Air Minum

Pemurnian Air Rumah Tangga

Pemurnian Air Rumah Tangga dapat menggunakan reverse osmosis. Saat pertama kali diluncurkan, sistem RO menggunakan membran yang cukup tebal serta diperlukan tempat yang luas untuk instalasi peralatannya. Namun seiring perkembangan membran yang semakin pesat, terutama pada elemen dan sistem konfigurasi yang digunakan, sistem RO kini telah Read more

Pentingnya berbuka puasa minum air putih

Air putih sangat penting dengan meminum air putih saat berbuka puasa kesehatan tubuh anda dapat terjaga. Kebanyakan dari kita untuk berbuka puasa, minuman yang paling sering disajikan adalah minuman manis dan dingin berwarna, seperti air jeruk, sirup, kola, dan sebagainya. Padahal diantara minuman tersebut, air putihlah yang paling utama. Mengapa untuk berbuka puasa dianjurkan meminum air putih?

Ternyata banyak manfaat dari air putih selain nikmatnya kesegaran apalagi setelah seharian berpuasa. Air dalam tubuh berfungsi menjaga kesegaran, membantu pencernaan dan mengeluarkan racun.  Banyak orang yang tidak mengetahui khasiat air selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. Berikut beberapa manfaat air putih yang perlu kita ketahui, sehingga kita akan rajin untuk meminum air putih.

1. Memperlancar Sistem Pencernaan
Minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

air putih untuk berbuka puasa

3. Perawatan Kecantikan Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

4. Menyehatkan Jantung
Air putih juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air.

5. Melangsingkan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.

6. Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

7. Penyeimbang tubuh
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh. Jadi ketika malam hari, pastikan cukup air putih masuk ke dalam tubuh.

Air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.

Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum air putih walaupun sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan yang sehat.

Jika berada di ruang ber AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin membuat tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.

Setelah mengetahui manfaat dari air putih, yuk jangan malas lagi untuk meminum air putih. Dan faktor paling penting adalah gunakanlah air putih yang berkualitas dengan mengolah atau menyaringnya terlebih dahulu menggunakan filter air. Sehingga kebersihan dan kesehatan pada air tersebut terjamin.

Sumber [Aneka Sumber]

Jenis Air Minum Yang Baik

Air minum banyak jenis dan sumbernya. Air minum adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tanpa air, hidup makhluk hidup akan mengalami kesulitan untuk hidup. Air adalah anugerah yang tiada tara bila dimanfaatkan dengan benar. Semua manusia tahu kalau tubuh manusia itu 70%  nya adalah cairan, lalu apakah yang akan terjadi jika kadar cairan di dalam tubuh manusia berkurang? Sudah pasti akan mengalami beberapa jenis penyakit. Setiap hari nya tubuh manusia membutuhkan cairan, karena setiap hari manusia mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat ataupun air seni. terutama bagi anda yang rajin ataupun banyak beraktivitas. Mekipun begitu, terkadang kita kurang begitu peduli akan kebutuhan air untuk tubuh kita. Sehingga, kita baru menyadarinya saat tubuh kita mulai merasa lemah, tidak semangat, sering capai dan lain-lain. Kita baru bisa menyadarinya ketika dehidrasi itu datang.

Namun bila kualitas air tidak dapat dipertanggungjawabkan atau tidak murni lagi dalam artian sudah tercemar maka akan berdampak yang tidak baik juga bagi kesehatan kita. Air yang bersih dan berkualitas ialah air yang bebas bakteri dan racun serta mengandung berbagai jenis mineral. Air mineral alami adalah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Air mineral yang disimpan terlalu lama dalam botol atau kemasan dapat hilang kandungan ionnya. Kandungan kimia akibat pemrosesan air juga dapat mengakibatkan kerja hormon menjadi terganggu dan kerusakan sistem syaraf. Air yang kita konsumsi setiap harinya yang diambil langsung dari alam biasanya sudah tercemar karena berbagai sebab baik karena pencemaran, limbah-limbah beracun dari industri atau pertanian, racun atau zat berbahaya atau karena berbagai ulah manusia. Oleh karena itu sebaiknya kita mengolah terlebih dahulu dengan menggunakan filter air atau penyaring air.

air minum yang baik

Tidak dapat dipungkiri, bahwa air minum adalah kebutuhan yang amat penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Seiring dengan kemajuan jaman & teknologi serta penemuan-penemuan baru, konsumen sering dibingungkan dengan pertanyaan tentang air minum yang terbaik bagi keluarga mereka.

Dengan semakin bertambahnya penduduk & semakin rendahnya kualitas air yang dipasok oleh pemerintah melalui kran-kran di rumah-rumah, konsumen sering tidak memiliki pilihan lain, selain memilih air minum yang telah melalui proses filtrasi sebelumnya atau air minum dalam kemasan (AMDK) yang pada saat ini membanjiri pasar. Tidak hanya jenis merk yang berjumlah 600 lebih pada saat ini yang beredar di pasar yang membuat konsumen bingung, jenis air yang ditawarkan pun bertambah dari hari ke hari, bulan ke bulan.

Menurut para ahli di bidang air minum, ada beberapa jenis air minum yang baik dikonsumsi :

Air Artesian:
Berasal dari sumber yang terlindungi (aquifier), Level sumber air harus berada dalam ketinggian tertentu diatas sumber air aquifier, Dikenal juga dengan air sumur artesian.

Air Distilasi
Air yang telah diubah menjadi uap untuk menghilangkan segala unsur yang ada pada sumber, Uap kemudian di dinginkan untuk menjadi air yang layak diminum tanpa mineral apapun, Karena bersifat tidak mengandung mineral apapun, air distilasi sering dipergunakan untuk fabrikasi obat-obatan dan juga sebagai campuran obat-obatan kering.

Air ber-fluor
Mengandung fluor yang ditambahkan pada air, dengan jumlah sesuai dengan ketentuan department kesehatan, Beberapa sumber mata air & sumur artesian mengandung fluor secara alami, dalam jumlah yang sedikit.

Air Mineral
Harus mengandung tidak kurang dari 250 ppm (parts per million) total dissolved solids (TDS) atau total unsur padat yang biasanya adalah mineral di dalam air, Harus diambil dari sumber air bawah tanah yang secara geologis maupun fisik terlindungi, Dibedakan dari jenis air lain dengan ditemukannya berbagai jenis mineral di dalam air; Pada air mineral tidak boleh diberikan mineral tambahan.

Air Purifikasi
Di produksi secara distilisasi, ionisasi, reverse osmosis atau methoda lain yang sesuai dan diperbolehkan oleh standard purifikasi air yang berlaku, Biasa juga disebut sebagai air demin (demineralised water – air tanpa mineral)

Air karbonasi
Berisi carbon dioxide setelah melalui perlakuan atau treatment khusus, Air soda, air tonic bukan air minum & dimasukkan dalam kategori.

Air sumber gunung (mata air pegunungan)
Didapat dari bawah tanah dan mengalir dengan sendirinya menuju ke permukaan bumi, Keluar dari bawah bumi, dari bentuk-bentuk yang terjadi pada jaman dahulu kala, Harus diambil dari mata air langsung atau melalui pengeboran untuk menampung & mencari lokasi air sumber bawah tanah ini.

Air minum yang diproses dengan distilasi atau reverse osmosis tidak banyak mengandung ion fluor yang seringkali ditemukan di dalam air tanah. Air ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan gigi karena kurangnya elemen ini, apabila tidak ditambah dengan pasokan fluor dari sumber makanan & minuman lain.

Air minum yang mengandung terlalu banyak mineral & tidak sesuai dengan Standard Nasional Indonesia yang berlaku, juga tidak baik untuk tubuh dan konsumsi yang berlebihan akan menimbulkan hypercalcemia (kondisi kelebihan kalsium) yang akan meningkatkan resiko batu ginjal dalam jangka waktu panjang.

Mengetahui tentang berbagai ciri khas air yang baik bukanlah hal yang sulit. Cara sederhananya cukup dengan melihat fisiknya, anda dapat menentukan apakah air tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak. Saat ini memang akan lebih baik jika anda memeriksa kualitas air yang digunakan sebelum menggunakannya, anda juga dapat mengecek kuailatas air anda pada PDAM terdekat di kota anda.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Reverse Osmosis (RO)

Air Minum Reverse Osmosis (RO), Air minum menjadi sumber air utama untuk kebutuhan tubuh, Fungsi air dalam tubuh untuk menopang kehidupan yang sangat penting yaitu mulai peranan sebagai alat transportasi, media terjadinya pertukaran zat dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, untuk mengeluarkan zat-zat toksis / racun dalam tubuh (detoksifikasi), zat yang ikut bereaksi, dan juga merupakan hasil reaksi. Begitulah pentingnya air dalam tubuh.

Pada saat ini, umumnya air minum yang tersedia dalam kemasan terdiri dari dua kelompok, yaitu air mineral dan air minum Reverse Osmosis (RO) baik dalam kemasan ataupun isi ulang. Berdasarkan hasil penelitian, air minum dengan rendah mineral (biasanya dinyatakan sebagai kesadahan air yang rendah) jika dikonsumsi dalam jangka yang lama akan menimbulkan masalah kesehatan, misalnya meningkatkan resiko beberapa penyakit seperti kanker dan jantung koroner, dan lain-lain. Mengapa?

Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan logam-logam toksis seperti Pb akan terjadi jika mineral kalsium dan magnesium sangat rendah dalam air minum. Maka jika dalam makanan terdapat logam toksis Pb dalam jumlah sedikitpun, akan gampang diserap oleh tubuh apabila kadar kalsium dan magnesium rendah dalam air minum. Akan tetapi, apabila kalsium dan magnesium cukup dalam air minum maka penyerapan Pb, baik yang terdapat di dalam air minum dan makanan lainnya, akan dihambat atau tidak terjadi. Berarti dapat menghindari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh logam toksis tersebut.

air minum sehat RO

Memang air minum bukanlah semata-mata berperan hanya sebagai sumber mineral kalsium dan magnesium. Akan tetapi jika kandungan kalsium dan magnesium sangat rendah maka akan terjadi gangguan penyerapan kalsium dan magnesium yang terdapat dalam makanan lainnya. Oleh karena itulah, maka organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kandungan kalsium dan magnesium dalam air minum masing-masing dengan syarat minimalnya adalah kalsium 20 mg dan magnesium 10 mg dalam satu liter air minum.

Sedangkan menurut Depkes RI hanya menyatakan kandungan maksimal kalsium dalam air minum adalah 75 mg /liter air minum dan tidak ada syarat minimal. Jadi air minum itu tidak semata-mata sebagai sumber mineral tetapi air dengan kandungan mineral yang rendah akan menyerap (menjerat) mineral yang ada dalam makanan lain dan membuangnya sehingga tubuh kemungkinan kekurangan mineral dalam jangka yang lama.

Air minum Reverse Osmosis (RO) adalah air yang diproses sedemikian rupa dengan alat yang dapat mengolah air minum biasa menjadi air murni. Berarti air minum RO sama sekali tidak mengandung mineral dan juga memang tidak mengandung zat-zat berbahaya baik zat beracun ataupun bakteri. Maka, dengan demikian air minum RO memang menjadi sumber air untuk tubuh. Di samping itu, air RO bebas dari zat beracun dan bakteri. Maka dalam hal ini air minum RO aman dari segi zat beracun atau bakteri patogen. Inilah yang menjadi salah satu manfaat dari air minum RO karena tidak mengandung pencemaran yang berbahaya bagi kesehatan.

Akan tetapi, seperti disebutkan di atas tadi bahwa air minum yang rendah mineral dapat menimbulkan masalah kesehatan apalagi air tanpa mineral seperti air minum RO. Kenapa? Air adalah zat pelarut yang paling potensial karena dapat melarutkan banyak zat di alam ini. Kelompok yang sangat mudah larut dalam air adalah mineral bahkan mineral seperti kalsium, magnesium, kalium dan natrium dalam bentuk garamnya, sangat bersifat higroskopis yang berarti kuat berinetraksi /menarik air.

Apabila dalam air minum sudah ada terlarut mineral, tidak lagi begitu kuat ditarik oleh/atau menarik mineral. Semakin tinggi kandungan mineral dalam air maka daya tarik air itu terhadap mineral makin rendah, dan sebaliknya makin rendah kandungan mineral makin kuat pula daya tariknya terhadap mineral. Dengan penjelasan ini dapat dipahami air RO yang tidak mengandung mineral dan pencemaran lainnya akan bersifat agresif (haus akan mineral) sehingga jika yang dikonsumsi adalah air RO maka mineral yang berasal dari makanan lainnya juga akan diikat oleh air (terlarutkan) sehingga mineral yang tadinya akan diserap oleh tubuh akan terlarut dalam air RO dan kemudian akan dibuang. Di samping itu, sebaliknya karena kandungan kalsium dan magnesiumnya rendah, maka penyerapan logam toksis akan lebih mudah dan berarti akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Konsumsi air RO dalam jangka yang tidak lama belum menimbulkan gejala-gejala negatif terhadap kesehatan. Tetapi dalam jangka yang lama selama bertahun-tahun konsumsi air RO bisa menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit seperti jantung koroner dan lain-lain. Memang pada saat ini masih ada kontroversi dari beberapa ahli yang mengatakan bahwa konsumsi air RO akan terbebas dari resiko penyakit yang diakibatkan oleh zat-zat beracun dan bakteri yang mungkin bisa terdapat pada air minum biasa karena kemungkinan dapat mengandung pencemar yang berdampak negatif.

Mereka juga berpendapat bahwa air minum bukanlah makanan yang berperan sebagai sumber mineral sebab mineral dapat diperoleh dari bahan makanan lain. Disamping itu juga dikatakan bahwa air minum RO lebih efektif untuk proses detoksifikasi. Akan tetapi kenyataannya, dari berbagai hasil penelitian yang lebih akurat bahwa air minum RO akan menyebabkan peningkatan resiko berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama karena air RO bersifat agresif, mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan yang terdapat dalam makanan lainnya sehingga penyerapannya akan terganggu. Maka, dalam jangka yang lama tubuh bisa kekurangan mineral. Apalagi mengkonsumsi air RO tanpa disertai makanan lain yang mungkin terjadi adalah bahwa air RO akan menguras mineral dari cairan tubuh dan berarti hal ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan, karena tubuh kekurangan mineral. Maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi air minum RO lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

Sumber [Aneka Sumber]

Aneka Fungsi Karbon Aktif

Karbon aktif (Activated Carbon), Karbon Aktif juga disebut arang aktif, batubara diaktifkan, atau carbo activatus, adalah bentuk karbon diproses untuk memiliki kecil, pori-pori-volume rendah yang meningkatkan luas permukaan yang tersedia untuk adsorpsi atau reaksi kimia. Activated kadang-kadang diganti dengan aktif .

Karbon aktif biasanya berasal dari arang dan semakin tinggi porositas biochar. Hal ini pada Organisasi Kesehatan Dunia Daftar Obat Esensial , daftar obat-obatan yang paling penting yang dibutuhkan dalam dasar sistem kesehatan .

Karbon aktif digunakan dalam pemurnian gas , dekafeinasi , pemurnian emas , ekstraksi logam , pemurnian air , obat-obatan , pengolahan limbah , filter udara di masker gas dan respirator , filter udara terkompresi dan banyak aplikasi lainnya.

Salah satu aplikasi utama industri melibatkan penggunaan karbon aktif di bidang logam finishing. Hal ini sangat banyak digunakan untuk pemurnian larutan elektroplating. Sebagai contoh, adalah teknik pemurnian utama untuk menghilangkan kotoran organik dari larutan plating nikel cerah. Berbagai bahan kimia organik ditambahkan ke plating solusi untuk meningkatkan kualitas deposito mereka dan untuk meningkatkan sifat seperti kecerahan, kelancaran, daktilitas, dll Karena bagian dari reaksi saat ini dan elektrolit langsung oksidasi anodik dan katodik reduksi, aditif organik menghasilkan produk pecahan yang tidak diinginkan dalam larutan. Mereka berlebihan membangun dapat mempengaruhi kualitas plating dan sifat fisik dari logam diendapkan. Pengobatan karbon aktif menghilangkan kotoran tersebut dan mengembalikan plating kinerja ke tingkat yang diinginkan.

karbon aktif fungsi

Aneka Fungsi Karbon Aktif  atau Macam macam kegunaan karbon aktif (Activates Carbon)

Karbon Aktif Untuk Keperluan Medis / Kesehatan
Activated Carbon /  Arang Aktif digunakan untuk mengobati keracunan dan overdosis berikut lisan konsumsi . Namun tidak ada bukti yang baik bahwa meningkatkan hasil.  Hal ini tidak efektif untuk sejumlah keracunan termasuk dengan: asam kuat dari alkali, besi , lithium , arsenik , metanol , etanol atau etilen glikol . Aplikasi yang salah (misalnya ke paru-paru) menyebabkan aspirasi paru yang kadang-kadang bisa berakibat fatal jika perawatan medis segera tidak dimulai. Penggunaan karbon aktif kontraindikasi jika substansi tertelan adalah asam, alkali, atau produk minyak bumi .

Karbon Aktif Sebagai Aplikasi kimia analitik
Karbon aktif, dalam 50% w/w  kombinasi dengan celite , digunakan sebagai fase diam dalam pemisahan kromatografi tekanan rendah karbohidrat (mono-, di-trisakarida) menggunakan solusi etanol (5-50%) sebagai fase gerak dalam analisis atau preparatif protokol.

Karbon Aktif Dalam Aplikasi lingkungan
Karbon aktif biasanya digunakan dalam sistem penyaringan air. Dalam ilustrasi ini, karbon aktif di tingkat keempat (dihitung dari bawah).

Karbon adsorpsi memiliki berbagai aplikasi dalam menghilangkan polutan dari aliran udara atau air baik di lapangan dan dalam proses industri seperti:

  • Tumpahan cleanup
  • Tanah remediasi
  • Minum air filtrasi
  • Pemurnian udara
  • Senyawa organik volatil menangkap dari cat pewarna , dry cleaning , operasi bensin pengeluaran, dan proses lainnya.

Pada tahun 2007, UGent (Ghent University, Belgia) mulai penelitian dalam pengolahan air setelah festival.  Sebuah instalasi karbon aktif skala penuh dibangun di festival musik Dranouter pada tahun 2008, dengan rencana untuk memanfaatkan teknologi untuk mengolah air di festival ini untuk 20 tahun ke depan.  Karbon aktif juga digunakan untuk pengukuran konsentrasi radon di udara

Karbon Aktif Sebagai Penyimpanan Bahan Bakar
Penelitian sedang dilakukan pengujian kemampuan berbagai karbon aktif  untuk menyimpan gas alam dan gas hidrogen . Bahan berpori bertindak seperti spons untuk berbagai jenis gas. Gas tersebut tertarik ke bahan karbon melalui pasukan Van der Waals . Beberapa karbon telah mampu mencapai energi ikatan 5-10 kJ per mol. Gas kemudian dapat desorbed ketika mengalami suhu yang lebih tinggi dan baik dibakar untuk melakukan pekerjaan atau dalam kasus gas hidrogen diekstrak untuk digunakan dalam sel bahan bakar hidrogen . Penyimpanan gas di karbon aktif adalah metode penyimpanan gas menarik karena gas dapat disimpan dalam tekanan rendah, massa rendah, lingkungan volume rendah yang akan jauh lebih layak daripada besar pada tangki kompresi papan dalam kendaraan. Departemen Energi Amerika Serikat telah menetapkan tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai di bidang penelitian dan pengembangan bahan karbon nano-pori. Semua tujuan yang belum lengkap tapi banyak lembaga, termasuk program ALL-CRAFT, terus melakukan pekerjaan di bidang ini karena menjanjikan.

Karbon Aktif Sebagai Pemurnian Gas
Filter dengan karbon aktif biasanya digunakan dalam kompresi udara dan gas pemurnian untuk menghilangkan minyak uap, bau, dan lainnya hidrokarbon dari udara. Desain yang paling umum menggunakan 1 atau 2 tahap tahap prinsip filtrasi di mana karbon aktif yang tertanam di dalam media filter. Karbon aktif juga digunakan dalam ruang angkasa Primer Sistem Pendukung Hidup . Filter karbon aktif yang digunakan untuk mempertahankan gas radioaktif dari reaktor air kondensor turbin mendidih nuklir. Udara disedot dari kondensor mengandung jejak gas radioaktif. Tempat tidur besar arang menyerap gas ini dan mempertahankan mereka sementara mereka cepat membusuk spesies padat non-radioaktif. Padatan terperangkap dalam partikel arang, sedangkan udara disaring melewati.

Karbon Aktif Dalam Pemurnian kimia
Karbon aktif umumnya digunakan untuk memurnikan larutan yang mengandung kotoran berwarna yang tidak dinginkan seperti selama prosedur rekristalisasi dalam Kimia Organik.

Karbon Akrif Sebagai Penyerapan suara
Karbon aktif dapat menyaring udara dan air. Energi suara ditemukan dalam udara dan air dan karbon aktif dapat digunakan untuk menyerap energi itu. Dengan tingkat tinggi porositas di setiap granula karbon aktif, energi suara memiliki berbagai daerah untuk masuk ke dalam dan akan diubah menjadi panas. Dengan perubahan energi panas, proses penyerapan suara terjadi. Karbon aktif dalam bentuk granul yang dapat digunakan untuk menyerap rentang frekuensi menengah dan tinggi menyediakan desain peredam memungkinkan udara melewati karbon. Karbon aktif juga dapat digunakan di dalam teknologi penyerapan diafragma untuk meningkatkan tingkat penyerapan dalam absorber diafragma.

Karbon Aktif Dalam Pemurnian Minuman Beralkohol
Filter karbon aktif dapat digunakan untuk menyaring vodka dan wiski dari organik kotoran yang dapat mempengaruhi warna, rasa, dan bau. Melewati vodka organik murni melalui filter karbon aktif pada laju alir yang tepat akan menghasilkan vodka dengan kandungan alkohol identik dan meningkat secara signifikan kemurnian organik, sebagaimana dinilai oleh bau dan rasa.

Karbon Aktif Sebagai Mercury Scrubbing
Karbon aktif sering diresapi dengan sulfur atau yodium, secara luas digunakan untuk perangkap emisi merkuri dari stasiun batu bara daya , medis insinerator , dan dari gas alam di kepala sumur.

Sumber [Wikipedia.com]

Melestarikan Lingkungan Air

Lingkungan air wajib dilestarikan. Lingkungan air merupakan sumber kehidupan. Sehingga dimana ada air disitu pasti ada kehidupan. Air memiliki peranan yang sangat besar dalam kelangsungan hidup kita. Air memberikan banyak manfaat bagi hidup kita. Dengan air kita dapat makan, minum, mencuci, mandi, membersihkan barang, bermain, dan sebagainya.

Lalu pernahkah terlintas dipikiran kalian bagaimana jika kita hidup di dunia ini tanpa air ?
Meski terlihat sepele, tetapi sebenarnya air merupakan barang sangat penting sekali bagi kita.
Hal ini dapat disebabkan karena kesalahan kita dalam memanfaatkan, memelihara, dan merawat ketersediaan air dalam kehidupan sehari-hari. Banjir, tanah longsor, erosi, tanah tandus, daerah gersang, air yang tercemar sampah atau air limbah, merupakan sedikit contoh dari dampak bila kita salah dalam menyikapi ketersediaan air.

Apa yang menyebabkan lingkungan air tercemar dan rusak?
Ada banyak faktor yang menyebabkannya, tapi yang pasti itu semua disebabkan oleh kelalaian kita sebagai manusia dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam terutama air.
Lalu setelah menyadari akan segala kecerobohan ini kita seharusnya dapat berubah. Kita harus berubah, mencoba berpikir dengan segala potensi akal sehat yang kita miliki untuk dapat berbuat demi menyelamatkan kelangsungan kelestarian air di muka bumi ini.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :

1. Menghemat penggunaan air bersih.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengadakan pengolahan limbah secara benar.
4. Menjalankan reboisasi agar hutan tetap terjaga kelestariannya.
5. Mencegah penebangan pohon secara liar.
6. Mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan lingkungan air dan peranan air dalam kehidupan umat manusia.
7. Menghapus sistem penambangan secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.
8. Membersihkan daerah sumber-sumber air bersih dari segala sampah.
9. Menciptakan suatu lingkungan yang asri, dengan di mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
10. Menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di dalam tanah.

Untuk itu lakukanlah perubahan sekecil apapun sejak dini demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.

Hubungan antara Keberadaan Air dengan Usaha Pemanfataan dan Upaya Pelestarian Air, dapat digambarkan sebagai hubungan “segitiga” yang saling berinteraksi timbal-balik.

Hubungan timbal balik tersebut dapat diuaraikan sebagai berikut :

  1. Air yang tersedia secara alami harus dimanfaatkan secara efisien dan efektif ( Keberadaan Air  untuk Usaha Pemanfataan ).
  2. Dalam pemanfaatan air, pengeksploitasiannya tidak berlebihan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan ( Usaha Pemanfataan  untuk Keberadaan Air ).
  3. Perlu dilakukan upaya “recycling” dari hasil pemanfaatan (baik dari hasil kegiatan industri maupun rumah tangga) yang sebelum di buang ke badan air (sungai, kali atau laut) ataupun permukaan tanah, terlebih dahulu harus diolah sedemikian rupa guna men-cegah terjadinya pencemaran ( Usaha Pemanfaatan untuk Upaya Pelestarian ).
  4. Upaya Pelestarian bertujuan menjaga keberlanjutan dari usaha pemanfaatan ( Upaya Pelestarian untuk Usaha Pemanfaatan).
  5. Upaya Pelestarian juga dimaksudkan untuk menjaga “kuantitas” dan “kualitas” sumber daya air (Upaya Pelestarian untuk Kelestarian Keberadaan Air).

Sumber daya air harus dilestarikan guna mencegah terjadinya ketidak-seimbangan siklus hidrologi dan ekosistem (Keberadaan Air untuk Upaya Pelestarian).

Jika ketiga komponen tersebut terlaksana dengan baik dan bersinergi, maka dapatlah diharapkan :

  1. Sumber Daya Air menjadi BAIK (Bersih, Aman, Interkoneksi dan Kekal).
  2. Pemanfaatan Air menjadi HEMAT (Hati-hati, Efisien, Manusiawi, Adil dan Tanggung-jawab).
  3. Upaya Pelestarian menjadikan sumber daya air menjadi ABADI (Alamiah, Bersinambungan, Akomodatif, Distributif dan Interaksi).

Dalam rangka upaya pengelolaan dan pelestarian  sumber daya air terutama lingkungan air, perlu menjadi perhatian bahwa pada hakekatnya setiap makhluk hidup terutama “manusia”, mempunyai peranan dan tanggung jawab yang sama terhadap keberadaan sumber daya air yang ada di bumi ini.
Dalam upaya “menyelamatkan” air, maka perlu dikembangkan prinsip “kemitraan” antar “stakeholders” bidang sumber daya air, yang melibatkan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

Pola kemitraan tersebut, secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Pemerintah berperan sebagai ; regulator, administrator, operator, konseptor dan penyandang dana.
  2. Dunia Usaha berperan sebagai ; inspirator, operator, konseptor, motivator dan penyandang dana.
  3. Masyarakat berperan sebagai ; pengontrol, inspirator dan motivator (melalui LSM).

Ketiga unsur ini (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat), harus berinteraksi dan bersinergi dengan baik dalam hubungan sebagai berikut :

  1. Pemerintah memberi dan mengatur peluang usaha/pemanfaatan dan penyuluhan kepada Dunia Usaha yang berkeinginan memanfaatkan sumber daya air.
  2. Dunia Usaha memberi masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan bidang Sumber Daya Air.
  3. Dunia Usaha yang memanfaatkan sumber daya air berkewajiban untuk peduli kepada masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
  4. Masyarakat memberikan masukan dan saran kepada Dunia Usaha dalam usaha mereka memanfaatkan sumber daya air.
  5. Masyarakat juga berkewajiban memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan.

Pemerintah berkewajiban pula memberikan penyuluhan tentang upaya-upaya penyelamatan sumber daya air kepada Masyarakat dan memberikan motivasi agar Masyarakat merasa ikut bertanggung- jawab terhadap keselamatan sumber daya air.

Jika ketiga komponen tersebut diatas (Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat) dapat saling berinteraksi dan bersinergi dengan baik, maka diharapkan dalam pengelolaan sumber daya air akan tercipta hal-hal sebagai berikut :

  1. Pemerintah akan menjadi BAIK (Bijak, Amanah, Informatif dan Komunikatif).
  2. Dunia Usaha akan mendapat PROFIT (Peduli, Realistis, Objektif, Fair, Informatif dan Transparan).
  3. Masyarakat akan menjadi SEHAT (Sejahtera, Edukatif, Hemat, Arif dan Tanggung jawab).

Kesimpulan dari artikel Melestarikan Lingkungan Air ini adalah bahwa keberadaan  air  terutama air yang terdapat di daratan (di bawah permukaan tanah) pada hakekatnya sangatlah berlimpah. Bahwa air merupakan sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Munculnya krisis / kelangkaan akan air pada beberapa Negara di dunia termasuk Negara kita akhir-akhir ini, pada dasarnya semua akibat dari-pada perlakuan kita yang kurang bahkan tidak peduli untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Aktifitas manusia dalam “menjalani” kehidupan saat ini sudah terlalu berlebihan dalam pengeksploitasian sumber daya alam yang ada, termasuk pengeksploitasian sumber daya air, tanpa pernah berpikir bagaimana pengeksploitasian tersebut dilakukan secara tepat dan bijaksana dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim dan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, mulai sekarang sudah seharusnya kita umat manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, secara bersama-sama berpikir dan berupaya untuk “menyelamatkan” keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini dengan upaya-upaya untuk “melestarikan” keberadaan air yang sangat kita butuhkan.

“Kepada alam kita tak jaga, alamat datang bencana tak terduga”.

 Sumber [Aneka Sumber]

Air Minum Kemasan Mahal Jelang Lebaran

Air minum kemasan sangat digemari. Harga air minum kemasan dikhawatirkan naik menjelang dan setelah Lebaran, karena mulai H-4 sampai H+1 Idul Fitri angkutan barang dilarang beroperasi di Lampung, Jawa, dan Bali.

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno, melalui keterangan pers, di Jakarta, Selasa mengatakan sampai saat ini Kementerian Perhungan belum memasukkan AMDK sebagai kebutuhan pokok.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan, hanya angkutan keburuhan pokok dan kendaan bersumbu dua yang boleh beroperasi mulai H-4 hingga H+1 di Lampung, Jawa, dan Bali. “Padahal saat ini kebutuhan AMDK sudah sama dengan bahan makanan pokok lainnya, kata Hendro.

Apalagi, kata dia, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran bernomor 313/PDN/SD/7/2012 yang merekomendasikan agar transportasi AMDK disetarakan dengan transportasi kebutuhan bahan pokok yang wajib dijamin kelancaran distribusinya oleh aparat dan instansi terkait.

Hendro khawatir bila Kementerian Perhubungan tidak memberi dispensasi terhadap transportasi AMDK, maka kejadian kelangkaan air minum kemasan menjelang dan setelah beberapa hari Lebaran akan berulang.

“Pengalaman membuktikan, bahwa setiap selesai periode Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi kelangkaan,” katanya. Selama beberapa tahun ini, lanjut dia, stok air minum kemasan, khususnya kemasan galon kurang pascalebaran, karena kebutuhan rumah tangga dan kantor meningkat .

“Ini yang berakibat pada kenaikan harga AMDK tidak terkendali di tingkat pengecer. Biasanya baru normal, dua bulan kemudian,” ujar Hendro.

Diakuinya, saat ini sebagian besar industri AMDK berada di Jawa Barat yang memasok sebagian besar atau sekitar 40 persen produk mereka ke Jabodetabek. Saat ini, kata dia, permintaan air minum kemasan mencapai sekitar 1,8 miliar liter/bulan atau sekitar 20 miliar liter/tahun.

“Kami menilai dispensasi perlu diberikan kepada angkutan AMDK. Setidaknya pengusaha masih bisa melakukan operasional pada H-3 dan H+1 agar stok air kemasan di Jadebotabek bisa tercukupi,” ujar Hendro.

Apalagi, jalur yang dilalui transportasi AMDK yaitu Bogor, Cianjur, Sukabumi menuju Jakarta serta Subang menuju Bandung, tidak mengganggu arus mudik Lebaran.

Namun disisi lain kita juga harus tetap mempertimbangkan dan jeli ktika hendak membeli air minum dalam kemasan karena air kemasan isi ulang tidak seluruhnya bebas bakteri. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada akhir 2013, setidaknya masih ada air isi ulang dari puluhan depot air minum yang masih mengandung bakteri Escherichia Coli. Bakteri tersebut bisa menyebabkan diare bagi yang mengkonsumsinya.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Tempat Pengelolaan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Wahyurini mengatakan, total depot air minum yang diperiksa mencapai 144 depot air minum. Dari jumlah itu, sebanyak 54 depot air minum terbukti mengandung bakteri E-Coli.

”Bakteri E-Coli bisa menyebabkan penyakit diare,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu belum mencakup seluruh depot air minum yang terdapat di Kabupaten Indramayu. Menurut dia, jumlah total depot air minum di Indramayu bisa mencapai kisaran 800 unit.

air minum dalam kemasan

Wahyurini menyebutkan, depot air minum yang tercemar bakteri itu tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan cenderung terletak jauh dari pusat perkotaan. Beberapa di antaranya termasuk di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Lelea, Cikedung, dan Gabus Wetan.

Dia menjelaskan, keberadaan bakteri dalam air minum galon isi ulang itu disebabkan tiga faktor, yaitu faktor air bakunya yang tercemar, alat pengolahan yang tidak sesuai standar, dan faktor manusia yang tidak paham tentang sanitasi.

Menurut dia, ada ditemui alat pengolahan yang seringkali dipakai dengan melebihi kapasitas. Dia mencontohkan, alat pengolahan air minum yang seharusnya berkapasitas 100 liter, namun ditampung air dengan bobot yang melebihi itu. Pada akhirnya, alat pengolahan yang seharusnya bisa membunuh bakteri, namun pada kenyataannya tidak.

“Jadi, tidak menjamin air galon isi ulang siap minum. Harusnya direbus dulu sebelum diminum,” ujarnya.

Wahyurini mengaku, pihaknya sudah mengundang para pemilik DAM yang tercemar bakteri untuk mengatasi persoalan tersebut. Dinas Kesehatan juga meminta agar mereka mereka menguji air galon produk mereka ke labkesda minimal tiga bulan sekali. “Kami pun bekerja sama dengan para camat untuk membantu melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujarnya.

Namun demikian, masih ada sejumlah kendala yang membuat upaya itu terhambat. Dia mengatakan, pemilik depot air minum seringkali beralasan depotnya masih belum banyak pengunjung, sehingga pemilik tersebut tidak memeriksakan air isi ulangnya ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, Dosen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Wiralodra Indramayu, Sudibyo menjelaskan, syarat air minum yang sehat harus tidak mengandung bakteri E-Coli satupun.

”Kalau ada E-Coli, berarti air minum galon isi ulang itu telah tercemar tinja,” tuturnya.

Sudibyo mengatakan, berdasarkan Permenkes, syarat air minum yang sehat harus dilihat dari empat hal, yakni fisik, bakteriologi, kimia dan radioaktif. Untuk syarat fisik, air tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. Syarat bakteriologi, tidak mengandung bakteri E-Coli, syarat kimia tidak mengandung zat-zat berbahaya, dan syarat radioaktif tidak mengandung radiasi.

”Karenanya, depot air minum galon isi ulang harus sering diadakan pemeriksaan secara rutin,” ujarnya.

Sumber [antaranews]

Sistem Pemurnian Air RO

Pemurnian air skala rumah tangga, Sistem pemurnian air RO telah terbukti sangat efektif mengatasi permasalahan kualitas air dibandingkan metode pemurnian yang lain seperti karbon aktif, water softener, distilasi, UV, dan netralisasi. Sistem RO dapat memisahkan komponen-komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, partikulat, serta ion atau garam terlarut. Sistem RO juga dikenal sebagai media filter yang memiliki pori paling kecil dibandingkan filter-filter yang lain yaitu 0.0001 mikron. Beberapa riset dan paten tentang keefektifan sistem RO dengan berbagai macam desain dan konfigurasi turut mendukung perkembangan sistem RO skala rumah tangga.

Membran Reverse osmosis
Membran semi permeabel pada aplikasi reverse osmosis terdiri dari lapisan tipis polimer pada penyangga berpori (fabric support). Membran untuk kebutuhan komersial harus memiliki sifat permeabilitas yang tinggi terhadap air. Selain itu, membran juga harus memiliki derajat semipermeabilitas yang tinggi dalam arti laju transportasi air melewati membran harus jauh lebih tinggi dibandingkan laju transportasi ion-ion yang terlarut dalam umpan.

Membran juga harus memiliki ketahanan (stabil) terhadap variasi pH dan suhu. Kestabilan dari sifat sifat tersebut dalam periode waktu dan kondisi tertentu dapat didefinisikan sebagai umur membran yang biasanya berkisar antara 3-5 tahun. Terdapat dua jenis polimer yang dapat digunakan sebagai membran reverse osmosis: selulosa asetat (CAB) dan komposit poliamida (CPA). Kedua jenis material membran ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada proses pembuatannya, kondisi operasi dan kinerjanya.

pemurnian air minum

Desain Sistem Reverse osmosis
Aplikasi sistem Reverse osmosis (RO) terdiri dari air umpan yang diberi tekanan, sistem RO, dan sistem pemipaan yang membawa air yang telah dimurnikan dari konsentratnya secara terpisah. Beberapa sistem RO juga dilengkapi oleh pre-filter, booster pump, post-filter, tangki bertekanan untuk menyimpan produk, dan kran dari bahan stainless steel atau plastik.

Pre-filter berfungsi untuk memisahkan padatan padatan yang terlarut dalam air umpan seperti partikulat, klorin dan komponen lain penyebab fouling. Sistem pre-filter biasanya berupa  sedimen filter, karbon aktif, penambahan antiscalant atau kombinasi dari ketiganya. Booster pump dipasang pada sistem RO biasanya berfungsi untuk meningkatkan tekanan. Dengan peningkatan tekanan, booster pump mampu untuk meningkatkan rejeksi dan laju alir produk. Membran RO merupakan inti dari sistem, sehingga pemilihan jenis, dan modul membran menjadi sangat penting dalam desain. Membran RO dibuat dari selulosa asetat, selulosa triasetat, atau resin poliamida. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahan yang spesifik. Sedangkan untuk modul membran, pada sistem rumah tangga modul yang dipilih biasanya modul jenis spiral wound. Laju alir melewati membran yang dikontrol oleh ketebalan membran, ukuran pori, dan perbedaan tekanan. Batasan pada teknis pengoperasiannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Laju alir akan meningkat seiring peningkatan tekanan, namun tekanan yang besar dapat merusak (merobek) membran sehingga komponen yang semula akan dipisahkan dari air akan terikut sebagai produk.

Post-filter merupakan penanganan setelah air melewati membran RO. Fungsinya adalah untuk menghilangkan bau, rasa yang tidak diinginkan. Post-filter biasanya berupa karbon aktif yang dengan mudah dapat mengadsorbsi komponen penyebab bau dan rasa yang tidak diinginkan. Tangki penampung digunakan untuk menampung produk setelah proses karena proses pemisahan membran merupakan proses yang lambat. Beberapa jenis tangki penampung seperti tangki penampung bertekanan dan yang tidak bertekanan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Terdapat pula beberapa alat tambahan yang digunakan untuk mempertahankan kinerja membran RO yaitu unit autoflush yang berfungsi untuk meminimalisasi fenomena fouling dan scaling. Fouling merupakan perubahan morfologi membran secara irreversibel yang disebabkan oleh interaksi fisik dan atau kimia spesifik antara membran dengan berbagai komponen yang ada dalam cairan umpan, antara lain koloid, partikel halus, minyak, mikroorganisme, oksida logam, dan silika. Sedangkan scaling adalah presipitasi kristal garam di permukaan membran seperti CaCO 3 , CaSO 4 , BaSO 4 , SrSO 4 , CaF 2 , dan Mg(OH) 2. Pada instalasi RO skala besar, minimalisasi fouling dan scaling umumnya menggunakan senyawa penghambat kerak (sering disebut sebagai antiscalant atau scale intibitor), sedangkan pada RO skala rumah tangga umumnya menggunakan proses pre-treatment atau autoflush. Beberapa desain dan konfigurasi sistem RO dengan kelebihan masing-masing telah dipatenkan seperti, sistem RO reguler untuk instalasi rumah tangga, sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter ,sistem RO instalasi rumah tangga yang dilengkapi dengan filter sedimen sebagai unit pre-filter dan karbon aktif sebagai post-filter, sistem RO instalasi rumah tangga yang dapat menyediakan air bersih secara kontinyu tanpa menghasilkan limbah, sistem RO instalasi rumah tangga dengan desain dan konfigurasi yang lebih efisien dibandingkan dengan desain yang lain, sistem RO skala rumah tangga yang dilengkapi dengan sistem pembuangan drain secara langsung, sistem RO instalasi rumah tangga dilengkapi sistem backwashable.

Tipe Aplikasi
Aplikasi sistem RO skala rumah tangga dapat dibagi menjadi beberapa tipe sesuai dengan kapasitas dan penggunaannya, yaitu tipe undersink, whole house, multi family, dan farm and ranch .

Tipe Undersink merupakan sistem RO yang didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam rumah. Tipe ini biasanya dipasang dibawah wastafel yang terdapat didapur. Kapasitas produksi dari tipe undersink berkisar antara 95-378 kemasan galon/hari. Sistem yang digunakan pada tipe undersink terdiri dari 1-2 metode pre-filter yang berfungsi memisahkan padatan yang berukuran 1-20 mikron, RO yang akan memisahkan air dari ion, garam dan mineral yang terlarut, post-filter, serta tangki penampung.

Tipe Whole House didesain untuk memenuhi kebutuhan air didalam sebuah rumah tangga, seperti air minum, air untuk memasak, air untuk mandi, dsb. Tipe ini lebih besar dibandingkan tipe undersink. Sistem yang diterapkan pada tipe whole house meliputi pre-filter seperti karbon aktif, dan penambahan antiscalant, unit RO, tangki penampung serta repressurization system yang memudahkan proses pemurnian air.

Sistem yang digunakan pada tipe multi family dan Farm and Ranch sama dengan tipe whole house. Perbedaannya terletak pada kapasitas dan skala produksinya. Tipe multi family biasanya digunakan pada kompleks apartemen yang kecil (± 4 rumah) dantipe farm and ranch biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk banyak rumah atau kebutuhan air di peternakan dengan kapasitas 7-37 L/menit .

Kesimpulan dari artikel ini adalah Sistem RO skala rumah tangga dapat secara efektif dalam pemurnian air dan memisahkan berbagai macam komponen yang tidak diinginkan seperti komponen organik, non organik, bakteri, virus, ion terlarut dan partikulat. Dalam kasus-kasus umpan air yang memiliki beragam kontaminan, sistem RO secara ekonomis lebih unggul dibandingkan dengan metode pemurnian air yang lain.

Sumber [ejournal.undip.ac.id]

Drinkable Book filter air berbentuk buku

Filter air makin modern, Filter air atau penyaring air kini dapat berbentuk sebagai buku. Sehingga buku memiliki fungsi dan nilai tambah. Kini buku tak hanya dibaca tetapi juga dapat digunakan dalam memproduksi air bersih. Sebuah organisasi nirlaba, WATERisLIFE, menciptakan inovasi berupa buku yang dapat menyaring air kotor.

Drinkable Book tampak seperti buku pada umumnya. Uniknya, tiap lembaran buku ini dapat berperan sebagai filter air dan sistem penyaring air. Air yang kotor dan beracun seperti di negara berkembang Asia dan Afrika dapat kembali murni dengan penggunaan lembaran Drinkable Book.

Sebuah tim ilmuwan Amerika dan desainer telah bekerjasama untuk membuat “Drinkable Book” buku ini dapat berfungsi sebagai filter air atau penjernih air, dengan menggunakan kombinasi dari tipografi, nanoteknologi dan dirancang khusus kertas filter atau lebih dikenal dengan teknologi membran.

filter air drinkable book

Diluncurkan oleh kelompok komunikasi DDB New York untuk amal WaterisLife, Drinkable Book adalah manual sanitasi dengan halaman yang berfungsi ganda sebagai filter air. Buku itu diciptakan oleh para peneliti dari lembaga Amerika Carnegie Mellon University dan University of Virginia.

Dengan biaya produksi yang sangat kecil, buku inovatif ini dapat memberi informasi mengenai kebersihan air seperti menjaga sampah dan kotoran jauh dari sumber air. Selain itu, buku juga dapat digunakan sebagai penyaring yang mampu membunuh bakteri penyakit mematikan seperti E.coli, kolera dan tipus.

Pada dasarnya cara kerja tiap lembar buku mirip dengan penyaring kopi berteknologi tinggi. Setiap lembar buku mengandung ion perak yang menyerap bakteri berbahaya tumbuh dalam air. Ketika air dituang melewati potongan lembaran buku, Halaman buku berisi teknologi yang unik, diciptakan oleh kimiawan Dr Theresa Dankovich, yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri dari air minum yang tercemar lebih dari 99,9 persen. Hasilnya serupa dengan kualitas air keran di Amerika.

Seorang tipografer New-York Brian Gartside mempresentasikan di papan tulis untuk membantu membentuk desain estetika buku.

Tiap lembar buku dapat menyaring hingga 100 liter air atau sebanding dengan pasokan air minum bersih untuk 30 hari. Sedangkan penggunaan satu bukunya sendiri dapat memurnikan air sampai empat tahun. Sehingga Drinkable Book dapat menjadi alternatif murah bagi masyarakat di negara berkembang yang memiliki sangat sedikit akses air bersih.

Di dunia terdapat 3,4 juta orang meninggal tiap tahunnya karena penyakit berhubungan dengan air. Untuk mengedukasi orang tentang perlunya menyaring air sekaligus menyediakan alatnya, WATERisLIFE bekerja sama dengan para ilmuwan dari Carnegie Mellon dan Universitas Virginia untuk mengembangkan Drinkable Book.

“Sejauh ini Drinkable Book adalah proyek yang paling menarik saya kerjakan,” katanya kepada Dezeen. “Proses perancangan buku itu sendiri tidak seperti apa pun yang telah saya lakukan sebelumnya, hanya karena semua variabel yang berada di luar kendali kami.”

Menurut sejarah, WaterisLife menghadapi tantangan serius ketika datang untuk menyediakan baik air bersih dan informasi yang berguna tentang sanitasi kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi Drinkable Book muncul untuk mengatasi kedua masalah secara bersamaan.

Setiap halaman Drinkable Book memberikan 60 hari air minum yang aman, sementara seluruh buku dapat memberikan hingga senilai empat tahun.

Sebuah halaman dapat dibagi menjadi dua 4.5 berdasarkan filter 4,5 inci; satu atas dicetak dengan informasi kesehatan dalam bahasa Inggris, sementara bagian bawah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal yang relevan. Hingga kini, mereka telah mencetak sederet buku diperuntukkan untuk Kenya, yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Swahili.

“Tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan buku-buku / filter untuk masing-masing 33 negara yang bekerjasama dengan WaterisLife, tetapi kami harus memulai pada suatu tempat,” kata Gartside.

Memilih tinta akhir untuk mencetak dengan pertimbangan khusus yang diperlukan, karena tinta ini banyak mengandung bahan kimia yang dapat berbahaya jika tertelan.

“Kebanyakan bahan tinta cetak komersial berbahan baik minyak atau karet mengandung bahan kimia yang berbahaya dan sangat buruk akibatnya jika tertelan oleh manusia,” kata Gartside. “Tinta ini berbasis kedelai, walaupun sudah berteknologi modern seringkali hanya 20 persen kedelai yang terkandung didalamnya, dan jelas hal tersebut bukan sesuatu yang ingin orang-orang yang minum,” katanya.

Kemampuan setiap halaman untuk menyampaikan pesan yang jelas dan ringkas sangat penting, yang artinya jenis strategi yang sederhana dan terkendali diperlukan.

“Ini adalah pertama kalinya saya menyusun huruf dalam bahasa Swahili, yang merupakan sedikit tantangan,” katanya. “Banyak kata-kata dalam bahasa Swahili yang sangat panjang, sehingga membutuhkan memperbaiki halaman dengan mengambil sedikit lekukan.” Sebuah printer 3D yang digunakan untuk membuat nampan filtrasi, yang terbukti menjadi “tantangan besar” untuk Gartside dan timnya.

“Untungnya bagi kita, kita memiliki tim yang hebat dalam Peter X Ksiezopolski di Xweet, yang membantu kami menerjemahkan visi kami bahwa filter air semuanya dapat dicetak ke dalam file,” kata Gartside.

Jamie Mahoney, Direktur di Virginia Commonwealth University Bowe House Press, juga memainkan peran penting dalam mengamankan penggunaan tinta food grade pada tahap pencetakan.

Tim Gartside sekarang menghadapi tugas untuk meningkatkan skala produksi untuk tingkat komersial. “Saat ini kami sedang membuat buku sebanyak yang kami bisa, tapi saat ini lembaran dibuat dengan tangan, yang membatasi, kapasitas kita,” katanya kepada Dezeen.

“Kami berharap bahwa peluncuran proyek ini dapat digunakan untuk mengumpulkan dana untuk produksi massal, baik dari buku, serta filter itu sendiri,” kata Gartside. “Kami ingin bisa menerjemahkannya dan mendapatkan buku ini ke tangan orang di semua tempat-tempat – Pada saat itu, dampaknya bisa menjadi besar.”

“Ini harus menjadi sesuatu yang digunakan secara luas. Drinkable Book tidak membutuhkan daya listrik dan sangat intuitif,” sebut kepala peneliti, Theresa Dankovitch .

Drinkable book masih dalam tahap pengembangan dan pencetakan sehingga untuk mendapatkannya memang sulit karena sementara ini drinkabke book ditargetkan hanya untuk daerah krisis air bersih seperti kenya.

Sumber [Aneka Sumber]

Pembuatan Karbon Aktif

Karbon aktif atau activated carbon,  Karbon Aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yang mengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa, dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaitu proses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memiliki permukaan dalam yang luas.

Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben (penyerap).

pembuatan karbon aktif

Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut.

Secara umum proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif dapat dibagi dua yaitu:

1. Proses Kimia.
Bahan baku dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu, kemudian dibuat padat. Selanjutnya padatan tersebut dibentuk menjadi batangan dan dikeringkan serta dipotong-potong. Aktifasi dilakukan pada temperatur 100 °C. Arang aktif yang dihasilkan, dicuci dengan air selanjutnya dikeringkan pada temperatur 300 °C. Dengan proses kimia, bahan baku dapat dikarbonisasi terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia.

2. Proses Fisika
Bahan baku terlebih dahulu dibuat arang. Selanjutnya arang tersebut digiling, diayak untuk selanjutnya diaktifasi dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 °C yang disertai pengaliran uap. Proses fisika banyak digunakan dalam aktifasi arang antara lain :

a. Proses Briket: bahan baku atau arang terlebih dahulu dibuat briket, dengan cara mencampurkan bahan baku atau arang halus dengan “ter”. Kemudian, briket yang dihasilkan dikeringkan pada 550 °C untuk selanjutnya diaktifasi dengan uap.

b. Destilasi kering: merupakan suatu proses penguraian suatu bahan akibat adanya pemanasan pada temperatur tinggi dalam keadaan sedikit maupun tanpa udara. Hasil yang diperoleh berupa residu yaitu arang dan destilat yang terdiri dari campuran metanol dan asam asetat. Residu yang dihasilkan bukan merupakan karbon murni, tetapi masih mengandung abu dan “ter”. Hasil yang diperoleh seperti metanol, asam asetat dan arang tergantung pada bahan baku yang digunakan dan metoda destilasi. Diharapkan daya serap arang aktif yang dihasilkan dapat menyerupai atau lebih baik dari pada daya serap arang aktif yang diaktifkan dengan menyertakan bahan-bahan kimia. Juga dengan cara ini, pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari bahan-bahan pada saat proses pengarangan dapat diihindari. Selain itu, dapat dihasilkan asap cair sebagai hasil pengembunan uap hasil penguraian senyawa-senyawa organik dari bahan baku.

Ada empat hal yang dapat dijadikan batasan dari penguraian komponen kayu yang terjadi karena pemanasan pada proses destilasi kering, yaitu:

1. Batasan A adalah suhu pemanasan sampai 200 °C. Air yang terkandung dalam bahan baku keluar menjadi uap, sehingga kayu menjadi kering, retak-retak dan bengkok. Kandungan karbon lebih kurang 60 %.

2. Batasan B adalah suhu pemanasan antara 200-280 °C. Kayu secara perlahan – lahan menjadi arang dan destilat mulai dihasilkan. Warna arang menjadi coklat gelap serta kandungan karbonnya lebih kurang 700%.

3. Batasan C adalah suhu pemanasan antara 280-500 °C. Pada suhu ini akan terjadi karbonisasi selulosa, penguraian lignin dan menghasilkan “ter”. Arang yang terbentuk berwarna hitam serta kandungan karbonnya meningkat menjadi 80%. Proses pengarangan secara praktis berhenti pada suhu 400 °C.

4. Batasan D adalah suhu pemanasan 500 °C, terjadi proses pemurnian arang, dimana pembentukan “ter” masih terus berlangsung. Kadar karbon akan meningkat mencapai 90%. Pemanasan diatas 700 °C, hanya menghasilkan gas hidrogen.

Ada pula yang menyebutkan proses pembuatan karbon aktif atau arang aktif terdiri dari tiga tahap yaitu:

1. Dehidrasi : proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan sampai temperatur 170 °C.
2. Karbonisasi : pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. Suhu diatas 170°C akan menghasilkan CO, CO2 dan asam asetat. Pada suhu 275°C, dekomposisi menghasilkan “ter”, metanol dan hasil samping lainnya. Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400 – 600 0C
3. Aktifasi : dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. Dapat dilakukan dengan uap atau CO2 sebagai aktifator.

Proses aktifasi merupakan hal yang penting diperhatikan disamping bahan baku yang digunakan. Yang dimaksud dengan aktifasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul – molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Metoda aktifasi yang umum digunakan dalam pembuatan arang aktif adalah:

1. Aktifasi Kimia.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan pemakian bahan-bahan kimia. Aktifator yang digunakan adalah bahan-bahan kimia seperti: hidroksida logam alkali garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2, asam-asam anorganik seperti H2SO4 dan H3PO4.

2. Aktifasi Fisika.
Aktifasi ini merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan bantuan panas, uap dan CO2. Umumnya arang dipanaskan didalam tanur pada temperatur 800-900°C. Oksidasi dengan udara pada temperatur rendah merupakan reaksi eksoterm sehingga sulit untuk mengontrolnya. Sedangkan pemanasan dengan uap atau CO2 pada temperatur tinggi merupakan reaksi endoterm, sehingga lebih mudah dikontrol dan paling umum digunakan.

Beberapa bahan baku lebih mudah untuk diaktifasi jika diklorinasi terlebih dahulu. Selanjutnya dikarbonisasi untuk menghilangkan hidrokarbon yang terklorinasi dan akhimya diaktifasi dengan uap. Juga memungkinkan untuk memperlakukan arang kayu dengan uap belerang pada temperatur 500°C dan kemudian desulfurisasi dengan H2 untuk mendapatkan arang dengan aktifitas tinggi. Dalam beberapa bahan barang yang diaktifasi dengan percampuran bahan kimia, diberikan aktifasi kedua dengan uap untuk memberikan sifat fisika tertentu.

Dengan bertambah lamanya destilasi serta bertambah tingginya temperatur destilasi, mengakibatkan jumlah arang yang dihasilkan semakin kecil, sedangkan destilasi dan daya serap makin besar. Meskipun dengan semakin bertambahnya temperatur destilasi, daya serap arang aktif semakin baik, masih diperlukan pembatasan temperatur yaitu tidak melebihi 1000 0C, karena banyak terbentuk abu sehingga menutupi pori-pori yang berfungsi untuk mengadsorpsi. Selanjutnya campuran arang dan aktifator dipanaskan pada temperatur dan waktu tertentu. Hasil yang diperoleh, diuji daya serapnya terhadap larutan Iodium.

Dalam aplikasi karbon aktif baik yang digunakan sebagai media adsorbsi, pemberat atau media filtrasi dengan titik injeksi tertentu, maka kriteria desain titik pembubuhan karbon aktif perlu diperhatikan

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:1234...1516Next »
You might also likeclose