Artikel Menarik

Pengolahan air limbah percetakan

Pengolahan air limbah wajib dilakukan. Sekarang ini pengolahan air limbah banyak digunakan di berbagai industri, salah satunya industri percetakan. Limbah yang dihasilkan industri percetakan berupa limbah cair dan limbah padat. Limbah cair industri percetakan terdiri dari :

  • tinta yang rusak
  • bahan pelarut
  • bahan pencair
  • bahan pengering

Limbah cair ini banyak mengandung bahan kimia berbahaya seperti alkohol atau aseton dan esternya dan juga mengandung logam berat seperti krom, cobalt (bahan keputih-putihan terdapat pada besi dan nikel), mangan dan timah yang dapat larut ke dalam berbagai bahan pengikat.

Teknologi Pengolahan Limbah Industri Percetakan
Tujuan dari pengolahan limbah industri percetakan, adalah untuk mengubah jenis, jumlah dan karakteristik limbah supaya menjadi tidak berbahaya dan/atau tidak beracun atau jika memungkinkan agar limbah percetakan dapat dimanfaatkan kembali (daur ulang).

Ada beberapa teknik pengolahan limbah percetakan yang direkomendasikan, Antra lain dengan menggunakan filter air , proses kimia, pembakaran suhu tinggi (insenerasi), elektro plating, destilasi dan destruksi suhu tinggi, yang mana penerapannya harus disesuaikan dengan karakteristik dari limbah yang diolah.

Proses Kimia (Oksidasi-Reduksi)
Oksidasi adalah reaksi kimia yang akan meningkatkan bilangan valensi materi yang bereaksi dengan melepaskan elektron. Reaksi oksidasi selalu diikuti dengan reaksi reduksi. Reduksi adalah reaksi kimia yang akan menurunkan bilangan valensi materi yang bereaksi dengan menerima elektron dari luar. Reaksi kimia yang melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi ini dikenal dengan reaksi redok. Reaksi redok dapat merubah bahan pencemar yang bersifat racun menjadi tidak berbahaya atau menurunkan tingkat/daya racunnya.

Insenerator
Insenerator adalah alat untuk membakar sampah padat. Insenerator sering digunakan untuk mengolah limbah B3 yang memerlukan persyaratan teknis pengolahan dan hasil olahan yang sangat ketat. Supaya dapat menghilangkan sifat bahaya dan sifat racun bahan yang dibakar, insenerator harus dioperasikan pada kondisi di atas temperatur destruksi dari bahan yang dibakar.

Pengolahan secara insinerasi bertujuan untuk menghancurkan senyawa B3 yang terkandung di dalamnya menjadi senyawa yang tidak mengandung B3. Ukuran, disain dan spesifikasi insenerator yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik dan jumlah limbah yang akan diolah. Insenerator dilengkapi dengan alat pencegah pencemar udara untuk memenuhi standar emisi.

Abu dan asap dari insenerator harus aman untuk dibuang ke lingkungan. Kualitas hasil buangan (asap dan abu) banyak dipengaruhi oleh jenis dan karakteristik bahan yang dibakar serta kinerja dari insenerator yang digunakan. Untuk mencapai kondisi yang diinginkan, (dapat mendestruksi limbah menjadi CO2, H2O dan abu) diperlukan suatu insenerator yang dapat bekerja dengan baik yang dilengkapi dengan suatu sistem kontrol pengendalian proses pembakaran agar dapat dipastikan bahwa semua bahan dapat terbakar pada titik optimum pembakarannya dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian teknologi insenerator yang akan digunakan harus dapat mengatasi semua permasalahan dalam pembuangan dan pemusnahan limbah B3.

Elektrolisis
Prinsip dasar pengolahan limbah ini sama seperti pada prinsip pelapisan logam secara listrik, yaitu dengan penempatan ion logam yang ditambah elektron pada logam yang dilapisi, yang mana ion-ion logam tersebut didapat dari anoda dan elektrolit yang digunakan. Pada pengolahan limbah ini, limbah yang mengandung logam terlarut bertindak sebagai elektrolit. Logam­logam terlarut yang telah bermuatan listrik akan tertarik oleh katoda dan menggumpal sehingga terpisahkan dari cairannya. Cairan yang telah bebas logam terlarut selanjutnya diproses dengan teknologi lain untuk menghilangkan sifat racunnya.

pengolah air limbah percetakan

Pengolahan Air Limbah Industri Percetakan
Limbah cair dari kegiatan cuci cetak foto banyak mengandung krom. Krom valensi enam (krom heksavalen) merupakan bahan kimia yang sangat beracun, sehingga keberadaannya di dalam limbah harus ditangani dengan sangat hati-hati. Untuk menurunkan tingkat racun dari krom heksavalen ini dapat dilakukan dengan mengadakan reaksi redok. Krom heksavalen dapat direduksi menggunakan sulfur dioksida (SO2) menjadi krom trivalen yang mempunyai tingkat/daya racun jauh lebih rendah dari pada krom heksavalen. Krom trivalen lebih aman dari pada krom heksavalen sehingga lebih dapat diterima di lingkungan.

Pengolahan air limbah percetakan sebagai salah satu langkah melestarikan lingkungan karena limbah yang berbentuk cair mudah masuk ke dalam tanah maupun periran umum. Mobilisasi limbah ini sangat cepat dengan jangkauan yang luas karena limbah cair mudah sekali terbawa oleh aliran alir yang ada. Dengan adanya sifat yang demikian ini maka pengawasan limbah cair lebih sulit untuk dilakukan dari pada yang berbentuk padat. Mobilisasi limbah yang cepat dan luas ini juga mengakibatkan limbah ini akan mudah sekali masuk ke dalam jaring-jaring rantai makanan, yang pada akhirnya akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Limbah cair industri percetakan harus ditampung dengan menggunakan alat penampungan khusus dan terhindar dari kotoran lainnya, sebab adanya bahan pengotor lain dapat mengganggu dalam proses elektrolisis sehingga dapat meningkatkan biaya pengolahannya. Alat penampungan limbah cair harus dibuat dari bahan yang tahan terhadap karat dan tertutup rapat, bersih dan diberi label ‘LIMBAH BERACUN” serta dipasang label yang menunjukkan bahwa isi dalam kemasan merupakan bahan yang beracun.

Bahan kemasan dapat terbuat dari drum stainless yang kuat, sementara label dapat terbuat dari kertas yang disablon sehingga warnanya tidak luntur atau di cat langsung ke kemasan. Jauhkan kemasan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan serta nyala api. Dalam jangka waktu tertentu limbah ini dapat langsung diolah atau dikirim ke perusahaan pengolahan air limbah B3 secara langsung atau lewat perusahaan pengumpul limbah B3.

Pengolahan air limbah yang mengandung logam dapat dilakukan dengan teknik elektrolisis guna mengambil kembali kandungan logam yang ada. Logam hasil pemisahan ini dapat dimanfaatkan kembali atau untuk membuat produk lain yang bermanfaat. Cairan hasil pemisahan logam dipanaskan di dalam boiler kemudian dipekatkan dengan evaporator. Sludge hasil pemekatan dari evaporator dikeringkan dalam drum dryer kemudian disimpan dan dikirim ke landfill / unit penimbunan limbah B3. Uap dari evaporator sebelum dibuang discrubber terlebih dahulu untuk melarutkan bahan berbahaya yang kemungkinan masih terikut di dalam uap tersebut. Uap yang telah discrubber kemudian di bakar dengan menggunakan insenerator, baru kemudian dibuang ke lingkungan.

Sumber [jujubandungwordpress.com]

Pengolahan Air Limbah Tahu Tempe

Pengolahan air limbah diwajibkan, contohnya pengolahan air limbah tahu tempe. Industri tahu dan tempe merupakan industri kecil yang banyak tersebar di kota-kota besar dan kecil. Tempe dan tahu merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang. Akibat dari banyaknya industri tahu dan tempe, maka limbah hasil proses pengolahan banyak membawa dampak terhadap lingkungan. Limbah dari pengolahan tahu dan tempe mempunyai kadar BOD sekitar 5.000 – 10.000 mg/l, COD 7.000 – 12.000 mg/l.

pengolah air limbah tahu tempe

Besarnya beban pencemaran yang ditimbulkan menyebabkan gangguan yang cukup serius terutama untuk perairan disekitar industri tahu dan tempe. Teknologi pengolahan limbah tahu tempe yang ada saat ini pada umumnya berupa pengolahan limbah sistem anaerob. Dengan proses biologis anaerob, efisiensi pengolahan hanya sekitar 70-80 %, sehingga air lahannya masih mengandung kadar polutan organik cukup tinggi, serta bau yang ditimbulkan dari sistem anaerob dan tingginya kadar fosfat merupakan masalah yang belum dapat diatasi.

Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara kombinasi proses biologis anaerob-aerob yakni proses penguraian anaerob dan diikuti dengan proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter anaerob-aerob. Dengan kombinasi proses tersebut diharapkan konsentrasi COD dalan air olahan yang dihasilkan turun menjadi 60 ppm, sehingga jika dibuang tidaklagi mencemari lingkungan sekitarnya.

Air banyak digunakan sebagai bahan pencuci dan merebus kedelai untuk proses produksinya. Akibat dari besarnya pemakaian air pada proses pembuatan tahu dan tempe, limbah yang dihasilkan juga cukup besar. Sebagai contoh limbah industri tahu tempe di Semanan, Jakarta Barat kandungan BOD 5 mencapai 1 324 mg/l, COD 6698 mg/l, NH 4 84,4 mg/l, nitrat 1,76 mg/l dan nitrit 0,17 mg/l (Prakarindo Buana, 1996). Jika ditinjau dari Kep-03/MENKLH/11/1991 tentang baku mutu limbah cair, maka industri tahu dan tempe memerlukan pengolahan limbah.

Pada saat ini sebagian besar industri tahu tempe masih merupakan industri kecil skala rumah tangga yang tidak dilengkapi dengan unit pengolah air limbah, sedangkan industri tahu dan tempe yang dikelola koperasi beberapa diantaranya telah memiliki unit pengolah limbah. Unit pengolah limbah yang ada umumnya menggunakan sistem anaerobik dengan efisiensi pengolahan 60-90%. Dengan sistem pengolah limbah yang ada, maka limbah yang dibuang ke peraian kadar zat organiknya (BOD) masih terlampau tinggi yakni sekitar 400 – 1 400 mg/l. Untuk itu perlu dilakukan proses pengolahan lanjut agar kandungan zat organik di dalan air limbah memenuhi standar air buangan yang boleh dibuang ke saluran umum.

Karakteristik Limbah
Untuk limbah industri tahu tempe ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni karakteristik fisika dan kimia. Karakteristik fisika meliputi padatan total, suhu, warna dan bau. Karakteristik kimia meliputi bahan organik, bahan anorganik dan gas.

Suhu buangan industri tahu berasal dari proses pemasakan kedelai. Suhu limbah cair tahu pada umumnya lebih tinggi dari air bakunya, yaitu 400C sampai 46 0C. Suhu yang meningkat di lingkungan perairan akan mempengaruhi kehidupan biologis, kelarutan oksigen dan gas lain, kerapatan air, viskositas, dan tegangan permukaan.

Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam buangan industri tahu pada umumnya sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam air buangan tersebut dapat berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Di antara senyawa-senyawa tersebut, protein dan lemaklah yang jumlahnya paling besar. Semakin lama jumlah dan jenis bahan organik ini semakin banyak, dalam hal ini akan menyulitkan pengelolaan limbah, karena beberapa zat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam air limbah tahu tersebut. Untuk menentukan besarnya kandungan bahan organik digunakan beberapa teknik pengujian seperti BOD, COD dan TOM. Uji BOD merupakan parameter yang sering digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik, baik dari industri ataupun dari rumah tangga.

Air buangan industri tahu kualitasnya bergantung dari proses yang digunakan. Apabila air prosesnya baik, maka kandungan bahan organik pada air buangannya biasanya rendah. Pada umumnya konsentrasi ion hidrogen buangan industri tahu ini cenderung bersifat asam. Komponen terbesar dari limbah cair tahu yaitu protein (N-total) sebesar 226,06 sampai 434,78 mg/l. sehingga masuknya limbah cair tahu ke lingkungan perairan akan meningkatkan total nitrogen di peraian tersebut.

Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri-industri masih menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya industri-industri, terutama industri rumah tangga mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Demikian pula dengan industri tahu/tempe yang pada umumnya merupakan industri rumah tangga.

Keadaan ini akibat masih banyaknya pengrajin tahu/tempe yang belum mengerti akan kebersihan lingkungan dan disamping itu pula tingkat ekonomi yang masih rendah, sehingga pengolahan limbah akan menjadi beban yang cukup berat bagi mereka. Namun demikian keberadaan industri tahu-tempe harus selalu didukung baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Limbah industri tahu-tempe dapat menimbulkan pencemaran yang cukup berat karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi.

Saat ini pengelolaan air limbah industri tahu-tempe umumnya dilakukan dengan cara membuat bak penampung air limbah sehingga terjadi proses anaerob. Dengan adanya proses biologis anaerob tersebut maka kandungan polutan organik yang ada di dalam air limbah dapat diturunkan. Tetapi dengan proses tersebut efisiesi pengolahan hanya berkisar antara 50 % – 70 % saja. Dengan demikian jika konsertarsi COD dalam air limbah 7000 ppm, maka kadar COD yang keluar masih cukup tinggi yakni sekitar 2100 ppm, sehinga harus menggunakan alat penyaring air limbah modern.

Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis, yakni dengan kombinasi proses biologis “Anaerob-Aerob”. Sistem ini cocok diterapkan pada pengolahan limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik. Limbah industri tahu/tempe merupakan salah satu jenis limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah air limbah industri tahu-tempe tersebut adalah dengan kombinasi proses pengolahan biologis anaerob dan aerob. Secara umum proses pengolahannya dibagi menjadi dua tahap yakni pertama proses penguraian anaerob (Anaerobic digesting), dan yang ke dua proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter anaerob-aerob.

Air limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu-tempe kumpulkan melalui saluran air limbah, kemudian dilairkan ke bak kontrol untuk memisahkan kotoran padat. Selanjutnya, sambil di bubuhi dengan larutan kapur atau larutan NaOH air limbah dialirkan ke bak pengurai anaerob, menghasilkan gas methan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Dengan proses tahap pertama konsentrasi COD dalam air limbah dapat diturukkan sampai kira-kira 600 ppm (efisiensi pengolahan 90 %). Air olahan tahap awal ini selanjutnya diolah dengan proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter aerob.

Sumber[kelair.bppt.go.id]

Saringan Air Laut

Saringan air laut sangat bermanfaat, Saringan air laut atau alat pengolah air asin ada banyak dan macamnya. Selama ini  untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan osmosa balik. Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologi saringan air asin harus disesuaikan dengan konsidi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Di antara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan osmosa balik. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari). Sedangkan teknologi osmosa balik banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil.

saringan air laut

Keunggulan teknologi membran osmosa balik adalah kecepatannya dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya pada unit penyaring air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistem membran reverse yang dipakai dapat berupa membran hollow fibre, lempeng/plate atau berupa spiral wound. Membran ini mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98%. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum.

Teknologi saringan air asin sistem osmosa balik banyak dipakai di banyak negara seperti Amerika, Jepang, Jerman dan Arab. Teknologi ini banyak dipakai untuk memasok kebutuhan air tawar bagi kota-kota tepi pantai yang langka sumber air tawarnya. Pemakai lain adalah kapal laut, industri farmasi, industri elektronika, dan rumah sakit.

Unit Bergerak Pengolah Air Asin dimaksudkan sebagai UNIT EMERGENSI yang dapat membantu dalam penyediaan air bersih pada keadaan bencana alam, wabah diare atau muntaber pada suatu wilayah, kekurangan air tawar selama musim kemarau terutama pada daerah pantai.

PROSES DESALINASI OSMOSIS BALIK
Pada proses dengan membran, pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya, karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Pada prakteknya untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan.

Di dalam membran Osmosa Balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul, yakni partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainnya, akan terpisah dan akan ikut ke dalam air buangan. Oleh karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosa  balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus < 0,1 mg/l, pH harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya.

Saringan air minum dengan sistem Osmosa Balik terdiri dari dua bagian, yakni unit pengolahan awal dan unit Osmosa Balik.  Air laut, terutama yang dekat dengan pantai masih mengandung partikel padatan tersuspensi, mineral, plankton dan lainnya, maka air baku tersebut perlu dilakukan pengolahan awal sebelum diproses di dalam unit Osmosa Balik. Unit pengolahan pendahuluan tersebut terdiri dari beberapa peralatan utama yakni pompa air baku, tangki reaktor (kontaktor), saringan pasir, filter mangan zeolit, PureTAG Super dan filter untuk penghilangan warna (color removal), dan filter cartridge ukuran 0,5 µm. Sedangkan unit Osmosa Balik terdiri dari pompa tekanan tinggi dan membran Osmosa Balik, serta pompa dosing klorine dan sterilisator ultra violet (UV).

PROSES KERJA SARINGAN AIR LAUT
Air baku (air laut) dipompa ke tangki reaktor (kontaktor), sambil diinjeksi dengan larutan klorin atau Kalium Permanganat agar zat Besi atau Mangan yang larut dalam air baku dapat dioksidasi menjadi bentuk senyawa oksida Besi atau Mangan yang tak larut dalam air. Selain itu, pembubuhan Klorin atau Kalium Permanganat dapat berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan biofouling (penyumbatan oleh bakteri) di dalam membran Osmosa Balik.

Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat agar senyawa Besi atau Mangan yang telah teroksidasi dan juga padatan tersuspensi (SS) yang berupa partikel halus, plankton dan lainnya dapat disaring. Air yang keluar dari saringan pasir selanjutnya dialirkan ke filter PureTAG Super atau Mangan Zeolit. Dengan adanya filter PureTAG Super ditambah Mangan Zeolit ini, zat Besi atau Mangan yang belum teroksidasi di dalam tangki reaktor dapat dihilangkan sampai konsentrasi < 0,1 mg/l. Zat Besi dan Mangan ini harus dihilangkan terlebih dahulu karena zat-zat tesebut dapat menimbulkan kerak (scale) di dalam membran Osmosa Balik.

Dari filter saringan air PureTAG Super dan Mangan Zeolit, air dialirkan ke filter penghilangan warna. Filter ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan senyawa warna dalam air baku yang dapat mempercepat penyumbatan membran Osmosa Balik. Setelah melalui filter penghilangan warna, air dialirkan ke filter cartridge yang dapat menyaring partikel dengan ukuran 0,5 µm. Setelah melalui filter cartridge, air dialirkan ke unit Osmosa Balik dengan menggunakan pompa tekanan tinggi sambil diinjeksi dengan zat anti kerak (antiskalant) dan zat anti biofouling. Air yang keluar dari modul membran Osmosa Balik yakni air tawar dan air buangan garam yang telah dipekatkan. Selanjutnya air tawarnya dipompa ke tangki penampung sambil dibubuhi dengan klorine dengan konsentarsi tertentu agar tidak terkontaminasi kembali oleh mikroba, sedangkan air garamnya dibuang lagi ke laut.

KUALITAS AIR BAKU
Kualitas air baku menentukan proses saringan air yang akan dilakukan untuk menghasilkan air yang siap diminum. Oleh karena itu pengambilan contoh air dari lokasi pengoperasian sangat dibutuhkan untuk desain alat. Jika kualitas air berubah-ubah sebaiknya dipilih lokasi yang paling stabil kualitasnya dan kalau perlu dibangun stasiun pengambilan air baku. Dengan demikian peralatan  dapat bekerja secara efektif dan efisien.  Air asin yang akan diolah oleh membran harus jernih, oleh karena itu pada kasus-kasus dimana air tidak jernih atau keruh perlu dilakukan pengolahan awal atau pretreatmen karena pretreatmen yang terpasang terbatas kemampuannya.

Sumber [ristek.go.id]

Kualitas Air Minum Amerika

Air minum merupakan kebutuhan pokok, Air minum di beberapa negara memiliki standar tertentu, salah satunya di Amerika. Yuk baca bersama-sama. Amerika serikat merupakan salah satu negara yang perekonomiannya paling maju di dunia. Sebagai negara yang lebih maju tentunya memiliki suatu air minum atau sumber air yang bersih mengingat orang-orang yang tinggal di Amerika disiplin dalam menjaga lingkungan disekitarnya. Selain itu juga pasti banyak teknologi canggih yang dimanfaatkan dalam mendapatkan air minum dan sumber air yang bersih. Sebelum tahun 1970 pemerintah AS tidak memiliki pengawasan terhadap kualitas air minum, selanjutkan diadakan kongres dan dibentuk UU air minum pada tahun 1974 setelah itu baru dibentuk EPA (Environmental Protection Agency). Dimana EPA dapat menentukan batas-batas nasional tentang kontaminan dalam air keran. Kongres kemudian didukung kekuatan badan dengan amandemen tahun 1986 dan 1996

standar air minum amerika

Ada satu potret masyarakat Amerika yang sering anda lihat di film-film buatan Amerika, yaitu kebiasaan meminum air langsung dari keran. Saya penasaran, apa benar air keran di rumah bisa langsung diminum?

Jawabannya, ternyata benar.  Air keran yang mengalir ke rumah-rumah dan hotel lewat jasa perusahaan air minum (bukan air tanah loh ya) sudah melalui proses penyaringan dengan teknologi tertentu sehingga air mentah menjadi steril dan bisa langsung diminum.

Di Amerika, ketersediaan air ditangani langsung oleh pemerintah kota yang dikepalai oleh seorang walikota. Biasanya, fasilitas air dibangun bersama oleh beberapa pemerintah kota atau oleh pemerintah tingkat county (pemerintah daerah, satu tingkat di atas pemerintah kota). Fasilitas tersebut dibangun dengan menggunakan uang pajak atau iuran masyarakat setempat.

Fasilitas air di kota West Jordan, negara bagian Utah, misalnya, dibangun oleh lima pemerintah kota yang bersama-sama mengontrak perusahaan swasta sebagai pihak pengembang. Kebetulan walikota kota ini menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan air bersih, di samping masalah keamanan lingkungan dan limbah.

Anda bisa bayangkan berapa harga produksi per liter air bersih di Amerika. Tentu sangat mahal. Karena standar kebersihannya juga sangat tinggi. Bayangkan, air yang bisa diminum juga digunakan untuk mandi, cuci pakaian dan bersih-bersih. Tapi kalau Anda bertanya apakah air keran itu cocok buat perut saya, jawabannya: tidak. Rasanya gak karuan di lidah.

Setiba di hotel pertama di Washington DC, saya sempat mengonfirmasi ke petugas apakah benar air keran bisa langsung diminum dan digunakan untuk membuat kopi atau teh. Pertanyaan itu muncul karena alat pembuat kopi di hotel-hotel selalu disertai dengan petunjuk “ambil air minum dari keran”. Pertanyaan itu juga mengemuka ketika saya sadar tidak ada air mineral yang tersedia gratis di kamar. Kalau mau minum air dalam kemasan yang ada di atas meja, harganya lumayan mahal, yaitu sekitar Rp 50 ribu.

Walhasil, saya terpaksa membeli air mineral di supermarket di setiap kota yang dikunjungi. Aktifitas ini rutin dilakukan di malam hari setelah check-in hotel.

Pernah saya pergi ke satu restoran di kota Alexandria, Virginia. Di situ tersedia air minum yang bisa diambil sendiri. Tapi begitu minum seteguk, saya langsung memutuskan untuk membeli air soda untuk menghilangkan rasa zat besi yang terlanjur menempel di lidah.

Tapi ada satu hotel yang menyediakan air minum gratis yang kualitasnya lebih bagus dari air keran. Yaitu hotel Club Quarters Rockefeller Center di New York City. Di hotel ini, tersedia tempat pengambilan air minum di beberapa lantai, salah satunya di lantai 20 (satu lantai dengan kamar saya). Juga tersedia botol kosong tanpa label. Sehingga setiap kali keluar atau kembali ke hotel, saya selalu menyambangi tempat itu untuk sekedar mengambil satu botol air minum (gratis).

O iya, ada satu lagi kebiasaan di Amerika terkait air minum. Di restoran mana pun saya makan, selalu disuguhi air mineral dengan es. Saya tidak tahu kenapa orang Amerika suka sekali minum air es. Mungkin karena darah mereka panas, sehingga perlu didinginkan dengan air es. Sebenarnya kalau melihat teriknya matahari di sana yang panasnya sangat menyengat, kebiasaan itu bisa dimaklumi. Tapi ketika saya di San Francisco, negara bagian California, yang udaranya super dingin seperti di puncak, tetap saja disuguhi air es, dan orang-orang bule itu sangat menikmati air dingin di cuaca super dingin.

Walhasil lagi, setiap kali makan di rumah makan, saya dan teman-teman dari Indonesia selalu pesan air putih tanpa es (dan itu pun airnya sudah dingin).

“No ice, please….”

Sumber [Iskandar zulkarnaen |wisata.kompasiana.com]

Proses Khlorinasi

Proses khlorinasi, Banyak yang belum faham Khlorinasi. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita jika tidak sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian.

Klorinasi merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Kadar sisa klor sebagai produk klorinasi dipengaruhi oleh beberapa bahan kimia yang bersifat reduktor terhadap klor yang mengakibatkan kadar sisa klor dalam air tidak cukup untuk membunuh bakteri.

Klorin ini banyak digunakan dalam pengolahan limbah industri, air kolam renang, dan air minum di Negara-negara sedang berkembang karena sebagai desinfektan, biayanya relatif murah, mudah, dan efekti. Senyawa-senyawa klor yang umum digunkan dalam proses klorinasi, antara lain, gas klorin, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida, dihidroisosianurate dan kloramin.

Klorinasi adalah proses penambahan elemen klorin ke air sebagai metode pemurnian air untuk membuatnya layak dikonsumsi manusia sebagai air minum. Air yang telah diklorinasi efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

khlorinasi proses

Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi
Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin
Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan
Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004): N/No = [(Cr*t)/b]-n Dimana No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL) Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L) t : waktu kontak (menit) n : kemiringan kurva inaktivasi b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak
Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004). Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan.

Berikut beberapa kegunaan klorin:

  1. Memiliki sifat bakterisidal dan germisidal.
  2. Dapat mengoksidasi zat besi, mangan, dan hydrogen sulfide.
  3. Dapat menghilangkan bau dan rasa tidak enak pada air.
  4. Dapat mengontrol perkembangan alga dan organisme pembentuk lumut yang dapat mengubah bau dan rasa pada air.
  5. Dapat membantu proses koagulasi.

Cara kerja klorin
Klorin dalam air akan berubah menjadi asam klorida. Zat ini kemudian di netralisasi oleh sifat basa dan air sehingga akan terurai menjadi ion hydrogen dan ion hipoklorit.

Klorin sebagai disenfektan terutama bekerja dalam bentuk asam hipoklorit (HOCl) dan sebagian kecil dalam bentuk ion hipoklorit (OCl-). Klorin dapat bekerja dengan efektif sehingga desinfektan jika berada dalam air dengan pH sekitar 7. Jika nilai pH air lebih dari 8,5, maka 90% dari asam hippokorit itu akan mengalami ionisasi menjadi ion hipoklorit. Dengan demikian, khasiat desinfektan yang memiliki klorin menjadi lemah atau berkurang.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman yaitu penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18’C, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen. Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8

Berikut istilah dalam proses Klorin mematikan MO:

  1. Dosis klorin/Chlorine Dosage = Jumlah klorin yang ditambahkan, biasanya dinyatakan dalam satuan mg/l.
  2. Kebutuhan klrorin/Chlorine Demand = Jumlah klorin yang tidak tersedia sebagai desinfektan sebagai akibat reaksi dari berbagai senyawa.
  3. Residu klorin/Chlorine Residual = Jumlah klorin yang tersedia sebagai desinfektan setelah waktu kontak tertentu.
  4. Ketersedian residu klorin bebas = Jumlah dari residu klorin yang tersedia dalam air maupun air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

 

Saringan air pasir

Saringan air pasir sangat sederhana, Saringan air pasir dapat digunakan dalam rangka meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat khususnya mengenai kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan, maka perlu disesuaikan dengan sumber air baku serta teknologi yang sesuai dengan tingkat penguasaan teknologi dalam masyarakat itu sendiri. Salah satu alternatif yakni dengan menggunakan teknologi pengolahan air sederhana dengan saringan pasir.

Sistem saringan pasir adalah merupakan teknologi pengolahan air yang sangat sederhana dengan hasil air bersih dengan kualitas yang cukup baik. Sistem saringan pasir lambat ini mempunyai keunggulan antara lain tidak memerlukan bahan kimia (koagulan) yang mana bahan kimia ini merupakan kendala sering dialami pada proses pengolahan air di daerah pedesaan.

Dengan menggunakan teknologi saringan air pasir, dapat dihasilkan air olahan dengan kualitas yang cukup baik dengan biaya operasional sangat murah. Pengopersiannya sangat mudah dan sederhana. Air baku yang digunakan yakni air sungai atau air danau yang tingkat kekeruhannya tidak terlalu tinggi. Jika tingkat kekeruhan air bakunya cukup tinggi misalnya pada waktu musim hujan, maka agar supaya beban saringan pasir lambat tidak telalu besar, maka perlu dilengkapi dengan peralatan pengolahan pendahuluan misalnya bak pengendapan awal dengan atau tanpa koagulasi bahan dengan bahan kimia.

Umumnya disain konstruksi dirancang setelah didapat hasil dari survai lapangan baik mengenai kuantitas maupun kualitas. Dalam gambar desain telah ditetapkan proses pengolahan yang dibutuhkan serta tata letak tiap unit yang beroperasi. Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

saringan air pasir

Di dalam sistem pengolahan ini proses pengolahan yang utama adalah penyaringan dengan media pasir dengan kecepatan penyaringan 5 – 10 m3/m2/hari. Air baku dialirkan ke tangki penerima, kemudian dialirkan ke bak pengendap tanpa memakai zat kimia untuk mengedapkan kotoran yang ada dalam air baku. selanjutnya di saring dengan saringan air pasir. Setelah disaring dilakukan proses khlorinasi dan selanjutnya ditampung di bak penampung air bersih, dan hasilnya air siap alirkan pada rumah anda.

Jika air baku baku dialirkan ke saringan pasir lambat, maka kotoran-kotoran yang ada di dalamnya akan tertahan pada media pasir. Oleh karena adanya akumulasi kotoran baik dari zat organik maupun zat anorganik pada media filternya akan terbentuk lapisan (film) biologis. Dengan terbentuknya lapisan ini maka di samping proses penyaringan secara fisika dapat juga menghilangkan kotoran (impuritis) secara bio-kimia. Biasanya ammonia dengan konsetrasi yang rendah, zat besi, mangan dan zat-zat yang menimbulkan bau dapat dihilangkan dengan cara ini. Hasil dengan cara pengolahan saringan pasir ini mempunyai kualitas yang cukup baik.

Cara ini sangat sesuai untuk pengolahan yang air bakunya mempunyai kekeruhan yang rendah dan relatif tetap. Biaya operasi rendah karena proses pengendapan biasanya tanpa bahan kimia. Tetapi jika kekeruhan air baku cukup tinggi, pengendapan dapat juga memakai baghan kimia (koagulan) agar beban filter tidak terlalu berat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal pengoperasian saringan pasir lambat dengan arah aliran dari atas ke bawah antara lain yakni :

1. Kecepatan penyaringan harus diatur sesuai dengan kriteria perencanaan. Jika kekeruhan air baku cukup tinggi sebaiknya kecepatan diatur sesuai dengan kecepatan disain mimimum.

2. Pencucian media penyaring (pasir) pada saringan awal (pertama) sebaiknya dilakukan minimal setelah satu minggu operasi, sedangkan pencucian pasir pada saringan ke dua dilakukan minimal setelah tiga sampai – empat minggu operasi.

3. Pencucian media pasir dilakukan dengan cara membuka kran penguras pada tiap-tiap bak saringan air, kemudian lumpur yang ada pada dasar bak dapat dibersihkan dengan cara mengalirkan air baku sambil dibersihkan dengan sapu sehingga lumpur yang mengendap dapat dikelurakan. Jika lupur yang ada di dalam lapisan pasir belum bersih secara sempurna, maka pencucian dapat dilakukan dengan mengalirkan air baku ke bak saringan pasir tersebut dari bawah ke atas dengan kecepatan yang cukup besar sampai lapisan pasir terangkat (terfluidisasi), sehingga kotoran yang ada di dalam lapisan pasir terangkat ke atas. Selanjutnya air yang bercampur lumpur yang ada di atas lapisan pasir dipompa keluar sampai air yang keluar dari lapisan pasir cukup bersih.

Apabila konstruksi saringan dirancang sesuai dengan kriteria perencanaan, maka alat ini dapat menghasilkan hasil yang baik dan murah.

Menggunakan saringan air pasir adalah cara sederhana memperoleh air bersih. Tentunya syaratnya selama air sumber yang kita miliki belum tercemar oleh limbah kimia berbahaya. Air yang keruh, kotor ataupun berbau masih dapat diatasi. Jika memiliki cukup uang, Anda dapat mencoba menggunakan alat saringan bermerk yang sudah teruji dan bergaransi seperti Nano Smart Filter. Jika tidak, Anda cukup membuat saringan air sederhana yang dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan namun hasil nya tentu tidak semurni air hasil filtrasi alat modern.

Sumber [Aneka Sumber]

Alat penjernih air modern

Alat penjernih air & penyaring air berfungsi untuk menghilangkan rasa, bau, dan warna pada air sehingga kualitas air dapat meningkat. cara penyaringan air yang biasa digunakan adalah tawas, karbon aktif dan kaporit, Namun semakin berkembangnya dunia filter air maka munculah media filter terbaru yaitu pureTAG Super. Penggunaan media filter tersebut sebagai alat penjernih air / penyaring air kurang efisien, karena pemisahan endapan dan air cukup sulit.

Teknologi modern alat penjernih & penyaring air. Hadirnya teknologi alat penjernih air sangat efektif mengingat kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan kurangnya pasokan air yang berkualitas tinggi menyebabkan alat penyaring air berkualitas bagus mulai banyak dibutuhkan saat ini. karena kualitas air juga harus diperhatikan, bukan hanya dari segi kuantitas saja. Karena air yang tidak berkualitas dikhawatirkan mengandung senyawa yang dapat membahayakan tubuh.

alat penjernih air

Di daerah tertentu terkadang air bersih sangat sulit didapatkan. Bukan berarti air bersih tidak ada. tetapi di sebagian tempat untuk bisa dipakai minum air harus melewati proses penjernihan dahulu.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu tawas untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran, karbon aktif untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam air. Namun penggunaan bahan tersebut sebagai cara penyaringan air, sekarang ini mulai kuran diminati. Hal ini disebabkan alat penjernih air sederhana seperti ini bisa kita buat sendiri. banyak sekali bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk menjernihkan air secara alami. Misalnya batu, pasir, kerikil, arang sekam padi, ijuk, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain. Kesemuanya itu sangat mudah kita temukan disekitar kita.

Teknologi penjernihan air modern. beberapa teknologi membran pada saringan air yang terkenal ada beberapa jenis:

1. Ultrafiltrasi (UF)
2. Reverse Osmosis (RO)
3. ElektroDialisis (ED)
4. Elektrodialisis Reversal (EDR)
5. Mikrofiltrasi (MF)
6. NanoFiltrasi (NF)

Semua jenis teknologi membrane filter air diatas mampu untuk mengembangkan ion kecuali ultrafiltrasi. karena ukuran pori-pori membran UF terlalu besar untuk menahan ion dan teknologi UF ini hanya dipakai untuk menghilangkan kontaminan (berukuran besat), seperti minyak dan lemak serta suspended solid.

Dari 4 macam teknologi diatas, teknologi reverse osmosis (RO) menggunakan membran RO yang sangat terkenal akan kualitas dari hasil filtrasi nya.

Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an. Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis film komposit dimana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membrane.

Begitu banyak depot air minum isi ulang memakai teknologi ini dengan tambahan alat pretreatment dan post treatment UV.

Sumber [Aneka Sumber]

Material Pompa Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah industri , material Pompa Pengolahan Air beraneka ragam. Pompa merupakan salah satu kelengkapan yang sangat vital di dalam instalasi pengolahan air limbah. Pompa merupakan mesin yang dipakai untuk mengalirkan zat cair dari suatu tempat ketempat yang lain. Dengan adanya perbedaan tekanan antara diluar pompa dan didalam pompa, fluida mengalir masuk kedalam pompa melalui saluran masuk (suction) dan keluar melalui saluran tekan (discharge).

Pemompaan di dalam instalasi pengolahan air limbah digunakan antara lain untuk memindahkan air limbah dari dalam sumur pompa ke reaktor pengolahan, dosing bahan kimia, mengeluarkan lumpur dari dalam clarifier. Ketiga proses pemompaan tersebut dapat dilakukan menggunakan jenis pompa desak (positive displacement pumps). Pompa jenis ini digunakan karena memiliki ketahanan tinggi dalam menangani beragam jenis fluida dan partikel padatan. Pompa dosing, salah satu pompa desak terkecil di pasaran, berfungsi untuk memompa bahan kimia ke dalam tangki dengan dosis yang tepat.

Pompa sentrifugal merupakan jenis pompa yang umum digunakan untuk memompa air limbah karena tidak mudah tersumbat. Penggunaan pompa rendam (submersible) untuk air limbah lebih baik karena dapat mencegah terjadinya kavitasi sebagaimana sering terjadi pada penggunaan pompa bukan rendam(non submersibel) dengan posisi tekanan negatif (posisi pompa berada diatas permukaan air).

pengololahan air limbah pompa

Material pompa harus sesuai dengan karakteristik fluida yang dialirkan untuk mencegah terjadinya pengikisan atau karat. Karakteristik air limbah yang dapat mempengaruhi pemilihan material pompa serta jenis lapisan/perlindungan yang diperlukan antara lain konsentrasi klorida, pH, konsentrasi oksigen, dan temperatur. Material impeller pompa merupakan yang terpenting untuk diperhatikan mengingat bagian ini sangat terpengaruh oleh kikisan dan korosi akibat kecepatan relatifnya terhadap air limbah. Beberapa material impeller pompa yang biasa digunakan antara lain grey iron, stainless steel, dan Hard-IronTM.

Grey Iron
Grey iron merupakan material impeller yang paling umum digunakan dalam pemompaan air limbah terutama jika karakteristik limbahnya tidak terlalu korosif (biasanya untuk air limbah domestik). Rentang pH yang sesuai untuk material grey iron adalah pada kisaran 5.5 hingga 14 dengan catatan kandungan klorida tidak melebihi 200 mg/L. Apabila konsentrasi klorida melebihi nilai tersebut maka diperlukan lapisan pelindung berupa zinc anoda dan pelapis epoksi khusus.

Stainless Steel
Stainless steel (tipe 316/329) memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi namun tidak pada pengikisan. Air limbah kerap kali mengandung partikel yang abrasif sehingga aplikasi pompa berbahan stainless steel sangat terbatas di instalasi pengolahan air limbah bahkan tidak terlalu direkomendasikan.

Hard-IronTM
Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap korosi dan juga tahan terhadap pengikisan. Hard-IronTM memiliki kandungan kromium (25%) dan karbon (3%). Sebuah pengujian yang dilakukan di laboratorium milik Xylem,Inc. menunjukkan bahwa impeller berbahan Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap pengikisan hingga tiga kali lebih lama dibanding impeller berbahan grey iron dan stainless steel.

Panel dan komponen-komponen pompa air limbah harus menggunakan jenis yang tahan air (waterproof). Semua Circuit Breaker, peralatan proteksi, beban lebih, relai proteksi dan pengatur waktu (timer) harus ada pada panel pompa air limbah. Semua kabinet panel kontrol, panel daya, Circuit Breaker, saklar pengaman, dan peralatan listrik yang lain, harus dilengk api atau ditempel dengan plat nama (name plate) untuk memudahkan pengenalan.

Berikut ini perlengkapan pompa pada pompa air limbah:
1.Screen dipasang di depan pompa, terutama bila mengalirkan air limbah
2. Tambahkan unitgrit chamber bila air limbah banyak mengandung grit
3. Berbagai perlengkapan untuk pompa sentrifugal : Sebuah valve pelepas tekanan udara dipasang pada titik tertinggi di dalam casing untuk melepaskan udara atau gas, Gauges pada pipa tekan dan isap, Sebuah meter pada pipa tekan, Sebuah kurva karakteristik pompa, Sebuahc heck-valve antara gate valve dan pompa pada pipa tekan.
4. Alat otomatis (floating switches) sebaiknya digunakan agar pemompaan dapat dilakukan 24 jam secara otomatis.

Dengan memilih pompa pengolahan air limbah yang canggih dengan efisiensi total tertinggi, tanpa mengompromikan saluran bebas hidrolik dan kekokohan konstruksi, Anda berada di jalur yang tepat untuk mereduksi emisi CO2 dan menurunkan biaya operasi sistem pompa pengolahan air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air kuning rumah tangga

Air kuning tanda zat besi tinggi, Air kuning atau menguning bahkan coklat keruh dapat diatasi menggunakan filter air dan teknik lainnya yuk kita baca sama-sama :) ,Air adalah sumber kehidupan. Kita tak bisa membayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air! Tentu saja tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan, baju-baju kotor juga tidak bisa kita cuci, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lain bagi manusia jika tidak ada air. Cara mengatasi air kuning keruh dan bau sangatlah mudah, ada beberapa cara dan mari kita simak untuk memilih cara terbaik yang efektif. Masalah air kuning keruh bau karat maupun berminyak umum disebabkan karena zat besi(Fe) dan Kadar mangan (Mg) yang berlebih pada air sehingga menyebabkan endapan pada bak/penampungan,penyumbatan di pipa instalasi sehingga debit air mengecil, perabot rumah tangga pun menjadi rusak karena flak kuning/ hitam,digunakan mencuci pakaian berubah warna kusam dll. Masalah air seperti ini membuat kita jadi pusing kurang kenyamanan tinggal,pengeluaran pun jadi bertambah.

air kuning filterKondisi air yang berbau besi dan berwarna kuning sering dikeluhkan oleh sebagain besar pengguna air , khususnya penggunan air tanah atau air sumur dengan kandungan besinya banyak. Selain mengganggu kenyamanan juga dapat berdampak negatif yang serius untuk kesehatan Anda.  Air sumur yang berwarna kekuningan biasanya disebabkan oleh adanya kandungan zat besi yang tinggi di dalam air. Untuk mengatasi hal tersebut selain anda dapat menambah kedalaman sumur di rumah anda kurang lebih 3 – 4 meter. Namun ada salah satu  Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air dengan media filter PureTAG Super. Baik besi maupun mangan, dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk kolloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik.

Oleh karena itu cara pengolahannya pun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dan mangan dalam air yang akan diolah. Ada beberapa cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air salah satu diantarannya yakni dengan cara oksidasi, dengan cara koagulasi, cara elektrolitik, cara pertukaran ion, cara filtrasi kontak, proses soda lime, pengolahan dengan bakteri besi dan cara lainnya.Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yakni oksidasi dengan udara atau aerasi, oksidasi dengan khlorine (khlorinasi) dan oksidasi dengan kalium permanganat.

Selain dengan cara oksidasi, penghilangan senyawa besi dan mangan dalam air yang umum digunakan khususnya untuk skala rumah tangga yakni dengan mengalirkan ke suatu filter air dengan media filter PureTAG Super.

Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu :
1. Oksidasi dengan Udara (Aerasi)
Zat besi (Fe) dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air efeknya kadar besi mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya menempel di bak penampungan/toren air. Kelemahanya mungkin kita akan sering menguras toren tersebut agar kotoran endapan tidak ikut ke pipa instalasi.

2. Oksidasi dengan Sedimentasi (Pengendapan)
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air.

3. Oksidasi dengan kalium permanganat
Kalium Permanganat termasuk golongan peroksidan yang dapat melepaskan oksigen (prosesoksidasi) sehingga dapat membunuh kuman (bakteri sid). Kalium permanganat berupa Kristal ungu, mudah larut dalam air. Dalam larutan encer merupakan peroksidan. Penglepasan oksigen terjadi bila zat ini bersentuhan dengan zat organik. In aktivasi menyebabkan perubahan warna larutan dari ungu menjadi biru. Zat ini bekerja sebagai iritan, deodoran danastringen.

Memang  cara mudah mengatasi air kuning bau besi dengan cara – cara tersebut tidak terlalu sulit kalau dilakukan oleh ahlinya , namun kebanyakan pengguna air seperti sebagian dari Anda adalah orang awam atau mempunyai kesibukan lainnya sehingga tidak effisien kalau harus dikerjakan sendiri. Namun Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi dengan teknologi penyaringan air yang telah dikembangkan oleh Nano Smart Filter dapat mempermudah pekerjaan untuk mendapatkan air bersih dan sehat serta ekonomis. Dengan menggunakan filter air NANO Smart Filter anda tidak perlu repot lagi memikirkan masalah air , karena kami akan menyelesaikannya hingga tuntas :)

Cara Menghilangkan Air Bau Besi

Air bau besi sangat mengganggu, Air bau besi terjadi karena kandungan besi dalam air anda tinggi. Oleh karena itu yuk kit abaca artikel berikut ini. Apakah anda tinggal di daerah yang belum terjangkau PDAM ? solusi terbaik bagi anda yang belum terjangkau air bersih dari PDAM pasti anda akan membuat sumur dan menggunakan filter air untuk memenuhi kebutuhan air anda. Namun tak sedikit orang yang mengeluhkan air sumur yang kurang bersih atau air sumur yang bau. Air sumur yang bau biasa nya di sebabkan oleh perembesan berbagai senyawa yang terdapat di lapisan tanah yang menjadi tempat kita membuat sumur tadi. Akibat nya air sumur yang kita pakai akan menimbulkan bau tak sedap bahkan berubah warna menjadi cokelat atau kuning yang membuat kita enggan untuk memakai air sumur tersebut. Sehingga diperlukan filter air untuk menjadikan air bersih dan sehat.

Air merupakan bagian paling penting dalam kehidupan sehari hari. Karena selain untuk keperluan  makan dan minum, air juga dimanfaatan untuk keperluan lainya seperti mandi dan mencuci.

cara mengatasi air bau besi

Dari manakah sumber air didapat?

Kita mendapatkan sumber air bisa dari Perusahaan air minum ( PDAM ), sumber mata air, air tadah hujan dan yang paling banyak digunakan adalah bersumber dari air tanah ( sumur gali, sumur pantek ). Dan yang paling banyak bermasalahpun adalah air yang berasal dari sumur, baik sumur gali atau sumur pantek, yang pada umumnya permasalahannya adalah air bau besi.  Pada sumur gali selain berbau besi, kondisi air juga keruh berwarna kuning kecoklatan sedangkan pada sumur pantek biasanya saat air yang baru keluar dari pompa akan terlihat jernih namun lama kelamaan air akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan, hal ini disebabkan air dari dalam tanah awalnya tidak kontak dengan udara sehingga tidak terjadi oksidasi sedangkan bila sudah kontak dengan udara terjadilah oksidasi dan air akan terlihat menguning.

Nah kali ini kita akan berbagi cara menghilangkan air bau besi

Air bau besi ini diakibatkan oleh kandungan Zat besi ( Fe ) dan zat mangan ( Mn ) yang cukup tinggi di dalam air. Kedua zat tersebut diatas bila terkena pada benda seperti dinding bak,  ember, baju dan lainnya akan menempel dengan kuat sehingga benda tersebut berwarna kuning dan susah dihilangkan selain itu air menjadi bau.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 20 Tahun 1990, supaya zat Fe dan Mn tidak mengganggu kesehatan, maka kadar yang diijinkan adalah untuk Fe sebesar 0,3 mg / liter sedangkan untuk Mn sebesar 0,1 / liter. Untuk itu perlu dilakukan langkah langkah guna menurunkan zat zat tersebut diatas.

Tips dan trick serta teknik untuk menghilangkan zat besi dan mangan pada air,
Untuk menghilangkan bau besi ini yang umum dilakukan adalah dengan cara oksidasi dan penyaringan:

Oksidasi Dengan Udara (Aerasi)
Air yang dinaikan ke dalam tendon/toren/penampungan air di buat lebih banyak kontak dengan udara misalnya dengan memasukan udara kedalam air melalui pompa udara sepeti pompa akuarium. Hal ini dilakukan agar zat besi lebih cepat teroksidasi dan selanjutnya zat besi yang telah teroksidasi akan mengendap dengan sendirinya. Namun proses oksidasi dan pengendapan secara alami ini memakan proses waktu lama.

Oksidasi Dengan Kimia
Untuk mempercepat proses oksidasi dan pengendapan dapat dilakukan dengan pemberian klorine, kapur, kaporit atau kalsium hipokhlorit. Untuk mengoksidasi atau menghilangkan besi dan mangan dengan pemberian kaporit ini relatif sangat mudah karena berupa serbuk atau tablet yang mudah larut dalam air. Selain itu kaporit juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang dapat merugikan kesehatan.

Proses Filtrasi Dengan Filter
Proses penyaringan biasanya dengan menggunakan media pasir bisa berupa PureTAG Super, zeolit, karbon active, arang batok kelapa. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media filter, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Filter air dapat digunakan secara luas untuk irigasi, air minum, akuarium dan kolam renang. Sehingga air yang anda gunakan bersih, sehat, jernih, dan tidak berbau kembali.

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:« Prev123456...2324Next »