Artikel Menarik

Melestarikan Lingkungan Air

Lingkungan air wajib dilestarikan. Lingkungan air merupakan sumber kehidupan. Sehingga dimana ada air disitu pasti ada kehidupan. Air memiliki peranan yang sangat besar dalam kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita. Dengan air kita dapat makan, minum, mencuci, mandi, membersihkan barang, bermain, dan sebagainya.

Lalu pernahkah terlintas dipikiran kalian bagaimana jika kita hidup di dunia ini tanpa air ?
Meski terlihat sepele, tetapi sebenarnya air merupakan barang sangat penting sekali bagi kita.
Hal ini dapat disebabkan karena kesalahan kita dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari. Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar sampah atau air limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Apa yang menyebabkan lingkungan air tercemar dan rusak?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam terutama air.
Lalu setelah menyadari akan segala kecerobohan ini kita seharusnya dapat berubah. Kita harus berubah, mencoba berpikir dengan segala potensi akal sehat yang kita miliki untuk dapat berbuat demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :

1. Menghemat penggunaan air bersih.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan lingkungan air dan peranan air dalam kehidupan umat manusia.
7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan di mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Hubungan antara Keberadaan Air dengan Usaha Pemanfataan dan Upaya Pelestarian Air, dapat digambarkan sebagai hubungan “segitiga” yang saling berinteraksi timbal-balik.

Hubungan timbal balik tersebut dapat diuaraikan sebagai berikut :

  1. Air yang tersedia secara alami harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif ( Keberadaan Air  untuk Usaha Pemanfataan ).
  2. Dalam pemanfaatan air, pengeksploitasiannya tidak berlebihan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan ( Usaha Pemanfataan  untuk Keberadaan Air ).
  3. Perlu dilakukan upaya “recycling” dari hasil pemanfaatan (baik dari hasil kegiatan industri maupun rumah tangga) yang sebelum di buang ke badan air (sungai, kali atau laut) ataupun permukaan tanah, terlebih dahulu harus diolah sedemikian rupa guna men-cegah terjadinya pencemaran ( Usaha Pemanfaatan untuk Upaya Pelestarian ).
  4. Upaya Pelestarian bertujuan menjaga keberlanjutan dari usaha pemanfaatan ( Upaya Pelestarian untuk Usaha Pemanfaatan).
  5. Upaya Pelestarian juga dimaksudkan untuk menjaga “kuantitas” dan “kualitas” sumber daya air (Upaya Pelestarian untuk Kelestarian Keberadaan Air).

Sumber daya air harus dilestarikan guna mencegah terjadinya ketidak-seimbangan siklus hidrologi dan ekosistem (Keberadaan Air untuk Upaya Pelestarian).

Jika ketiga komponen tersebut terlaksana dengan baik dan bersinergi, maka dapatlah diharapkan :

  1. Sumber Daya Air menjadi BAIK (Bersih, Aman, Interkoneksi dan Kekal).
  2. Pemanfaatan Air menjadi HEMAT (Hati-hati, Efisien, Manusiawi, Adil dan Tanggung-jawab).
  3. Upaya Pelestarian menjadikan sumber daya air menjadi ABADI (Alamiah, Bersinambungan, Akomodatif, Distributif dan Interaksi).

Dalam rangka upaya pengelolaan dan pelestarian  sumber daya air terutama lingkungan air, perlu menjadi perhatian bahwa pada hakekatnya setiap makhluk hidup terutama “manusia”, mempunyai peranan dan tanggung jawab yang sama terhadap keberadaan sumber daya air yang ada di bumi ini.
Dalam upaya “menyelamatkan” air, maka perlu dikembangkan prinsip “kemitraan” antar “stakeholders” bidang sumber daya air, yang melibatkan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

Pola kemitraan tersebut, secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pemerintah berperan sebagai ; regulator, administrator, operator, konseptor dan penyandang dana.
  2. Dunia Usaha berperan sebagai ; inspirator, operator, konseptor, motivator dan penyandang dana.
  3. Masyarakat berperan sebagai ; pengontrol, inspirator dan motivator (melalui LSM).

Ketiga unsur ini (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat), harus berinteraksi dan bersinergi dengan baik dalam hubungan sebagai berikut :

  1. Pemerintah memberi dan mengatur peluang usaha/pemanfaatan dan penyuluhan kepada Dunia Usaha yang berkeinginan memanfaatkan sumber daya air.
  2. Dunia Usaha memberi masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan bidang Sumber Daya Air.
  3. Dunia Usaha yang memanfaatkan sumber daya air berkewajiban untuk peduli kepada masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
  4. Masyarakat memberikan masukan dan saran kepada Dunia Usaha dalam usaha mereka memanfaatkan sumber daya air.
  5. Masyarakat juga berkewajiban memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan.

Pemerintah berkewajiban pula memberikan penyuluhan tentang upaya-upaya penyelamatan sumber daya air kepada Masyarakat dan memberikan motivasi agar Masyarakat merasa ikut bertanggung- jawab terhadap keselamatan sumber daya air.

Jika ketiga komponen tersebut diatas (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat) dapat saling berinteraksi dan bersinergi dengan baik, maka diharapkan dalam pengelolaan sumber daya air akan tercipta hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemerintah akan menjadi BAIK (Bijak, Amanah, Informatif dan Komunikatif).
  2. Dunia Usaha akan mendapat PROFIT (Peduli, Realistis, Objektif, Fair, Informatif dan Transparan).
  3. Masyarakat akan menjadi SEHAT (Sejahtera, Edukatif, Hemat, Arif dan Tanggung jawab).

Kesimpulan dari artikel Melestarikan Lingkungan Air ini adalah bahwa keberadaan  air  terutama air yang terdapat di daratan (di bawah permukaan tanah) pada hakekatnya sangatlah berlimpah. Bahwa air merupakan sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Munculnya krisis / kelangkaan akan air pada beberapa Negara di dunia termasuk Negara kita akhir-akhir ini, pada dasarnya semua akibat dari-pada perlakuan kita yang kurang bahkan tidak peduli untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Aktifitas manusia dalam “menjalani” kehidupan saat ini sudah terlalu berlebihan dalam pengeksploitasian sumber daya alam yang ada, termasuk pengeksploitasian sumber daya air, tanpa pernah berpikir bagaimana pengeksploitasian tersebut dilakukan secara tepat dan bijaksana dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim dan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, mulai sekarang sudah seharusnya kita umat manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, secara bersama-sama berpikir dan berupaya untuk “menyelamatkan” keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini dengan upaya-upaya untuk “melestarikan” keberadaan air yang sangat kita butuhkan.

“Kepada alam kita tak jaga, alamat datang bencana tak terduga”.

 Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Kemasan Mahal Jelang Lebaran

Air minum kemasan sangat digemari. Harga air minum kemasan dikhawatirkan naik menjelang dan setelah Lebaran, karena mulai H-4 sampai H+1 Idul Fitri angkutan barang dilarang beroperasi di Lampung, Jawa, dan Bali.

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno, melalui keterangan pers, di Jakarta, Selasa mengatakan sampai saat ini Kementerian Perhungan belum memasukkan AMDK sebagai kebutuhan pokok.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan, hanya angkutan keburuhan pokok dan kendaan bersumbu dua yang boleh beroperasi mulai H-4 hingga H+1 di Lampung, Jawa, dan Bali. “Padahal saat ini kebutuhan AMDK sudah sama dengan bahan makanan pokok lainnya, kata Hendro.

Apalagi, kata dia, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran bernomor 313/PDN/SD/7/2012 yang merekomendasikan agar transportasi AMDK disetarakan dengan transportasi kebutuhan bahan pokok yang wajib dijamin kelancaran distribusinya oleh aparat dan instansi terkait.

Hendro khawatir bila Kementerian Perhubungan tidak memberi dispensasi terhadap transportasi AMDK, maka kejadian kelangkaan air minum kemasan menjelang dan setelah beberapa hari Lebaran akan berulang.

“Pengalaman membuktikan, bahwa setiap selesai periode Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi kelangkaan,” katanya. Selama beberapa tahun ini, lanjut dia, stok air minum kemasan, khususnya kemasan galon kurang pascalebaran, karena kebutuhan rumah tangga dan kantor meningkat .

“Ini yang berakibat pada kenaikan harga AMDK tidak terkendali di tingkat pengecer. Biasanya baru normal, dua bulan kemudian,” ujar Hendro.

Diakuinya, saat ini sebagian besar industri AMDK berada di Jawa Barat yang memasok sebagian besar atau sekitar 40 persen produk mereka ke Jabodetabek. Saat ini, kata dia, permintaan air minum kemasan mencapai sekitar 1,8 miliar liter/bulan atau sekitar 20 miliar liter/tahun.

“Kami menilai dispensasi perlu diberikan kepada angkutan AMDK. Setidaknya pengusaha masih bisa melakukan operasional pada H-3 dan H+1 agar stok air kemasan di Jadebotabek bisa tercukupi,” ujar Hendro.

Apalagi, jalur yang dilalui transportasi AMDK yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi menuju Jakarta serta Subang menuju Bandung, tidak mengganggu arus mudik Lebaran.

Namun disisi lain kita juga harus tetap mempertimbangkan dan jeli ktika hendak membeli air minum dalam kemasan karena air kemasan isi ulang tidak seluruhnya bebas bakteri. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada akhir 2013, setidaknya masih ada air isi ulang dari puluhan depot air minum yang masih mengandung bakteri Escherichia Coli. Bakteri tersebut bisa menyebabkan diare bagi yang mengkonsumsinya.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wahyurini mengatakan, total depot air minum yang diperiksa mencapai 144 depot air minum. Dari jumlah itu, sebanyak 54 depot air minum terbukti mengandung bakteri E-Coli.

”Bakteri E-Coli bisa menyebabkan penyakit diare,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu belum mencakup seluruh depot air minum yang terdapat di Kabupaten Indramayu. Menurut dia, jumlah total depot air minum di Indramayu bisa mencapai kisaran 800 unit.

air minum dalam kemasan

Wahyurini menyebutkan, depot air minum yang tercemar bakteri itu tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan cenderung terletak jauh dari pusat perkotaan. Beberapa di antaranya termasuk di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Lelea, Cikedung, dan Gabus Wetan.

Dia menjelaskan, keberadaan bakteri dalam air minum galon isi ulang itu disebabkan tiga faktor, yaitu faktor air bakunya yang tercemar, alat pengolahan yang tidak sesuai standar, dan faktor manusia yang tidak paham tentang sanitasi.

Menurut dia, ada ditemui alat pengolahan yang seringkali dipakai dengan melebihi kapasitas. Dia mencontohkan, alat pengolahan air minum yang seharusnya berkapasitas 100 liter, namun ditampung air dengan bobot yang melebihi itu. Pada akhirnya, alat pengolahan yang seharusnya bisa membunuh bakteri, namun pada kenyataannya tidak.

“Jadi, tidak menjamin air galon isi ulang siap minum. Harusnya direbus dulu sebelum diminum,” ujarnya.

Wahyurini mengaku, pihaknya sudah mengundang para pemilik DAM yang tercemar bakteri untuk mengatasi persoalan tersebut. Dinas Kesehatan juga meminta agar mereka mereka menguji air galon produk mereka ke labkesda minimal tiga bulan sekali. “Kami pun bekerja sama dengan para camat untuk membantu melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujarnya.

Namun demikian, masih ada sejumlah kendala yang membuat upaya itu terhambat. Dia mengatakan, pemilik depot air minum seringkali beralasan depotnya masih belum banyak pengunjung, sehingga pemilik tersebut tidak memeriksakan air isi ulangnya ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Indramayu, Sudibyo menjelaskan, syarat air minum yang sehat harus tidak mengandung bakteri E-Coli satupun.

”Kalau ada E-Coli, berarti air minum galon isi ulang itu telah tercemar tinja,” tuturnya.

Sudibyo mengatakan, berdasarkan Permenkes, syarat air minum yang sehat harus dilihat dari empat hal, yakni fisik, bakteriologi, kimia dan radioaktif. Untuk syarat fisik, air tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. Syarat bakteriologi, tidak mengandung bakteri E-Coli, syarat kimia tidak mengandung zat-zat berbahaya, dan syarat radioaktif tidak mengandung radiasi.

”Karenanya, depot air minum galon isi ulang harus sering diadakan pemeriksaan secara rutin,” ujarnya.

Sumber [antaranews]

Sistem Pemurnian Air RO

Pemurnian air skala rumah tangga, Sistem pemurnian air RO telah terbukti sangat efektif mengatasi permasalahan kualitas air dibandingkan metode pemurnian yang lain seperti karbon aktif, water softener, distilasi, UV, dan netralisasi. Sistem RO dapat memisahkan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, partikulat, serta ion atau garam terlarut. Sistem RO juga dikenal sebagai media filter yang memiliki pori paling kecil dibandingkan filter-filter yang lain yaitu 0.0001 mikron. Beberapa riset dan paten tentang keefektifan sistem RO dengan berbagai macam desain dan konfigurasi turut mendukung perkembangan sistem RO skala rumah tangga.

Membran Reverse osmosis
Membran semi permeabel pada aplikasi reverse osmosis terdiri dari lapisan tipis polimer pada penyangga berpori (fabric support). Membran untuk kebutuhan komersial harus memiliki sifat permeabilitas yang tinggi terhadap air. Selain itu, membran juga harus memiliki derajat semipermeabilitas yang tinggi dalam arti laju transportasi air melewati membran harus jauh lebih tinggi dibandingkan laju transportasi ion-ion yang terlarut dalam umpan.

Membran juga harus memiliki ketahanan (stabil) terhadap variasi pH dan suhu. Kestabilan dari sifat sifat tersebut dalam periode waktu dan kondisi tertentu dapat didefinisikan sebagai umur membran yang biasanya berkisar antara 3-5 tahun. Terdapat dua jenis polimer yang dapat digunakan sebagai membran reverse osmosis: selulosa asetat (CAB) dan komposit poliamida (CPA). Kedua jenis material membran ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada proses pembuatannya, kondisi operasi dan kinerjanya.

pemurnian air minum

Desain Sistem Reverse osmosis
Aplikasi sistem Reverse osmosis (RO) terdiri dari air umpan yang diberi tekanan, sistem RO, dan sistem pemipaan yang membawa air yang telah dimurnikan dari konsentratnya secara terpisah. Beberapa sistem RO juga dilengkapi oleh pre-filter, booster pump, post-filter, tangki bertekanan untuk menyimpan produk, dan kran dari bahan stainless steel atau plastik.

Pre-filter berfungsi untuk memisahkan padatan padatan yang terlarut dalam air umpan seperti partikulat, klorin dan komponen lain penyebab fouling. Sistem pre-filter biasanya berupa  sedimen filter, karbon aktif, penambahan antiscalant atau kombinasi dari ketiganya. Booster pump dipasang pada sistem RO biasanya berfungsi untuk meningkatkan tekanan. Dengan peningkatan tekanan, booster pump mampu untuk meningkatkan rejeksi dan laju alir produk. Membran RO merupakan inti dari sistem, sehingga pemilihan jenis, dan modul membran menjadi sangat penting dalam desain. Membran RO dibuat dari selulosa asetat, selulosa triasetat, atau resin poliamida. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahan yang spesifik. Sedangkan untuk modul membran, pada sistem rumah tangga modul yang dipilih biasanya modul jenis spiral wound. Laju alir melewati membran yang dikontrol oleh ketebalan membran, ukuran pori, dan perbedaan tekanan. Batasan pada teknis pengoperasiannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Laju alir akan meningkat seiring peningkatan tekanan, namun tekanan yang besar dapat merusak (merobek) membran sehingga komponen yang semula akan dipisahkan dari air akan terikut sebagai produk.

Post-filter merupakan penanganan setelah air melewati membran RO. Fungsinya adalah untuk menghilangkan bau, rasa yang tidak diinginkan. Post-filter biasanya berupa karbon aktif yang dengan mudah dapat mengadsorbsi komponen penyebab bau dan rasa yang tidak diinginkan. Tangki penampung digunakan untuk menampung produk setelah proses karena proses pemisahan membran merupakan proses yang lambat. Beberapa jenis tangki penampung seperti tangki penampung bertekanan dan yang tidak bertekanan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat pula beberapa alat tambahan yang digunakan untuk mempertahankan kinerja membran RO yaitu unit autoflush yang berfungsi untuk meminimalisasi fenomena fouling dan scaling. Fouling merupakan perubahan morfologi membran secara irreversibel yang disebabkan oleh interaksi fisik dan atau kimia spesifik antara membran dengan berbagai komponen yang ada dalam cairan umpan, antara lain koloid, partikel halus, minyak, mikroorganisme, oksida logam, dan silika. Sedangkan scaling adalah presipitasi kristal garam di permukaan membran seperti CaCO 3 , CaSO 4 , BaSO 4 , SrSO 4 , CaF 2 , dan Mg(OH) 2. Pada instalasi RO skala besar, minimalisasi fouling dan scaling umumnya menggunakan senyawa penghambat kerak (sering disebut sebagai antiscalant atau scale intibitor), sedangkan pada RO skala rumah tangga umumnya menggunakan proses pre-treatment atau autoflush. Beberapa desain dan konfigurasi sistem RO dengan kelebihan masing-masing telah dipatenkan seperti, sistem RO reguler untuk instalasi rumah tangga, sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter ,sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter dan karbon aktif sebagai post-filter, sistem RO instalasi rumah tangga yang dapat menyediakan air bersih secara kontinyu tanpa menghasilkan limbah, sistem RO instalasi rumah tangga dengan desain dan konfigurasi yang lebih efisien dibandingkan dengan desain yang lain, sistem RO skala rumah tangga yang dilengkapi dengan sistem pembuangan drain secara langsung, sistem RO instalasi rumah tangga dilengkapi sistem backwashable.

Tipe Aplikasi
Aplikasi sistem RO skala rumah tangga dapat dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan kapasitas dan penggunaannya, yaitu tipe undersink, whole house, multi family, dan farm and ranch .

Tipe Undersink merupakan sistem RO yang didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam rumah. Tipe ini biasanya dipasang dibawah wastafel yang terdapat didapur. Kapasitas produksi dari tipe undersink berkisar antara 95-378 kemasan galon/hari. Sistem yang digunakan pada tipe undersink terdiri dari 1-2 metode pre-filter yang berfungsi memisahkan padatan yang berukuran 1-20 mikron, RO yang akan memisahkan air dari ion, garam dan mineral yang terlarut, post-filter, serta tangki penampung.

Tipe Whole House didesain untuk memenuhi kebutuhan air didalam sebuah rumah tangga, seperti air minum, air untuk memasak, air untuk mandi, dsb. Tipe ini lebih besar dibandingkan tipe undersink. Sistem yang diterapkan pada tipe whole house meliputi pre-filter seperti karbon aktif, dan penambahan antiscalant, unit RO, tangki penampung serta repressurization system yang memudahkan proses pemurnian air.

Sistem yang digunakan pada tipe multi family dan Farm and Ranch sama dengan tipe whole house. Perbedaannya terletak pada kapasitas dan skala produksinya. Tipe multi family biasanya digunakan pada kompleks apartemen yang kecil (± 4 rumah) dantipe farm and ranch biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk banyak rumah atau kebutuhan air di peternakan dengan kapasitas 7-37 L/menit .

Kesimpulan dari artikel ini adalah Sistem RO skala rumah tangga dapat secara efektif dalam pemurnian air dan memisahkan berbagai macam komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, ion terlarut dan partikulat. Dalam kasus-kasus umpan air yang memiliki beragam kontaminan, sistem RO secara ekonomis lebih unggul dibandingkan dengan metode pemurnian air yang lain.

Sumber [ejournal.undip.ac.id]

Menentukan Sumber Air Tanah

Air tanah / sumur salah satu cara mendapatkan air.  Air tanah banyak digunakan oleh masyarakat karena cukup mudah mendapatkannya. Mungkin buat kita yang awam pasti bingung dimana bisa menemukan titik titik tertentu pada tanah yang diyakini memiliki sumber mata air. karena kegagalan menemukan titik mata air buat sumur bor berarti tidak akan ada air yang keluar dari bumi dan menyembur keatas walau kedalaman pipa yang dimasukan kedalam bumi / tanah sudah lumayan dalam mungkin 15 meter atau 20 meter.

1. Pemilihan lokasi sumur yang baik
Tidak berdekatan dengan wc / toilet / kamar mandi agar tidak terjadi kontaminasi saluran pembuangan dengan jaringan sumur air tanah. Jarak yang tepat untuk memisahkan antara lubang sumur air yang akan dibuat dengan toilet yang terdekat adalah minimal 5 meter jika tanah di sekitar lokasi adalah tanah liat dan minimal 7,5 meter jika tanahnya berpasir.
2. Konstruksi sumur air yang sesuai standar
3. Membuat dinding tembok bagian atas pada jarak 3 meter dari permukaan tanah agar tidak terjadi perembesan air dari permukaan tanah yang akan merusak dan mengkontaminasi kualitas air bersih.
4. Pada bagian atas sumur air / sumur bor diberi tutup supaya tidak kemasukan kotoran yang bisa merusak air yang bersih menjadi kotor.

air tanah air sumurBerikut teknik sederhana memnentukan sumber air tanah :
1. Teknik menentukan titik sumber mata air sumur bor dengan menggunakan garam
Caranya : Sekitar jam 7 atau jam 8 malam letakanlah 1-2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng bekas susu yang sebagian sisinya terbuka dan bagian sisinya tertutup. Pada tempat yang akan digali atau di bor. kemudian pada pagi harinya silahkan lihat garam tsb, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tsb ada sumber airnya. Jika perlu taruhlah garam dan kaleng tersebut pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit/habis.

2. Tehnik Daun Pisang Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor.
Dengan cara analisa kelembaban menggunakan media daun pisang. Ambillah beberapa lembar daun pisang dan taruhlah pada beberapa titik yang akan di bor atau digali pada sekita jam9 atau jam 10 malam. Pagi harinya coba lihat embun yang menempel pada daun pisang tersebut (pada bagian bawah daun tadi). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tersebut.
Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tersebut jadi harus dicari lokasi lain sampai tepat dan barulah melakukan pengeboran air tanah.

3. Cara Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor Menggunakan Sapu Lidi .

Caranya :
Siapkan 2 Lidi, karet gelang, benang atau kawat. Kedua lidi dipotong sama panjang, dan ikat ujungnya dengan karet gelang, kawat atau benang. (Tidak ada lidi dapat menggunakan kayu, ranting atau tembaga).

  1. Pangkal kedua lidi dipegang dengan kedua tangan terbuka. Letakkan pada antara ibu jari dengan telunjuk kemudian digenggam dengan santai sambil dirorong merapat. Kedua tangan dipinggang.
  2. Letakan kedua tangan yang telah memegang lidi tersebut pada pinggang. Arah ujung lidi yang telah diikat pada posisi datar di depan perut.
  3. Berjalan maju maupun mundur, dengan posisi lidi tetap dipegang dengan posisi mendatar.
  4. Pusatkan perhatian pada tanah yang dilalui, sambil merasakan getaran ujung kedua lidi yang ikat dengan karet gelang, kawat atau tali lainnya.
  5. Apabila ada tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, maka itu tandanya dibawah tanah yang dilalui ada aliran atau sumber air. Jika benar tanda-tanda itu semakin kuat, yaitudengan tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, berarti ada sumber air atau aliran air bawah tanah. (tandai atau berilah garis dimana tanah dilalui, persis di bawah lidi yang naik atau turun).
  6. Langkah berikutnya, cari dari arah yang berlawanan. (Gerakan sama dengan point 4 s/d 6). Cari sampai menemukan hal yang serupa, dengan berpindah-pindah tempat, namun tetap arah berlawanan dengan yang telah ditandai. Jika tidak ditemukan atau tidak ada tanda-tanda, usahakan cari tempat yang lain, karena sumber air itu hanya satu arah.
  7. Jika langkah ke 8 (delapan) ada tanda-tanda seperti pada point 7, maka lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah pada point 7, dan tandai dengan garis. (Pada akhirnya kedua garis untuk tanda adanya suber air bawah tanah tersebut akan bertemu). Lihat gambar disamping!
  8. Pusatkan pada pertemuan kedua garis tersebut dan lakukan hal yang sama seperti pont 7 secara berulang-ulang, Baik juga jika gerakan melingkar dari pertemuan kedua garis tersebut untuk mengetahui berapa banyak dan besarnya aliran air dalam tanah. Bisa jadi ada dua atau tiga sumber pada tempat tersebut.

Teknik modern menentukan sumber air tanah pada sumur dalam (Deep Well)

Sumur Dalam (Deep Well) sendiri biasanya dibor pada kedalaman 150 m – 200 m tergantung kandungan air tanah pada lokasi proyek tersebut agar didapatkan air tanah yang sesuai dengan debit air yang diinginkan.

1. Dengan menggunakan Geolistrik
Salah satu teknik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (Akuifer) adalah dengan metoda Geolistrik. Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (Akuifer) di dalam tanah. Dengan menggunakan teknik Resistivity maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air. Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik. Dikarenakan peralatan Geolistrik ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu. Kegiatan survey Geolistrik ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

2. Dengan menggunakan Geo Electromagnetic Satellite Scan
Penentuan titik pengeboran sumber air tanah dengan metoda Geo Electromagnetic Satelite Scan (Belah Bumi) lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan peralatan Geolistrik.

Keunggulan Geo Electromagnetic Satellite Scan mampu melacak :

  1. Lebar Sungai Bawah Tanah
  2. Arah Aliran Sungai Bawah Tanah
  3. Membaca hingga kedalaman 400 mtr dibawah tanah
  4. Mengetahui Struktur Tanah secara detail
  5. Mengetahui frekwensi Aliran Air tanah
  6. Mengetahui kedalaman Jalur Sungai Bawah Tanah
  7. Mengetahui Conductivity Struktur Tanah

Akurasi ketepatan geolistrik hanya 50% sedangkan Geo Electromagnetic Satellite Scan 90%. Seringkali Clay basah dibaca air oleh peralatan Geolistrik. Geo Electromagnetic Satellite Scan hanya membaca air yang mengalir di dalam tanah sehingga untuk pengeboran jaran sekali mengalami air kering setelah proses pengeboran selesai.

Sumber [Aneka Sumber]

Drinkable Book filter air berbentuk buku

Filter air makin modern, Filter air atau penyaring air kini dapat berbentuk sebagai buku. Sehingga buku memiliki fungsi dan nilai tambah. Kini buku tak hanya dibaca tetapi juga dapat digunakan dalam memproduksi air bersih. Sebuah organisasi nirlaba, WATERisLIFE, menciptakan inovasi berupa buku yang dapat menyaring air kotor.

Drinkable Book tampak seperti buku pada umumnya. Uniknya, tiap lembaran buku ini dapat berperan sebagai filter air dan sistem penyaring air. Air yang kotor dan beracun seperti di negara berkembang Asia dan Afrika dapat kembali murni dengan penggunaan lembaran Drinkable Book.

Sebuah tim ilmuwan Amerika dan desainer telah bekerjasama untuk membuat “Drinkable Book” buku ini dapat berfungsi sebagai filter air atau penjernih air, dengan menggunakan kombinasi dari tipografi, nanoteknologi dan dirancang khusus kertas filter atau lebih dikenal dengan teknologi membran.

filter air drinkable book

Diluncurkan oleh kelompok komunikasi DDB New York untuk amal WaterisLife, Drinkable Book adalah manual sanitasi dengan halaman yang berfungsi ganda sebagai filter air. Buku itu diciptakan oleh para peneliti dari lembaga Amerika Carnegie Mellon University dan University of Virginia.

Dengan biaya produksi yang sangat kecil, buku inovatif ini dapat memberi informasi mengenai kebersihan air seperti menjaga sampah dan kotoran jauh dari sumber air. Selain itu, buku juga dapat digunakan sebagai penyaring yang mampu membunuh bakteri penyakit mematikan seperti E.coli, kolera dan tipus.

Pada dasarnya cara kerja tiap lembar buku mirip dengan penyaring kopi berteknologi tinggi. Setiap lembar buku mengandung ion perak yang menyerap bakteri berbahaya tumbuh dalam air. Ketika air dituang melewati potongan lembaran buku, Halaman buku berisi teknologi yang unik, diciptakan oleh kimiawan Dr Theresa Dankovich, yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri dari air minum yang tercemar lebih dari 99,9 persen. Hasilnya serupa dengan kualitas air keran di Amerika.

Seorang tipografer New-York Brian Gartside mempresentasikan di papan tulis untuk membantu membentuk desain estetika buku.

Tiap lembar buku dapat menyaring hingga 100 liter air atau sebanding dengan pasokan air minum bersih untuk 30 hari. Sedangkan penggunaan satu bukunya sendiri dapat memurnikan air sampai empat tahun. Sehingga Drinkable Book dapat menjadi alternatif murah bagi masyarakat di negara berkembang yang memiliki sangat sedikit akses air bersih.

Di dunia terdapat 3,4 juta orang meninggal tiap tahunnya karena penyakit berhubungan dengan air. Untuk mengedukasi orang tentang perlunya menyaring air sekaligus menyediakan alatnya, WATERisLIFE bekerja sama dengan para ilmuwan dari Carnegie Mellon dan Universitas Virginia untuk mengembangkan Drinkable Book.

“Sejauh ini Drinkable Book adalah proyek yang paling menarik saya kerjakan,” katanya kepada Dezeen. “Proses perancangan buku itu sendiri tidak seperti apa pun yang telah saya lakukan sebelumnya, hanya karena semua variabel yang berada di luar kendali kami.”

Menurut sejarah, WaterisLife menghadapi tantangan serius ketika datang untuk menyediakan baik air bersih dan informasi yang berguna tentang sanitasi kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi Drinkable Book muncul untuk mengatasi kedua masalah secara bersamaan.

Setiap halaman Drinkable Book memberikan 60 hari air minum yang aman, sementara seluruh buku dapat memberikan hingga senilai empat tahun.

Sebuah halaman dapat dibagi menjadi dua 4.5 berdasarkan filter 4,5 inci; satu atas dicetak dengan informasi kesehatan dalam bahasa Inggris, sementara bagian bawah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal yang relevan. Hingga kini, mereka telah mencetak sederet buku diperuntukkan untuk Kenya, yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Swahili.

“Tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan buku-buku / filter untuk masing-masing 33 negara yang bekerjasama dengan WaterisLife, tetapi kami harus memulai pada suatu tempat,” kata Gartside.

Memilih tinta akhir untuk mencetak dengan pertimbangan khusus yang diperlukan, karena tinta ini banyak mengandung bahan kimia yang dapat berbahaya jika tertelan.

“Kebanyakan bahan tinta cetak komersial berbahan baik minyak atau karet mengandung bahan kimia yang berbahaya dan sangat buruk akibatnya jika tertelan oleh manusia,” kata Gartside. “Tinta ini berbasis kedelai, walaupun sudah berteknologi modern seringkali hanya 20 persen kedelai yang terkandung didalamnya, dan jelas hal tersebut bukan sesuatu yang ingin orang-orang yang minum,” katanya.

Kemampuan setiap halaman untuk menyampaikan pesan yang jelas dan ringkas sangat penting, yang artinya jenis strategi yang sederhana dan terkendali diperlukan.

“Ini adalah pertama kalinya saya menyusun huruf dalam bahasa Swahili, yang merupakan sedikit tantangan,” katanya. “Banyak kata-kata dalam bahasa Swahili yang sangat panjang, sehingga membutuhkan memperbaiki halaman dengan mengambil sedikit lekukan.” Sebuah printer 3D yang digunakan untuk membuat nampan filtrasi, yang terbukti menjadi “tantangan besar” untuk Gartside dan timnya.

“Untungnya bagi kita, kita memiliki tim yang hebat dalam Peter X Ksiezopolski di Xweet, yang membantu kami menerjemahkan visi kami bahwa filter air semuanya dapat dicetak ke dalam file,” kata Gartside.

Jamie Mahoney, Direktur di Virginia Commonwealth University Bowe House Press, juga memainkan peran penting dalam mengamankan penggunaan tinta food grade pada tahap pencetakan.

Tim Gartside sekarang menghadapi tugas untuk meningkatkan skala produksi untuk tingkat komersial. “Saat ini kami sedang membuat buku sebanyak yang kami bisa, tapi saat ini lembaran dibuat dengan tangan, yang membatasi, kapasitas kita,” katanya kepada Dezeen.

“Kami berharap bahwa peluncuran proyek ini dapat digunakan untuk mengumpulkan dana untuk produksi massal, baik dari buku, serta filter itu sendiri,” kata Gartside. “Kami ingin bisa menerjemahkannya dan mendapatkan buku ini ke tangan orang di semua tempat-tempat – Pada saat itu, dampaknya bisa menjadi besar.”

“Ini harus menjadi sesuatu yang digunakan secara luas. Drinkable Book tidak membutuhkan daya listrik dan sangat intuitif,” sebut kepala peneliti, Theresa Dankovitch .

Drinkable book masih dalam tahap pengembangan dan pencetakan sehingga untuk mendapatkannya memang sulit karena sementara ini drinkabke book ditargetkan hanya untuk daerah krisis air bersih seperti kenya.

Sumber [Aneka Sumber]

Manfaat menggunakan filter air

Filter air dibutuhkan di zaman modern ini. Filter air adalah alat yang berfungsi sebagai pemisah air dari pengotornya secara fisik, kimia dan biologi. Manfaat filter air dari pengolahan air adalah untuk mendapatkan air yang memenuhi standar mutu sehingga dapat digunakan sebagai air minum.

Secara fisik pengolahan air dapat dilakukan dengan metoda sedimentasi, filtrasi dan adsorpsi atau absorpsi. Proses pengolahan secara kimia umumnya dilakukan dengan metoda reduksi, oksidasi, aerasi,  dan koagulasi. Sedangkan secara biologi pengolahan dilakukan dengan cara mikrobiolgi bersama-sama dengan cara kimia dan fisik untuk mematikan pantogen.

manfaat filter air

Selain itu, secara biologi pengolahan dapat pula dilakukan dengan menambahkan bahan khusus yaitu disinfektan. Disinfektan ditambahkan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam air. Metoda umum yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh hampir semua masyarakat adalah dengan memanaskan air  pada temperatur sekitar 100 celcius.

Manfaat menggunakan filter air dalam pengolahan air kotor
Pengolahan air dapat dilakukan secara kelompok atau individu dengan menggunakan teknologi filter air  sederhana atau dengan aplikasi teknologi modern. Namun pada prinsipnya, pengolahan air minum memiliki tujuan utama yang secara teknis adalah sebagai berikut:

  • Menurunkan tingkat kekeruhan air atau menjernihkan air
  • Menurunkan dan mematikan mikroorganisme
  • Menurunkan bau, rasa dan warna
  • Menurunkan kesadahan
  • Menurunkan zat, atau unsur-unsur yang terlarut
  • Mengatur tingkat keasaman, atau pH

Manfaat menggunakan filter air yang paling utama adalah untuk mendapatkan air bersih dan sehat. Lalu bagaimana air yang bersih dan sehat?  Mutu air yang dapat digunakan sebagai air minum atau keperluan rumah tangga harus memenuhi persyaratan secara fisik, kimia dan biologi. Di Indonesia standar mutu air minum ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Replubik Indonesia No. 907/MENKES/SK/VII/2002, tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan adalah  Secara fisik air tidak berwarna, tidak memiliki rasa, rasa air tawar, tidak berbau, jernih atau tidak keruh, tidak mengandung zat padatan.

Secara kimia air harus memiliki keasaman atau pH 7, atau netral, tidak mengandung bahan kimia beracun, tidak mengandung garam atau io-ion logam, kesadahan rendah, tidak mengandung bahan organik.

Secara mikrobiologi air tidak mengandung bakteri patogen, tidak mengandung bakteri nonpatogen.

Standarisasi mutu air pada prinsipnya bertujuan untuk melindungi, memelihara, dan mempertinggi tingkat kesehatan masyarakat. Standar ini akan menjamin air hasil pengolahan dapat dikonsumsi oleh masyarakat tanpa menimbulkan permasalahan kesehatan.

Lalu  jika sudah mendapatkan air bersih dan sehat apa saja ya manfaatnya bagi tubuh? Berikut ini adalah manfaat Minum Air Putih. Masih banyak orang yang mengabaikan manfaat minum air putih. Padahal, manfaatnya tiada terkira. Dari mencegah Anda merasa kehausan, mendorong metabolisme, membuat Anda merasa kenyang lebih lama (sehingga mencegah Anda makan terlalu banyak), membuat kulit lebih halus karena ketersediaan cairan di dalam tubuh, hingga mencegah hilang konsentrasi.

Di luar itu, masih banyak manfaat minum air putih yang ternyata tidak kita ketahui. Yang pasti, manfaatnya akan langsung terasa dalam kehidupan Anda sehari-hari. Setelah mengetahuinya, pasti Anda tak akan menunda-nunda lagi mengonsumsi air putih setiap saat.

1. Melindungi jantung. Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

2. Mencegah sakit kepala. Siapa yang tahan jika migrain mulai menyerang? Namun sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, coba atasi dengan minum air putih. Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini menderita akibat migrain. Dalam uji coba, mereka yang minum 1,5 liter air sakit kepalanya berkurang 21 jam, demikian pula dengan intensitas rasa sakitnya.

3. Meningkatkan ketajaman otak. Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan Anda sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berpikir Anda. Otak memang membutuhkan banyak oksigen agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, Anda bisa memastikan bahwa otak telah terpenuhi kebutuhannya. Malahan, minum 8-10 cangkir air putih setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30 persen.

4. Membuat Anda tetap waspada. Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lelah yang terjadi sepanjang hari. Jika rasa letih yang Anda rasakan lebih seperti dorongan kuat untuk tidur siang, coba minum segelas air. Minum cukup air putih akan membuat Anda bekerja lebih baik, paling tidak bisa mencegah Anda merasa sulit konsentrasi. Perlu Anda tahu, tingkat dehidrasi sebesar dua persen bisa memicu masalah memori jangka pendek. Anda juga akan mengalami kesulitan berfokus pada apa yang sedang Anda baca di layar komputer.

Sumber [Aneka Sumber]

Pembuatan Karbon Aktif

Karbon aktif atau activated carbon,  Karbon Aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa, dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki permukaan dalam yang luas.

Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap).

pembuatan karbon aktif

Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut.

Secara umum proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif dapat dibagi dua yaitu:

1. Proses Kimia.
Bahan baku dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu, kemudian dibuat padat. Selanjutnya padatan tersebut dibentuk menjadi batangan dan dikeringkan serta dipotong-potong. Aktifasi dilakukan pada temperatur 100 °C. Arang aktif yang dihasilkan, dicuci dengan air selanjutnya dikeringkan pada temperatur 300 °C. Dengan proses kimia, bahan baku dapat dikarbonisasi terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia.

2. Proses Fisika
Bahan baku terlebih dahulu dibuat arang. Selanjutnya arang tersebut digiling, diayak untuk selanjutnya diaktifasi dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 °C yang disertai pengaliran uap. Proses fisika banyak digunakan dalam aktifasi arang antara lain :

a. Proses Briket: bahan baku atau arang terlebih dahulu dibuat briket, dengan cara mencampurkan bahan baku atau arang halus dengan “ter”. Kemudian, briket yang dihasilkan dikeringkan pada 550 °C untuk selanjutnya diaktifasi dengan uap.

b. Destilasi kering: merupakan suatu proses penguraian suatu bahan akibat adanya pemanasan pada temperatur tinggi dalam keadaan sedikit maupun tanpa udara. Hasil yang diperoleh berupa residu yaitu arang dan destilat yang terdiri dari campuran metanol dan asam asetat. Residu yang dihasilkan bukan merupakan karbon murni, tetapi masih mengandung abu dan “ter”. Hasil yang diperoleh seperti metanol, asam asetat dan arang tergantung pada bahan baku yang digunakan dan metoda destilasi. Diharapkan daya serap arang aktif yang dihasilkan dapat menyerupai atau lebih baik dari pada daya serap arang aktif yang diaktifkan dengan menyertakan bahan-bahan kimia. Juga dengan cara ini, pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari bahan-bahan pada saat proses pengarangan dapat diihindari. Selain itu, dapat dihasilkan asap cair sebagai hasil pengembunan uap hasil penguraian senyawa-senyawa organik dari bahan baku.

Ada empat hal yang dapat dijadikan batasan dari penguraian komponen kayu yang terjadi karena pemanasan pada proses destilasi kering, yaitu:

1. Batasan A adalah suhu pemanasan sampai 200 °C. Air yang terkandung dalam bahan baku keluar menjadi uap, sehingga kayu menjadi kering, retak-retak dan bengkok. Kandungan karbon lebih kurang 60 %.

2. Batasan B adalah suhu pemanasan antara 200-280 °C. Kayu secara perlahan – lahan menjadi arang dan destilat mulai dihasilkan. Warna arang menjadi coklat gelap serta kandungan karbonnya lebih kurang 700%.

3. Batasan C adalah suhu pemanasan antara 280-500 °C. Pada suhu ini akan terjadi karbonisasi selulosa, penguraian lignin dan menghasilkan “ter”. Arang yang terbentuk berwarna hitam serta kandungan karbonnya meningkat menjadi 80%. Proses pengarangan secara praktis berhenti pada suhu 400 °C.

4. Batasan D adalah suhu pemanasan 500 °C, terjadi proses pemurnian arang, dimana pembentukan “ter” masih terus berlangsung. Kadar karbon akan meningkat mencapai 90%. Pemanasan diatas 700 °C, hanya menghasilkan gas hidrogen.

Ada pula yang menyebutkan proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif terdiri dari tiga tahap yaitu:

1. Dehidrasi : proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan sampai temperatur 170 °C.
2. Karbonisasi : pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. Suhu diatas 170°C akan menghasilkan CO, CO2 dan asam asetat. Pada suhu 275°C, dekomposisi menghasilkan “ter”, metanol dan hasil samping lainnya. Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400 – 600 0C
3. Aktifasi : dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. Dapat dilakukan dengan uap atau CO2 sebagai aktifator.

Proses aktifasi merupakan hal yang penting diperhatikan disamping bahan baku yang digunakan. Yang dimaksud dengan aktifasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul – molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Metoda aktifasi yang umum digunakan dalam pembuatan arang aktif adalah:

1. Aktifasi Kimia.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan pemakian bahan-bahan kimia. Aktifator yang digunakan adalah bahan-bahan kimia seperti: hidroksida logam alkali garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2, asam-asam anorganik seperti H2SO4 dan H3PO4.

2. Aktifasi Fisika.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan bantuan panas, uap dan CO2. Umumnya arang dipanaskan didalam tanur pada temperatur 800-900°C. Oksidasi dengan udara pada temperatur rendah merupakan reaksi eksoterm sehingga sulit untuk mengontrolnya. Sedangkan pemanasan dengan uap atau CO2 pada temperatur tinggi merupakan reaksi endoterm, sehingga lebih mudah dikontrol dan paling umum digunakan.

Beberapa bahan baku lebih mudah untuk diaktifasi jika diklorinasi terlebih dahulu. Selanjutnya dikarbonisasi untuk menghilangkan hidrokarbon yang terklorinasi dan akhimya diaktifasi dengan uap. Juga memungkinkan untuk memperlakukan arang kayu dengan uap belerang pada temperatur 500°C dan kemudian desulfurisasi dengan H2 untuk mendapatkan arang dengan aktifitas tinggi. Dalam beberapa bahan barang yang diaktifasi dengan percampuran bahan kimia, diberikan aktifasi kedua dengan uap untuk memberikan sifat fisika tertentu.

Dengan bertambah lamanya destilasi serta bertambah tingginya temperatur destilasi, mengakibatkan jumlah arang yang dihasilkan semakin kecil, sedangkan destilasi dan daya serap makin besar. Meskipun dengan semakin bertambahnya temperatur destilasi, daya serap arang aktif semakin baik, masih diperlukan pembatasan temperatur yaitu tidak melebihi 1000 0C, karena banyak terbentuk abu sehingga menutupi pori-pori yang berfungsi untuk mengadsorpsi. Selanjutnya campuran arang dan aktifator dipanaskan pada temperatur dan waktu tertentu. Hasil yang diperoleh, diuji daya serapnya terhadap larutan Iodium.

Dalam aplikasi karbon aktif baik yang digunakan sebagai media adsorbsi, pemberat atau media filtrasi dengan titik injeksi tertentu, maka kriteria desain titik pembubuhan karbon aktif perlu diperhatikan

Sumber [Aneka Sumber]

20 ribu liter air bersih per hari membersihkan monas

Air bersih sangat penting, Air bersih merupakan komponen utama dalam pembersihan monumen bersejarah, yaitu monas. Memandikan Monas Butuh 20 Ribu Liter Air/Hari dengan Suhu 100 Derajat Celcius.

Untuk memandikan Monas dibutuhkan sejumlah hal khusus. Antara lain puluhan ribu liter air perhari dengan suhu di kisaran 100 derajat Celcius. Jelaga hitam di tubuh Monas mesti dibersihkan dengan treatment khusus.

“Kita bersihkan Monas ini tidak menggunakan cairan kimia sama sekali, hanya menggunkan air bersih. kita kerjasama dengan PAM Jaya dan Palyja. Mereka yang supply air bersih tiap hari. Kita butuhkan kurang lebih 20 ribu liter per hari,” kata Senior Manager Marketing & Business Development Kaercher Indonesia, Fransisca Natalia W, saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Untuk bagian cawan ini dibutuhkan 560 liter per jam. Kalau yang di atas bisa sampai 900 liter per jam.

“Suhu air 100 derajat Celcius. Karena memang untuk bisa membersihkan polusi dan lemak-lemak gitu, harus pakai air yang panas,” tambah dia.

Yang harus dibersihkan lebih dahulu yakni bagian cawan Monas. Pengerjaan dilakukan tim dari Jerman mulai Kamis 8 mei 2014. “Nanti dari atas ke bawah. Dari anjungan paling atas, mereka buka teralisnya, kemudian turun pakai tali,” terang Fransisca.

air bersih monas

Menurut Fransisca, dalam membersihkan titik-titik hitam yang disebabkan karat dibutuhkan perawatan dan pembersihan khusus. Namun, PT Kaercher tidak akan melakukannya.

“Dibutuhkan treatment khusus. Hal tersebut tidak kami berikan ke Monas. Sebaiknya memang besi-besi itu diganti dengan besi yang antikarat.

Saat ini pihak Kercher masih melakukan persiapan dengan memasang alat instalasi, alat pompa, dan untuk aliran air. Kemudian menyiapkan mesin dan mulai dengan dengan pembersihan, sebelum memandikan Monas.

kegiatan bersih-bersih Monas ini dilakukan oleh perusahaan peralatan teknologi pembersih asal Jerman, Kaercher Indonesia, lewat program Corporate Social Responsibility (CSR). Kaercher merupakan perusahaan yang memang rutin dan terbiasa untuk membersihkan patung atau tugu-tugu yang menjadi ikon negara di berbagai belahan dunia. Sehingga, niatan Kaercher untuk membersihkan Monas melalui program CSR-nya disambut baik oleh Pemprov DKI.

“Kaercher itu perusahaan yang CSR-nya fokus pada pembersihan menara-menara terkemuka kelas dunia, seperty patung Liberty dan lainnnya. Semua menara-menara utama di dunia. Dan yang menarik yaitu tingkat kesulitan masing-masing menara yang berbeda-beda. Di sinilah mereka sangat porofesional dan mereka juga betul-betul memperhatikan safety dari pembersihan itu. Dan yang paling utama adalah keselamatan atau keamanan tugunya

“Untuk yang pembersihan ini kita bagi menjadi dua tim, tim Kaercher Indonesia membersihkan bagian cawan, kemudian lantai ke tangga, sampai nanti ke pelataran, ground floor. Masing-masing punya alat tersendiri yang khusus. Untuk dinding kita pakai high pressure water (hot), kemudian untuk lantai kita pakai scrubber dryer, tangga yang high pressure water, kemudian di pelataran pakai scrubber. Sedangkan bagian tugu nanti dikerjakan oleh tim kita dari Jerman yang dipimpin oleh Mr. Thorsten Mouwes, dia membawa dua orang jadi total 3 orang,” urainya.

Untuk membersihkan dinding marmer tugu tersebut, Moewes mengungkapkan pihaknya akan menggunakan teknologi alat pembersih produk Kaercher yaitu alat high pressure washer HDS 12/18-4 S.

“Alat pembersih ini menghasilkan air panas bertekanan tinggi. Air keluar dari mesin melalui pipa semprot yang diaplikasikan dalam tekanan rendah di bagian marmer Tugu Monas. Sehingga melindungi lapisan terluar Monas,” kata Moewes.

Selanjutnya tim pembersih akan mengeringkan sisa-sisa air yang kotor dengan mesin sikat pengering BD 530 Ep. “Nanti dua yang akan bergantung dengan roof acces, pakai tali dan safety equipment, mereka akan bersihkan pakai high pressure water,” Ditargetkan pada 16-18 Mei 2014 mendatang menjadi finalisasi pembersihan serta pembongkaran instalasi pembersihan.

Sumber [Aneka Sumber]

Tips mencegah pencemaran air

Pencemaran air sangat berbahaya, Pencemaran air dapat dilakukan dengan beberapa tindakan secara sederhana. Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia memerlukan air baik untuk proses kimia fisika maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya.

Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. Kualitas total air tawar yang ada di bumi jumlahnya relatif dapat menurun jumlahnya dikarenakan adanya pencemaran air.

Pengelolaan air di sini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:

  1. melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi.
  2. mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar.
  3. menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan.
  4. mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi.

Pada prinsipnya pengelolaan sumber daya alam air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.

Usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut:

  1. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah.
  2. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisma antarpolutan pemerintah.
  3. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yan gtumpah di perairan
  4. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri.
  5. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan barulah dibuang di perairan.
  6. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum

pencemaran air sungai

Setelah kita mengetahui bagaimana cara mencegah pencemaran air secara sederhana selanjutnya yuk kita baca cara membedakan air tercemar dan tidak tercemar. Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini.

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu.

Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian.

Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel adalah:

  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Nah setelah kita sudah mampu membedakan antara air yang terceman dan yang tidak tercemar, kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit dan bahkan kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga lingkungan kita.

Sumber [Aneka Sumber]

Pengolahan air limbah percetakan

Pengolahan air limbah wajib dilakukan. Sekarang ini pengolahan air limbah banyak digunakan di berbagai industri, salah satunya industri percetakan. Limbah yang dihasilkan industri percetakan berupa limbah cair dan limbah padat. Limbah cair industri percetakan terdiri dari :

  • tinta yang rusak
  • bahan pelarut
  • bahan pencair
  • bahan pengering

Limbah cair ini banyak mengandung bahan kimia berbahaya seperti alkohol atau aseton dan esternya dan juga mengandung logam berat seperti krom, cobalt (bahan keputih-putihan terdapat pada besi dan nikel), mangan dan timah yang dapat larut ke dalam berbagai bahan pengikat.

Teknologi Pengolahan Limbah Industri Percetakan
Tujuan dari pengolahan limbah industri percetakan, adalah untuk mengubah jenis, jumlah dan karakteristik limbah supaya menjadi tidak berbahaya dan/atau tidak beracun atau jika memungkinkan agar limbah percetakan dapat dimanfaatkan kembali (daur ulang).

Ada beberapa teknik pengolahan limbah percetakan yang direkomendasikan, Antra lain dengan menggunakan filter air , proses kimia, pembakaran suhu tinggi (insenerasi), elektro plating, destilasi dan destruksi suhu tinggi, yang mana penerapannya harus disesuaikan dengan karakteristik dari limbah yang diolah.

Proses Kimia (Oksidasi-Reduksi)
Oksidasi adalah reaksi kimia yang akan meningkatkan bilangan valensi materi yang bereaksi dengan melepaskan elektron. Reaksi oksidasi selalu diikuti dengan reaksi reduksi. Reduksi adalah reaksi kimia yang akan menurunkan bilangan valensi materi yang bereaksi dengan menerima elektron dari luar. Reaksi kimia yang melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi ini dikenal dengan reaksi redok. Reaksi redok dapat merubah bahan pencemar yang bersifat racun menjadi tidak berbahaya atau menurunkan tingkat/daya racunnya.

Insenerator
Insenerator adalah alat untuk membakar sampah padat. Insenerator sering digunakan untuk mengolah limbah B3 yang memerlukan persyaratan teknis pengolahan dan hasil olahan yang sangat ketat. Supaya dapat menghilangkan sifat bahaya dan sifat racun bahan yang dibakar, insenerator harus dioperasikan pada kondisi di atas temperatur destruksi dari bahan yang dibakar.

Pengolahan secara insinerasi bertujuan untuk menghancurkan senyawa B3 yang terkandung di dalamnya menjadi senyawa yang tidak mengandung B3. Ukuran, disain dan spesifikasi insenerator yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik dan jumlah limbah yang akan diolah. Insenerator dilengkapi dengan alat pencegah pencemar udara untuk memenuhi standar emisi.

Abu dan asap dari insenerator harus aman untuk dibuang ke lingkungan. Kualitas hasil buangan (asap dan abu) banyak dipengaruhi oleh jenis dan karakteristik bahan yang dibakar serta kinerja dari insenerator yang digunakan. Untuk mencapai kondisi yang diinginkan, (dapat mendestruksi limbah menjadi CO2, H2O dan abu) diperlukan suatu insenerator yang dapat bekerja dengan baik yang dilengkapi dengan suatu sistem kontrol pengendalian proses pembakaran agar dapat dipastikan bahwa semua bahan dapat terbakar pada titik optimum pembakarannya dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian teknologi insenerator yang akan digunakan harus dapat mengatasi semua permasalahan dalam pembuangan dan pemusnahan limbah B3.

Elektrolisis
Prinsip dasar pengolahan limbah ini sama seperti pada prinsip pelapisan logam secara listrik, yaitu dengan penempatan ion logam yang ditambah elektron pada logam yang dilapisi, yang mana ion-ion logam tersebut didapat dari anoda dan elektrolit yang digunakan. Pada pengolahan limbah ini, limbah yang mengandung logam terlarut bertindak sebagai elektrolit. Logam­logam terlarut yang telah bermuatan listrik akan tertarik oleh katoda dan menggumpal sehingga terpisahkan dari cairannya. Cairan yang telah bebas logam terlarut selanjutnya diproses dengan teknologi lain untuk menghilangkan sifat racunnya.

pengolah air limbah percetakan

Pengolahan Air Limbah Industri Percetakan
Limbah cair dari kegiatan cuci cetak foto banyak mengandung krom. Krom valensi enam (krom heksavalen) merupakan bahan kimia yang sangat beracun, sehingga keberadaannya di dalam limbah harus ditangani dengan sangat hati-hati. Untuk menurunkan tingkat racun dari krom heksavalen ini dapat dilakukan dengan mengadakan reaksi redok. Krom heksavalen dapat direduksi menggunakan sulfur dioksida (SO2) menjadi krom trivalen yang mempunyai tingkat/daya racun jauh lebih rendah dari pada krom heksavalen. Krom trivalen lebih aman dari pada krom heksavalen sehingga lebih dapat diterima di lingkungan.

Pengolahan air limbah percetakan sebagai salah satu langkah melestarikan lingkungan karena limbah yang berbentuk cair mudah masuk ke dalam tanah maupun periran umum. Mobilisasi limbah ini sangat cepat dengan jangkauan yang luas karena limbah cair mudah sekali terbawa oleh aliran alir yang ada. Dengan adanya sifat yang demikian ini maka pengawasan limbah cair lebih sulit untuk dilakukan dari pada yang berbentuk padat. Mobilisasi limbah yang cepat dan luas ini juga mengakibatkan limbah ini akan mudah sekali masuk ke dalam jaring-jaring rantai makanan, yang pada akhirnya akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Limbah cair industri percetakan harus ditampung dengan menggunakan alat penampungan khusus dan terhindar dari kotoran lainnya, sebab adanya bahan pengotor lain dapat mengganggu dalam proses elektrolisis sehingga dapat meningkatkan biaya pengolahannya. Alat penampungan limbah cair harus dibuat dari bahan yang tahan terhadap karat dan tertutup rapat, bersih dan diberi label ‘LIMBAH BERACUN” serta dipasang label yang menunjukkan bahwa isi dalam kemasan merupakan bahan yang beracun.

Bahan kemasan dapat terbuat dari drum stainless yang kuat, sementara label dapat terbuat dari kertas yang disablon sehingga warnanya tidak luntur atau di cat langsung ke kemasan. Jauhkan kemasan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan serta nyala api. Dalam jangka waktu tertentu limbah ini dapat langsung diolah atau dikirim ke perusahaan pengolahan air limbah B3 secara langsung atau lewat perusahaan pengumpul limbah B3.

Pengolahan air limbah yang mengandung logam dapat dilakukan dengan teknik elektrolisis guna mengambil kembali kandungan logam yang ada. Logam hasil pemisahan ini dapat dimanfaatkan kembali atau untuk membuat produk lain yang bermanfaat. Cairan hasil pemisahan logam dipanaskan di dalam boiler kemudian dipekatkan dengan evaporator. Sludge hasil pemekatan dari evaporator dikeringkan dalam drum dryer kemudian disimpan dan dikirim ke landfill / unit penimbunan limbah B3. Uap dari evaporator sebelum dibuang discrubber terlebih dahulu untuk melarutkan bahan berbahaya yang kemungkinan masih terikut di dalam uap tersebut. Uap yang telah discrubber kemudian di bakar dengan menggunakan insenerator, baru kemudian dibuang ke lingkungan.

Sumber [jujubandungwordpress.com]

Pages:« Prev123456...2425Next »