Alergi Air, Tak Boleh Minum hingga terkena air hujan

Air

dapat menjadi penyebab alergi bahkan jika terkena penyakit alergi air,  Tak Boleh Minum hingga terkena air hujan,

Makhluk hidup termasuk manusia sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup. Mulai dari minum, mandi, bahkan tubuh manusia sendiri dapat menghasilkan air berupa keringat, air mata, urine dan liur. Lantas apa jadinya bila manusia mengalami alergi air?

Kondisi langka inilah yang dialami segelintir orang di dunia. Alergi air atau disebut dengan Aquagenic Urticaria, merupakan alergi langka yang hanya menimpa 35 orang di dunia.

Hidup orang dengan kondisi ini cukup berat. Betapa tidak, alergi membuatnya tak boleh sama sekali kontak dengan air. Ia tak boleh mandi, berenang, berkeringat, berciuman, bahkan minum atau menangis. alergi air atau aquagenic

Berikut 4 orang di dunia yang mengalami alergi air, seperti dirangkum oleh detikHealth,:

1. Katie Dell

Menangis menjadi hal yang menyakitkan bagi Katie Dell (28 tahun) karena ia alergi air, bahkan karena air mata dan keringatnya sendiri. Katie adalah 1 dari 35 orang di dunia yang didiagnosis dengan kondisi langka yang disebut Aquagenic Urticaria, yang berarti ia alergi terhadap air.

Alergi terhadap air membuat Katie tidak boleh berlama-lama di kamar mandi, berenang, bahkan air matanya sendiri pun dapat memicu ruam, yang membuat kulitnya terasa terbakar dan menyakitkan.

Kondisi ini juga membuat Katie takut untuk bepergian keluar rumah karena terkena air hujan pun bisa membuat kulitnya tersiksa. Katie bahkan harus merelakan pekerjaannya sebagai guru tari karena keringat juga menyebabkan reaksi alergi. Ia juga tidak mau menangis dan marah, karena air mata juga menyebabkan reaksi yang menyakitkan di wajahnya.

2. Michaela Dutton

Michaela Dutton, seorang ibu muda asal Walsall, Inggris, diketahui memiliki kondisi kesehatan yang cukup unik sekaligus menakutkan. Dutton mengidap alergi air dan tidak bisa melakukan kontak apapun yang berhubungan dengan air.

Dutton menyadari penyakit alerginya itu ketika suatu hari anaknya meneteskan keringat di tangannya. Seketika itu, tangan Dutton pun menjadi merah-merah, melepuh dan kesakitan. Ia pun menjadi ketakutan jika kena air hujan dan selalu memakai payung kemana pun bepergian serta memakai baju tertutup.

Setelah diperiksa ke dokter, Dutton ternyata mengalami kondisi yang disebut Aquagenic Urticaria. Dokter mengatakan bahwa alerginya itu disebabkan karena gangguan ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan.

Karena penyakitnya itu, Dutton pun tidak bisa berlama-lama dekat buah hatinya jika sedang berkeringat. Ia juga harus membatasi mandinya hingga 10 detik dalam seminggu, jika lebih dari itu kulitnya akan memerah seperti kulit yang terbakar.

Dutton pun tidak bisa minum air putih, jus atau teh karena tenggorokannya langsung sakit jika terkena minuman tersebut. Untungnya, ia masih bisa minum soda karena tubuhnya masih bisa mentolerir jenis minuman satu itu.

3. Rachel Prince

Rachel Prince, perempuan 25 tahun menderita penyakit langka Aquagenic Urticaria yang menyebabkan kulitnya mengalami kondisi mengerikan jika terkena air. Alergi ini membuatnya tidak boleh berenang, mandi, bahkan minum segelas air dingin saja tenggorokannya akan membengkak.

Masalah lain muncul, karena Rachel akan menikah dengan Lee Warwick. “Jika Lee mencium pipi saya, saya harus segera membersihkan sebelum muncul reaksi. Sedikit menyedihkan memang, tapi Lee berusaha menunjukkan kasih sayang dengan cara lain dan membelikan saya sedikit hadiah,” kata Rachel.

Karena alergi ini pula maka Rachel tidak diperbolehkan mencuci piring. Padahal, Rachel mengaku ingin punya anak suatu hari nanti. Tapi hal itu harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena ia tidak akan dapat mengurus semua cucian dan membersihkan perkakas. Apalagi, ada kemungkinan penyakit Rachel ini bisa diturunkan kepada anak.

Rachel juga tidak bekerja karena sindrom cubital tunnel yang mempengaruhi kedua tangannya. Sindrom cubital tunnel terjadi ketika saraf terganggu dan menyampaikan sensasi dan menyebabkan sensasi kesemutan.

4. Ashleigh Morris

Ashleigh Morris tak bisa pergi berenang, berendam dalam air panas atau menikmati mandi setelah stres di hari kerja, karena dia alergi terhadap air. Bahkan berkeringat pun akan membuat gadis 23 tahun ini mengalami ruam menyakitkan.

Ashleigh yang berasal dari Melbourne, Australia, alergi terhadap air pada suhu apapun. Kondisi langka ini dialaminya sejak berumur 14 tahun. Saat tubuhnya basah, ia akan mengalami ruam menyakitkan, benjolan merah gatal yang butuh waktu setidaknya 2 jam untuk kembali normal.

Beruntung Ashleigh masih bisa mencuci, tapi mandi adalah pengalaman menyakitkan baginya. Ashleigh hanya bisa mandi selama 1 menit, lebih dari itu bisa sangat menyiksa tubuhnya

Sumber [health.detik.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment