You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Air Minum»Cara Desinfeksi Air

Cara Desinfeksi Air

Desinfeksi air adalah proses pengolahan air dengan tujuan membunuh kuman atau bakteri yang ada dalam air. Proses desinfeksi dilakukan sebelum air bersih didistribusikan. Sehingga air menjadi aman untuk dikonsumsi. Cara desinfeksi air yang sederhana adalah dengan memasak air hingga mendidih. Lama waktu yang baik mendidihkan air adalah selama 5 menit sampai 20 menit agar semua bakteri / kuman yang hidup di dalam air mati, sehingga air minum yang akan kita konsumsi aman tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita. Namun cara ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu lama dan boros bahan bakar kompor.

alat desinfeksi airPada zaman modern saat ini proses desinfeksi air terdapat berbagai metode yang dapat digunakan yaitu menggunakan senyawa klor (baik klorin maupun klorin dioksida), ozon, atau sinar UV. Mau pilih metode yang mana? Semuanya tergantung pada kebutuhan dan biaya yang dimiliki. Berikut ini perbandingan dari metode-metode desinfeksi air, baik kelebihan maupun kekurangan dari tiap metode:

1. Desinfeksi Air Menggunakan Klorin

Keunggulan:
– Teknologi desinfeksi yang sudah dikenal luas dan klorin merupakan desinfektan yang efektif
– Memiliki sisa klor yang dapat dipantau dan diatur kadarnya (sisa klor dapat dijaga pada perpipaan yang panjang)
– Dapat mengoksidasi sulfida
– Unit klorinasi dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti pengendalian bau maupun desinfeksi pada sistem pengolahan air bersih
– Relatif murah
– Tersedia dalam bentuk kalsium dan sodium hipoklorit (sebagai alternatif dari penggunaan gas klor)

Kekurangan:
– Menggunakan zat kimia yang dapat membahayakan operator dan masyarakat sekitar sehinga perlu standard safety yang tinggi
– Memerlukan waktu kontak yang relatif lebih lama dibandingkan dengan desinfektan lainnya
– Perlu adanya deklorinasi untuk menurunkan toksisitas efluen terolah
– Berpotensi untuk terbentuknya trihalometan dan DBP (disinfectant by products)
– Adanya pembentukan VOC (volatile organic compounds) di tangki kontak
– Dapat mengoksidasi besi, magnesium, zat organik, maupun anorganik sehingga desinfektan terkonsumsi
– Meningkatkan level TDS pada efluen
– Meningkatkan kandungan klorida
– Menyebabkan air limbah menjadi asam jika alkalinitas tidak memadai

2. Desinfeksi Air Menggunakan  Klorin Dioksida

Keunggulan:
– Merupakan desinfektan yang efektif dan lebih efektif jika dibandingkan dengan klorin untuk menonaktifkan kebanyakan virus, spora, kista, dan ookista
– Kemampuan membunuh mikroorganisme tidak terpengaruh pH
– Mengoksidasi sulfida
– Memiliki sisa desinfektan

Kekurangan:
– Tidak stabil, harus diproduksi di tempat
– Dapat mengoksidasi besi, magnesium, zat organik, maupun anorganik sehingga desinfektan terkonsumsi
– Berpotensi untuk terbentuknya DBP
– Terdekomposisi oleh sinar matahari
– Dapat mengakibatkan terbentuknya bau
– Meningkatkan level TDS pada efluen
– Biaya operasional dapat menjadi tinggi karena diperlukan adanya pengujian klorit dan klorat

3. Desinfeksi Air Menggunakan Ozon

Keunggulan:
– Merupakan desinfektan yang efektif dan lebih efektif jika dibandingkan dengan klorin untuk menonaktifkan kebanyakan virus, spora, kista, dan ookista
– Kemampuan membunuh mikroorganisme tidak terpengaruh pH
– Memiliki waktu kontak yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan klorin
– Mengoksidasi sulfida
– Area yang diperlukan lebih sedikit
– Dapat meningkatkan kadar oksigen terlarut

Kekurangan:
– Keberhasilan proses desinfeksi tidak dapat dipantau secara langsung
– Tidak memiliki sisa desinfektan
– Pada dosis rendah akan kurang efektif untuk inaktivasi beberapa jenis virus, spora, dan kista
– Berpotensi membentuk DBP
– Dapat mengoksidasi besi, magnesium, zat organik, maupun anorganik sehingga desinfektan terkonsumsi
– Relatif mahal dan memiliki kebutuhan energi yang tinggi
– Sangat korosif dan toksik sehingga perlu standard safety yang tinggi
– Perlu kecermatan yang tinggi dalam operasional dan perawatan sistem
– Memiliki keterbatasan untuk penggunaan tambahan dan semakin terbatas apabila di instalasi telah terdapat unit pembentukan high-purity oxygen

4. Desinfeksi Air Menggunakan Ultra Violet

Keunggulan:
– Merupakan desinfektan yang efektif dan lebih efektif jika dibandingkan dengan klorin untuk menonaktifkan kebanyakan virus, spora, kista, dan ookista
– Tidak meninggalkan residu yang bersifat toksik maupun meningkatkan level TDS efluen
– Tidak ada pembentukan DBP
– Memerlukan lahan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan klorinasi
– Menguntungkan dari segi safety karena tidak ada penggunaan bahan kimia
– Efektif menghilangkan senyawa organik persisten seperti NDMA (N-nitrosodimethylamine)

Kekurangan:
– Keberhasilan proses desinfeksi tidak dapat dipantau secara langsung
– Tidak memiliki sisa desinfektan
– Pada dosis rendah akan kurang efektif untuk inaktivasi beberapa jenis virus, spora, dan kista
– Relatif mahal dan memiliki kebutuhan energi yang tinggi
– Desain profil hidrolis sangat penting pada sistem UV
– Membutuhkan lampu UV yang banyak jika sistem low-pressure low-intensity digunakan
– Memiliki keterbatasan untuk penggunaan tambahan

Demikian artikel yang berjudul cara desinfeksi air, dengan membaca artikel tersebut semoga kita dapat lebih mengerti bagaimana cara membunuh kuman dalam air dan mengetahui teknologi desinfeksi air.

Sumber: [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment