Desalinasi Untuk Pulau Kecil

Desalinasi Untuk Pulau Kecil, Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Tidak semua wilayah memiliki sumber air yang baik. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan daerah yang sulit akan sumber air tawar sehingga timbul masalah akan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi. Sumber air di wilayah pulau-pulau kecil terdiri dari 3 jenis sumber air yaitu air atmosferik (hujan), air permukaan, dan air tanah. Jumlah sumber daya air yang berasal dari air hujan akan bergantung pada musim yang sedang berlangsung. Sumber daya air yang terdapat di wilayah tersebut umumnya berkualitas buruk, misalnya air tanahnya payau atau asin.

desalinasi untuk pulau kecil

Selain untuk konsumsi sehari-hari masyarakat pulau-pulau kecil, air bersih juga merupakan kebutuhan bagi kegiatan pariwisata yang menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Jumlah air tawar di suatu pulau kecil sering berubah-ubah. Dua faktor dominan yang mempengaruhi potensi air tawar di pulau kecil adalah faktor iklim dan kondisi geologi pulau:

1. klim
Faktor iklim yang didalamnya termasuk curah hujan, evapotranspirasi, suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin merupakan faktor penentu dalam perhitungan neraca air di pulau kecil. Curah hujan di pulau kecil pada umumnya lebih rendah, sekitar 20% dibanding dengan curah hujan di dataran yang terdekat. Data curah hujan yang akurat kadang-kadang sulit didapat karena begitu banyaknya pulau di Indonesia, sadangkan stasiun meteorologi yang mencatat dan melaporkan secara teratur keadaan iklim di sebuah pulau kecil belum banyak. Parameter yang paling dominan, selain curah hujan dan penggunaan oleh penduduk adalah parameter evapotranspirasi dan keluaran air tanah ke laut (submarine groundwater discharging) namun kedua parameter ini masih sangat sulit ditentukan.

 2. Hidrogeologi
Disamping ukuran, kemampuan suatu pulau untuk menyimpan air tanah ditentukan oleh data hidrogeologi di pulau itu Tiap jenis pulau mempunyai ciri tersendiri, baik penyebarannya maupun potensi airnya. Penyebaran dan potensi air tanah naik di pulau berbukit maupun di pulau datar secara kualitatif sebagai berikut :

  • Pada jenis pulau vulkanik, potensi air tanah dapat ditemukan pada breksi dengan matriks kasar, pada aliran lava atau pada daerah tekanan (joint/crack system). Penyebaran air tanah ini bisa luas dengan potensi yang relatif sedang hingga besar.
  • Pulau tektonik mempunyai penyebaran air yang bersifat setempat, yaitu pada daerah rekahan, atau pada endapan klastik dan bersifat musiman.
  • Pulau teras terangkat mempunyai potensi air tanah yang cukup besar karena hampir sebagian besar air hujan meresap ke dalam tanah. Penyebaran air berada dalam gamping, namun untuk mencari lokasi yang paling potensial cukup sulit karena adanya pengaruh tektonik dan “solution channel” yang ikut mengontrol penyebaran air tanah.
  • Air tanah di Pulau Petabah mungkin yang relatif paling sedikit mengingat pulau ini terbentuk oleh batuan malihan, intrusi atau sedimen terlipat berumur tua. Air tanah terdapat pada sedimen muda, lapisan lapuk atau rekahan dengan penyebaran terbatas dan bersifat musiman.
  • Penyebaran dan potensi air tanah di pulau gabungan sangat tergantung pada jenis-jenis pulau yang setiap jenis pulau di atas masih merupakan masalah tersendiri.

Eksplorasi air tanah untuk pulau datar, relatif lebih sederhana dibandingkan pada pulau berbukit. Di pulau aluvium air tanah dapat ditemukan pada reservoir yang berbeda, bisa di pasir alur sungai purba atau di pasir pematang sungai. Potensinya bisa bervariasi dari kecil sampai sedang, namun perubahan pasang surut muka air laut cukup besar pengaruhnya terhadap kualitas air tanah.

Untuk mengatasi kelangkaan air seperti digambarkan di atas, salah satu pilihan yang tepat adalah dengan proses desalinasi. Desalinasi merupakan teknologi penyulingan air laut untuk menghilangkan kadar garam berlebih pada air sehingga menghasilkan air tawar yang dapat dikonsumsi. Desalinasi merupakan proses untuk mendapatkan air dengan kemurnian tinggi atau untuk memperoleh air bersih dari air yang memiliki kadar garam tinggi, seperti air laut atau bisa juga digunakan untuk air rawa dan air payau. Desalinasi mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah seperti Indonesia untuk menyediakan sumber air bersih dari air laut. Alternatif ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan air minum untuk mampu menyediakan air minum sehat bagi pelanggannya.

Teknik yang digunakan dalam proses desalinasi ini terbagi dalam 2 kategori:

1.  Desalinasi dengan teknik membran
Menggunakan sistem membrane yang dikombinasikan dengan berbagai metode baik pressure maupun electrical, adapun metode yang termasuk dalam kategori ini adalah reverse osmosis (RO), electrodialysis (ED), capacitative deionization (CDI), nanofiltration (NF).

2.  Desalinasi air laut dengan teknik destilasi
Menggunakan tenaga thermal dengan proses evaporasi ataupun kondensasi, adapun metode yang termasuk dalam kategori ini adalah multistage flash evaporation (MSF), multieffect distillation (MED atau MEE), vapor compression distillation, solar thermal distillation.

Proses desalination / desalinasi terbesar saat ini berada diwilayah Israel dengan kapasitas 273.000 m3/hari dengan biaya 0.53 dolar/m3. Menurut GF Leitner dalam James E Miller (2003) untuk membangun kapasitas 24 juta gallon /hari membutuhkan investasi 69 sampai 95 juta dolar dengan masa layanan 50 tahun. Nilai investasi yang sangat kecil apabila dibandingkan dengan manfaat kedepannya.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

One comment

  • January 2, 2015 10:10 amPosted 4 years ago
    Air Bersih

    air apa aja yang bisa bos……

    Reply

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment