Cara Mengolah Air Payau

Air payau adalah campuran antara air tawar dan air laut (air asin). Disebut air payau jika kadar garam yang dikandung dalam satu liter air adalah antara 0,5 sampai 30 gram. Namun jika lebih disebut air asin. Air payau dapat ditemukan di daerah-daerah muara dan pesisir pantai. Air payau yang biasa digunakan berasal dari air tanah atau sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Berikut ini adalah tahap tahap dalam proses mengolah air payau dengan desalinasi reverse osmomis.

Menentukan Kualitas Air Baku

Kualitas air baku sangat menentukan proses yang akan digunakan untuk pengolahan air. Oleh karena itu pengambilan contoh air dari lokasi pengoperasian sangat dibutuhkan untuk desain alat. Jika kualitas air berubah-ubah sebaiknya dipilih lokasi yang paling stabil kualitasnya dan kalau perlu dibangun stasiun pengambilan air baku. Dengan demikian peralatan dapat bekerja secara efektif dan efisien. Air payau atau air asin yang akan diolah oleh membran harus jernih, oleh karena itu pada kasus-kasus dimana air tidak jernih atau keruh perlu dilakukan pengolahan awal atau pretreatmen karena pretreatmen yang terpasang terbatas kemampuannya.

Dalam penelitian ini dari hasil survei dilapangan air yang akan diolah adalah air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Secara fisik air baku yang akan diolah berwarna kuning kecoklatan dengan konsentrasi zat padatan terlarut (TDS) berkisar antara 3000 – 10.000 mg/l.

Proses Pengolahan Air Payau Menjadi Air Siap Minum

Berdasarkan kondisi air baku yang akan diolah proses pengolahan yang digunakan yakni kombinasi proses koagulasi-flokulasi, oksidasi zat besi dan mangan, filtrasi dan desalinasi dengan proses reverse osmosis (RO).

Air baku yang berasal dari air sungai payau dipompa ke bak clarifier atau bak koagulasi berupa lumpur atau zat warna organik dapat digumpalkan menjadi flok atau gumpalan partikel sambil diinjeksi dengan larutan PAC (polyaluminium chloride) agar partikel kotoran yang kotoran yang akan mengendap di dasar bak clarifier. Air limpahan atau over flow dari bak clarifier selanjutnya dialirkan ke bak penampung air baku. Dari bak penampung air baku, air baku dipompa ke tangki reaktor sambil diinjeksi dengan larutan kalium permanganat dengan menggunakan pompa dosing, agar zat besi atau mangan yang larut dalam air baku dapat dioksidasi menjadi bentuk senyawa oksida Besi atau Mangan yang tak larut dalam air. Selain itu, pembubuhan Kalium Permanganat bersifat oksidator yang dapat juga berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan biofouling (penyumbatan oleh bakteri) di dalam membran Osmosa Balik.

proses mengolah air payauDari tangki reaktor, air dm yang telah teroksidasi dan juga padatan tersuspensi yang berupa partikel halus, plankton dan lainnya dapat disaring. Air yang keluar dari saringan pasir selanjutnya dialirkan ke filter Mangan Zeolit (manganese greensand filter). Dengan adanya filter Mangan Zeolit ini, zat besi atau mangan yang belum teroksidasi di dalam tangki reaktor dapat dihilangkan sampai konsentrasi < 0,1 mg/l. Zat Besi dan Mangan ini harus dihilangkan terlebih dahulu karena zat-zat tesebut dapat menimbulkan kerak (scale) di dalam membran Reverse Osmosis.

Dari filter Mangan Zeolit, air dialirkan ke filter karbon aktif (activated carbon filter) untuk menghilangkan bau atau warna serta polutan mikro. Filter ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan senyawa warna dalam air baku yang dapat mempercepat penyumbatan membran Osmosa Balik secara adsorpsi. Setelah melalui filter penghilangan warna, air dialirkan ke filter cartridge yang dapat menyaring partikel kotoran sampai ukuran 0,5 mikron. Dari filter cartridge, selanjutnya, air dialirkan ke unit membrane Reverse Osmosis dengan menggunakan pompa tekanan tinggi sambil diinjeksi dengan zat anti kerak (antiskalant) dan zat anti biofouling. Air yang keluar dari modul membran Osmosa Balik yakni air tawar dan air buangan garam yang telah dipekatkan. Selanjutnya produk air tawar dialirkan ke tangki penampung air produk yang terbuat dari bahan stainles steel. Sedangkan air baungan atau reject brine dibuang ke saluranatau sungai kembali.

Dari tangki penampung air produk, sebelum ke kran pengisian air di alirkan ke filter cartridge untuk air produk dengan menggunakan pompa, selanjutnya dilewatkan ke sterilisator Ultra Violet dan selanjutnya ke kran distribusi. Air produk yang sudah siap minum didistribusikan ke masyarakat dengan menggunakan botol galon 20 liter dan disegel dengan tutup plastik sehingga air tetap terjaga kebersihannya.

Demikian artikel cara mengolah air payau dengan sistem desalinasi reverse osmosis. Jika diterapkan cara ini dapat menjadi solusi krisis air bersih dan air minum di daerah pesisir pantai.

Sumber: [http://goo.gl/PWjVhL]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment