Desalinasi Diatas Kapal Laut

Desalinasi diatas kapal laut merupakan salah satu solusi megatasi krisis air bersih. Biasanya daerah yang mengalami krisis air bersih adalah daerah pesisir pantai. Pada daerah pesisir pantai air bersih merupakan barang langka, apalagi saat musim kemarau tiba. Pasokan air bersih sangat kurang karena daerah pesisir pantai banyak yang belum terjangkau oleh jaringan pipa PDAM Jaya. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya sumber hidrologi permukaan seperti sungai dan mata air sedangkan air tanah yang ada berasa payau karena telah terinfiltrasi oleh air laut sehingga perlu pengolahan yang lebih lanjut untuk dapat memanfaatkan air tanah tersebut. Saat ini air hujan menjadi alternatif dalam penyediaan air bersih. Padahal air hujan yang ditadah mengandung banyak zat berbahaya untuk kesehatan, seperti toksin, seng, dan bakteri ecoli yang tercampur saat ditadah melalui atap rumah.

Solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk di wilayah kepulauan adalah menyediakan alat desalinasi dalam skala besar di pulau-pulau yang berpenghuni. Alat desalinasi dipasang di masing-masing pulau untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk di pulau-pulau tersebut. Namun aplikasi teknologi desalinasi (yang berbasis di darat) tersebut sangat membahayakan lingkungan dimana instalasi desalinasi berada. Instalasi yang berada di daratan dekat pantai akan menghasilkan sisa proses desalinasi dalam jumlah besar yang dibuang kembali ke laut. Residu ini mengandung kadar garam tinggi yang membutuhkan waktu lama untuk terurai sehingga berbahaya bagi biota laut di sekitarnya.

desalinasi air laut

Desalinasi berbasis daratan juga menghasilkan polusi suara sehingga mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar tempat de salinasi tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air adalah dengan mengaplikasikan teknologi desalinasi air laut yang berbasis di tengah laut. Teknologi ini berupa kapal yang dilengkapi dengan instalasi teknologi desalinasi di atas geladaknya. Dengan menggunakan kapal desalinasi air laut, alat desalinasi tidak perlu dibangun di masing-masing pulau karena kapal desalinasi air laut bisa melayani beberapa konsumen sekaligus. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap pola pasokan air bersih di wilayah kepulauan. Dengan menggunakan kapal desalinasi air laut untuk melayani beberapa konsumen di daerah pesisir pantai, menggunakan alat desalinasi yang dipasang di masing-masing pulau, atau dengan mengkombinasikan kedua pola pasokan tersebut.

Proses desalinasi dapat dilakukan melalui metode seperti  Thermal Processes atau Flash evaporation, Flash Multi-Stage Distillation process, Vapor distillation, Electrodialysis, dan Reverse osmosis. Desalinasi air laut dengan metode Reverse Osmosis adalah metode yang banyak dipakai. Reverse Osmosis digunakan untuk mereduksi senyawa terlarut dengan salinitas hingga 45.000 ppm TDS (total dissolved solids). Kapasitas mesin reverse osmosis harus mampu secara konsisten mengubah air laut hingga air tawar dan mengubah air tawar itu ke tingkat kemurnian lebih tinggi untuk penggunaan industri pada microelectronics, makanan dan minuman, power, dan fasilitas farmasi. Teknologi harus juga efektif memisahkan bakteri, patogen dan kontaminan organic. Teknologi pemisahan Reverse Osmosis juga digunakan untuk memisahkan larutan-larutan tidak murni dari air melalui penggunaan suatu membran semi-permeable.

Proses Reverse Osmosis adalah kebalikan aliran melalui suatu membran dari salinitas tinggi atau konsentrasi larutan ke kemurnian tinggi, atau aliran yang menembus pada sisi berlawanan dari membran. Tekanan digunakan sebagai kekuatan pendorong untuk pemisahan. Tekanan yang diaplikasikan harus lebih tinggi dari tekanan osmosis dari larutan kontaminan untuk mampu mengalirkannya melewati membran.

Khusus untuk membuat air mineral dari air laut dalam, hal yang paling krusial adalah penyediaan air laut dalam itu sendiri. Umumnya pengambilan air laut dalam dapat dilakukan dengan dua jenis cara, yaitu pertama sistem tetap (fixed system) disebut juga pipeline installation system, dengan menggunakan instalasi pipa yang berhubungan langsung dari lokasi penampungan air laut dalam ke kedalaman perairan 350 meter atau lebih. Air laut yang disedot (water intake) dari kedalaman 350 meter tersebut dialirkan melalui pipa hingga ke penampungan air laut-dalam di daratan.

Sistem desalinasi diatas kapal laut tetap diaplikasikan untuk penyedotan air laut dalam dengan kapasitas skala menengah dengan jumlah volume air laut dalam yang disedot mulai sekitar 100 ton/hari hingga 1000 ton/hari, dan skala besar mulai sekitar 1000 ton/hari hingga belasan ribu ton/hari, bahkan lebih. Kedua sistem bergerak (mooring system) dengan menggunakan kapal yang mengakomodasi seluruh perangkat pengambilan air laut-dalam. Kapal berada dalam keadaan mooring di laut dan operasi penyedotan air dilakukan dari kapal dengan menggunakan pipa sepanjang kedalaman laut yaitu sekitar 350 meter atau lebih. Air laut yang disedot ditampung di kapal dan selanjutnya diangkut ke arah daratan atau pabrik untuk proses pengolahan lanjutan dari air laut-dalam tersebut.  Penyedotan air dapat juga dilakukan melalui kapal dan anjungan terapung (floating rig) di laut dan pengangkutan air ke darat selanjutnya dilakukan dengan kapal tersebut.

Sistem desalinasi diatas kapal bergerak diaplikasikan untuk penyedotan air laut dalam dengan kapasitas skala kecil, mulai dari skala laboratorium dengan kapasitas sedot 1 – 5 ton/hari hingga skala kecil sampai sekitar 10 ton/hari. Untuk kapasitas output dalam skala kecil, diperlukan kapal berukuran 60-100 GT. Kapal terbuat dari bahan kayu dengan konstruksi kuat dan layak laut. Kelengkapan kapal terdiri dari peralatan penyedotan air (pompa penyedot air, water intake pump, selang penyedot air, kawat baja dan tali-tali penyokong, winch dan mesinnya), peralatan navigasi (Echosounder, GPS, Radar, Radio), peralatan keselamatan (perahu, pelampung, penanda sinyal), dan tangki-tangki penyimpanan air laut-dalam.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment