelor menurun menjadi 0,13 mg/l, dan telah memenuhi standar baku mutu air minum, yaitu 0,3 mg/l dan standar baku mutu air bersih 1,0 mg/l.

Menggunakan biji kelor sebagai desinfektan air alami merupakan metode yang ekonomis dan juga mudah diterapkan oleh masyarakat umum. Namun proses ini tidak berlaku bagi mikroorganisme yang berada dalam bentuk spora.

Sumber [http://goo.gl/Mg1BDn]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment