Artikel Menarik

Kualitas Air Minum Amerika

Air minum merupakan kebutuhan pokok, Air minum di beberapa negara memiliki standar tertentu, salah satunya di Amerika. Yuk baca bersama-sama. Amerika serikat merupakan salah satu negara yang perekonomiannya paling maju di dunia. Sebagai negara yang lebih maju tentunya memiliki suatu air minum atau sumber air yang bersih mengingat orang-orang yang tinggal di Amerika disiplin dalam menjaga lingkungan disekitarnya. Selain itu juga pasti banyak teknologi canggih yang dimanfaatkan dalam mendapatkan air minum dan sumber air yang bersih. Sebelum tahun 1970 pemerintah AS tidak memiliki pengawasan terhadap kualitas air minum, selanjutkan diadakan kongres dan dibentuk UU air minum pada tahun 1974 setelah itu baru dibentuk EPA (Environmental Protection Agency). Dimana EPA dapat menentukan batas-batas nasional tentang kontaminan dalam air keran. Kongres kemudian didukung kekuatan badan dengan amandemen tahun 1986 dan 1996

standar air minum amerika

Ada satu potret masyarakat Amerika yang sering anda lihat di film-film buatan Amerika, yaitu kebiasaan meminum air langsung dari keran. Saya penasaran, apa benar air keran di rumah bisa langsung diminum?

Jawabannya, ternyata benar.  Air keran yang mengalir ke rumah-rumah dan hotel lewat jasa perusahaan air minum (bukan air tanah loh ya) sudah melalui proses penyaringan dengan teknologi tertentu sehingga air mentah menjadi steril dan bisa langsung diminum.

Di Amerika, ketersediaan air ditangani langsung oleh pemerintah kota yang dikepalai oleh seorang walikota. Biasanya, fasilitas air dibangun bersama oleh beberapa pemerintah kota atau oleh pemerintah tingkat county (pemerintah daerah, satu tingkat di atas pemerintah kota). Fasilitas tersebut dibangun dengan menggunakan uang pajak atau iuran masyarakat setempat.

Fasilitas air di kota West Jordan, negara bagian Utah, misalnya, dibangun oleh lima pemerintah kota yang bersama-sama mengontrak perusahaan swasta sebagai pihak pengembang. Kebetulan walikota kota ini menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan air bersih, di samping masalah keamanan lingkungan dan limbah.

Anda bisa bayangkan berapa harga produksi per liter air bersih di Amerika. Tentu sangat mahal. Karena standar kebersihannya juga sangat tinggi. Bayangkan, air yang bisa diminum juga digunakan untuk mandi, cuci pakaian dan bersih-bersih. Tapi kalau Anda bertanya apakah air keran itu cocok buat perut saya, jawabannya: tidak. Rasanya gak karuan di lidah.

Setiba di hotel pertama di Washington DC, saya sempat mengonfirmasi ke petugas apakah benar air keran bisa langsung diminum dan digunakan untuk membuat kopi atau teh. Pertanyaan itu muncul karena alat pembuat kopi di hotel-hotel selalu disertai dengan petunjuk “ambil air minum dari keran”. Pertanyaan itu juga mengemuka ketika saya sadar tidak ada air mineral yang tersedia gratis di kamar. Kalau mau minum air dalam kemasan yang ada di atas meja, harganya lumayan mahal, yaitu sekitar Rp 50 ribu.

Walhasil, saya terpaksa membeli air mineral di supermarket di setiap kota yang dikunjungi. Aktifitas ini rutin dilakukan di malam hari setelah check-in hotel.

Pernah saya pergi ke satu restoran di kota Alexandria, Virginia. Di situ tersedia air minum yang bisa diambil sendiri. Tapi begitu minum seteguk, saya langsung memutuskan untuk membeli air soda untuk menghilangkan rasa zat besi yang terlanjur menempel di lidah.

Tapi ada satu hotel yang menyediakan air minum gratis yang kualitasnya lebih bagus dari air keran. Yaitu hotel Club Quarters Rockefeller Center di New York City. Di hotel ini, tersedia tempat pengambilan air minum di beberapa lantai, salah satunya di lantai 20 (satu lantai dengan kamar saya). Juga tersedia botol kosong tanpa label. Sehingga setiap kali keluar atau kembali ke hotel, saya selalu menyambangi tempat itu untuk sekedar mengambil satu botol air minum (gratis).

O iya, ada satu lagi kebiasaan di Amerika terkait air minum. Di restoran mana pun saya makan, selalu disuguhi air mineral dengan es. Saya tidak tahu kenapa orang Amerika suka sekali minum air es. Mungkin karena darah mereka panas, sehingga perlu didinginkan dengan air es. Sebenarnya kalau melihat teriknya matahari di sana yang panasnya sangat menyengat, kebiasaan itu bisa dimaklumi. Tapi ketika saya di San Francisco, negara bagian California, yang udaranya super dingin seperti di puncak, tetap saja disuguhi air es, dan orang-orang bule itu sangat menikmati air dingin di cuaca super dingin.

Walhasil lagi, setiap kali makan di rumah makan, saya dan teman-teman dari Indonesia selalu pesan air putih tanpa es (dan itu pun airnya sudah dingin).

“No ice, please….”

Sumber [Iskandar zulkarnaen |wisata.kompasiana.com]

Proses Khlorinasi

Proses khlorinasi, Banyak yang belum faham Khlorinasi. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita jika tidak sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian.

Klorinasi merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Kadar sisa klor sebagai produk klorinasi dipengaruhi oleh beberapa bahan kimia yang bersifat reduktor terhadap klor yang mengakibatkan kadar sisa klor dalam air tidak cukup untuk membunuh bakteri.

Klorin ini banyak digunakan dalam pengolahan limbah industri, air kolam renang, dan air minum di Negara-negara sedang berkembang karena sebagai desinfektan, biayanya relatif murah, mudah, dan efekti. Senyawa-senyawa klor yang umum digunkan dalam proses klorinasi, antara lain, gas klorin, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida, dihidroisosianurate dan kloramin.

Klorinasi adalah proses penambahan elemen klorin ke air sebagai metode pemurnian air untuk membuatnya layak dikonsumsi manusia sebagai air minum. Air yang telah diklorinasi efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

khlorinasi proses

Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi
Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin
Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan
Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004): N/No = [(Cr*t)/b]-n Dimana No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL) Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L) t : waktu kontak (menit) n : kemiringan kurva inaktivasi b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak
Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004). Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan.

Berikut beberapa kegunaan klorin:

  1. Memiliki sifat bakterisidal dan germisidal.
  2. Dapat mengoksidasi zat besi, mangan, dan hydrogen sulfide.
  3. Dapat menghilangkan bau dan rasa tidak enak pada air.
  4. Dapat mengontrol perkembangan alga dan organisme pembentuk lumut yang dapat mengubah bau dan rasa pada air.
  5. Dapat membantu proses koagulasi.

Cara kerja klorin
Klorin dalam air akan berubah menjadi asam klorida. Zat ini kemudian di netralisasi oleh sifat basa dan air sehingga akan terurai menjadi ion hydrogen dan ion hipoklorit.

Klorin sebagai disenfektan terutama bekerja dalam bentuk asam hipoklorit (HOCl) dan sebagian kecil dalam bentuk ion hipoklorit (OCl-). Klorin dapat bekerja dengan efektif sehingga desinfektan jika berada dalam air dengan pH sekitar 7. Jika nilai pH air lebih dari 8,5, maka 90% dari asam hippokorit itu akan mengalami ionisasi menjadi ion hipoklorit. Dengan demikian, khasiat desinfektan yang memiliki klorin menjadi lemah atau berkurang.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman yaitu penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18’C, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen. Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8

Berikut istilah dalam proses Klorin mematikan MO:

  1. Dosis klorin/Chlorine Dosage = Jumlah klorin yang ditambahkan, biasanya dinyatakan dalam satuan mg/l.
  2. Kebutuhan klrorin/Chlorine Demand = Jumlah klorin yang tidak tersedia sebagai desinfektan sebagai akibat reaksi dari berbagai senyawa.
  3. Residu klorin/Chlorine Residual = Jumlah klorin yang tersedia sebagai desinfektan setelah waktu kontak tertentu.
  4. Ketersedian residu klorin bebas = Jumlah dari residu klorin yang tersedia dalam air maupun air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

 

Saringan air pasir

Saringan air pasir sangat sederhana, Saringan air pasir dapat digunakan dalam rangka meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat khususnya mengenai kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan, maka perlu disesuaikan dengan sumber air baku serta teknologi yang sesuai dengan tingkat penguasaan teknologi dalam masyarakat itu sendiri. Salah satu alternatif yakni dengan menggunakan teknologi pengolahan air sederhana dengan saringan pasir.

Sistem saringan pasir adalah merupakan teknologi pengolahan air yang sangat sederhana dengan hasil air bersih dengan kualitas yang cukup baik. Sistem saringan pasir lambat ini mempunyai keunggulan antara lain tidak memerlukan bahan kimia (koagulan) yang mana bahan kimia ini merupakan kendala sering dialami pada proses pengolahan air di daerah pedesaan.

Dengan menggunakan teknologi saringan air pasir, dapat dihasilkan air olahan dengan kualitas yang cukup baik dengan biaya operasional sangat murah. Pengopersiannya sangat mudah dan sederhana. Air baku yang digunakan yakni air sungai atau air danau yang tingkat kekeruhannya tidak terlalu tinggi. Jika tingkat kekeruhan air bakunya cukup tinggi misalnya pada waktu musim hujan, maka agar supaya beban saringan pasir lambat tidak telalu besar, maka perlu dilengkapi dengan peralatan pengolahan pendahuluan misalnya bak pengendapan awal dengan atau tanpa koagulasi bahan dengan bahan kimia.

Umumnya disain konstruksi dirancang setelah didapat hasil dari survai lapangan baik mengenai kuantitas maupun kualitas. Dalam gambar desain telah ditetapkan proses pengolahan yang dibutuhkan serta tata letak tiap unit yang beroperasi. Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

saringan air pasir

Di dalam sistem pengolahan ini proses pengolahan yang utama adalah penyaringan dengan media pasir dengan kecepatan penyaringan 5 – 10 m3/m2/hari. Air baku dialirkan ke tangki penerima, kemudian dialirkan ke bak pengendap tanpa memakai zat kimia untuk mengedapkan kotoran yang ada dalam air baku. selanjutnya di saring dengan saringan air pasir. Setelah disaring dilakukan proses khlorinasi dan selanjutnya ditampung di bak penampung air bersih, dan hasilnya air siap alirkan pada rumah anda.

Jika air baku baku dialirkan ke saringan pasir lambat, maka kotoran-kotoran yang ada di dalamnya akan tertahan pada media pasir. Oleh karena adanya akumulasi kotoran baik dari zat organik maupun zat anorganik pada media filternya akan terbentuk lapisan (film) biologis. Dengan terbentuknya lapisan ini maka di samping proses penyaringan secara fisika dapat juga menghilangkan kotoran (impuritis) secara bio-kimia. Biasanya ammonia dengan konsetrasi yang rendah, zat besi, mangan dan zat-zat yang menimbulkan bau dapat dihilangkan dengan cara ini. Hasil dengan cara pengolahan saringan pasir ini mempunyai kualitas yang cukup baik.

Cara ini sangat sesuai untuk pengolahan yang air bakunya mempunyai kekeruhan yang rendah dan relatif tetap. Biaya operasi rendah karena proses pengendapan biasanya tanpa bahan kimia. Tetapi jika kekeruhan air baku cukup tinggi, pengendapan dapat juga memakai baghan kimia (koagulan) agar beban filter tidak terlalu berat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal pengoperasian saringan pasir lambat dengan arah aliran dari atas ke bawah antara lain yakni :

1. Kecepatan penyaringan harus diatur sesuai dengan kriteria perencanaan. Jika kekeruhan air baku cukup tinggi sebaiknya kecepatan diatur sesuai dengan kecepatan disain mimimum.

2. Pencucian media penyaring (pasir) pada saringan awal (pertama) sebaiknya dilakukan minimal setelah satu minggu operasi, sedangkan pencucian pasir pada saringan ke dua dilakukan minimal setelah tiga sampai – empat minggu operasi.

3. Pencucian media pasir dilakukan dengan cara membuka kran penguras pada tiap-tiap bak saringan air, kemudian lumpur yang ada pada dasar bak dapat dibersihkan dengan cara mengalirkan air baku sambil dibersihkan dengan sapu sehingga lumpur yang mengendap dapat dikelurakan. Jika lupur yang ada di dalam lapisan pasir belum bersih secara sempurna, maka pencucian dapat dilakukan dengan mengalirkan air baku ke bak saringan pasir tersebut dari bawah ke atas dengan kecepatan yang cukup besar sampai lapisan pasir terangkat (terfluidisasi), sehingga kotoran yang ada di dalam lapisan pasir terangkat ke atas. Selanjutnya air yang bercampur lumpur yang ada di atas lapisan pasir dipompa keluar sampai air yang keluar dari lapisan pasir cukup bersih.

Apabila konstruksi saringan dirancang sesuai dengan kriteria perencanaan, maka alat ini dapat menghasilkan hasil yang baik dan murah.

Menggunakan saringan air pasir adalah cara sederhana memperoleh air bersih. Tentunya syaratnya selama air sumber yang kita miliki belum tercemar oleh limbah kimia berbahaya. Air yang keruh, kotor ataupun berbau masih dapat diatasi. Jika memiliki cukup uang, Anda dapat mencoba menggunakan alat saringan bermerk yang sudah teruji dan bergaransi seperti Nano Smart Filter. Jika tidak, Anda cukup membuat saringan air sederhana yang dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan namun hasil nya tentu tidak semurni air hasil filtrasi alat modern.

Sumber [Aneka Sumber]

Alat penjernih air modern

Alat penjernih air & penyaring air berfungsi untuk menghilangkan rasa, bau, dan warna pada air sehingga kualitas air dapat meningkat. cara penyaringan air yang biasa digunakan adalah tawas, karbon aktif dan kaporit, Namun semakin berkembangnya dunia filter air maka munculah media filter terbaru yaitu pureTAG Super. Penggunaan media filter tersebut sebagai alat penjernih air / penyaring air kurang efisien, karena pemisahan endapan dan air cukup sulit.

Teknologi modern alat penjernih & penyaring air. Hadirnya teknologi alat penjernih air sangat efektif mengingat kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan kurangnya pasokan air yang berkualitas tinggi menyebabkan alat penyaring air berkualitas bagus mulai banyak dibutuhkan saat ini. karena kualitas air juga harus diperhatikan, bukan hanya dari segi kuantitas saja. Karena air yang tidak berkualitas dikhawatirkan mengandung senyawa yang dapat membahayakan tubuh.

alat penjernih air

Di daerah tertentu terkadang air bersih sangat sulit didapatkan. Bukan berarti air bersih tidak ada. tetapi di sebagian tempat untuk bisa dipakai minum air harus melewati proses penjernihan dahulu.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu tawas untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran, karbon aktif untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam air. Namun penggunaan bahan tersebut sebagai cara penyaringan air, sekarang ini mulai kuran diminati. Hal ini disebabkan alat penjernih air sederhana seperti ini bisa kita buat sendiri. banyak sekali bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk menjernihkan air secara alami. Misalnya batu, pasir, kerikil, arang sekam padi, ijuk, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain. Kesemuanya itu sangat mudah kita temukan disekitar kita.

Teknologi penjernihan air modern. beberapa teknologi membran pada saringan air yang terkenal ada beberapa jenis:

1. Ultrafiltrasi (UF)
2. Reverse Osmosis (RO)
3. ElektroDialisis (ED)
4. Elektrodialisis Reversal (EDR)
5. Mikrofiltrasi (MF)
6. NanoFiltrasi (NF)

Semua jenis teknologi membrane filter air diatas mampu untuk mengembangkan ion kecuali ultrafiltrasi. karena ukuran pori-pori membran UF terlalu besar untuk menahan ion dan teknologi UF ini hanya dipakai untuk menghilangkan kontaminan (berukuran besat), seperti minyak dan lemak serta suspended solid.

Dari 4 macam teknologi diatas, teknologi reverse osmosis (RO) menggunakan membran RO yang sangat terkenal akan kualitas dari hasil filtrasi nya.

Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an. Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis film komposit dimana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membrane.

Begitu banyak depot air minum isi ulang memakai teknologi ini dengan tambahan alat pretreatment dan post treatment UV.

Sumber [Aneka Sumber]

Material Pompa Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah industri , material Pompa Pengolahan Air beraneka ragam. Pompa merupakan salah satu kelengkapan yang sangat vital di dalam instalasi pengolahan air limbah. Pompa merupakan mesin yang dipakai untuk mengalirkan zat cair dari suatu tempat ketempat yang lain. Dengan adanya perbedaan tekanan antara diluar pompa dan didalam pompa, fluida mengalir masuk kedalam pompa melalui saluran masuk (suction) dan keluar melalui saluran tekan (discharge).

Pemompaan di dalam instalasi pengolahan air limbah digunakan antara lain untuk memindahkan air limbah dari dalam sumur pompa ke reaktor pengolahan, dosing bahan kimia, mengeluarkan lumpur dari dalam clarifier. Ketiga proses pemompaan tersebut dapat dilakukan menggunakan jenis pompa desak (positive displacement pumps). Pompa jenis ini digunakan karena memiliki ketahanan tinggi dalam menangani beragam jenis fluida dan partikel padatan. Pompa dosing, salah satu pompa desak terkecil di pasaran, berfungsi untuk memompa bahan kimia ke dalam tangki dengan dosis yang tepat.

Pompa sentrifugal merupakan jenis pompa yang umum digunakan untuk memompa air limbah karena tidak mudah tersumbat. Penggunaan pompa rendam (submersible) untuk air limbah lebih baik karena dapat mencegah terjadinya kavitasi sebagaimana sering terjadi pada penggunaan pompa bukan rendam(non submersibel) dengan posisi tekanan negatif (posisi pompa berada diatas permukaan air).

pengololahan air limbah pompa

Material pompa harus sesuai dengan karakteristik fluida yang dialirkan untuk mencegah terjadinya pengikisan atau karat. Karakteristik air limbah yang dapat mempengaruhi pemilihan material pompa serta jenis lapisan/perlindungan yang diperlukan antara lain konsentrasi klorida, pH, konsentrasi oksigen, dan temperatur. Material impeller pompa merupakan yang terpenting untuk diperhatikan mengingat bagian ini sangat terpengaruh oleh kikisan dan korosi akibat kecepatan relatifnya terhadap air limbah. Beberapa material impeller pompa yang biasa digunakan antara lain grey iron, stainless steel, dan Hard-IronTM.

Grey Iron
Grey iron merupakan material impeller yang paling umum digunakan dalam pemompaan air limbah terutama jika karakteristik limbahnya tidak terlalu korosif (biasanya untuk air limbah domestik). Rentang pH yang sesuai untuk material grey iron adalah pada kisaran 5.5 hingga 14 dengan catatan kandungan klorida tidak melebihi 200 mg/L. Apabila konsentrasi klorida melebihi nilai tersebut maka diperlukan lapisan pelindung berupa zinc anoda dan pelapis epoksi khusus.

Stainless Steel
Stainless steel (tipe 316/329) memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi namun tidak pada pengikisan. Air limbah kerap kali mengandung partikel yang abrasif sehingga aplikasi pompa berbahan stainless steel sangat terbatas di instalasi pengolahan air limbah bahkan tidak terlalu direkomendasikan.

Hard-IronTM
Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap korosi dan juga tahan terhadap pengikisan. Hard-IronTM memiliki kandungan kromium (25%) dan karbon (3%). Sebuah pengujian yang dilakukan di laboratorium milik Xylem,Inc. menunjukkan bahwa impeller berbahan Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap pengikisan hingga tiga kali lebih lama dibanding impeller berbahan grey iron dan stainless steel.

Panel dan komponen-komponen pompa air limbah harus menggunakan jenis yang tahan air (waterproof). Semua Circuit Breaker, peralatan proteksi, beban lebih, relai proteksi dan pengatur waktu (timer) harus ada pada panel pompa air limbah. Semua kabinet panel kontrol, panel daya, Circuit Breaker, saklar pengaman, dan peralatan listrik yang lain, harus dilengk api atau ditempel dengan plat nama (name plate) untuk memudahkan pengenalan.

Berikut ini perlengkapan pompa pada pompa air limbah:
1.Screen dipasang di depan pompa, terutama bila mengalirkan air limbah
2. Tambahkan unitgrit chamber bila air limbah banyak mengandung grit
3. Berbagai perlengkapan untuk pompa sentrifugal : Sebuah valve pelepas tekanan udara dipasang pada titik tertinggi di dalam casing untuk melepaskan udara atau gas, Gauges pada pipa tekan dan isap, Sebuah meter pada pipa tekan, Sebuah kurva karakteristik pompa, Sebuahc heck-valve antara gate valve dan pompa pada pipa tekan.
4. Alat otomatis (floating switches) sebaiknya digunakan agar pemompaan dapat dilakukan 24 jam secara otomatis.

Dengan memilih pompa pengolahan air limbah yang canggih dengan efisiensi total tertinggi, tanpa mengompromikan saluran bebas hidrolik dan kekokohan konstruksi, Anda berada di jalur yang tepat untuk mereduksi emisi CO2 dan menurunkan biaya operasi sistem pompa pengolahan air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air kuning rumah tangga

Air kuning tanda zat besi tinggi, Air kuning atau menguning bahkan coklat keruh dapat diatasi menggunakan filter air dan teknik lainnya yuk kita baca sama-sama :) ,Air adalah sumber kehidupan. Kita tak bisa membayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air! Tentu saja tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan, baju-baju kotor juga tidak bisa kita cuci, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lain bagi manusia jika tidak ada air. Cara mengatasi air kuning keruh dan bau sangatlah mudah, ada beberapa cara dan mari kita simak untuk memilih cara terbaik yang efektif. Masalah air kuning keruh bau karat maupun berminyak umum disebabkan karena zat besi(Fe) dan Kadar mangan (Mg) yang berlebih pada air sehingga menyebabkan endapan pada bak/penampungan,penyumbatan di pipa instalasi sehingga debit air mengecil, perabot rumah tangga pun menjadi rusak karena flak kuning/ hitam,digunakan mencuci pakaian berubah warna kusam dll. Masalah air seperti ini membuat kita jadi pusing kurang kenyamanan tinggal,pengeluaran pun jadi bertambah.

air kuning filterKondisi air yang berbau besi dan berwarna kuning sering dikeluhkan oleh sebagain besar pengguna air , khususnya penggunan air tanah atau air sumur dengan kandungan besinya banyak. Selain mengganggu kenyamanan juga dapat berdampak negatif yang serius untuk kesehatan Anda.  Air sumur yang berwarna kekuningan biasanya disebabkan oleh adanya kandungan zat besi yang tinggi di dalam air. Untuk mengatasi hal tersebut selain anda dapat menambah kedalaman sumur di rumah anda kurang lebih 3 – 4 meter. Namun ada salah satu  Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air dengan media filter PureTAG Super. Baik besi maupun mangan, dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk kolloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik.

Oleh karena itu cara pengolahannya pun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dan mangan dalam air yang akan diolah. Ada beberapa cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air salah satu diantarannya yakni dengan cara oksidasi, dengan cara koagulasi, cara elektrolitik, cara pertukaran ion, cara filtrasi kontak, proses soda lime, pengolahan dengan bakteri besi dan cara lainnya.Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yakni oksidasi dengan udara atau aerasi, oksidasi dengan khlorine (khlorinasi) dan oksidasi dengan kalium permanganat.

Selain dengan cara oksidasi, penghilangan senyawa besi dan mangan dalam air yang umum digunakan khususnya untuk skala rumah tangga yakni dengan mengalirkan ke suatu filter air dengan media filter PureTAG Super.

Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu :
1. Oksidasi dengan Udara (Aerasi)
Zat besi (Fe) dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air efeknya kadar besi mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya menempel di bak penampungan/toren air. Kelemahanya mungkin kita akan sering menguras toren tersebut agar kotoran endapan tidak ikut ke pipa instalasi.

2. Oksidasi dengan Sedimentasi (Pengendapan)
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air.

3. Oksidasi dengan kalium permanganat
Kalium Permanganat termasuk golongan peroksidan yang dapat melepaskan oksigen (prosesoksidasi) sehingga dapat membunuh kuman (bakteri sid). Kalium permanganat berupa Kristal ungu, mudah larut dalam air. Dalam larutan encer merupakan peroksidan. Penglepasan oksigen terjadi bila zat ini bersentuhan dengan zat organik. In aktivasi menyebabkan perubahan warna larutan dari ungu menjadi biru. Zat ini bekerja sebagai iritan, deodoran danastringen.

Memang  cara mudah mengatasi air kuning bau besi dengan cara – cara tersebut tidak terlalu sulit kalau dilakukan oleh ahlinya , namun kebanyakan pengguna air seperti sebagian dari Anda adalah orang awam atau mempunyai kesibukan lainnya sehingga tidak effisien kalau harus dikerjakan sendiri. Namun Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi dengan teknologi penyaringan air yang telah dikembangkan oleh Nano Smart Filter dapat mempermudah pekerjaan untuk mendapatkan air bersih dan sehat serta ekonomis. Dengan menggunakan filter air NANO Smart Filter anda tidak perlu repot lagi memikirkan masalah air , karena kami akan menyelesaikannya hingga tuntas :)

Cara Menghilangkan Air Bau Besi

Air bau besi sangat mengganggu, Air bau besi terjadi karena kandungan besi dalam air anda tinggi. Oleh karena itu yuk kit abaca artikel berikut ini. Apakah anda tinggal di daerah yang belum terjangkau PDAM ? solusi terbaik bagi anda yang belum terjangkau air bersih dari PDAM pasti anda akan membuat sumur dan menggunakan filter air untuk memenuhi kebutuhan air anda. Namun tak sedikit orang yang mengeluhkan air sumur yang kurang bersih atau air sumur yang bau. Air sumur yang bau biasa nya di sebabkan oleh perembesan berbagai senyawa yang terdapat di lapisan tanah yang menjadi tempat kita membuat sumur tadi. Akibat nya air sumur yang kita pakai akan menimbulkan bau tak sedap bahkan berubah warna menjadi cokelat atau kuning yang membuat kita enggan untuk memakai air sumur tersebut. Sehingga diperlukan filter air untuk menjadikan air bersih dan sehat.

Air merupakan bagian paling penting dalam kehidupan sehari hari. Karena selain untuk keperluan  makan dan minum, air juga dimanfaatan untuk keperluan lainya seperti mandi dan mencuci.

cara mengatasi air bau besi

Dari manakah sumber air didapat?

Kita mendapatkan sumber air bisa dari Perusahaan air minum ( PDAM ), sumber mata air, air tadah hujan dan yang paling banyak digunakan adalah bersumber dari air tanah ( sumur gali, sumur pantek ). Dan yang paling banyak bermasalahpun adalah air yang berasal dari sumur, baik sumur gali atau sumur pantek, yang pada umumnya permasalahannya adalah air bau besi.  Pada sumur gali selain berbau besi, kondisi air juga keruh berwarna kuning kecoklatan sedangkan pada sumur pantek biasanya saat air yang baru keluar dari pompa akan terlihat jernih namun lama kelamaan air akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan, hal ini disebabkan air dari dalam tanah awalnya tidak kontak dengan udara sehingga tidak terjadi oksidasi sedangkan bila sudah kontak dengan udara terjadilah oksidasi dan air akan terlihat menguning.

Nah kali ini kita akan berbagi cara menghilangkan air bau besi

Air bau besi ini diakibatkan oleh kandungan Zat besi ( Fe ) dan zat mangan ( Mn ) yang cukup tinggi di dalam air. Kedua zat tersebut diatas bila terkena pada benda seperti dinding bak,  ember, baju dan lainnya akan menempel dengan kuat sehingga benda tersebut berwarna kuning dan susah dihilangkan selain itu air menjadi bau.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 20 Tahun 1990, supaya zat Fe dan Mn tidak mengganggu kesehatan, maka kadar yang diijinkan adalah untuk Fe sebesar 0,3 mg / liter sedangkan untuk Mn sebesar 0,1 / liter. Untuk itu perlu dilakukan langkah langkah guna menurunkan zat zat tersebut diatas.

Tips dan trick serta teknik untuk menghilangkan zat besi dan mangan pada air,
Untuk menghilangkan bau besi ini yang umum dilakukan adalah dengan cara oksidasi dan penyaringan:

Oksidasi Dengan Udara (Aerasi)
Air yang dinaikan ke dalam tendon/toren/penampungan air di buat lebih banyak kontak dengan udara misalnya dengan memasukan udara kedalam air melalui pompa udara sepeti pompa akuarium. Hal ini dilakukan agar zat besi lebih cepat teroksidasi dan selanjutnya zat besi yang telah teroksidasi akan mengendap dengan sendirinya. Namun proses oksidasi dan pengendapan secara alami ini memakan proses waktu lama.

Oksidasi Dengan Kimia
Untuk mempercepat proses oksidasi dan pengendapan dapat dilakukan dengan pemberian klorine, kapur, kaporit atau kalsium hipokhlorit. Untuk mengoksidasi atau menghilangkan besi dan mangan dengan pemberian kaporit ini relatif sangat mudah karena berupa serbuk atau tablet yang mudah larut dalam air. Selain itu kaporit juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang dapat merugikan kesehatan.

Proses Filtrasi Dengan Filter
Proses penyaringan biasanya dengan menggunakan media pasir bisa berupa PureTAG Super, zeolit, karbon active, arang batok kelapa. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media filter, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Filter air dapat digunakan secara luas untuk irigasi, air minum, akuarium dan kolam renang. Sehingga air yang anda gunakan bersih, sehat, jernih, dan tidak berbau kembali.

Sumber [Aneka Sumber]

Masalah air bersih jakarta

Air bersih sangat dibutuhkan, Kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2014 seharusnya mencapai 23,3 meter kubik per detik. Namun, hingga saat ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya baru bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta mencapai 18,025 meter kubik per detik. Sehingga masih mengalami defisit sekitar 5,3 meter kubik per detik.

Direktur PDAM Jaya mengatakan bahwa ketahanan air di Jakarta baru mencapai tiga persen. PDAM Jaya berharap dapat meningkatkan ketahanan air di Jakarta hingga mencapai 20-25 persen. Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan sungai-sungai di Jakarta.

“Yang bermasalah sekarang adalah kontinuitasnya. Karena sumber air di Jakarta itu asalnya dari luar. Kita akan coba meningkatkannya, karena masih mengalami defisit sebanyak 5,3 meter kubik per detik,” jelasnya di Balaikota DKI, Jakarta.

air bersih kota jakarta

Tidak hanya akan mengoptimalkan air sungai Jakarta, lanjutnya, PDAM Jaya juga akan terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) dari 42 persen tahun lalu menjadi 35 persen di tahun 2015. “Tahun ini kita targetkan penurunan NRW mencapai 39 persen, lalu tahun 2014 ini mencapai 37 persen,” ujarnya.

Solusi lainnya untuk meningkatkan penyediaan kebutuhan air baku di Jakarta, harus dilakukan revitalisasi sungai-sungai di Jakarta. Sehingga dapat dijadikan sumber air baku bagi air minum warga Jakarta. Juga melakukan revitalisasi puluhan situ atau waduk. Tidak berhenti disitu, Pemprov DKI juga akan membangun Tanggul Laut Raksasa yang akan dapat dijadikan sumber air baku baru.

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga kurang mampu, dijelaskannya, PDAM Jaya sedang menyiapkan landasan hukumnya untuk memberikan bantuan tersebut. PDAM Jaya merencanakan akan memberikan bantuan air bersih kepada 5 ribu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masing-masing Palyja dan Aetra akan membantu dua ribu MBR. Hingga saat ini pelanggan MBR sudah mencapai 140 ribu pelanggan.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai. Kami sedang siapkan, karena semua harus ada landasan hukumnya,” tukasnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan 60 persen air bersih di Jakarta Barat tidak layak minum. Air tersebut tidak memenuhi standar air layak untuk dikonsumsi sebagai air minum dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907 tahun 2002.

Merujuk pada aturan tersebut, parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum, yaitu harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Sementara suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas. Selain itu, air minum tidak menimbulkan endapan. Jika air yang dikonsumsi menyimpang dari hal itu, maka sangat mungkin air telah tercemar.

Dari aspek kimiawi, bahan air minum tidak boleh mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat (misalnya Nikel, Kobalt, Seng) ataupun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Ditinjau dari aspek mikrobiologi, bakteri patogen yang tercantum dalam Permenkes, yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella.

Bakteri patogen tersebut dapat membentuk racun setelah periode laten yang singkat, yaitu beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform, seperti Escherichia colli yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Di Jakarta Barat, daerah yang mengalami kriris air bersih layak minum adalah Kecamatan Kalideres, Cengkareng, dan Kecamatan Grogol Petamburan. “Namun air bersih tersebut, hingga 70 persen masih layak digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci pakaian,” ucapnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat menuturkan interusi air laut menyebabkan kondisi air di beberapa daerah di Jakarta Barat menjadi asin. Ini disebabkan gravitasi air karena pembangunan gedung-gedung tinggi. Yang berakibat pada turunnya air permukaan hingga 1-1,5 sentimeter per tahun.

Ia menjelaskan, semakin banyak gedung tinggi, maka aktivitas pengeboran tanah pun tinggi. Air tanah akan terdesak, dan air laut masuk memenuhi kekosongan rongga tanah. “Air permukaan turun, air laut masuk. Sehingga air tanah menjadi asin. Kondisi ini bahkan sudah mencapai daerah Daan Mogot,” ucapnya.

Tak hanya itu, kotornya air tanah di Jakarta Barat, menurutnya lebih disebabkan oleh industri yang melakukan blessing, yakni membuang limbah tanpa melewati Instalasi Penanggulangan Air Limbah (IPAL). Sehingga, limbah yang dibuang langsung keselokan menyebabkan air tercemar.

IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Fungsi dari IPAL mencakup:

  • Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
  • Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beragam fungsi. Beberapa metode seperti biodegradasi diketahui tidak mampu menangani air limbah secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Sumber [Aneka Sumber]

Cara Mengatasi Reverse Osmosis Mampet

Reverse Osmosis mampet / tersumbat, Reverse osmosis sudah biasa digunakan oleh negara negara maju untuk pengolahan air, baik air tawar,air laut,air sungai,dll. Dengan menggunakan membran dengan pori pori sebesar 0,0001 micron dan dorongan pompa Booster bertekanan tinggi, menghasilkan air murni dengan kandungan mineral rendah dan TDS rata rata dibawah 10. Teknologi air RO dari penjual mesin air ini telah lama digunakan oleh negara negara maju untuk keperluan air bersih dan air minum.

Lalu Mengapa Air RO Keluar Hanya Sedikit ?

Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa hal diantaranya, karena air baku tidak lancar / tersumbat Karena tekanan air baku tidak kencang (idealnya bertekanan 1-2 bar), Karena tekanan pompa booster / pompa membrane kurang (min.50psi), Karena Post Carbon yang mampet,  karena membrane Reverse Osmosis mampet.

AIR BAKU
RO adalah menghasilkan 1 liter dari 4 liter air baku yang masuk Apabila air baku berkurang, maka air ro akan berkurang pula.

TEKANAN AIR BAKU
Selain kebutuhan air baku yang banyak, dibutuhkan juga tekanan air baku, untuk memaksimalkan kinerja pompa booster.

POMPA BOOSTER
Hal lain yang menentukan air RO adalah tekanan booster pump. Tekanan ini beraneka ragam, tergantung kapasitas membranenya. Tekanan paling minimal adalah 50psi – 225psi. Karena diameter membrane 0.0001 mikron, maka dibutuhkan kinerja booster pump yang baik.

POST CARBON
Ada aneka macam post carbon, yang beredar di pasaran. Salah satu penyebab air RO keluar dikit bahkan tidak keluar karena tersumbatnya post carbon maupun membekunya post carbon, yang menjadi seperti batu.

Coba anda buka selang sebelum post carbon, liat keluar air ro apakah sama atau lebih kencang
Kalau lebih kencang, maka anda perlu ganti post carbon, Kalau hasil sama saja, kemungkinan besar adalah membrane nya yg perlu diganti

MEMBRANE
Diameter membrane RO adalah 0.0001 mikron 500.000 x lebih kecil dari sehelai rambut, Jadi untuk membantu kinerja membrane, diperlukan :

  • Filter Media CARBON : Untuk menyaring besi, dll.
  • Filter Media RESIN / Ion Exchange : Untuk menyaring kapur / kesadahan / CaCo3.
  • Sedimen Filter 1 mikron : Untuk menyaring debu halus, pasir dan kotoran lain.

Memang ada beberapa daerah yang hanya cukup filter media carbon, bahkan tidak memerlukan filter media ini, karena kualitas air baku cukup bagus. Khusus untuk daerah yang banyak mengandung kapur, wajib sekali menggunakan Media Filter RESIN / Ion Exchange, tapi apabila kadar kapur tidak begitu banyak, maka Filter RESIN yang kecil saja cukup, asal penggantian rutin tiap bulannya.

reverse osmosis cara merawat

PENYEBAB MEMBRANE MAMPET

Kapur / kesadahan / CaCo3 biasanya tidak dilengkapi Filter Media Ion Exchange yang besar, dan maintenance filter ini tidak rutin.

Kandungan besi dan lainnya yang cukup signifikan jumlahnya.

Debu halus dan partikel lain – biasanya terjadi karena terlambat mengganti spun 2 mikron, atau menggunakan spun lain yg murah, sehingga kotoran tetap lolos dan mengenai membrane.

Namun demikian filter mesin air RO ini memiliki kelemahan,yakni biaya operasional mesin RO yang tinggi akibat air penyulingan yang terbuang cukup banyak dan biaya penggantian membrane filter air RO yang cukup mahal. Depo air minum isi ulang jika anda menggunakan filter air RO sebaiknya harga jual anda lebih tinggi daripada Depo air minum isi ulang biasa. Banyak yang bertanya,berapa ribu liter masa pemakaian membrane filter air reverse osmosis ? jawabannya adalah tergantung kualitas air baku. Jika anda menggunakan filter RO dengan air baku dari pegunungan yang bersih dibandingkan air bor yang merah dan keruh tentu akan berbeda. Jika menggunakan air pegunungan bisa sampai 1 tahun untuk ganti membran,namun hanya 1 hari untuk air bor. Kelemahan yang lain, pompa Booster air RO dari penjual mesin air tidak akan hidup apabila tekanan air yang menuju Booster tidak maksimal. Hal ini kadang kadang yang tidak diketahui oleh teknisi mesin air RO.

Dapatkah membran mesin RO dicuci? Membrane RO dapat dicuci namun hasilnya tidak akan maksimal. Perbandingan pembuangan filter air murah reverse osmosis juga setiap hari mengalami perubahan. Saat kondisi baru, perbandingan pembuangan filter air limbah reverse osmosis adalah 50 : 50. Namun semakin hari karena membrane filter RO semakin buntu,perbandingan terbalik hingga 20 : 80 bahkan 10 : 90 !. Bahkan air produksi keluarnya hanya menetes,yang deras keluar malah air pembuangan. Jika terjadi kerusakan pada mesin reverse osmosis,membran R.O sebaiknya jangan terlalu lama dikeluarkan dari housing membran karena jika sampai membran tsb kering maka hampir bisa dipastikan membran akan setengah buntu/ kapasitas menurun. Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit reverse osmosis anda,ini untuk mencegah penggantian membran yang terlalu cepat.

Biaya maintenance sebuah mesin RO wajib dianggarkan, jadi pada saatnya penggantian membrane maupun filter lainnya tidak akan terasa. Kecuali anda tidak menyediakan anggaran untuk pemeliharaan tersebut, baru terasa berat untuk penggantiannya.

Jadi sekali lagi, Mesin RO adalah mesin yang perlu dirawat dengan baik, dan tidak seperti membrane filter air biasa yang bisa berlumut dalam beberapa hari / minggu.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Bersih Jakarta Belum Dinikmati

Air bersih jakarta belum dinikmati, air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok publik, setelah pangan dan energi. Pemerintah bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur sumber air bersih, saluran dan pengolahan air bersih, saluran irigasi, pupuk dan bibit untuk pertanian serta pemanfaatan sumber energi termasuk eksplorasi, pembangunan kilang, pipanisasi dan hilirisasi energi lainnya.

Indonesia yang menurut banyak pihak kaya akan sumber daya alam (SDA), pada kenyatannya tidak demikian. Hampir semua kota-kota besar, tempat sebagian populasi Indonesia berada, sudah mulai krisis air sejak beberapa tahun belakangan ini. Dari sisi pangan dan energi, Indonesia sudah menjadi pengimpor sejati, apapun alasannya. Jelas Indonesia memang tidak mempunyai ketahanan pangan dan energi.

Semua ini terjadi karena Pemerintah mengabaikan mengurus anugrah SDA yang berlimpah sehingga lalai membangun infrastruktur. Begitu pula dengan urusan air, khususnya air baku yang sudah puluhan tahun diabaikan. Pemerintah hanya senang membuat proyek hilirnya saja, bukan hulu.

Buruknya pengelolaan lingkungan oleh hampir semua Pemerintah Daerah dan tumpang tindihnya berbagai peraturan perundang-undangan di tingkat Pusat membuat air diabaikan oleh Negara. Bersamaan dengan itu bisnis air dalam kemasan semakin marak, baik yang legal maupun illegal.

Dalam tulisan ini Agus Pambagio hanya akan mengulas persoalan air bersih yang harus disediakan oleh Negara kepada seluruh warga Ibu Kota Jakarta. Sejak awal 90-an air di wilayah DKI Jakarta sudah bermasalah hingga hari ini, meskipun pengelolaan air di Jakarta sudah beralih dari BUMD terus ke swasta dan saat ini akan kembali dikelola oleh BUMD bersama dengan perusahaan patungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Perjalanan Kebijakan Air Bersih Jakarta
Air besih di Jakarta pada awalnya dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) Jakarta Raya (Jaya). Sehubungan dengan maraknya korupsi di PAM Jaya saat itu dan terus memburuknya kualitas pelayanan air bersih ke publik, membuat Pemerintah mengundang investor asing untuk mengelola air bersih di Jakarta. Maka datanglah Thames Water dari Inggris dan Lyonnaise des Eaux (yang kemudian berganti Suez Environment) dari Perancis. Kedua investor itu kemudian berkontrak dengan PAM Jaya untuk mengelola air bersih di Jakarta pada tahun 1998. Sejak saat itu kedua investor itu berbagi wilayah di DKI Jakarta untuk mengelola air bersih hingga tahun 2023.

Pendapat dan harapan Pemerintah bahwa publik Jakarta akan segera mendapatkan air bersih yang lebih baik dari sisi kualitas dan pelayanan ternyata tidak terjadi. Kondisi ini bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab operator yang notabene investor asing. Persoalan besar atau utama sebenarnya ada pada ketersedian dan kualitas air baku.
air bersih di jakarta
Kualitas air baku sangat terkait dengan tugas dan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Rusaknya ekosistem di hulu (Bendungan Jatiluhur), buruknya kualitas saluran Tarum Barat membuat air dari Sungai Bekasi yang sangat tercemar bercampur dengan air dari hulu yang dikelola oleh Perum PJT II Jatiluhur. Akibatnya air yang masuk ke unit pengolahan air milik kedua investor sangat tidak memenuhi syarat. Baik dari debit maupun kualitas.

Ketika musim kemarau debit air dari Waduk Jatiluhur berkurang dan buruk kualitasnya (bercampur limbah berat). Akibatnya biaya penjernihan air jadi mahal karena bahan kimia yang digunakan, seperti klorin juga bertambah. Di musim penghujan, meskipun air baku berlimpah tetapi unit penjernihan sering kekurangan air baku. Mengapa ? Karena air baku dibuang ke laut oleh PJT II untuk menghindari banjir di daerah Kabupaten Bekasi.

Demikian pula dengan buruknya kualitas saluran air utama Tarum Barat (Kali Malang) yang mudah jebol. Hal ini terjadi karena minimnya perawatan. Siapa yang harus merawat saluran utama ini ? Tentunya Kementrian PU menggunakan dana dari APBN. Bukan operator. Namun sering operator yang harus memperbaiki dengan dana operator. Lalu ke mana dana perawatan saluran ini? Silakan pikir sendiri.

Jadi siapa pun operatornya, mau asing, BUMD atau bahkan kembali ke PAM Jaya ketika air bakunya masih bermasalah seperti sekarang, jangan pernah bermimpi warga Jakarta akan mendapatkan suplai air bersih secara kontinyu dan berkualitas.

Langkah yang Harus Dilakukan
Pemerintah pastikan mempunyai cetak biru untuk persoalan air bersih di seluruh Indonesia yang mencakup jadwal pembangunan/perbaikan dan biaya yang dianggarkan sebelum semuanya menjadi terlambat. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Kementerian PU dan KLH harus melakukan penyelamatan sumber air baku di wilayah hulu. Lalu perbaiki saluran air baku menuju Jakarta. Caranya bisa melalui pipanisasi air atau sterilisasi khusus saluran air baku (siphon). Sayangnya Pembangunan ‘siphon’ di Tarum Barat tak kunjung selesai.

PJT II juga perlu mengeruk dan memperlebar Tarum Barat supaya dapat mengalirkan air di atas 21 m3/detik sesuai desain awal karena saat ini hanya dapat mengalirkan air sebanyak 17.1 m3/detik ke fasilitas penjernihan air milik 2 operator air (Aetra dan Palyja). Berdasarkan kontrak dengan PJT II, Aetra mendapat jatah 10,1 m3/detik dan sekitar 6 m3/detik untuk Palyja, jumlah ini sangat minim untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

Pipanisasi air baku dan pembangunan ‘siphon’ merupakan solusi lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun investasinya besar. Jika swasta yang membangun dapat dipastikan harga air baku sampai ke pusat penjernihan akan seharga lebih dari Rp. 3.000/m3 karena investor harus memasukan besaran investasi pada penghitungan tarif air bersih, seperti apa yang akan dilakukan oleh konsorsium Hutama Karya dengan operator BUMD sehingga tarif ke pelanggan juga akan mahal.

Jangan melakukan aksi korporasi untuk mengambil alih operator air jika tidak dapat memperbaiki kualitas dan ketersediaan air bersih. Mau swasta asing, swasta nasional, BUMN/BUMD atau hantu blau, silakan saja. Sudah cukup lama warga Jakarta berharap bukan saja memperoleh air bersih tetapi inginnya air minum. Air bersih Jakarta, kapan beres ?
Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen”

Sumber [“Catatan Agus Pambagio” news.detik.com]

Pages:« Prev123456...2324Next »