You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Filter Air»ATM Air Solusi Krisis Air

ATM Air Solusi Krisis Air

ATM Air merupakan alat distribusi air bersih dengan cara pengoperasian yang mirip mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada umumnya. Untuk berita mengenai ATM air selengkapnya yuk baca pada artikel berikut.

Meski jauh dari sumber mata air, warga Desa Giripurwo Gunung kidul kini semakin dekat dengan air bersih. Sebuah teknologi ‘ATM’ Air sedang dihadirkan di tengah warga.

Badan Wakaf Alquran (BWA) yang juga didukung banyak pihak terus memperluas jangkauan air dari sumber mata air bukit Pego. Saat ini ada 9 water shop (hidran umum) yang semakin akrab disebut ‘ATM air’ hampir rampung digarap.

Dengan adanya ‘ATM air’ ini, diharapkan hampir 1.000 jiwa dapat menikmati air bersih dengan lebih mudah.

alat atm airLalu, apa itu ‘ATM air’?

Pembangunan sarana ini menjadi canggih karena dilengkapi teknologi prepaid water meter (meteran air prabayar). Teknologi ini dirancang oleh sekelompok mahasiswa dan alumni UGM. Dengan teknologi ini pemakaian dan pembayaran dapat terpantau secara online.

Penanggung jawab proyek dari BWA Darminto menjelaskan setiap kepala keluarga akan mendapat chip NFC Tag (Near Field Communication). Untuk pembelian bisa dilakukan di setiap pedukuhan setempat. Harganyapun relatif murah yakni Rp 6 per liternya.

“Ini berisi ‘pulsa’ untuk memberi air di ‘ATM air’. Di mesin tertera pilihan air 1 liter, 5 liter, 10 liter dan 20 liter,” kata Darminto di sendang Pego, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gununungkidul.

Darminto mengungkapkan teknologi ini menjadi yang pertama di Indonesia. Sedangkan di luar negeri, teknologi ini sudah dipakai di Afrika.

Wakil Bupati terpilih Gunungkidul Immawan Wahyudi menyampaikan apresiasinya. Dia semakin optimis untuk menghapuskan anggapan umum yang mengatakan Gunungkidul krisis air.

“Ini bagus sekali. Mungkin ke depannya Gunungkidul bisa menjadi contoh untuk daerah lain,” kata Immawan.

Immawan menargetkan dalam 5 tahun masa kepemerintahan, 100 persen warga Gunungkidul memperoleh air bersih.

“Sekarang sudah 70 persen, 20 persen sekian dibantu banyak pihak seperti BWA dan pak Yunus (Yunus Husein). Tapi wilayah Gunungkidul luas. 40 persen luas DIY ada di Gunungkidul,” tuturnya.

Diharapkan setelah pengurus wakaf terbentuk, ‘ATM air’ dapat segera diresmikan. GBPH Prabukusumo sebagai penasihat proyek berpesan agar pengelolaan dapat berjalan dengan profesional.

“Prinsipnya, hidup itu tidak mudah. Sehingga harus diprogram. Kalau terprogram ya harus profesional dalam hal apapun. Ibadah, amanah, warahmah harus selalu merasa diawasi,” pesannya.

Begitu juga dengan salah satu wakif yang selalu aktif mengawasi proyek ini, Musrifah. Dia berpesan, hidup harus selalu berusaha. Bahkan untuk membantu orang lain, diperlukan perjuangan.

“Hidup itu berjuang, membantu orang lainpun harus berjuang,” kata Musrifah.

Dengan adanya ATM air di Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gununungkidul, Diharapkan para warga dapat mendapatkan air bersih yang sehat. Sehingga warga desa giripurwo dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, mencuci dan mandi. Untuk kedepannya air ATM Air ini diharapkan dapat menyebar ke berbagai daerah di Indonesia yang membutuhkan pasokan air bersih.

Sumber [detik.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment