Artikel Menarik

Manfaat pengolahan air limbah

Manfaat pengolahan air limbah, Pengolahan air limbah / limbah cair sesuatu yang jarang kita pikirkan. Kita sering menggunakan kamar mandi, toilet, tetapi jarang memikirkan kemana perginya air setelah digunakan. Ketika air yang digunakan, mengalir ke toilet atau ke saluran pembuangan dari bak mandi atau wastafel dan berjalan melalui banyak saluran air dan pipa hingga mencapai selokan. Sistem ini bertanggung jawab untuk membawa air limbah jauh dari rumah kami dan memberikan kepada pabrik pengolahan air limbah.

Ada dua jenis air limbah yang diproduksi di rumah tangga, Greywater dan blackwater. Greywater terdiri dari air yang digunakan untuk mencuci hal-hal di rumah seperti air dari mencuci piring, mandi dan cuci. Air ini dapat diobati untuk digunakan kembali. Blackwater adalah air yang tidak dapat digunakan kembali karena terlalu terkontaminasi dan sebagian air limbah dari toilet.

Industri mengandalkan sejumlah besar air untuk melaksanakan proses manufaktur dan sebagian besar dari mereka hanya membuang air ini menjadi ke sungai dan lautan yang menghasilkan polusi yang parah. Dalam rangka untuk mengurangi dampak limbah industri, Setiap industri harus menginstal sistem pengolahan air. Unit-unit ini membantu membersihkan sistem air dan mengolah air limbah untuk digunakan kembali. Bahkan jika ingin membuang air limbah ke dalam air laut harus dibersihkan dari semua unsur kimia sehingga kehidupan laut tidak terpengaruh. Berikut tiga manfaat penting jika sebuah pabrik menggunakan sistem pengolahan air limbah industri.

1. Mengurangi Pencemaran Air
Jika air limbah industri dialirkan langsung tanpa diolah dapat menyebabkan jutaan biota laut mati dan pencemaran laut. Unsur-unsur beracun dengan logam dan bahan berbahaya lainnya dalam air akan mengendap di dasar laut dan tidak dapat hilang, sehingga mempengaruhi kehidupan laut. Instalasi sistem pengolahan air limbah di industri anda akan membantu memberikan kontribusi untuk kehidupan laut yang lebih baik. Air tercemar yang akan dibuang harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan unsur-unsur beracun sehingga tidak mencemari laut.

2. Mencegah Penyakit dan Melindungi Kesehatan Manusia
Air yang tercemar merupakan salah satu penyebab utama penyakit yang dapat menular melalui air pada masyarakat di daerah pedesaan maupun perkotaan. Air limbah industri yang dibuang dapat mencemari sumber air dan menyebabkan penyakit serius ketika orang-orang menggunakan air dari sumber tersebut. Air limbah industri harus melalui peruses pengolahan air limbah untuk menghilangkan semua elemen anorganik serta mikroba patogen yang merupakan penyebab timbulnya  penyakit.  Sistem pengolahan air limbah membantu mengurangi kasus penyakit sehingga kita dapat hidup sehat. Industri berskala besar harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang mereka ciptakan dan wajib melestarikan alam dan kesehatan manusia dengan cara terbaik yang mereka bisa, salah satunya menggunakan instalasi pengolahan air limbah.

3. Penghematan Biaya
Air yang terkontaminasi limbah menyebabkan pemborosan pengeluaran biaya, dari biaya kesehatan untuk berobat maupun pencegahan penyakit, atau biaya memperbaiki lingkungan yang rusak . Bayangkan jumlah uang dan tenaga yang dihabiskan setiap tahun untuk membersihkan sewerages, seashores dan kontaminasi kelautan. Belum lagi biaya tambahan jutaan dolar yang dihabiskan untuk mengobati penyakit dan mencegah wabah penyakit yang diakibatkan oleh air limbah dari industri. Jika setiap industri bisa mengolah air limbah nya masing-masing, tidak hanya akan mereka bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga akan memberikan kontribusi sebagian besar ke ekonomi yang lebih baik. Industri perlu menggunakan sistem pengolahan air secara serius karena ini adalah salah satu cara mereka dapat membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik.

pengolahan air limbah industri

Jadi kesimpulan dari artikel manfaat pengolahan air limbah adalah,
Air limbah memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan bila tidak diolah terlebih dahulu. Efek negatif dari air limbah sangat banyak.  Salah satunya jika dibuang ke laut air limbah secara langsung akan berdampak pada ikan. Populasi satwa liar juga dapat terhambat. Jika minum menggunakan air yang terkontaminasi air limbah mengandung berbagai logam seperti merkuri, arsen dan kadmium  memiliki efek negatif jangka pendek maupun jangka panjang pada tubuh. Selain itu ada juga air limbah yang mengandung bahan organik sudah membusuk. Ini akan mengambil oksigen terlarut dalam sumber air seperti sungai, laut atau danau dan membuat ancaman terhadap keberadaan spesies biotik. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh kandungan nitrogen dan fosfor dan zat lainnya dapat memberlakukan ancaman pada kehidupan manusia juga.

Instalasi pengolahan air limbah merupakan bagian penting dari sistem air, dan jika tidak ada alat pengolahan air limbah kita akan dihadapkan dengan pencemaran air yang dapat berbahaya atau bahkan fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup termasuk manusia.

Sumber [blogdetik.com]

Mengatasi Air Berkapur

Mengatasi Air Berkapur, Air berkapur atau air sadah biasanya air yang mengandung  zat kapur. Kapur adalah sebuah benda putih dan halus terbuat dari batu sedimen, membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Kapur biasanya terbentuk di dalam laut dengan kondisi bebatuan yang mengandung lempengan kalsium plates (coccoliths) yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores. Biasanya lazim ditemukan pada batu api dan chert yang terdapat dalam kapur.

Air  yang terlalu banyak mengandung kapur, biasanya bersifat basah (Ph lebih dari 8). Menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan RI, air minum tidak boleh mempunyai Ph lebih dari 8,5 karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tanda air yang mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak, maka akan menimbulkan kerak  berwarna putih pada dinding panci, dan rasanya sedikit pahit.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan beberapa sumber.  Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagian besar masyarakat mengandalkan sumber air  dari air tanah atau biasa disebut sebagai air sumur.

Baik berupa sumur bor ataupun sumur alami. Bahkan bagi yang tinggal di wilayah terpencil, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat masih menggunakan air yang diambil dari sungai, waduk atau danau. Namun harus menjernihkan air kotor terlebih dulu, belum lagi jika air tersebut air berkapur. Sehingga diperlukan filter air atau treatment khusus untuk mengurangi kandungan kapur tersebut agar air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak semua masyarakat mempunyai masalah dengan kualitas air sumurnya. Namun di beberapa lokasi atau wilayah tertentu terkadang ditemui masalah kualitas air sumur atau air tanah. Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah adanya air sumur yang berkapur.

air berkapur tinggi

Air berkapur biasanya terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah di sekitar pegunungan kapur. Namun air sumur mengandung zat kapur bisa juga terjadi di daerah-daerah yang kondisi tanahnya baik atau normal.

Air sumur yang berkapur tentu saja sangat tidak diinginkan dan mempunyai dampak negatif. Sebab selain rasa air yang mengandung kapur tidak enak, pada penggunaan jangka panjang, air sumur yang mengandung kapur dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Penggunaan air berkapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus dan disentri. Sedangkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, kerusakan gigi, kerusakan ginjal, kandung kemih, hati dan kerontokan rambut. Dan pada tingkat kronis dapat menyebabkan sakit kanker.

Selain itu air mengandung kapur memiliki ciri-ciri dan dapat dideteksi melalui hal berikut :

jika digunakan untuk mencuci dan mandi menyebabkan sabun sulit bahkan tidak berbuih atau berbusa dan dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit, seperti sakit kurap dan lainnya. Karena penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air. Jika anda gunakan saat mandi  air yang mengandung kapur tinggi akan terasa licin dikulit.

Disamping dapat merusak kesehatan tubuh efek negative dari air berkapur adalah timbulnya kerak putih pada lantai kamar mandi, bak penampung kamar mandi, keran air, wastafel, atau pada peralatan masak kesanyangan anda dan jika dipergunakan untuk mencuci mobil air berkapur dapat membuat warna kendaraan anda menjadi kusam.

Air yang berkapur disebabkan karena tingginya kandungan logam tertentu di dalamnya. Biasanya dipengaruhi oleh kandungan berupa logam Natrium, Kalium dan Magnesium. Air yang mengandung logam-logam seperti ini kita biasa menyebutnya dengan air sadah.

Secara umum, kesadahan air dapat dibagi menjadi dua :

1. Kesadahan tetap
2. Kesadahan sementara

Kesadahan tetap berarti air yang kandungan kapur di dalamnya tidak dapat dipisahkan dengan cara pemanasan / pendidihan biasa.  Kesadahan tetap terjadi karena air mengandung unsur logam terutama kandungan Magnesium yang sangt tinggi.

Kesadahan sementara, yaitu air yang kandungan kapur di dalamnya dapat diendapkan atau dipisahkan dengan cara pemanasan maupun pendidihan biasa. Kesadahan sementara terjadi karena air mengandung unsur logam  terutama  Natrium dan Kalium.

Berikut ini merupakan cara mengatasi  masalah air sumur yang  berkapur.

Untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur dalam skala rumah tangga atau industri bisa menggunakan cara dengan filter air softener.  Masalah air berkapur atau air sadah bisa di atasi menggunakan filter air dengan Softener. Yaitu sebuah peralatan khusus yang digunakan untuk menurunkan tingkat kesadahan dalam air. Sehingga air hasil proses dari softener ini biasa disebut dengan soft water. Terkadang softener ini dioperasikan sebagai bagian dari Instalasi Pengelolaan air limbah, tergantung sumber airnya.

Prinsip dasar kerja Softener adalah dengan menukar ion yang terkandung dalam air sadah dengan kandungan ion dalam resin yang diisikan dalam filter air softener. Lalu secara periodik dilakukan regenerasi ion, untuk mengembalikan fungsi kerja softener atau menyegarkan kembali  kandungan ion dalam resin.

Solusi untuk menurunkan kandungan zat kapur tinggi dalam air adalah dengan menggunakan Resin Softener yang jumlah resinnya harus disesuaikan dengan tingkat tingginya kandungan kapur itu sendiri. Semakin tinggi kandungan zat kapur pada air maka semakin banyak juga  resin yang digunakan.

Banyak yang masih beranggapan bahwa menggunakan filter air dan softener  cukup rumit untuk digunakan. Padahal sebenarnya filter air dan softener sangat  mudah dan cocok digunakan dalam skala rumah tangga untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur.

Sumber [Aneka Sumber]

Aneka Fungsi Karbon Aktif

Karbon aktif (Activated Carbon), Karbon Aktif juga disebut arang aktif, batubara diaktifkan, atau carbo activatus, adalah bentuk karbon diproses untuk memiliki kecil, pori-pori-volume rendah yang meningkatkan luas permukaan yang tersedia untuk adsorpsi atau reaksi kimia. Activated kadang-kadang diganti dengan aktif .

Karbon aktif biasanya berasal dari arang dan semakin tinggi porositas biochar. Hal ini pada Organisasi Kesehatan Dunia Daftar Obat Esensial , daftar obat-obatan yang paling penting yang dibutuhkan dalam dasar sistem kesehatan .

Karbon aktif digunakan dalam pemurnian gas , dekafeinasi , pemurnian emas , ekstraksi logam , pemurnian air , obat-obatan , pengolahan limbah , filter udara di masker gas dan respirator , filter udara terkompresi dan banyak aplikasi lainnya.

Salah satu aplikasi utama industri melibatkan penggunaan karbon aktif di bidang logam finishing. Hal ini sangat banyak digunakan untuk pemurnian larutan elektroplating. Sebagai contoh, adalah teknik pemurnian utama untuk menghilangkan kotoran organik dari larutan plating nikel cerah. Berbagai bahan kimia organik ditambahkan ke plating solusi untuk meningkatkan kualitas deposito mereka dan untuk meningkatkan sifat seperti kecerahan, kelancaran, daktilitas, dll Karena bagian dari reaksi saat ini dan elektrolit langsung oksidasi anodik dan katodik reduksi, aditif organik menghasilkan produk pecahan yang tidak diinginkan dalam larutan. Mereka berlebihan membangun dapat mempengaruhi kualitas plating dan sifat fisik dari logam diendapkan. Pengobatan karbon aktif menghilangkan kotoran tersebut dan mengembalikan plating kinerja ke tingkat yang diinginkan.

karbon aktif fungsi

Aneka Fungsi Karbon Aktif  atau Macam macam kegunaan karbon aktif (Activates Carbon)

Karbon Aktif Untuk Keperluan Medis / Kesehatan
Activated Carbon /  Arang Aktif digunakan untuk mengobati keracunan dan overdosis berikut lisan konsumsi . Namun tidak ada bukti yang baik bahwa meningkatkan hasil.  Hal ini tidak efektif untuk sejumlah keracunan termasuk dengan: asam kuat dari alkali, besi , lithium , arsenik , metanol , etanol atau etilen glikol . Aplikasi yang salah (misalnya ke paru-paru) menyebabkan aspirasi paru yang kadang-kadang bisa berakibat fatal jika perawatan medis segera tidak dimulai. Penggunaan karbon aktif kontraindikasi jika substansi tertelan adalah asam, alkali, atau produk minyak bumi .

Karbon Aktif Sebagai Aplikasi kimia analitik
Karbon aktif, dalam 50% w/w  kombinasi dengan celite , digunakan sebagai fase diam dalam pemisahan kromatografi tekanan rendah karbohidrat (mono-, di-trisakarida) menggunakan solusi etanol (5-50%) sebagai fase gerak dalam analisis atau preparatif protokol.

Karbon Aktif Dalam Aplikasi lingkungan
Karbon aktif biasanya digunakan dalam sistem penyaringan air. Dalam ilustrasi ini, karbon aktif di tingkat keempat (dihitung dari bawah).

Karbon adsorpsi memiliki berbagai aplikasi dalam menghilangkan polutan dari aliran udara atau air baik di lapangan dan dalam proses industri seperti:

  • Tumpahan cleanup
  • Tanah remediasi
  • Minum air filtrasi
  • Pemurnian udara
  • Senyawa organik volatil menangkap dari cat pewarna , dry cleaning , operasi bensin pengeluaran, dan proses lainnya.

Pada tahun 2007, UGent (Ghent University, Belgia) mulai penelitian dalam pengolahan air setelah festival.  Sebuah instalasi karbon aktif skala penuh dibangun di festival musik Dranouter pada tahun 2008, dengan rencana untuk memanfaatkan teknologi untuk mengolah air di festival ini untuk 20 tahun ke depan.  Karbon aktif juga digunakan untuk pengukuran konsentrasi radon di udara

Karbon Aktif Sebagai Penyimpanan Bahan Bakar
Penelitian sedang dilakukan pengujian kemampuan berbagai karbon aktif  untuk menyimpan gas alam dan gas hidrogen . Bahan berpori bertindak seperti spons untuk berbagai jenis gas. Gas tersebut tertarik ke bahan karbon melalui pasukan Van der Waals . Beberapa karbon telah mampu mencapai energi ikatan 5-10 kJ per mol. Gas kemudian dapat desorbed ketika mengalami suhu yang lebih tinggi dan baik dibakar untuk melakukan pekerjaan atau dalam kasus gas hidrogen diekstrak untuk digunakan dalam sel bahan bakar hidrogen . Penyimpanan gas di karbon aktif adalah metode penyimpanan gas menarik karena gas dapat disimpan dalam tekanan rendah, massa rendah, lingkungan volume rendah yang akan jauh lebih layak daripada besar pada tangki kompresi papan dalam kendaraan. Departemen Energi Amerika Serikat telah menetapkan tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai di bidang penelitian dan pengembangan bahan karbon nano-pori. Semua tujuan yang belum lengkap tapi banyak lembaga, termasuk program ALL-CRAFT, terus melakukan pekerjaan di bidang ini karena menjanjikan.

Karbon Aktif Sebagai Pemurnian Gas
Filter dengan karbon aktif biasanya digunakan dalam kompresi udara dan gas pemurnian untuk menghilangkan minyak uap, bau, dan lainnya hidrokarbon dari udara. Desain yang paling umum menggunakan 1 atau 2 tahap tahap prinsip filtrasi di mana karbon aktif yang tertanam di dalam media filter. Karbon aktif juga digunakan dalam ruang angkasa Primer Sistem Pendukung Hidup . Filter karbon aktif yang digunakan untuk mempertahankan gas radioaktif dari reaktor air kondensor turbin mendidih nuklir. Udara disedot dari kondensor mengandung jejak gas radioaktif. Tempat tidur besar arang menyerap gas ini dan mempertahankan mereka sementara mereka cepat membusuk spesies padat non-radioaktif. Padatan terperangkap dalam partikel arang, sedangkan udara disaring melewati.

Karbon Aktif Dalam Pemurnian kimia
Karbon aktif umumnya digunakan untuk memurnikan larutan yang mengandung kotoran berwarna yang tidak dinginkan seperti selama prosedur rekristalisasi dalam Kimia Organik.

Karbon Akrif Sebagai Penyerapan suara
Karbon aktif dapat menyaring udara dan air. Energi suara ditemukan dalam udara dan air dan karbon aktif dapat digunakan untuk menyerap energi itu. Dengan tingkat tinggi porositas di setiap granula karbon aktif, energi suara memiliki berbagai daerah untuk masuk ke dalam dan akan diubah menjadi panas. Dengan perubahan energi panas, proses penyerapan suara terjadi. Karbon aktif dalam bentuk granul yang dapat digunakan untuk menyerap rentang frekuensi menengah dan tinggi menyediakan desain peredam memungkinkan udara melewati karbon. Karbon aktif juga dapat digunakan di dalam teknologi penyerapan diafragma untuk meningkatkan tingkat penyerapan dalam absorber diafragma.

Karbon Aktif Dalam Pemurnian Minuman Beralkohol
Filter karbon aktif dapat digunakan untuk menyaring vodka dan wiski dari organik kotoran yang dapat mempengaruhi warna, rasa, dan bau. Melewati vodka organik murni melalui filter karbon aktif pada laju alir yang tepat akan menghasilkan vodka dengan kandungan alkohol identik dan meningkat secara signifikan kemurnian organik, sebagaimana dinilai oleh bau dan rasa.

Karbon Aktif Sebagai Mercury Scrubbing
Karbon aktif sering diresapi dengan sulfur atau yodium, secara luas digunakan untuk perangkap emisi merkuri dari stasiun batu bara daya , medis insinerator , dan dari gas alam di kepala sumur.

Sumber [Wikipedia.com]

Melestarikan Lingkungan Air

Lingkungan air wajib dilestarikan. Lingkungan air merupakan sumber kehidupan. Sehingga dimana ada air disitu pasti ada kehidupan. Air memiliki peranan yang sangat besar dalam kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita. Dengan air kita dapat makan, minum, mencuci, mandi, membersihkan barang, bermain, dan sebagainya.

Lalu pernahkah terlintas dipikiran kalian bagaimana jika kita hidup di dunia ini tanpa air ?
Meski terlihat sepele, tetapi sebenarnya air merupakan barang sangat penting sekali bagi kita.
Hal ini dapat disebabkan karena kesalahan kita dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari. Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar sampah atau air limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Apa yang menyebabkan lingkungan air tercemar dan rusak?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam terutama air.
Lalu setelah menyadari akan segala kecerobohan ini kita seharusnya dapat berubah. Kita harus berubah, mencoba berpikir dengan segala potensi akal sehat yang kita miliki untuk dapat berbuat demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :

1. Menghemat penggunaan air bersih.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan lingkungan air dan peranan air dalam kehidupan umat manusia.
7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan di mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Hubungan antara Keberadaan Air dengan Usaha Pemanfataan dan Upaya Pelestarian Air, dapat digambarkan sebagai hubungan “segitiga” yang saling berinteraksi timbal-balik.

Hubungan timbal balik tersebut dapat diuaraikan sebagai berikut :

  1. Air yang tersedia secara alami harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif ( Keberadaan Air  untuk Usaha Pemanfataan ).
  2. Dalam pemanfaatan air, pengeksploitasiannya tidak berlebihan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan ( Usaha Pemanfataan  untuk Keberadaan Air ).
  3. Perlu dilakukan upaya “recycling” dari hasil pemanfaatan (baik dari hasil kegiatan industri maupun rumah tangga) yang sebelum di buang ke badan air (sungai, kali atau laut) ataupun permukaan tanah, terlebih dahulu harus diolah sedemikian rupa guna men-cegah terjadinya pencemaran ( Usaha Pemanfaatan untuk Upaya Pelestarian ).
  4. Upaya Pelestarian bertujuan menjaga keberlanjutan dari usaha pemanfaatan ( Upaya Pelestarian untuk Usaha Pemanfaatan).
  5. Upaya Pelestarian juga dimaksudkan untuk menjaga “kuantitas” dan “kualitas” sumber daya air (Upaya Pelestarian untuk Kelestarian Keberadaan Air).

Sumber daya air harus dilestarikan guna mencegah terjadinya ketidak-seimbangan siklus hidrologi dan ekosistem (Keberadaan Air untuk Upaya Pelestarian).

Jika ketiga komponen tersebut terlaksana dengan baik dan bersinergi, maka dapatlah diharapkan :

  1. Sumber Daya Air menjadi BAIK (Bersih, Aman, Interkoneksi dan Kekal).
  2. Pemanfaatan Air menjadi HEMAT (Hati-hati, Efisien, Manusiawi, Adil dan Tanggung-jawab).
  3. Upaya Pelestarian menjadikan sumber daya air menjadi ABADI (Alamiah, Bersinambungan, Akomodatif, Distributif dan Interaksi).

Dalam rangka upaya pengelolaan dan pelestarian  sumber daya air terutama lingkungan air, perlu menjadi perhatian bahwa pada hakekatnya setiap makhluk hidup terutama “manusia”, mempunyai peranan dan tanggung jawab yang sama terhadap keberadaan sumber daya air yang ada di bumi ini.
Dalam upaya “menyelamatkan” air, maka perlu dikembangkan prinsip “kemitraan” antar “stakeholders” bidang sumber daya air, yang melibatkan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

Pola kemitraan tersebut, secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pemerintah berperan sebagai ; regulator, administrator, operator, konseptor dan penyandang dana.
  2. Dunia Usaha berperan sebagai ; inspirator, operator, konseptor, motivator dan penyandang dana.
  3. Masyarakat berperan sebagai ; pengontrol, inspirator dan motivator (melalui LSM).

Ketiga unsur ini (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat), harus berinteraksi dan bersinergi dengan baik dalam hubungan sebagai berikut :

  1. Pemerintah memberi dan mengatur peluang usaha/pemanfaatan dan penyuluhan kepada Dunia Usaha yang berkeinginan memanfaatkan sumber daya air.
  2. Dunia Usaha memberi masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan bidang Sumber Daya Air.
  3. Dunia Usaha yang memanfaatkan sumber daya air berkewajiban untuk peduli kepada masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
  4. Masyarakat memberikan masukan dan saran kepada Dunia Usaha dalam usaha mereka memanfaatkan sumber daya air.
  5. Masyarakat juga berkewajiban memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan.

Pemerintah berkewajiban pula memberikan penyuluhan tentang upaya-upaya penyelamatan sumber daya air kepada Masyarakat dan memberikan motivasi agar Masyarakat merasa ikut bertanggung- jawab terhadap keselamatan sumber daya air.

Jika ketiga komponen tersebut diatas (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat) dapat saling berinteraksi dan bersinergi dengan baik, maka diharapkan dalam pengelolaan sumber daya air akan tercipta hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemerintah akan menjadi BAIK (Bijak, Amanah, Informatif dan Komunikatif).
  2. Dunia Usaha akan mendapat PROFIT (Peduli, Realistis, Objektif, Fair, Informatif dan Transparan).
  3. Masyarakat akan menjadi SEHAT (Sejahtera, Edukatif, Hemat, Arif dan Tanggung jawab).

Kesimpulan dari artikel Melestarikan Lingkungan Air ini adalah bahwa keberadaan  air  terutama air yang terdapat di daratan (di bawah permukaan tanah) pada hakekatnya sangatlah berlimpah. Bahwa air merupakan sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Munculnya krisis / kelangkaan akan air pada beberapa Negara di dunia termasuk Negara kita akhir-akhir ini, pada dasarnya semua akibat dari-pada perlakuan kita yang kurang bahkan tidak peduli untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Aktifitas manusia dalam “menjalani” kehidupan saat ini sudah terlalu berlebihan dalam pengeksploitasian sumber daya alam yang ada, termasuk pengeksploitasian sumber daya air, tanpa pernah berpikir bagaimana pengeksploitasian tersebut dilakukan secara tepat dan bijaksana dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim dan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, mulai sekarang sudah seharusnya kita umat manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, secara bersama-sama berpikir dan berupaya untuk “menyelamatkan” keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini dengan upaya-upaya untuk “melestarikan” keberadaan air yang sangat kita butuhkan.

“Kepada alam kita tak jaga, alamat datang bencana tak terduga”.

 Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Kemasan Mahal Jelang Lebaran

Air minum kemasan sangat digemari. Harga air minum kemasan dikhawatirkan naik menjelang dan setelah Lebaran, karena mulai H-4 sampai H+1 Idul Fitri angkutan barang dilarang beroperasi di Lampung, Jawa, dan Bali.

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno, melalui keterangan pers, di Jakarta, Selasa mengatakan sampai saat ini Kementerian Perhungan belum memasukkan AMDK sebagai kebutuhan pokok.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan, hanya angkutan keburuhan pokok dan kendaan bersumbu dua yang boleh beroperasi mulai H-4 hingga H+1 di Lampung, Jawa, dan Bali. “Padahal saat ini kebutuhan AMDK sudah sama dengan bahan makanan pokok lainnya, kata Hendro.

Apalagi, kata dia, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran bernomor 313/PDN/SD/7/2012 yang merekomendasikan agar transportasi AMDK disetarakan dengan transportasi kebutuhan bahan pokok yang wajib dijamin kelancaran distribusinya oleh aparat dan instansi terkait.

Hendro khawatir bila Kementerian Perhubungan tidak memberi dispensasi terhadap transportasi AMDK, maka kejadian kelangkaan air minum kemasan menjelang dan setelah beberapa hari Lebaran akan berulang.

“Pengalaman membuktikan, bahwa setiap selesai periode Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi kelangkaan,” katanya. Selama beberapa tahun ini, lanjut dia, stok air minum kemasan, khususnya kemasan galon kurang pascalebaran, karena kebutuhan rumah tangga dan kantor meningkat .

“Ini yang berakibat pada kenaikan harga AMDK tidak terkendali di tingkat pengecer. Biasanya baru normal, dua bulan kemudian,” ujar Hendro.

Diakuinya, saat ini sebagian besar industri AMDK berada di Jawa Barat yang memasok sebagian besar atau sekitar 40 persen produk mereka ke Jabodetabek. Saat ini, kata dia, permintaan air minum kemasan mencapai sekitar 1,8 miliar liter/bulan atau sekitar 20 miliar liter/tahun.

“Kami menilai dispensasi perlu diberikan kepada angkutan AMDK. Setidaknya pengusaha masih bisa melakukan operasional pada H-3 dan H+1 agar stok air kemasan di Jadebotabek bisa tercukupi,” ujar Hendro.

Apalagi, jalur yang dilalui transportasi AMDK yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi menuju Jakarta serta Subang menuju Bandung, tidak mengganggu arus mudik Lebaran.

Namun disisi lain kita juga harus tetap mempertimbangkan dan jeli ktika hendak membeli air minum dalam kemasan karena air kemasan isi ulang tidak seluruhnya bebas bakteri. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada akhir 2013, setidaknya masih ada air isi ulang dari puluhan depot air minum yang masih mengandung bakteri Escherichia Coli. Bakteri tersebut bisa menyebabkan diare bagi yang mengkonsumsinya.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wahyurini mengatakan, total depot air minum yang diperiksa mencapai 144 depot air minum. Dari jumlah itu, sebanyak 54 depot air minum terbukti mengandung bakteri E-Coli.

”Bakteri E-Coli bisa menyebabkan penyakit diare,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu belum mencakup seluruh depot air minum yang terdapat di Kabupaten Indramayu. Menurut dia, jumlah total depot air minum di Indramayu bisa mencapai kisaran 800 unit.

air minum dalam kemasan

Wahyurini menyebutkan, depot air minum yang tercemar bakteri itu tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan cenderung terletak jauh dari pusat perkotaan. Beberapa di antaranya termasuk di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Lelea, Cikedung, dan Gabus Wetan.

Dia menjelaskan, keberadaan bakteri dalam air minum galon isi ulang itu disebabkan tiga faktor, yaitu faktor air bakunya yang tercemar, alat pengolahan yang tidak sesuai standar, dan faktor manusia yang tidak paham tentang sanitasi.

Menurut dia, ada ditemui alat pengolahan yang seringkali dipakai dengan melebihi kapasitas. Dia mencontohkan, alat pengolahan air minum yang seharusnya berkapasitas 100 liter, namun ditampung air dengan bobot yang melebihi itu. Pada akhirnya, alat pengolahan yang seharusnya bisa membunuh bakteri, namun pada kenyataannya tidak.

“Jadi, tidak menjamin air galon isi ulang siap minum. Harusnya direbus dulu sebelum diminum,” ujarnya.

Wahyurini mengaku, pihaknya sudah mengundang para pemilik DAM yang tercemar bakteri untuk mengatasi persoalan tersebut. Dinas Kesehatan juga meminta agar mereka mereka menguji air galon produk mereka ke labkesda minimal tiga bulan sekali. “Kami pun bekerja sama dengan para camat untuk membantu melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujarnya.

Namun demikian, masih ada sejumlah kendala yang membuat upaya itu terhambat. Dia mengatakan, pemilik depot air minum seringkali beralasan depotnya masih belum banyak pengunjung, sehingga pemilik tersebut tidak memeriksakan air isi ulangnya ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Indramayu, Sudibyo menjelaskan, syarat air minum yang sehat harus tidak mengandung bakteri E-Coli satupun.

”Kalau ada E-Coli, berarti air minum galon isi ulang itu telah tercemar tinja,” tuturnya.

Sudibyo mengatakan, berdasarkan Permenkes, syarat air minum yang sehat harus dilihat dari empat hal, yakni fisik, bakteriologi, kimia dan radioaktif. Untuk syarat fisik, air tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. Syarat bakteriologi, tidak mengandung bakteri E-Coli, syarat kimia tidak mengandung zat-zat berbahaya, dan syarat radioaktif tidak mengandung radiasi.

”Karenanya, depot air minum galon isi ulang harus sering diadakan pemeriksaan secara rutin,” ujarnya.

Sumber [antaranews]

Sistem Pemurnian Air RO

Pemurnian air skala rumah tangga, Sistem pemurnian air RO telah terbukti sangat efektif mengatasi permasalahan kualitas air dibandingkan metode pemurnian yang lain seperti karbon aktif, water softener, distilasi, UV, dan netralisasi. Sistem RO dapat memisahkan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, partikulat, serta ion atau garam terlarut. Sistem RO juga dikenal sebagai media filter yang memiliki pori paling kecil dibandingkan filter-filter yang lain yaitu 0.0001 mikron. Beberapa riset dan paten tentang keefektifan sistem RO dengan berbagai macam desain dan konfigurasi turut mendukung perkembangan sistem RO skala rumah tangga.

Membran Reverse osmosis
Membran semi permeabel pada aplikasi reverse osmosis terdiri dari lapisan tipis polimer pada penyangga berpori (fabric support). Membran untuk kebutuhan komersial harus memiliki sifat permeabilitas yang tinggi terhadap air. Selain itu, membran juga harus memiliki derajat semipermeabilitas yang tinggi dalam arti laju transportasi air melewati membran harus jauh lebih tinggi dibandingkan laju transportasi ion-ion yang terlarut dalam umpan.

Membran juga harus memiliki ketahanan (stabil) terhadap variasi pH dan suhu. Kestabilan dari sifat sifat tersebut dalam periode waktu dan kondisi tertentu dapat didefinisikan sebagai umur membran yang biasanya berkisar antara 3-5 tahun. Terdapat dua jenis polimer yang dapat digunakan sebagai membran reverse osmosis: selulosa asetat (CAB) dan komposit poliamida (CPA). Kedua jenis material membran ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada proses pembuatannya, kondisi operasi dan kinerjanya.

pemurnian air minum

Desain Sistem Reverse osmosis
Aplikasi sistem Reverse osmosis (RO) terdiri dari air umpan yang diberi tekanan, sistem RO, dan sistem pemipaan yang membawa air yang telah dimurnikan dari konsentratnya secara terpisah. Beberapa sistem RO juga dilengkapi oleh pre-filter, booster pump, post-filter, tangki bertekanan untuk menyimpan produk, dan kran dari bahan stainless steel atau plastik.

Pre-filter berfungsi untuk memisahkan padatan padatan yang terlarut dalam air umpan seperti partikulat, klorin dan komponen lain penyebab fouling. Sistem pre-filter biasanya berupa  sedimen filter, karbon aktif, penambahan antiscalant atau kombinasi dari ketiganya. Booster pump dipasang pada sistem RO biasanya berfungsi untuk meningkatkan tekanan. Dengan peningkatan tekanan, booster pump mampu untuk meningkatkan rejeksi dan laju alir produk. Membran RO merupakan inti dari sistem, sehingga pemilihan jenis, dan modul membran menjadi sangat penting dalam desain. Membran RO dibuat dari selulosa asetat, selulosa triasetat, atau resin poliamida. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahan yang spesifik. Sedangkan untuk modul membran, pada sistem rumah tangga modul yang dipilih biasanya modul jenis spiral wound. Laju alir melewati membran yang dikontrol oleh ketebalan membran, ukuran pori, dan perbedaan tekanan. Batasan pada teknis pengoperasiannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Laju alir akan meningkat seiring peningkatan tekanan, namun tekanan yang besar dapat merusak (merobek) membran sehingga komponen yang semula akan dipisahkan dari air akan terikut sebagai produk.

Post-filter merupakan penanganan setelah air melewati membran RO. Fungsinya adalah untuk menghilangkan bau, rasa yang tidak diinginkan. Post-filter biasanya berupa karbon aktif yang dengan mudah dapat mengadsorbsi komponen penyebab bau dan rasa yang tidak diinginkan. Tangki penampung digunakan untuk menampung produk setelah proses karena proses pemisahan membran merupakan proses yang lambat. Beberapa jenis tangki penampung seperti tangki penampung bertekanan dan yang tidak bertekanan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat pula beberapa alat tambahan yang digunakan untuk mempertahankan kinerja membran RO yaitu unit autoflush yang berfungsi untuk meminimalisasi fenomena fouling dan scaling. Fouling merupakan perubahan morfologi membran secara irreversibel yang disebabkan oleh interaksi fisik dan atau kimia spesifik antara membran dengan berbagai komponen yang ada dalam cairan umpan, antara lain koloid, partikel halus, minyak, mikroorganisme, oksida logam, dan silika. Sedangkan scaling adalah presipitasi kristal garam di permukaan membran seperti CaCO 3 , CaSO 4 , BaSO 4 , SrSO 4 , CaF 2 , dan Mg(OH) 2. Pada instalasi RO skala besar, minimalisasi fouling dan scaling umumnya menggunakan senyawa penghambat kerak (sering disebut sebagai antiscalant atau scale intibitor), sedangkan pada RO skala rumah tangga umumnya menggunakan proses pre-treatment atau autoflush. Beberapa desain dan konfigurasi sistem RO dengan kelebihan masing-masing telah dipatenkan seperti, sistem RO reguler untuk instalasi rumah tangga, sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter ,sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter dan karbon aktif sebagai post-filter, sistem RO instalasi rumah tangga yang dapat menyediakan air bersih secara kontinyu tanpa menghasilkan limbah, sistem RO instalasi rumah tangga dengan desain dan konfigurasi yang lebih efisien dibandingkan dengan desain yang lain, sistem RO skala rumah tangga yang dilengkapi dengan sistem pembuangan drain secara langsung, sistem RO instalasi rumah tangga dilengkapi sistem backwashable.

Tipe Aplikasi
Aplikasi sistem RO skala rumah tangga dapat dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan kapasitas dan penggunaannya, yaitu tipe undersink, whole house, multi family, dan farm and ranch .

Tipe Undersink merupakan sistem RO yang didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam rumah. Tipe ini biasanya dipasang dibawah wastafel yang terdapat didapur. Kapasitas produksi dari tipe undersink berkisar antara 95-378 kemasan galon/hari. Sistem yang digunakan pada tipe undersink terdiri dari 1-2 metode pre-filter yang berfungsi memisahkan padatan yang berukuran 1-20 mikron, RO yang akan memisahkan air dari ion, garam dan mineral yang terlarut, post-filter, serta tangki penampung.

Tipe Whole House didesain untuk memenuhi kebutuhan air didalam sebuah rumah tangga, seperti air minum, air untuk memasak, air untuk mandi, dsb. Tipe ini lebih besar dibandingkan tipe undersink. Sistem yang diterapkan pada tipe whole house meliputi pre-filter seperti karbon aktif, dan penambahan antiscalant, unit RO, tangki penampung serta repressurization system yang memudahkan proses pemurnian air.

Sistem yang digunakan pada tipe multi family dan Farm and Ranch sama dengan tipe whole house. Perbedaannya terletak pada kapasitas dan skala produksinya. Tipe multi family biasanya digunakan pada kompleks apartemen yang kecil (± 4 rumah) dantipe farm and ranch biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk banyak rumah atau kebutuhan air di peternakan dengan kapasitas 7-37 L/menit .

Kesimpulan dari artikel ini adalah Sistem RO skala rumah tangga dapat secara efektif dalam pemurnian air dan memisahkan berbagai macam komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, ion terlarut dan partikulat. Dalam kasus-kasus umpan air yang memiliki beragam kontaminan, sistem RO secara ekonomis lebih unggul dibandingkan dengan metode pemurnian air yang lain.

Sumber [ejournal.undip.ac.id]

Menentukan Sumber Air Tanah

Air tanah / sumur salah satu cara mendapatkan air.  Air tanah banyak digunakan oleh masyarakat karena cukup mudah mendapatkannya. Mungkin buat kita yang awam pasti bingung dimana bisa menemukan titik titik tertentu pada tanah yang diyakini memiliki sumber mata air. karena kegagalan menemukan titik mata air buat sumur bor berarti tidak akan ada air yang keluar dari bumi dan menyembur keatas walau kedalaman pipa yang dimasukan kedalam bumi / tanah sudah lumayan dalam mungkin 15 meter atau 20 meter.

1. Pemilihan lokasi sumur yang baik
Tidak berdekatan dengan wc / toilet / kamar mandi agar tidak terjadi kontaminasi saluran pembuangan dengan jaringan sumur air tanah. Jarak yang tepat untuk memisahkan antara lubang sumur air yang akan dibuat dengan toilet yang terdekat adalah minimal 5 meter jika tanah di sekitar lokasi adalah tanah liat dan minimal 7,5 meter jika tanahnya berpasir.
2. Konstruksi sumur air yang sesuai standar
3. Membuat dinding tembok bagian atas pada jarak 3 meter dari permukaan tanah agar tidak terjadi perembesan air dari permukaan tanah yang akan merusak dan mengkontaminasi kualitas air bersih.
4. Pada bagian atas sumur air / sumur bor diberi tutup supaya tidak kemasukan kotoran yang bisa merusak air yang bersih menjadi kotor.

air tanah air sumurBerikut teknik sederhana memnentukan sumber air tanah :
1. Teknik menentukan titik sumber mata air sumur bor dengan menggunakan garam
Caranya : Sekitar jam 7 atau jam 8 malam letakanlah 1-2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng bekas susu yang sebagian sisinya terbuka dan bagian sisinya tertutup. Pada tempat yang akan digali atau di bor. kemudian pada pagi harinya silahkan lihat garam tsb, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tsb ada sumber airnya. Jika perlu taruhlah garam dan kaleng tersebut pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit/habis.

2. Tehnik Daun Pisang Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor.
Dengan cara analisa kelembaban menggunakan media daun pisang. Ambillah beberapa lembar daun pisang dan taruhlah pada beberapa titik yang akan di bor atau digali pada sekita jam9 atau jam 10 malam. Pagi harinya coba lihat embun yang menempel pada daun pisang tersebut (pada bagian bawah daun tadi). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tersebut.
Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tersebut jadi harus dicari lokasi lain sampai tepat dan barulah melakukan pengeboran air tanah.

3. Cara Menentukan Titik Sumber Mata Air Bor Menggunakan Sapu Lidi .

Caranya :
Siapkan 2 Lidi, karet gelang, benang atau kawat. Kedua lidi dipotong sama panjang, dan ikat ujungnya dengan karet gelang, kawat atau benang. (Tidak ada lidi dapat menggunakan kayu, ranting atau tembaga).

  1. Pangkal kedua lidi dipegang dengan kedua tangan terbuka. Letakkan pada antara ibu jari dengan telunjuk kemudian digenggam dengan santai sambil dirorong merapat. Kedua tangan dipinggang.
  2. Letakan kedua tangan yang telah memegang lidi tersebut pada pinggang. Arah ujung lidi yang telah diikat pada posisi datar di depan perut.
  3. Berjalan maju maupun mundur, dengan posisi lidi tetap dipegang dengan posisi mendatar.
  4. Pusatkan perhatian pada tanah yang dilalui, sambil merasakan getaran ujung kedua lidi yang ikat dengan karet gelang, kawat atau tali lainnya.
  5. Apabila ada tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, maka itu tandanya dibawah tanah yang dilalui ada aliran atau sumber air. Jika benar tanda-tanda itu semakin kuat, yaitudengan tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, berarti ada sumber air atau aliran air bawah tanah. (tandai atau berilah garis dimana tanah dilalui, persis di bawah lidi yang naik atau turun).
  6. Langkah berikutnya, cari dari arah yang berlawanan. (Gerakan sama dengan point 4 s/d 6). Cari sampai menemukan hal yang serupa, dengan berpindah-pindah tempat, namun tetap arah berlawanan dengan yang telah ditandai. Jika tidak ditemukan atau tidak ada tanda-tanda, usahakan cari tempat yang lain, karena sumber air itu hanya satu arah.
  7. Jika langkah ke 8 (delapan) ada tanda-tanda seperti pada point 7, maka lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah pada point 7, dan tandai dengan garis. (Pada akhirnya kedua garis untuk tanda adanya suber air bawah tanah tersebut akan bertemu). Lihat gambar disamping!
  8. Pusatkan pada pertemuan kedua garis tersebut dan lakukan hal yang sama seperti pont 7 secara berulang-ulang, Baik juga jika gerakan melingkar dari pertemuan kedua garis tersebut untuk mengetahui berapa banyak dan besarnya aliran air dalam tanah. Bisa jadi ada dua atau tiga sumber pada tempat tersebut.

Teknik modern menentukan sumber air tanah pada sumur dalam (Deep Well)

Sumur Dalam (Deep Well) sendiri biasanya dibor pada kedalaman 150 m – 200 m tergantung kandungan air tanah pada lokasi proyek tersebut agar didapatkan air tanah yang sesuai dengan debit air yang diinginkan.

1. Dengan menggunakan Geolistrik
Salah satu teknik untuk menentukan titik pengeboran dengan lokasi yang memiliki cekung air/sumber air yang banyak (Akuifer) adalah dengan metoda Geolistrik. Metoda ini memerlukan lahan untuk dilakukan survey yang cukup luas untuk mencari cekungan air (Akuifer) di dalam tanah. Dengan menggunakan teknik Resistivity maka dapat ditentukan tahanan yang disesuaikan dengan kontur tanah/jenis batuan yang merupakan sumber air. Sehingga dapat ditentukan kedalaman yang ideal untuk mencapai air yang cukup banyak dan kualiatas yang baik. Dikarenakan peralatan Geolistrik ini cukup mahal, maka setiap pengeboran melakukan survey terlebih dahulu. Kegiatan survey Geolistrik ini bisa memperoleh informasi keadaan tanah hingga 150 meter.

2. Dengan menggunakan Geo Electromagnetic Satellite Scan
Penentuan titik pengeboran sumber air tanah dengan metoda Geo Electromagnetic Satelite Scan (Belah Bumi) lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan peralatan Geolistrik.

Keunggulan Geo Electromagnetic Satellite Scan mampu melacak :

  1. Lebar Sungai Bawah Tanah
  2. Arah Aliran Sungai Bawah Tanah
  3. Membaca hingga kedalaman 400 mtr dibawah tanah
  4. Mengetahui Struktur Tanah secara detail
  5. Mengetahui frekwensi Aliran Air tanah
  6. Mengetahui kedalaman Jalur Sungai Bawah Tanah
  7. Mengetahui Conductivity Struktur Tanah

Akurasi ketepatan geolistrik hanya 50% sedangkan Geo Electromagnetic Satellite Scan 90%. Seringkali Clay basah dibaca air oleh peralatan Geolistrik. Geo Electromagnetic Satellite Scan hanya membaca air yang mengalir di dalam tanah sehingga untuk pengeboran jaran sekali mengalami air kering setelah proses pengeboran selesai.

Sumber [Aneka Sumber]

Drinkable Book filter air berbentuk buku

Filter air makin modern, Filter air atau penyaring air kini dapat berbentuk sebagai buku. Sehingga buku memiliki fungsi dan nilai tambah. Kini buku tak hanya dibaca tetapi juga dapat digunakan dalam memproduksi air bersih. Sebuah organisasi nirlaba, WATERisLIFE, menciptakan inovasi berupa buku yang dapat menyaring air kotor.

Drinkable Book tampak seperti buku pada umumnya. Uniknya, tiap lembaran buku ini dapat berperan sebagai filter air dan sistem penyaring air. Air yang kotor dan beracun seperti di negara berkembang Asia dan Afrika dapat kembali murni dengan penggunaan lembaran Drinkable Book.

Sebuah tim ilmuwan Amerika dan desainer telah bekerjasama untuk membuat “Drinkable Book” buku ini dapat berfungsi sebagai filter air atau penjernih air, dengan menggunakan kombinasi dari tipografi, nanoteknologi dan dirancang khusus kertas filter atau lebih dikenal dengan teknologi membran.

filter air drinkable book

Diluncurkan oleh kelompok komunikasi DDB New York untuk amal WaterisLife, Drinkable Book adalah manual sanitasi dengan halaman yang berfungsi ganda sebagai filter air. Buku itu diciptakan oleh para peneliti dari lembaga Amerika Carnegie Mellon University dan University of Virginia.

Dengan biaya produksi yang sangat kecil, buku inovatif ini dapat memberi informasi mengenai kebersihan air seperti menjaga sampah dan kotoran jauh dari sumber air. Selain itu, buku juga dapat digunakan sebagai penyaring yang mampu membunuh bakteri penyakit mematikan seperti E.coli, kolera dan tipus.

Pada dasarnya cara kerja tiap lembar buku mirip dengan penyaring kopi berteknologi tinggi. Setiap lembar buku mengandung ion perak yang menyerap bakteri berbahaya tumbuh dalam air. Ketika air dituang melewati potongan lembaran buku, Halaman buku berisi teknologi yang unik, diciptakan oleh kimiawan Dr Theresa Dankovich, yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri dari air minum yang tercemar lebih dari 99,9 persen. Hasilnya serupa dengan kualitas air keran di Amerika.

Seorang tipografer New-York Brian Gartside mempresentasikan di papan tulis untuk membantu membentuk desain estetika buku.

Tiap lembar buku dapat menyaring hingga 100 liter air atau sebanding dengan pasokan air minum bersih untuk 30 hari. Sedangkan penggunaan satu bukunya sendiri dapat memurnikan air sampai empat tahun. Sehingga Drinkable Book dapat menjadi alternatif murah bagi masyarakat di negara berkembang yang memiliki sangat sedikit akses air bersih.

Di dunia terdapat 3,4 juta orang meninggal tiap tahunnya karena penyakit berhubungan dengan air. Untuk mengedukasi orang tentang perlunya menyaring air sekaligus menyediakan alatnya, WATERisLIFE bekerja sama dengan para ilmuwan dari Carnegie Mellon dan Universitas Virginia untuk mengembangkan Drinkable Book.

“Sejauh ini Drinkable Book adalah proyek yang paling menarik saya kerjakan,” katanya kepada Dezeen. “Proses perancangan buku itu sendiri tidak seperti apa pun yang telah saya lakukan sebelumnya, hanya karena semua variabel yang berada di luar kendali kami.”

Menurut sejarah, WaterisLife menghadapi tantangan serius ketika datang untuk menyediakan baik air bersih dan informasi yang berguna tentang sanitasi kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi Drinkable Book muncul untuk mengatasi kedua masalah secara bersamaan.

Setiap halaman Drinkable Book memberikan 60 hari air minum yang aman, sementara seluruh buku dapat memberikan hingga senilai empat tahun.

Sebuah halaman dapat dibagi menjadi dua 4.5 berdasarkan filter 4,5 inci; satu atas dicetak dengan informasi kesehatan dalam bahasa Inggris, sementara bagian bawah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal yang relevan. Hingga kini, mereka telah mencetak sederet buku diperuntukkan untuk Kenya, yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Swahili.

“Tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan buku-buku / filter untuk masing-masing 33 negara yang bekerjasama dengan WaterisLife, tetapi kami harus memulai pada suatu tempat,” kata Gartside.

Memilih tinta akhir untuk mencetak dengan pertimbangan khusus yang diperlukan, karena tinta ini banyak mengandung bahan kimia yang dapat berbahaya jika tertelan.

“Kebanyakan bahan tinta cetak komersial berbahan baik minyak atau karet mengandung bahan kimia yang berbahaya dan sangat buruk akibatnya jika tertelan oleh manusia,” kata Gartside. “Tinta ini berbasis kedelai, walaupun sudah berteknologi modern seringkali hanya 20 persen kedelai yang terkandung didalamnya, dan jelas hal tersebut bukan sesuatu yang ingin orang-orang yang minum,” katanya.

Kemampuan setiap halaman untuk menyampaikan pesan yang jelas dan ringkas sangat penting, yang artinya jenis strategi yang sederhana dan terkendali diperlukan.

“Ini adalah pertama kalinya saya menyusun huruf dalam bahasa Swahili, yang merupakan sedikit tantangan,” katanya. “Banyak kata-kata dalam bahasa Swahili yang sangat panjang, sehingga membutuhkan memperbaiki halaman dengan mengambil sedikit lekukan.” Sebuah printer 3D yang digunakan untuk membuat nampan filtrasi, yang terbukti menjadi “tantangan besar” untuk Gartside dan timnya.

“Untungnya bagi kita, kita memiliki tim yang hebat dalam Peter X Ksiezopolski di Xweet, yang membantu kami menerjemahkan visi kami bahwa filter air semuanya dapat dicetak ke dalam file,” kata Gartside.

Jamie Mahoney, Direktur di Virginia Commonwealth University Bowe House Press, juga memainkan peran penting dalam mengamankan penggunaan tinta food grade pada tahap pencetakan.

Tim Gartside sekarang menghadapi tugas untuk meningkatkan skala produksi untuk tingkat komersial. “Saat ini kami sedang membuat buku sebanyak yang kami bisa, tapi saat ini lembaran dibuat dengan tangan, yang membatasi, kapasitas kita,” katanya kepada Dezeen.

“Kami berharap bahwa peluncuran proyek ini dapat digunakan untuk mengumpulkan dana untuk produksi massal, baik dari buku, serta filter itu sendiri,” kata Gartside. “Kami ingin bisa menerjemahkannya dan mendapatkan buku ini ke tangan orang di semua tempat-tempat – Pada saat itu, dampaknya bisa menjadi besar.”

“Ini harus menjadi sesuatu yang digunakan secara luas. Drinkable Book tidak membutuhkan daya listrik dan sangat intuitif,” sebut kepala peneliti, Theresa Dankovitch .

Drinkable book masih dalam tahap pengembangan dan pencetakan sehingga untuk mendapatkannya memang sulit karena sementara ini drinkabke book ditargetkan hanya untuk daerah krisis air bersih seperti kenya.

Sumber [Aneka Sumber]

Manfaat menggunakan filter air

Filter air dibutuhkan di zaman modern ini. Filter air adalah alat yang berfungsi sebagai pemisah air dari pengotornya secara fisik, kimia dan biologi. Manfaat filter air dari pengolahan air adalah untuk mendapatkan air yang memenuhi standar mutu sehingga dapat digunakan sebagai air minum.

Secara fisik pengolahan air dapat dilakukan dengan metoda sedimentasi, filtrasi dan adsorpsi atau absorpsi. Proses pengolahan secara kimia umumnya dilakukan dengan metoda reduksi, oksidasi, aerasi,  dan koagulasi. Sedangkan secara biologi pengolahan dilakukan dengan cara mikrobiolgi bersama-sama dengan cara kimia dan fisik untuk mematikan pantogen.

manfaat filter air

Selain itu, secara biologi pengolahan dapat pula dilakukan dengan menambahkan bahan khusus yaitu disinfektan. Disinfektan ditambahkan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam air. Metoda umum yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh hampir semua masyarakat adalah dengan memanaskan air  pada temperatur sekitar 100 celcius.

Manfaat menggunakan filter air dalam pengolahan air kotor
Pengolahan air dapat dilakukan secara kelompok atau individu dengan menggunakan teknologi filter air  sederhana atau dengan aplikasi teknologi modern. Namun pada prinsipnya, pengolahan air minum memiliki tujuan utama yang secara teknis adalah sebagai berikut:

  • Menurunkan tingkat kekeruhan air atau menjernihkan air
  • Menurunkan dan mematikan mikroorganisme
  • Menurunkan bau, rasa dan warna
  • Menurunkan kesadahan
  • Menurunkan zat, atau unsur-unsur yang terlarut
  • Mengatur tingkat keasaman, atau pH

Manfaat menggunakan filter air yang paling utama adalah untuk mendapatkan air bersih dan sehat. Lalu bagaimana air yang bersih dan sehat?  Mutu air yang dapat digunakan sebagai air minum atau keperluan rumah tangga harus memenuhi persyaratan secara fisik, kimia dan biologi. Di Indonesia standar mutu air minum ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Replubik Indonesia No. 907/MENKES/SK/VII/2002, tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan adalah  Secara fisik air tidak berwarna, tidak memiliki rasa, rasa air tawar, tidak berbau, jernih atau tidak keruh, tidak mengandung zat padatan.

Secara kimia air harus memiliki keasaman atau pH 7, atau netral, tidak mengandung bahan kimia beracun, tidak mengandung garam atau io-ion logam, kesadahan rendah, tidak mengandung bahan organik.

Secara mikrobiologi air tidak mengandung bakteri patogen, tidak mengandung bakteri nonpatogen.

Standarisasi mutu air pada prinsipnya bertujuan untuk melindungi, memelihara, dan mempertinggi tingkat kesehatan masyarakat. Standar ini akan menjamin air hasil pengolahan dapat dikonsumsi oleh masyarakat tanpa menimbulkan permasalahan kesehatan.

Lalu  jika sudah mendapatkan air bersih dan sehat apa saja ya manfaatnya bagi tubuh? Berikut ini adalah manfaat Minum Air Putih. Masih banyak orang yang mengabaikan manfaat minum air putih. Padahal, manfaatnya tiada terkira. Dari mencegah Anda merasa kehausan, mendorong metabolisme, membuat Anda merasa kenyang lebih lama (sehingga mencegah Anda makan terlalu banyak), membuat kulit lebih halus karena ketersediaan cairan di dalam tubuh, hingga mencegah hilang konsentrasi.

Di luar itu, masih banyak manfaat minum air putih yang ternyata tidak kita ketahui. Yang pasti, manfaatnya akan langsung terasa dalam kehidupan Anda sehari-hari. Setelah mengetahuinya, pasti Anda tak akan menunda-nunda lagi mengonsumsi air putih setiap saat.

1. Melindungi jantung. Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

2. Mencegah sakit kepala. Siapa yang tahan jika migrain mulai menyerang? Namun sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, coba atasi dengan minum air putih. Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini menderita akibat migrain. Dalam uji coba, mereka yang minum 1,5 liter air sakit kepalanya berkurang 21 jam, demikian pula dengan intensitas rasa sakitnya.

3. Meningkatkan ketajaman otak. Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan Anda sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berpikir Anda. Otak memang membutuhkan banyak oksigen agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, Anda bisa memastikan bahwa otak telah terpenuhi kebutuhannya. Malahan, minum 8-10 cangkir air putih setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30 persen.

4. Membuat Anda tetap waspada. Dehidrasi adalah penyebab utama rasa lelah yang terjadi sepanjang hari. Jika rasa letih yang Anda rasakan lebih seperti dorongan kuat untuk tidur siang, coba minum segelas air. Minum cukup air putih akan membuat Anda bekerja lebih baik, paling tidak bisa mencegah Anda merasa sulit konsentrasi. Perlu Anda tahu, tingkat dehidrasi sebesar dua persen bisa memicu masalah memori jangka pendek. Anda juga akan mengalami kesulitan berfokus pada apa yang sedang Anda baca di layar komputer.

Sumber [Aneka Sumber]

Pembuatan Karbon Aktif

Karbon aktif atau activated carbon,  Karbon Aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa, dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki permukaan dalam yang luas.

Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap).

pembuatan karbon aktif

Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut.

Secara umum proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif dapat dibagi dua yaitu:

1. Proses Kimia.
Bahan baku dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu, kemudian dibuat padat. Selanjutnya padatan tersebut dibentuk menjadi batangan dan dikeringkan serta dipotong-potong. Aktifasi dilakukan pada temperatur 100 °C. Arang aktif yang dihasilkan, dicuci dengan air selanjutnya dikeringkan pada temperatur 300 °C. Dengan proses kimia, bahan baku dapat dikarbonisasi terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia.

2. Proses Fisika
Bahan baku terlebih dahulu dibuat arang. Selanjutnya arang tersebut digiling, diayak untuk selanjutnya diaktifasi dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 °C yang disertai pengaliran uap. Proses fisika banyak digunakan dalam aktifasi arang antara lain :

a. Proses Briket: bahan baku atau arang terlebih dahulu dibuat briket, dengan cara mencampurkan bahan baku atau arang halus dengan “ter”. Kemudian, briket yang dihasilkan dikeringkan pada 550 °C untuk selanjutnya diaktifasi dengan uap.

b. Destilasi kering: merupakan suatu proses penguraian suatu bahan akibat adanya pemanasan pada temperatur tinggi dalam keadaan sedikit maupun tanpa udara. Hasil yang diperoleh berupa residu yaitu arang dan destilat yang terdiri dari campuran metanol dan asam asetat. Residu yang dihasilkan bukan merupakan karbon murni, tetapi masih mengandung abu dan “ter”. Hasil yang diperoleh seperti metanol, asam asetat dan arang tergantung pada bahan baku yang digunakan dan metoda destilasi. Diharapkan daya serap arang aktif yang dihasilkan dapat menyerupai atau lebih baik dari pada daya serap arang aktif yang diaktifkan dengan menyertakan bahan-bahan kimia. Juga dengan cara ini, pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari bahan-bahan pada saat proses pengarangan dapat diihindari. Selain itu, dapat dihasilkan asap cair sebagai hasil pengembunan uap hasil penguraian senyawa-senyawa organik dari bahan baku.

Ada empat hal yang dapat dijadikan batasan dari penguraian komponen kayu yang terjadi karena pemanasan pada proses destilasi kering, yaitu:

1. Batasan A adalah suhu pemanasan sampai 200 °C. Air yang terkandung dalam bahan baku keluar menjadi uap, sehingga kayu menjadi kering, retak-retak dan bengkok. Kandungan karbon lebih kurang 60 %.

2. Batasan B adalah suhu pemanasan antara 200-280 °C. Kayu secara perlahan – lahan menjadi arang dan destilat mulai dihasilkan. Warna arang menjadi coklat gelap serta kandungan karbonnya lebih kurang 700%.

3. Batasan C adalah suhu pemanasan antara 280-500 °C. Pada suhu ini akan terjadi karbonisasi selulosa, penguraian lignin dan menghasilkan “ter”. Arang yang terbentuk berwarna hitam serta kandungan karbonnya meningkat menjadi 80%. Proses pengarangan secara praktis berhenti pada suhu 400 °C.

4. Batasan D adalah suhu pemanasan 500 °C, terjadi proses pemurnian arang, dimana pembentukan “ter” masih terus berlangsung. Kadar karbon akan meningkat mencapai 90%. Pemanasan diatas 700 °C, hanya menghasilkan gas hidrogen.

Ada pula yang menyebutkan proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif terdiri dari tiga tahap yaitu:

1. Dehidrasi : proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan sampai temperatur 170 °C.
2. Karbonisasi : pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. Suhu diatas 170°C akan menghasilkan CO, CO2 dan asam asetat. Pada suhu 275°C, dekomposisi menghasilkan “ter”, metanol dan hasil samping lainnya. Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400 – 600 0C
3. Aktifasi : dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. Dapat dilakukan dengan uap atau CO2 sebagai aktifator.

Proses aktifasi merupakan hal yang penting diperhatikan disamping bahan baku yang digunakan. Yang dimaksud dengan aktifasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul – molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Metoda aktifasi yang umum digunakan dalam pembuatan arang aktif adalah:

1. Aktifasi Kimia.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan pemakian bahan-bahan kimia. Aktifator yang digunakan adalah bahan-bahan kimia seperti: hidroksida logam alkali garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2, asam-asam anorganik seperti H2SO4 dan H3PO4.

2. Aktifasi Fisika.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan bantuan panas, uap dan CO2. Umumnya arang dipanaskan didalam tanur pada temperatur 800-900°C. Oksidasi dengan udara pada temperatur rendah merupakan reaksi eksoterm sehingga sulit untuk mengontrolnya. Sedangkan pemanasan dengan uap atau CO2 pada temperatur tinggi merupakan reaksi endoterm, sehingga lebih mudah dikontrol dan paling umum digunakan.

Beberapa bahan baku lebih mudah untuk diaktifasi jika diklorinasi terlebih dahulu. Selanjutnya dikarbonisasi untuk menghilangkan hidrokarbon yang terklorinasi dan akhimya diaktifasi dengan uap. Juga memungkinkan untuk memperlakukan arang kayu dengan uap belerang pada temperatur 500°C dan kemudian desulfurisasi dengan H2 untuk mendapatkan arang dengan aktifitas tinggi. Dalam beberapa bahan barang yang diaktifasi dengan percampuran bahan kimia, diberikan aktifasi kedua dengan uap untuk memberikan sifat fisika tertentu.

Dengan bertambah lamanya destilasi serta bertambah tingginya temperatur destilasi, mengakibatkan jumlah arang yang dihasilkan semakin kecil, sedangkan destilasi dan daya serap makin besar. Meskipun dengan semakin bertambahnya temperatur destilasi, daya serap arang aktif semakin baik, masih diperlukan pembatasan temperatur yaitu tidak melebihi 1000 0C, karena banyak terbentuk abu sehingga menutupi pori-pori yang berfungsi untuk mengadsorpsi. Selanjutnya campuran arang dan aktifator dipanaskan pada temperatur dan waktu tertentu. Hasil yang diperoleh, diuji daya serapnya terhadap larutan Iodium.

Dalam aplikasi karbon aktif baik yang digunakan sebagai media adsorbsi, pemberat atau media filtrasi dengan titik injeksi tertentu, maka kriteria desain titik pembubuhan karbon aktif perlu diperhatikan

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:« Prev123456...2425Next »