Air Minum

Masalah air bersih jakarta

Air bersih sangat dibutuhkan, Kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2014 seharusnya mencapai 23,3 meter kubik per detik. Namun, hingga saat ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya baru bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta mencapai 18,025 meter kubik per detik. Sehingga masih mengalami defisit sekitar 5,3 meter kubik per detik.

Direktur PDAM Jaya mengatakan bahwa ketahanan air di Jakarta baru mencapai tiga persen. PDAM Jaya berharap dapat meningkatkan ketahanan air di Jakarta hingga mencapai 20-25 persen. Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan sungai-sungai di Jakarta.

“Yang bermasalah sekarang adalah kontinuitasnya. Karena sumber air di Jakarta itu asalnya dari luar. Kita akan coba meningkatkannya, karena masih mengalami defisit sebanyak 5,3 meter kubik per detik,” jelasnya di Balaikota DKI, Jakarta.

air bersih kota jakarta

Tidak hanya akan mengoptimalkan air sungai Jakarta, lanjutnya, PDAM Jaya juga akan terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW) dari 42 persen tahun lalu menjadi 35 persen di tahun 2015. “Tahun ini kita targetkan penurunan NRW mencapai 39 persen, lalu tahun 2014 ini mencapai 37 persen,” ujarnya.

Solusi lainnya untuk meningkatkan penyediaan kebutuhan air baku di Jakarta, harus dilakukan revitalisasi sungai-sungai di Jakarta. Sehingga dapat dijadikan sumber air baku bagi air minum warga Jakarta. Juga melakukan revitalisasi puluhan situ atau waduk. Tidak berhenti disitu, Pemprov DKI juga akan membangun Tanggul Laut Raksasa yang akan dapat dijadikan sumber air baku baru.

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga kurang mampu, dijelaskannya, PDAM Jaya sedang menyiapkan landasan hukumnya untuk memberikan bantuan tersebut. PDAM Jaya merencanakan akan memberikan bantuan air bersih kepada 5 ribu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masing-masing Palyja dan Aetra akan membantu dua ribu MBR. Hingga saat ini pelanggan MBR sudah mencapai 140 ribu pelanggan.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai. Kami sedang siapkan, karena semua harus ada landasan hukumnya,” tukasnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat, mengatakan 60 persen air bersih di Jakarta Barat tidak layak minum. Air tersebut tidak memenuhi standar air layak untuk dikonsumsi sebagai air minum dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907 tahun 2002.

Merujuk pada aturan tersebut, parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum, yaitu harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Sementara suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas. Selain itu, air minum tidak menimbulkan endapan. Jika air yang dikonsumsi menyimpang dari hal itu, maka sangat mungkin air telah tercemar.

Dari aspek kimiawi, bahan air minum tidak boleh mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat (misalnya Nikel, Kobalt, Seng) ataupun zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Ditinjau dari aspek mikrobiologi, bakteri patogen yang tercantum dalam Permenkes, yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella.

Bakteri patogen tersebut dapat membentuk racun setelah periode laten yang singkat, yaitu beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform, seperti Escherichia colli yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air.

Di Jakarta Barat, daerah yang mengalami kriris air bersih layak minum adalah Kecamatan Kalideres, Cengkareng, dan Kecamatan Grogol Petamburan. “Namun air bersih tersebut, hingga 70 persen masih layak digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci pakaian,” ucapnya.

Kepala Kantor Ligkungan Hidup Jakarta Barat menuturkan interusi air laut menyebabkan kondisi air di beberapa daerah di Jakarta Barat menjadi asin. Ini disebabkan gravitasi air karena pembangunan gedung-gedung tinggi. Yang berakibat pada turunnya air permukaan hingga 1-1,5 sentimeter per tahun.

Ia menjelaskan, semakin banyak gedung tinggi, maka aktivitas pengeboran tanah pun tinggi. Air tanah akan terdesak, dan air laut masuk memenuhi kekosongan rongga tanah. “Air permukaan turun, air laut masuk. Sehingga air tanah menjadi asin. Kondisi ini bahkan sudah mencapai daerah Daan Mogot,” ucapnya.

Tak hanya itu, kotornya air tanah di Jakarta Barat, menurutnya lebih disebabkan oleh industri yang melakukan blessing, yakni membuang limbah tanpa melewati Instalasi Penanggulangan Air Limbah (IPAL). Sehingga, limbah yang dibuang langsung keselokan menyebabkan air tercemar.

IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Fungsi dari IPAL mencakup:

  • Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
  • Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beragam fungsi. Beberapa metode seperti biodegradasi diketahui tidak mampu menangani air limbah secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Sumber [Aneka Sumber]

Cara Mengatasi Reverse Osmosis Mampet

Reverse Osmosis mampet / tersumbat, Reverse osmosis sudah biasa digunakan oleh negara negara maju untuk pengolahan air, baik air tawar,air laut,air sungai,dll. Dengan menggunakan membran dengan pori pori sebesar 0,0001 micron dan dorongan pompa Booster bertekanan tinggi, menghasilkan air murni dengan kandungan mineral rendah dan TDS rata rata dibawah 10. Teknologi air RO dari penjual mesin air ini telah lama digunakan oleh negara negara maju untuk keperluan air bersih dan air minum.

Lalu Mengapa Air RO Keluar Hanya Sedikit ?

Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa hal diantaranya, karena air baku tidak lancar / tersumbat Karena tekanan air baku tidak kencang (idealnya bertekanan 1-2 bar), Karena tekanan pompa booster / pompa membrane kurang (min.50psi), Karena Post Carbon yang mampet,  karena membrane Reverse Osmosis mampet.

AIR BAKU
RO adalah menghasilkan 1 liter dari 4 liter air baku yang masuk Apabila air baku berkurang, maka air ro akan berkurang pula.

TEKANAN AIR BAKU
Selain kebutuhan air baku yang banyak, dibutuhkan juga tekanan air baku, untuk memaksimalkan kinerja pompa booster.

POMPA BOOSTER
Hal lain yang menentukan air RO adalah tekanan booster pump. Tekanan ini beraneka ragam, tergantung kapasitas membranenya. Tekanan paling minimal adalah 50psi – 225psi. Karena diameter membrane 0.0001 mikron, maka dibutuhkan kinerja booster pump yang baik.

POST CARBON
Ada aneka macam post carbon, yang beredar di pasaran. Salah satu penyebab air RO keluar dikit bahkan tidak keluar karena tersumbatnya post carbon maupun membekunya post carbon, yang menjadi seperti batu.

Coba anda buka selang sebelum post carbon, liat keluar air ro apakah sama atau lebih kencang
Kalau lebih kencang, maka anda perlu ganti post carbon, Kalau hasil sama saja, kemungkinan besar adalah membrane nya yg perlu diganti

MEMBRANE
Diameter membrane RO adalah 0.0001 mikron 500.000 x lebih kecil dari sehelai rambut, Jadi untuk membantu kinerja membrane, diperlukan :

  • Filter Media CARBON : Untuk menyaring besi, dll.
  • Filter Media RESIN / Ion Exchange : Untuk menyaring kapur / kesadahan / CaCo3.
  • Sedimen Filter 1 mikron : Untuk menyaring debu halus, pasir dan kotoran lain.

Memang ada beberapa daerah yang hanya cukup filter media carbon, bahkan tidak memerlukan filter media ini, karena kualitas air baku cukup bagus. Khusus untuk daerah yang banyak mengandung kapur, wajib sekali menggunakan Media Filter RESIN / Ion Exchange, tapi apabila kadar kapur tidak begitu banyak, maka Filter RESIN yang kecil saja cukup, asal penggantian rutin tiap bulannya.

reverse osmosis cara merawat

PENYEBAB MEMBRANE MAMPET

Kapur / kesadahan / CaCo3 biasanya tidak dilengkapi Filter Media Ion Exchange yang besar, dan maintenance filter ini tidak rutin.

Kandungan besi dan lainnya yang cukup signifikan jumlahnya.

Debu halus dan partikel lain – biasanya terjadi karena terlambat mengganti spun 2 mikron, atau menggunakan spun lain yg murah, sehingga kotoran tetap lolos dan mengenai membrane.

Namun demikian filter mesin air RO ini memiliki kelemahan,yakni biaya operasional mesin RO yang tinggi akibat air penyulingan yang terbuang cukup banyak dan biaya penggantian membrane filter air RO yang cukup mahal. Depo air minum isi ulang jika anda menggunakan filter air RO sebaiknya harga jual anda lebih tinggi daripada Depo air minum isi ulang biasa. Banyak yang bertanya,berapa ribu liter masa pemakaian membrane filter air reverse osmosis ? jawabannya adalah tergantung kualitas air baku. Jika anda menggunakan filter RO dengan air baku dari pegunungan yang bersih dibandingkan air bor yang merah dan keruh tentu akan berbeda. Jika menggunakan air pegunungan bisa sampai 1 tahun untuk ganti membran,namun hanya 1 hari untuk air bor. Kelemahan yang lain, pompa Booster air RO dari penjual mesin air tidak akan hidup apabila tekanan air yang menuju Booster tidak maksimal. Hal ini kadang kadang yang tidak diketahui oleh teknisi mesin air RO.

Dapatkah membran mesin RO dicuci? Membrane RO dapat dicuci namun hasilnya tidak akan maksimal. Perbandingan pembuangan filter air murah reverse osmosis juga setiap hari mengalami perubahan. Saat kondisi baru, perbandingan pembuangan filter air limbah reverse osmosis adalah 50 : 50. Namun semakin hari karena membrane filter RO semakin buntu,perbandingan terbalik hingga 20 : 80 bahkan 10 : 90 !. Bahkan air produksi keluarnya hanya menetes,yang deras keluar malah air pembuangan. Jika terjadi kerusakan pada mesin reverse osmosis,membran R.O sebaiknya jangan terlalu lama dikeluarkan dari housing membran karena jika sampai membran tsb kering maka hampir bisa dipastikan membran akan setengah buntu/ kapasitas menurun. Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit reverse osmosis anda,ini untuk mencegah penggantian membran yang terlalu cepat.

Biaya maintenance sebuah mesin RO wajib dianggarkan, jadi pada saatnya penggantian membrane maupun filter lainnya tidak akan terasa. Kecuali anda tidak menyediakan anggaran untuk pemeliharaan tersebut, baru terasa berat untuk penggantiannya.

Jadi sekali lagi, Mesin RO adalah mesin yang perlu dirawat dengan baik, dan tidak seperti membrane filter air biasa yang bisa berlumut dalam beberapa hari / minggu.

Sumber [Aneka Sumber]

Air Bersih Jakarta Belum Dinikmati

Air bersih jakarta belum dinikmati, air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok publik, setelah pangan dan energi. Pemerintah bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur sumber air bersih, saluran dan pengolahan air bersih, saluran irigasi, pupuk dan bibit untuk pertanian serta pemanfaatan sumber energi termasuk eksplorasi, pembangunan kilang, pipanisasi dan hilirisasi energi lainnya.

Indonesia yang menurut banyak pihak kaya akan sumber daya alam (SDA), pada kenyatannya tidak demikian. Hampir semua kota-kota besar, tempat sebagian populasi Indonesia berada, sudah mulai krisis air sejak beberapa tahun belakangan ini. Dari sisi pangan dan energi, Indonesia sudah menjadi pengimpor sejati, apapun alasannya. Jelas Indonesia memang tidak mempunyai ketahanan pangan dan energi.

Semua ini terjadi karena Pemerintah mengabaikan mengurus anugrah SDA yang berlimpah sehingga lalai membangun infrastruktur. Begitu pula dengan urusan air, khususnya air baku yang sudah puluhan tahun diabaikan. Pemerintah hanya senang membuat proyek hilirnya saja, bukan hulu.

Buruknya pengelolaan lingkungan oleh hampir semua Pemerintah Daerah dan tumpang tindihnya berbagai peraturan perundang-undangan di tingkat Pusat membuat air diabaikan oleh Negara. Bersamaan dengan itu bisnis air dalam kemasan semakin marak, baik yang legal maupun illegal.

Dalam tulisan ini Agus Pambagio hanya akan mengulas persoalan air bersih yang harus disediakan oleh Negara kepada seluruh warga Ibu Kota Jakarta. Sejak awal 90-an air di wilayah DKI Jakarta sudah bermasalah hingga hari ini, meskipun pengelolaan air di Jakarta sudah beralih dari BUMD terus ke swasta dan saat ini akan kembali dikelola oleh BUMD bersama dengan perusahaan patungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Perjalanan Kebijakan Air Bersih Jakarta
Air besih di Jakarta pada awalnya dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) Jakarta Raya (Jaya). Sehubungan dengan maraknya korupsi di PAM Jaya saat itu dan terus memburuknya kualitas pelayanan air bersih ke publik, membuat Pemerintah mengundang investor asing untuk mengelola air bersih di Jakarta. Maka datanglah Thames Water dari Inggris dan Lyonnaise des Eaux (yang kemudian berganti Suez Environment) dari Perancis. Kedua investor itu kemudian berkontrak dengan PAM Jaya untuk mengelola air bersih di Jakarta pada tahun 1998. Sejak saat itu kedua investor itu berbagi wilayah di DKI Jakarta untuk mengelola air bersih hingga tahun 2023.

Pendapat dan harapan Pemerintah bahwa publik Jakarta akan segera mendapatkan air bersih yang lebih baik dari sisi kualitas dan pelayanan ternyata tidak terjadi. Kondisi ini bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab operator yang notabene investor asing. Persoalan besar atau utama sebenarnya ada pada ketersedian dan kualitas air baku.
air bersih di jakarta
Kualitas air baku sangat terkait dengan tugas dan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH). Rusaknya ekosistem di hulu (Bendungan Jatiluhur), buruknya kualitas saluran Tarum Barat membuat air dari Sungai Bekasi yang sangat tercemar bercampur dengan air dari hulu yang dikelola oleh Perum PJT II Jatiluhur. Akibatnya air yang masuk ke unit pengolahan air milik kedua investor sangat tidak memenuhi syarat. Baik dari debit maupun kualitas.

Ketika musim kemarau debit air dari Waduk Jatiluhur berkurang dan buruk kualitasnya (bercampur limbah berat). Akibatnya biaya penjernihan air jadi mahal karena bahan kimia yang digunakan, seperti klorin juga bertambah. Di musim penghujan, meskipun air baku berlimpah tetapi unit penjernihan sering kekurangan air baku. Mengapa ? Karena air baku dibuang ke laut oleh PJT II untuk menghindari banjir di daerah Kabupaten Bekasi.

Demikian pula dengan buruknya kualitas saluran air utama Tarum Barat (Kali Malang) yang mudah jebol. Hal ini terjadi karena minimnya perawatan. Siapa yang harus merawat saluran utama ini ? Tentunya Kementrian PU menggunakan dana dari APBN. Bukan operator. Namun sering operator yang harus memperbaiki dengan dana operator. Lalu ke mana dana perawatan saluran ini? Silakan pikir sendiri.

Jadi siapa pun operatornya, mau asing, BUMD atau bahkan kembali ke PAM Jaya ketika air bakunya masih bermasalah seperti sekarang, jangan pernah bermimpi warga Jakarta akan mendapatkan suplai air bersih secara kontinyu dan berkualitas.

Langkah yang Harus Dilakukan
Pemerintah pastikan mempunyai cetak biru untuk persoalan air bersih di seluruh Indonesia yang mencakup jadwal pembangunan/perbaikan dan biaya yang dianggarkan sebelum semuanya menjadi terlambat. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Kementerian PU dan KLH harus melakukan penyelamatan sumber air baku di wilayah hulu. Lalu perbaiki saluran air baku menuju Jakarta. Caranya bisa melalui pipanisasi air atau sterilisasi khusus saluran air baku (siphon). Sayangnya Pembangunan ‘siphon’ di Tarum Barat tak kunjung selesai.

PJT II juga perlu mengeruk dan memperlebar Tarum Barat supaya dapat mengalirkan air di atas 21 m3/detik sesuai desain awal karena saat ini hanya dapat mengalirkan air sebanyak 17.1 m3/detik ke fasilitas penjernihan air milik 2 operator air (Aetra dan Palyja). Berdasarkan kontrak dengan PJT II, Aetra mendapat jatah 10,1 m3/detik dan sekitar 6 m3/detik untuk Palyja, jumlah ini sangat minim untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

Pipanisasi air baku dan pembangunan ‘siphon’ merupakan solusi lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun investasinya besar. Jika swasta yang membangun dapat dipastikan harga air baku sampai ke pusat penjernihan akan seharga lebih dari Rp. 3.000/m3 karena investor harus memasukan besaran investasi pada penghitungan tarif air bersih, seperti apa yang akan dilakukan oleh konsorsium Hutama Karya dengan operator BUMD sehingga tarif ke pelanggan juga akan mahal.

Jangan melakukan aksi korporasi untuk mengambil alih operator air jika tidak dapat memperbaiki kualitas dan ketersediaan air bersih. Mau swasta asing, swasta nasional, BUMN/BUMD atau hantu blau, silakan saja. Sudah cukup lama warga Jakarta berharap bukan saja memperoleh air bersih tetapi inginnya air minum. Air bersih Jakarta, kapan beres ?
Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen”

Sumber [“Catatan Agus Pambagio” news.detik.com]

Filter air alami tanpa bahan kimia

Filter air alami tanpa bahan kimia, filter air menjadi kebutuhan untuk menjernihkan air kotor menjadi air bersih. Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hampir semua kebutuhan sehari-hari manusia pasti membutuhkan air. Mandi, memasak, minum, dan juga kebutuhan untuk mencuci semuanya masih menggunakan air. Memang benar kalau air itu adalah sumber kehidupan, tapi dengan garis bawah jika air tersebut bersih, karena bisa saja air menjadi sumber penyakit jika fisiknya yang keruh atau kotor.

Semakin banyak air yang kita butuhkan untuk kebutuhan kita sehari-hari berarti semakin banyak juga sesuatu yang harus kita lakukan untuk menjaga kebersihan air tersebut. Karena apa gunanya air tersebut jika berwarna keruh, sangat banyak sumber penyakit yang terkandung dalam air yang keruh itu. Sebagian orang mungkin sudah mengerti bagaimana cara menjaga kebersihan air, tetapi tidak sedikit juga orang yang belum mengerti cara menjernihkan air yang keruh dan kotor.

Intensitas hujan di awal tahun ini memicu banjir di beberapa wilayah terutama di Jakarta. Kebutuhan air bersih makin meningkat.  Menurut Tutor Mobil Hijau Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Findryaningsih Fiona secara fisik air bersih haruslah jernih, tidak bewarna, tawar dan tidak berbau.

“Secara kimiawi kualitas air yang baik adalah bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakiy (patogen) dan bakteri nonpatogen,” kata Fidry.
filter air alami tanpa bahan kimia

Menurut Fidry ada cara penyaringan sederhana dan tradisional untuk membuat air menjadi jernih tanpa kimia, “Ada caranya. Mudah kok cukup dengan media penyaring seperti pasir, arang batok dan lain-lainnya,” kata Fidry.

Berikut cara sederhana menjernihkan air kotor :

Media Penyaring Air
1. Pasir
“Digunakan untuk menyaring padatan. Ukuran pasir yang digunakan biasanya 0,2 – 0,8 mm. Jika sudah keruh, pasir dibersihkan,” kata Fidry.

2. Arang Batok
“Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiameter 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jernih lagi arang batok harus diganti,” ujarnya.

3. Penyaring Lainnya
“Antara lain adalah kerikil, ijuk dan batu. Kapur, tawas dan kaporit disebut sebagai penggumpal koagulan yang membantu menggumpalkan kimia pencemar menjadi endapan,” kata Fidry.

Menjernihkan air kotor tanpa zat kimia menggunakan teknik tradisional, begini caranya :

1. Lumpang Batu
Letakan lumpang batu di dasar sungai dangkal yang kokoh dan tidak beraliran keras. Air sungai akan tersaring karena pori-pori lumpang batu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih di dalam lumpang perlu dibuat tutup lumpang. Menjernihkan air sungai dengan mudah buatlah lumpang batu dengan batu cadas yang dibentuk seperti mangkok.

2. Arang Batok
Bak penyaringan dibuat sesuai kebutuhan. Letakan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga terlihat bagian dalamnya di dasar bak. Masukan arang batok, ait kotit diharapkan tersaring pada pipa bambu dan atang batok sehingga keluarlah air bersih.

Cara ini memerlukan dua drum berukuran sama yang dilengkapi keran air. Tinggi keran air dari dasar drum kurang lebih 5 sampai 10 cm (harus lebih tinggi dari endaoan lumpur yang akan timbul). Drum pertama berfungsi sebagai bak pengendap dan drum kedua sebagai bak penyaring.

Cara diatas merupakan cara sederhana dan tradisional untuk menjernihkan air. Namun tidak semua masalah air dapat diatasi hanya menggunakan cara tradisional tersebut. Mungkin cara diatas untuk sekedar mengubah air keruh menjadi jernih bisa pada air tertentu, namun apakah air tersebut aman untuk dikonsumsi? Contoh lainya adalah air limbah industri yang memang membutuhkan cara pengolahan air khusus menggunakan teknologi modern sehingga air hasil limbah tersebut aman untuk digunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan

Memang untuk mendapatkan air bersih dan sehat tidak semudah merubah air bersih menjadi kotor hanya diberi campuran tinta hitam, atau ditambahi pewarna. Tetapi kalau air kotor dirubah menjadi bersih, itu butuh proses dan teknik khusus.

Oleh karena itu di zaman yang sudah modern dan serba canggih ini menjernihkan air bukan menjadi persoalan yang sulit jika kita mencari teknologi yang tepat untuk mengolah masalah air yang kita alami. Ada banyak sekali pilihan teknologi filter air modern untuk menjernihkan bahkan memurnikan air contohnya adalah MikroFiltrasi (MF), NanoFiltrasi (NF), UltraFiltrasi (UF), Reverse Osmosis  (RO) dan teknologi penjernih air lainya.

Sumber [health.liputan6.com]

Perawatan Membran Reverse Osmosis (RO)

Reverse Osmosis (RO) salah satu jenis membrane, Reverse Osmosis (RO) membutuhkan perwatan khusus sehingga menghasilkan kualitas air minum yang baik. Namun sebelum kita membahas bagaimana cara merawat membrane RO kita bahas sedikit apa itu filter air membrane RO?

Proses osmosis melalui membran semipermeabel pertama kali diamati pada 1748 oleh Jean Antoine Nollet. Selama 200 tahun kemudian, proses osmosis hanya sebuah fenomena yang diamati di laboratorium. Pada tahun 1949 di University of California di Los Angeles (UCLA) menyelidiki pertama proses desalinasi air laut dengan menggunakan membran semipermeabel.  Para peneliti dari UCLA dan University of Florida berhasil memproduksi air tawar dari air laut pada pertengahan 1950-an. Kini teknologi reverse osmosis berkembang sangat pesat. Teknologi ini banyak digunakan untuk proses purifikasi/pemurnian air untuk kebutuhan rumah tangga, komersil, industri, kegiatan lepas pantai, rumah sakit, laboratorium, dan lain-lain.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum mengharuskan, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Salah satu teknologi yang dapat menghasilkan air langsung diminum adalah teknologi reverse osmosis (RO). Sebagai sistem penyaringan air minum terbaik, sistem reverse osmosis telah mendapat berbagai penghargaan internasional. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa system RO merupakan sistem pengolahan air terkini yang sangat dapat diandalkan. Namun sayang, terkadang air dari proses RO ini berasa “pahit”Lalu,

Kenapa Air RO Berasa Pahit dan bagaimana menghilangkan rasa pahit ?
Kemampuan membran RO  untuk menurunkan setiap unsur kimia dalam air, baik anion maupun kation sehingga terjadi penyesuaian jumlah unsur kimia di dalam air yang digambarkan dalam keseimbangan asam dan basa atau dikenal dengan “pH”. pH air yang berubah setelah melalui proses membran RO akan berbeda pada setiap sumber air baku/ pH air setelah penyaringan dari sistem RO memiliki pH yang (cenderung) rendah. Dengan pH yang rendah tersebut, maka air akan terasa kurang enak bahkan ada yang merasakan agak pahit atau bahkan pahit.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah rasa pahit tersebut, antara lain dengan menggunakan :
1. Post carbon yang berkualitas dan harus kelas food-grade, atau
2. Penambahan filter anion yang bersifat alkalis sehingga pH air akan naik, atau
3. Menambahkan kapur Magnesium dan harus kelas “foodgrade”.

Kesemua cara tersebut biasanya akan menambahkan nilai TDS, walaupun sebenarnya tidak menjadi masalah namun tidak sedikit para penjual mesin RO atau pelaku usaha air minum RO menyebutkan bahwa air yang baik adalah air dengan TDS “nol”.

cara merawat reverse osmosis

Sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA. Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 – 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionization, microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan air yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) berada pada level TDS 150 – 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal. Oleh karena itu, jangan asal beli mesin RO karena tidak semua mesin RO dapat menghasilkan air RO yang berkualitas. Jangan mudah tergiur dengan harga murah, sebab harga mesin RO sangat bergantung pada kualitas material dan spare part yang digunakan.

Cara Perawatan Reverse Osmosis
Jika kualitas air rendah, sebaiknya gunakan Pre filter (penyaringan awal) sebelum masuk unit filter air membrane reverse osmosis anda, Teknik ini untuk mencegah penggantian membran RO yang terlalu cepat.

Kemudian apabila membrane anda sudah mulai jenuh atau mampet ada beberapa teknik yang dapat menjadi solusi bagi anda salah satunya adalah menggunakan larutan atau bubuk pembersih membrane (Membrane Cleaner)  yang benyak dijual di toko khusus perlengkapan water treatment.

Ada 3 (tiga) hal penting yang harus anda lihat untuk menentukan kapan saatnya anda memerlukan membrane cleaning pada reverse osmosis, yaitu:

1. Apabila product flow rate sudah turun mendekati ±15% dari performa awal.
2. Apabila rejected flow rate sudah meningkat mendekati ±5-10% dari performa awal.
3. Apabila conductivity permeate/product water sudah naik hingga ±15% dari setting awal.
4. Dan, apabila ? Pressure pada membrane array sudah naik hingga ± 15%.

Bila anda menemukan indikasi diatas maka membrane anda memerlukan larutan pembersih membrane RO untuk mencegah penyumbatan membrane lebih lanjut yang akan berakibat produksi mesin reverse osmosis ataupun membrane ultrafiltrasi anda terganggu.

Fungsi dari pembersih membrane (membrane cleaner) bermacam macam sesuai kebutuhan anda diantaranya adalah:

1. Membuang Iron dan fouling karena Metal Hydroxide dan calcium carbonate scale.
2. Membuang Biological, organic dan koloidal fouling pada Polyamide Composite Membrane. Juga efektif membuang emulsified oils dan silica.
3. Menurunkan kotoran yang ada dan berkembang didalam lapisan membrane RO atau Ultra Filtrasi. Berfungsi untuk  melarutkan kotoran yang ada pada berbagai tipe membrane, formula khusus aman untuk berbagai tipe membrane.

Jadi kesimpulannya fungsi larutan pembersih membrane RO adalah pelunturan/pembersihan tanpa merusak lapisan Polyamide Composite Membrane Element. Digunakan setelah sistem mengalami penurunan kapasitas produksi atau hanya sekedar pencegahan/perawatan membrane, sehingga membrane dapat berfungsi dengan baik.

Telitilah dalam memilih unit pengolahan air Reverse Osmosis (Mesin RO) sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan mudah tergiur dengan harga yang murah, sebab harga unit pengolahan air dengan membrane UF atau RO sangat ditentukan oleh kualitas dan kelas spare part/material yang digunakan.

Sumber [Aneka Sumber]

Teknologi membran mikrofiltrasi

Teknologi membran mikrofiltrasi, Teknologi membran telah tumbuh dan berkembang secara dinamis sejak pertamakali  dikomersilkan Sartorius-Werke di Jerman pada tahun 1927, khususnya untuk membran mikrofiltrasi. Pengembangan dan aplikasi teknologi ini semakin beragam dan penemuan-penemuan baru pun semakin banyak dipublikasikan. Teknologi membran pada akhirnya menjadi salah satu teknologi alternatif yang paling kompetitif saat ini dan telah memberikan beragam solusi bagi umat manusia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Proses mikrofiltrasi merupakan salah satu proses berbasis membran yang berkembang sangat pesat di awal perkembangan teknologi membran. Pertumbuhan dan perkembangannya pada tahun-tahun terakhir hanya mampu disaingi oleh reverse osmosis, akibat adanya permintaan yang sangat besar terutama untuk aplikasi proses desalinasi. Secara umum mikrofiltrasi diaplikasikan dalam proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari larutannya. Aplikasi proses mikrofiltrasi diantaranya adalah untuk proses sterilisasi obat-obatan dan produksi minuman, klarifikasi ekstrak juice, pemrosesan air ultramurni pada industri semi konduktor, metal recovery, dan sebagainya.

filter air membran mikrofiltrasi

Proses mikrofiltrasi merupakan proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari dalam larutannya. Proses ini berlangsung dan difasilitasi oleh membran mikrofiltrasi. Membran mikrofiltrasi dapat memiliki baik struktur simetrik maupun asimetrik, dengan rentang ukuran diameter pori antara 0,02-10 μm, sehingga akan sangat efektif dalam pemusahan baik padatan tersuspensi maupun emulasi. Penggolongan proses-proses membran pada saat ini sangat luas. Membran mikrofiltrasi dapat dibedakan dari membrane reverse osmosis dan ultrafiltrasi berdasarkan ukuran partikel yang dapat dipisahkannya. Pada membran mikrofiltrasi, garam tidak dapat direjeksi membran. Proses filtrasi dapat dilaksanakan pada tekanan relatif rendah yaitu di bawah 2 bar. Membran mikrofiltrasi dapat dibuat dari berbagai macam material baik organic maupun anorganik. Membran anorganik banyak digunakan untuk membuat membrane mikrofiltrasi antara lain sintering, track etching, stretching, dan inversi fasa.

Teknologi membrane mikrofiltrasi adalah proses membran dengan menggunakan tekanan sebagai gaya dorong. Teknologi Membran mikrofiltrasi memiliki ukuran pori antara 0,02 sampai 10 μm dan tebal antara 10 sampai 150 μm. Mikrofiltrasi digunakan pada berbagai macam aplikasi di industri, terutama untuk pemisahan partikel berukuran lebih dari 0,1 μm dari larutannya. Membran ini dapat menahan koloid, mikroorganisme, dan padatan tersuspensi. Mikrofiltrasi juga dapat menahan bahan-bahan yang ukurannya lebih kecil daripada rata-rata ukuran pori karena penahan adsorptif. Salah satu aplikasi utamanya di industri adalah sterilisasi dan klarifikasi pada industri makanan dan obat-obatan, pemanenan sel, klarifikasi juice, recovery logam dalam bentuk kolid, pengolahan limbah cair, fermentasi kontinue, ataupun pemisahan emulsi minyak-air. Mikrofiltrasi juga dapat digunakan untuk memisahkan partikel selama proses pembuatan air ultramurni pada industri semi konduktor. Aplikasi terbaru adalah di bidang bioteknologi, yaitu pengambilan sel dan bioreaktor membran, serta teknologi biomedik yaitu pemisahan plasma dari sel darah. Membran mikrofiltrasi biasanya beroperasi pada tekanan 0,5-5 atmosfer, dan membran yang digunakan pada umumnya berstruktur simetrik.

Proses ini cocok untuk melakukan fraksionasi atau penyisihan makromolekul dari suspensi atau emulsi. Hal yang paling membatasi mikrofiltrasi khususnya untuk umpan berupa suspensi adalah apa yang disebut polarisasi konsentrasi dan fouling. Kedua fenomena tersebut diasosiasikan dengan penurunan flux terhadap waktu. Mikrofiltrasi  (MF), Membran jenis ini beroperasi pada tekanan berkisar 0,1-2 Bar dan batasan permeabilitas-nya lebih besar dari 50 L/m2.jam.bar

Secara umum, mikrofiltrasi diaplikasikan dalam proses pemisahan unsur-unsur partikulat dari larutannya.  Teknologi membran dapat dari sejumlah besar material yang berbeda-beda dan dengan bermacam-macam tehnik pembuatan antara lain sintering, track etching, stretching, dan inverse fasa. Membran mikrofiltrasi dapat dibuat dari berbagai macam material baik organic maupun anorganik. Hal ini memungkinkan untuk membuat membran dengan konfigurasi dan ukuran seperti yang diinginkan. Pada proses sintering ini material ditekan dan dipanaskan hingga melewati titik didihnya.

Membran mikrofiltrasi memiliki ukuran pori antara 0,02 sampai 10μm dan tebal antara 10 sampai 150μm. Membran mikrofiltrasi juga memiliki dua struktur geometri pori, yaitu : simetrik dan asimetrik. Namun umumnya membran mikrofiltrasi berstruktur pori asimetrik. Pada membran asimetrik terdapat lapisan atas yang sangat tipis (skin) dengan tebal 0,1-1 μm. Untuk memberikan kekuatan mekanik, lapisan skin ini ditunjang oleh lapisan berikutnya yang dikenal sebagai support. Lapisan support memiliki ketebalan antara 50-150 μm dan sangat berpori.

Keuntungan mikrofiltrasi diantaranya mampu menghilangkan semua partikel dan mikroorganisme yang lebih besar dari ukuran pori, dan perawatan yang dibutuhkan minimal. Sementara kerugiannya tidak mampu menghilangkan (hanya mengurangi) senyawa anorganik terlarut, senyawa kimia, pirogen, dan semua koloid. Selain itu mikrofiltrasi tidak dapat diregenerasi. Mikrofiltrasi tidak berbeda secara fundamental dengan reverse osmosis, ultrafiltrasi ataupun nanofiltrasi kecuali dalam hal ukuran partikel yang dihilangkannya.

Penggunaan membran mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dapat memisahkan partikel yang mempunyai berat molekul lebih besar dari ukuran pori kapiler membran. Unit filtrasi teknologi membran terdiri atas modul membran, pompa diafragma, dan peralatan bantu lainnya. Unit filtrasi membran dapat berfungsi baik jika dirakit dengan memenuhi persyaratan teknis yang sesuai dengan tahapan proses filtrasi, yaitu pengumpanan, penyaringan, dan pencucian. Tekanan pada proses filtrasi maksimum 2 bar agar serat kapiler tidak putus. Sebaiknya membran tidak digunakan untuk larutan dengan pH ekstrem dan suhu lebih dari 40°C. Teknologi membran mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dapat digunakan untuk filtrasi jus buah, minyak kelapa murni, dan minyak tumbuh-tumbuhan lainnya, dan menghasilkan cairan yang lebih jernih.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air membran keramik

Filter air membran keramik, filter air dapat menggunakan membran keramik sehingga air menjadi bersih, jernih dan tidak berbau lagi. Membran keramik merupakan tipe membran yang relative baru karena skala komersialnya baru  diperkenalkan pada pertengahan tahun 1980 an oleh Membralox USA. Membran jenis ini digunakan pada crossflow filtration untuk larutan yang mengandung konsentrasi partikel yang tinggi. Membran keramik berpori adalah membran dengan tipe asimetrik yang memiliki ketebalan support sekitar 1 – 3 mm. Lapisan mikrofiltrasi biasanya berukuran 10 – 30μm dan oksida yang umum digunakan untuk  membran adalah zirconia (ZrO2) dan alumina (Al2O3). Membran ultrafiltrasi tebalnya hanya beberapa mikrometer dan terbuat dari alumina, zirconia, titania (TiO2) dan cerium (CeO2). Membran nanofiltrasi ketebalannya kurang dari 1μm, umumnya terbuat dari zirconia dan titania. Support dan lapisan mikrofiltrasi dihasilkan dari teknik keramik klasik, dimana proses sol-gel digunakan untuk lapisan ultra dan nanofiltrasi. Membran filter air keramik kebanyakan dibuat dalam dua bentuk geometri utama : tubular dan flat. Membran keramik terutama yang berbasis Palladium telah lama digunakan pada mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi karena sifatnya yang stabil terhadap pengaruh panas, bahan kimia dan solvent.

filter air membran keramik

Kelebihan membran keramik terletak pada stabilitas termalnya yang baik, tahan terhadap senyawa kimia, degradasi biologis ataupun mikroba. Sifat-sifat menunjukkan keunggulan bila dibandingkan dengan membran yang terbuat dari senyawa polimer, dan relatif mudah untuk dibersihkan dengan cleaning agent. Ketahanan terhadap zat kimia menyebabkan membran keramik banyak digunakan pada prosesing makanan, produk bioteknologi dan farmasi.

Kekurangan membran keramik terutama timbul dari proses preparasinya dimana sangat sulit mencapai kualitas produk akhir yang reproducible. Hal ini karena pada dasarnya sifat brittle dari membran keramik membuatnya lebih mahal daripada system membran polimer. Selain itu, harga system membran meningkat signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan sifat-sifat produk, antara lain porositas, ukuran pori, reproducibility, dan reliability.

Pembuatan Membran Keramik
Umumnya, proses fabrikasi membran keramik berpori terdiri atas tiga tahapan yaitu 1)pembentukan suspensi partikel, 2) pembuatan suspensi partikel menjadi prekursor membran dengan bentuk tertentu seperti flat-sheet,monolith atau tubular dan (3)konsolidasi membran keramik dengan perlakuan panas pada suhu tinggi. Metode yang lazim dilakukan dalam pencetakan membran keramik adalah slip casting,tape casting, extrusion dan pressing. Proses pelapisan dilakukan dengan teknik dipcoating, sol-gel, Chemical Vapor Deposition (CVD) atau proses Evaporative Vapour Deposition(EVD). Diameter pori membran keramik untuk mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi bervariasi dari 0,01 sampai 10 μm. Biasanya membrane membran untuk mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi dibuat dengan cara slip coating-sintering. Cara lainnya yaitu metode sol-gel dapat digunakan untuk membuat membran keramik dengan ukuran pori dari 10 sampai 100 Ȧ. Pada proses slip coating-sintering membran keramik dibuat dengan cara menuangkan dispersi butir halus material keramik dan suatu binder dan mencetaknya dalam suatu mold dan selanjutnya disintering pada temperatur tinggi.

Performansi Proses Filtrasi Membran Keramik
Parameter yang mempengaruhi performan pada filtrasi adalah larutan umpan, membran dan kondisi filtrasi. Tiga fenomena utama sehubungan perpindahan solvent dan solut selama proses filtrasi membran adalah polarisasi, perpindahan massa internal dan fouling. Pengaruh tiga hal ini dengan mengubah parameter-parameter berikut : hidrodinamika, kinetika transfer massa dan kesetimbangan termodinamika. Perbedaan antara zat anorganik dan organik tradisional dihasilkan dari struktur dan sifat intristik material. Aliran dalam filter air membran keramik terjadi melalui ruang intergranular pada lapisan atas, sublapisan pori dan  support, sedangkan pada membran polimer terjadi melalui jaringan kontinyu pada bukaan. Adanya oksida logam menghasilkan  muatan listrik sehingga performance permukaan material keramik lebih kuat, selain tergantung pada pH dan kekuatan ionic  larutan dibandingkan material polimer.

Sifat-sifat Membran
Material dan struktur membran, terutama ukuran pori, karakteristik permukaan membran, dan struktur support (ketebalan,  porositas, pembasahan, potensial zeta,permukaan dan sifat kimia) mempengaruhi permeate fluks dan sifat retensi, demikian juga dengan kecenderungan terjadinya fouling. Membran keramik menunjukkan perilaku amfoter terhadap air sehingga muatan permukaan tergantung pada pH larutan. Terjadinya permukaan bermuatan dan yang netral disebabkan oleh formasi metal aquo complexes pada interface larutan oksida. Perilaku ini berdampak pada permeate fluks, kecenderungan fouling dan retensi. Pada beberapa kasus, sifat amfoter membran keramik dapat mengakibatkan preferential adsorption pada komponen tertentu, hal ini akan meningkatkan retensi. Umumnya membran keramik mempunyai struktur komposit yang dapat meningkatkan permeabilitas membran dengan ukuran pori kecil dengan menurunkan overall hydraulic resistence. Sifat membran lainnya yang cukup penting adalah geometri pori (tortuosity), ukuran pori, distribusi ukuran pori dan porositas. Peningkatan ukuran pori  mengakibatkan kenaikan permeabilitas, polarisasi, dan penyumbatan, juga penurunan retensi. Ukuran pori optimal tergantung pada sifat umpan dan kondisi filtrasi.

Kondisi Filtrasi
Parameter penting bagi kondisi filtrasi berupa tekanan, cross flow velocity, temperatur dan persentase recovery. Permeate fluks bertambah dengan pemakaian teknik-teknik backflow, feed pulsation, aliran dua fasa, rotasi filter element dll. Metode untuk mengurangi fouling antara lain adalah metode chemical cleaning, metode fisik seperti backflushing dan pemakaian turbulence promoters, dan metode hydrodynamic yang berhubungan dengan disain modul. Kecepatan aliran permeat tergantung pada tekanan transmembran yang dilakukan pada luas permukaan dengan kondisi yang seragam. Fluks air murni berbanding lurus dengan tekanan. Bila larutan umpan lebih kompleks dan mengandung zat-zat lain maka perilaku fluks juga akan lebih kompleks. Awalnya fluks meningkat sampai critical fluks tercapai, kemudian melambat hingga mencapai limiting fluks. Selain limiting fluks, kenaikan tekanan tidak berdampak positif bagai fluks. Sebaliknya, kenaikan tekanan dapat menurunkan fluks karena compactibility lapisan akibat terjadinya fouling. Kenaikan tekanan operasi dapat mengakibatkan meningkatnya polarisasi konsentrasi dan fouling yang pada akhirnya akan menurunkan fluks permeat. Pada mikro dan ultrafiltrasi umumnya disarankan cross flow velocity sebesar 2 – 8 m/s. Kenaikan velocity dapat mengakibatkan kenaikan fluks dan critical fluks. Umumnya membran dapat dibuat dari bermacam-macam material seperti keramik, kaca, atau logam. Membran keramik umumnya terbuat dari campuran senyawa-senyawa metal (logam) seperti Silika, Alumina dan Zirkonia. Secara fisik, membran keramik dapat berbentuk tube atau disk, bersifat porous sehingga operasi membran jenis ini kebanyakan adalah dead-end.

Sumber [eprints.unsri.ac.id]

Pengolahan air minum Ozonisasi

Pengolahan air minum Ozonisasi, pengolahan air minum menggunakan filter air ozonisasi salah satu teknologi dalam mengolah air minum. Air adalah sumber kehidupan. Kita tak bisa membayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air. Tentu saja tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan, baju-baju kotor juga tidak bisa kita cuci, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lain bagi manusia jika tidak ada air. Kebutuhan akan pentingnya air tidak diimbangi dengan kesadaran untuk melestarikan air, sehingga banyak sumber air yang tercemar oleh perbuatan manusia itu sendiri. Ketidak bertanggung jawaban mereka membuat air menjadi kotor,

Oleh karena itu, diperlukan pengolahan air terbaik dan tepat sehingga air menjadi layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti minum, mencuci, memasak, mandi , dll

pengolah air minum ozon

Berikut ini adalah Tahap Proses Pengolahan air minum dengan Ozonisasi:
Tahapan proses pengolahan terdiri dari beberapa tahap yaitu:
a. Netralisasi
b. Aerasi
c. Koagulasi
d. Pengendapan
e. Penyaringan
f. Ozonisasi

  1. NetralisasiYang dimaksud dengan netralisasi adalah mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH 7-8). Untuk air yang bersifat asam diberi kapur. Fungsi kapur disamping untuk menetralkan air baku yang bersifat asam juga untuk membantu efektifitas proses selanjutnya. AerasiYang dimaksud dengan aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuk menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan misalnya gas H2S, CH4, CO2 dan gas-gas racun lainnya.c. Koagulasi

    Koagulasi adalah proses penambahan bahan kimia ke dalam air agar kotoran dalam air yang berupa padatan tersuspensi rnisalnya zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lain-lain dapat menggumpal dan cepat rnengendap. Pada proses koagulasi ini digunakan tawas. Cara penambahan tawas dapat dilakukan sebagai berikut yaitu sejumlah tawas dilarutkan dalam air kemudian dirnasukkan ke dalam air baku lalu diaduk dengan cepat hingga merata selama kurang lebih 2 rnenit. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gurnpalan-gunipalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran atau disebut flok tumbuh menjadi besar dan berat dan cepat mengendap.

    d. Pengendapan

    Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan sampai gumpalan kotoran yang terjadi mengendap semua (+45-60 menit). Setelah kotoran mengendap air akan tarnpak lebih jernih. Endapan yang terkumpul di dasar tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.

    e. Penyaringan

    Pada proses pengendapan, tidak semua gumpalan kotoran dapat diendapkan secara sempurna. Gumpalan kotoran dengan ukuran yang besar dan berat akan mengendap, sedangkan gumpalan berukuran kecil dan ringan masih melayang-layang dalam air. Untuk mendapatkan air yang betul-betul jernih harus dilakukan pengolahan air tahap proses penyaringan menggunakan filter air. Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air yang kotorannya telah diendapkan ke bak penyaring yang berisikan saringan pasir.

    f. Ozonisasi

    Tahap terakhir adalah proses ozonisasi. Air hasil penyaringan yang telah cukup jernih diozonisasi untuk menghilangkan bakteri-bakteri patogen dan senyawa-senyawa organik sehingga air hasil pengolahan dapat langsung dikonsumsi. Air yang jernih yang telah malalui tahap ozonisasi, maksudnya untuk membasmi mikroorganisme dan bakteri-bakteri yang ada pada air agar air itu steril. Air dibiarkan pada bak penampung kira-kira 24 jam agar sterilisasi terjadi dengan sempurna.

    Keuntungan dan Kelemaha pengolahan air Ozonisasi
    Kegunaan dalam teknologi ozonisasi adalah dapat menghilangkan polutan mikroorganisme dan polutan zat organik sekaligus karena hal ini tidak terlepas dari sifat ozon yang dikenal memiliki sifat radikal (mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya) serta memiliki potential oksidasi 2.07 V. Ozon dengan kemampuan oksidasinya dapat membunuh berbagai macam microorganisma seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, serta berbagai bakteri pathogen lainnya. Selain itu, ozon juga dapat menguraikan berbagai macam senyawa organik beracun yang terkandung dalam air, seperti benzen, atrazin, dioxin dan berbagai zat pewarna organik. Keunggulan lainnya penggunaan ozon adalah pipa, peralatan, dan kemasan akan ikut disanitasi sehingga produk yang dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan. Ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.

    Namun metode pengolahan air ozonisasi memiliki kelemahan diantaranya ozon dapat meracuni manusia bahkan bisa sampai membawa pada kematian apabila terhirup dengan konsentrasi 50 ppm selama kurang lebih 1 jam. Batas kadar konsentrasi penggunaan gas ozon dalam berbagai kegiatan industri adalah 0.1 ppm, sedangkan kadar ozon dalam air hingga 0.05 ppm tidak membahayakan tubuh manusia. Ozon, species aktif yang mempunyai sifat radikal ini, memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanannya. Kadar 100 persen ozon pada suhu kamar mudah sekali meledak. Ozon akan aman disimpan pada suhu di bawah -1830C dengan kadar ozon dalam campuran ozon dan oksigen dibawah 30 persen. Sekarang ozon kebanyakan disimpan dalam bentuk ozonized-water atau ozonized ice.

Sumber [Aneka Sumber]

Cara mengatasi air berminyak

Air berminyak berbau besi menjadi masalah. Air berminyak dan berbau besi memberikan ketidaknyamanan dalam penggunaan baik dalam keperluan masak, mandi, minum ataupun bahkan dalam kebutuhan sehari-hari lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dalam tubuh. Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi biang penyakit akibat zat besi yang terlalu tinggi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi yang tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumur, air tanah dan sebagainya  justru menjadi berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat. Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air berminyak dengan kadar zat tinggi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci. Ada beberapa tips dalam mengenali air yang terkandung didalamnya zat-zat membahayakan bagi kesehatan baik kesehatan tubuh maupun dalam penggunaan kehidupan sehari-hari, khususnya air dengan kadar zat besi tinggi. berikut tipsnya:

Cara mengenal air berkadar besi tinggi ini dengan cara :

•VISUAL  : Air yang bersumber dari permukaan tanah baik seperti air sumur maupun yang lainnya memiliki kadar besi tinggi dengan ditandai warna kekuning-kuningan dan berminyak.

•AROMA  : Bau besi yang amat tinggi menunjukan bahwa kadar zat besi dalam air sangat tinggi.

•BENTUK : Bentuk ataupun khas dari air berkadar zat besi tinggi cenderung berminyak.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanganan masalah air yang berkadar besi tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan solusi terbaik adalah menggunakan  filter air bersih untuk menghilangkan kadar besi yang terkandung didalam air.

filter air besi tinggi berminyakBegitu juga dengan masalah air yang mengandung besi rendah, Sebelumnya kami menguji sample air dengan kandungan kadar zat besi dari pengujian yang kami lakukan, dari hasil pengujian yang kami peroleh standar kadar zat besi untuk air yaitu < 5 ppm . Kadar normal 0,3 ppm yang disebutkan merupakan standar normal kadar besi untuk air minum konsumsi manusia sesuai dengan Permenkes No 907/Men-Kes/SK/VII/2002. Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa kandungan zat besi pada sumber air yang kami uji masih dalam batas wajar atau mengandung besi namun rendah, sehingga untuk mengatasinya sangat mudah. Jika anda juga mengalami kondisi air seperti tersebut anda hanya perlu menggunakan filter air dengan media filter pureTAG Super.

Jika kandungan zat besi yang berlebih pada sumber air sendiri dapat menimbulkan efek :

1. Bau dan rasa air yang tidak sedap, air cenderung berbau amis.
2. Air akan berwarna kuning dan berminyak sehingga dapat mengurangi palatabilitas air saat dikonsumsi.
3. Dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerak di saluran air atau instalasi pipa air.
4. Dapat merusak kesehatan jika air ini digunakan sebagai air minum.

Karena sample air hasil percobaan mengandung  kadar besi rendah dan masih dalam batas yang wajar maka. hanya diperlukan pengolahan air secara sederhana menggunakan filter air rumah tangga. Namun sebagai tindakan antisipasi, sebaiknya jika air akan digunakan untuk kebutuhan sehari – hari ada baiknya dilakukan pengolahan air menjadi air minum sehingga selain air menjadi bersih air juga menjadi sehat dan dapat langsung diminum oleh anda sekeluarga. Filter air dengan menggunakan media filter PureTAG Super berfungsi sebagai penyerap kandungan besi, mangan, bau dan minyak yang terdapat dalam air yang mengandung besi. Selain itu pureTAG Super juga dapat menjernihkan warna air.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya kandungan besi dalam air :

1.  Penyaringan dengan menggunakan alat penyaring khusus
Saat ini di pasaran sudah dijual alat penyaring zat besi. Prinsip penyaringannya yaitu menambah asupan oksigen ke air guna mengubah substansi yang terlarut di air menjadi suatu oksida. Ketika kontak dengan oksigen atau oksidator lain, besi dan mangan akan teroksidasi menjadi valensi yang lebih tinggi, bentuk ion kompleks baru yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, besi dihilangkan dengan penyaringan oleh media yang tersedia di dalam, sedangkan gas-gas yang menyebabkan bau akan terlepas ke udara bebas

2.  Penyaringan menggunakan alat filter air yang berisi media filter PureTAG Super, Karena cara ini merupakan cara paling aman dan ampuh untuk membuat air menjadi bersih dan sehat.

Ada beberapa solusi dan bahan dalam penanganan masalah air bau besi ini diantaranya:

1.Pasang Housing kaporit + kaporit tablet sebelum masuk torrent.
2.Buka penutup torrent, pasang kawat kassa.
3.Memasang filter air dengan media yang direkomendasikan dan terbukti ampuh salah satunya Media Filter PureTAG Super.

langkah 1 sampai 4 bertujuan untuk memisahkan zat besi dari kandungan air , kemudian zat besi yang terpisah dari “badan air” ini akan tertahan didalam tabung filter. Dan selanjutnya di keluarkan secara berkala melalui aktivitas back wash setelah itu lakukan kembali ke posisi filtrasi sehingga anda dan keluarga dpat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

filter air berminyak, penyaring air berminyak

Penyaring Air Reverse Osmosis (RO)

Penyaring air Reverse Osmosis (RO), Penyaring air modern kini menggunakan membrane reverse osmosis. Teknologi penjernihan air yang umum dikenal sejak lama antara lain adalah Disinfektansi (dimasak, Chlorinisasi, Ozonisasi, Sinar Ultra Violet), Destilasi, Mikrofiltrasi, dan Filterisasi (Activated Alumina, Activated Carbon, Anion & Cation Exchange).

Metode Reverse Osmosis (RO) dikembangkan sejak tahun 1950an dalam rangka mencari metoda yang ekonomis untuk desalinasi air laut (Penyaringan air laut). Metoda ini yang juga dikenal sebagai “hyperfiltration”  ini kemudian terus dikembangkan untuk membuang hampir semua kontaminan dari air yang akan diolah.

Reverse Osmosis mampu untuk menyingkirkan beragam kontaminan aestetik yang menimbulkan rasa yang tidak sedap, warna, dan problim bau seperti rasa asin atau rasa soda yang disebabkan oleh chlorides atau sulfat. Unit RO secara efektif mampu menyingkirkan semua jenis bakteri dan virus. Besarnya pori dari membran RO mencapai 0.0001 Mikron (ukuran bakteria 0.2 sampai 1 Mikron, dan virus antara 0.02 sampai 0,4 Mikron). Unit RO mampu untuk menyingkirkan sebagian besar bahan kimia non organik seperti garam, metal, dan mineral.

filter air reverse osmosis

Reverse Osmosis (RO) efektif untuk menyingkirkan kontaminan yang menyangkut kesehatan seperti arsenic, asbestos, atrazine (herbisida/pesticida), fluoride, lead, mercury, nitrate, dan radium, dan lain-lain.

Dengan kemampuannya tersebut, Penyaring Air Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air yang berkualitas tinggi.

Proses penyaringan air Reverse Osmosis dilakukan dengan memberi tekanan tinggi pada air yang dialirkan melalui membran semi permeable dimana pemisahan ion terjadi. Dengan pemisahan ion, molekul air membentuk barier yang memungkinkan molekul air lainnya untuk liwat dan menghalangi liwatnya hampir semua kontaminan. Tingkat penolakan kontaminan ini berkisar antara 85-95% yang tergantung pada kualitas awal dari air yang diolah.

Dari beragam teknologi penjernihan air minum diatas dapat disimpulkan  bahwa banyak teknologi dan metode yang efektif untuk menyingkirkan sejumlah kontaminan/zat berbahaya dalam air, tapi tidak ada teknologi penyaring air tunggal yang dapat menyingkirkan semua kontaminan.

Teknologi yang spesifik atau kombinasi dari beberapa teknologi biasanya digunakan untuk mengatasi tuntutan permasalahan kualitas air baku yang akan diproses  menjadi air minum.

Dengan kombinasi teknologi ini  proses penjernihan akan dilakukan melalui beberapa tahapan, Setiap tahapan berfungsi guna membuang kontaminan tertentu. Teknologi penyaringan air reverse osmosis (RO) yang digunakan pada setiap tahapan, serta jumlah tahapan akan menentukan kualitas air yang dihasilkan. Teknologi Reverse Osmosis ini dapat diterapkan pada berbagai skala penggunaan yang dibutuhkan seperti untuk skala perkotaan, industri, maupun rumah tangga.

KUALITAS AIR FILTRASI REVERSE OSMOSIS (RO)

Sebagaimana disebutkan diatas, secara umum syarat pokok air minum yang berkualitas adalah air yang tidak tercemar , yaitu air yang jernih, sehat, dan bebas bahan kimia. Jika diminum , air yang berkualitas ini bersih dan aman untuk diminum, dan dengan rasa yang  segar dan menyenangkan.

Secara kuantitatif, salah satu parameter yang digunakan guna mengukur  kualitas air ini adalah suatu angka besaran yang lazim disebut  Total Dissolve Solid  (TDS), yaitu kandungan partikel padat  terlarut yang terdapat dalam air. TDS ini dapat diukur secara mudah dengan menggunakan TDS Meter digital. Besaran angka TDS ini dinyatakan dalam ppm (parts per million).

Penjernih air Reverse Osmosis mampu menyingkirkan 96% partikel padat air yang diprosesnya. Dari pengamatan yang yang dilakukan, TDS dari air sumur di kawasan Jakarta berkisar antara 80 ppm-300 ppm. Jika diukur dengan TDS Meter, sejumlah air kemasan dan air isi ulang menunjukkan angka TDS  sekitar 80 ppm. Hasil filtrasi menunjukkan TDS  yang berkisar antar 4-10 ppm, walau air input berupa air dengan TDS 300 ppm. Dengan demikian  hasil filtrasi penyaring air reverse osmosis ini sudah aman untuk langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu.

PERAWATAN  ALAT PENYARING AIR REVERSE OSMOSIS (RO)

Perawatan alat terbatas pada penggantian filter secara berkala. Umur komponen filter air (Media) sangat ditentukan oleh  waktu penggunaan alat (beberapa jam sehari atau sepanjang hari) dan kualitas air input (Sumber Air). Lamanya penggunaan alat  akan menentukan kotoran yang tersedot oleh filter air, sebagaimana juga halnya air yang mengandung banyak partikel padat akan lebih cepat menyumbat pori-pori pada filter.

Rekomendasi pabrik menyebutkan ada filter yang harus diganti setiap 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun, tergantung dari jenis masing-masing filter air. Teknis penggantian filter air ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis.

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:123456789101112131415Next »
You might also likeclose