You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Air Minum»Asia Water Council 2016

Asia Water Council 2016

Asia water council tahun 2016, Indonesia menjadi tuan rumah dan diadakan di bali. Asia water council didirikan  dengan tujuan untuk tukar menukar informasi dan tantangan berbagai negara Asia. Problem-problem terkait air ini dikumpulkan dan dapat diangkat ke level lebih  tinggi seperti PBB dan Earth Summit.

Pertemuan Dewan Air se-Asia (Asian Water Council) yang sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali, sejak Kamis (24/3) hingga Sabtu (26/3) membahas tiga isu utama terkait dengan siklus air, yakni penggunaan air untuk semua aspek (water usage for all aspect), perlindungan lingkungan hidup (natural environment protection), dan mitigasi bencana alam (natural hazard mitigation).

asia water council 2016Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dijten SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku Ketua Panitia Penyelenggara The 1st General Assembly Meeting of AWC, Agus Suprapto, mengatakan, untuk mengatasi permasalahan sumber daya air di Asia, AWC memiliki beberapa strategi.

“Strategi yang pertama yaitu air sebagai sasaran dan tujuan untuk pembangunan berkelanjutan di Asia,” tegas Agus, di Nusa Dua, Kamis (24/3).

Selain itu, menyediakan suatu program yang menjadi wadah negara-negara Asia bagi semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan AWC dan membangun kerja sama dalam menghadapi tantangan bidang sumber daya air. Adapun strategi ketiga ialah mengadopsi isu Smart Water Management Initiative (SMWI) untuk memberikan solusi yang tepat bagi setiap permasalahan mengenai air di negara-negara Asia.

Di hari terakhir acara pertemuan AWC, para peserta AWC akan diberi kesempatan untuk mengunjungi Museum Subak dan berdiskusi dengan organisasi Subak. Subak merupakan salah satu sistem dalam pertanian di Bali yang mengatur tentang irigasi secara adil dan merata ke setiap sawah anggota masing-masing dari sumber mata air yang sama.

Bahkan, Subak di Bali dimasukkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO pada Mei 2012 lalu. Karena Subak telah ada dari abad ke 11 dan pada saat ini sudah terdapat lebih dari 12.000 subak yang mengairi 200.000 hektare sawah di Bali.

Pertemuan Pertama AWC resmi dibuka dengan ditandai pemukulan Gong oleh Dirjen SDA Mudjiadi mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/2). Acara itu memiliki agenda pertemuan tingkat tinggi, pemilihan presiden dan wakil presiden AWC, pameran teknologi sumber daya air, panel diskusi, dan tur budaya ke Museum Subak.

Mudjiadi mengatakan, Asia tumbuh sangat pesat baik dari segi ekonomi maupun pertumbuhan penduduknya. Namun dari kemajuan tersebut, Asia juga menghadapi problem, salah satunya terkait sumber daya air.

“Kita berkumpul membentuk AWC yang bertujuan untuk tukar menukar informasi dan tantangan berbagai negara Asia. Problem-problem (terkait air) ini kita kumpulkan dan dapat diangkat ke level lebih tinggi seperti PBB dan Earth Summit, sehingga problem-problem Asia lebih menonjol. Bila sudah menjadi agenda utama dan perhatian dunia, maka sumber pendanaan lebih banyak,” kata Mudjiadi.

Karena, masalah pendanaan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air memang masih dihadapi oleh negara-negara Asia. Mudjiadi menambahkan, problem terkait air di Asia berbeda dengan benua lainnya. Asia memiliki curah hujan tinggi sehingga menghadapi masalah banjir. Kemudian tanaman padi, sebagai sumber bahan makanan pokok penduduk Asia juga terkait dengan kebutuhan air irigasi.

Selain itu, banyak kota Asia telah berkembang menjadi kota besar ditambah dengan arus urbanisasi yang mengakibatkan permasalahan air di kota besar. Oleh karena itu, kehadiran Asia Water Council akan memiliki kontribusi terhadap solusi yang paling efisien, efektif, dan berkelanjutan dalam manajemen sumber daya air yang bijak baik untuk perkotaan, kebutuhan industri dan swasta.

Sumber [http://goo.gl/XZn9aL]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment