You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air laut,reverse osmosis»Air Minum Proses Desalinasi

Air Minum Proses Desalinasi

Proses desalinasi air laut merupakan penyulingan air laut untuk menghilangkan kadar garam berlebih pada air laut sehingga menghasilkan air tawar yang dapat dikonsumsi. Proses desalinasi yang baik menghasilkan produksi tinggi tetapi menggunakan energi yang murah dan ramah lingkungan.

Desalinasi mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah seperti Indonesia untuk menyediakan sumber air minum dari air laut. Alternatif ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan air minum untuk mampu menyediakan air minum sehat bagi pelanggannya.   Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Tidak semua wilayah memiliki sumber air yang baik. Proses desalinasi juga mempunyai manfaat lain untuk konservasi sumber air minum tawar yang beberapa waktu ini mengalami degradasi. Investasi air bersih ini akan membawa manfaat besar bagi kesehatan masyarakat untuk kedepannya.

Proses desalinasi air laut dapat dilakukan dengan menggunakan membrane atau distilasi. Cara distilasi merupakan cara lama yang membutuhkan banyak energi, karena terjadi perubahan fase yang banyak membutuhkan kalor. Cara distilasi digunakan bila kondisinya memadai karena biaya yang diperlukan relatif tinggi.

Oleh sebab itu kali ini yang akan dibahas adalah proses desalinasi untuk menghasilkan air minum menggunakan membrane reverse osmosis (RO) atau bisa juga disebut Seawater Reverse Osmosis (SWRO).

Reverse Osmosis (RO) merupakan proses pemisahan zat-zat terlarut dengan memberikan tekanan (lebih tinggi daripada tekanan osmosis) pada larutan umpan, sehingga pelarut air dapat melewati membran ke sisi yang lebih encer. Ini merupakan proses fisis yang memisahkan zat terlarut dari pelarutnya. Garam-garam yang tidak dapat melintasi membran disebut aliran rejeksi. Teknologi RO mulai berkembang secara komersial sejak tahun 1960, yaitu desalinasi air payau.

proses desalinasi air minum

Proses desalinasi air laut menggunakan teknologi reverse osmosis memerlukan beberapa tahap, tahap pertama adalah proses pre treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Karena Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling.

Setelah proses pretreatment dilakukan maka air laut tersebut kemudian dipompakan dengan tekanan tinggi melalui spiral membrane untuk memisahkan garam dan airnya, adapun air laut yang tidak lolos saringan membrane akan dialirkan ke saluran  pelepasan/discharge. Sedangkan air laut yang lolos saringan kemudian ditampung dalam tampungan air. Sebelum dialirkan kesaluran air minum masyarakat, air hasil proses RO yang mana mempunyai total dissolved solid (TDS) berkisar 25-500 mg/L mesti dipastikan bebas pathogenic organism dengan cara disinfection. Disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi dengan menambahkan chlorine.

Dengan membrane RO ini secara teknis dimungkinkan untuk memproduksi air tawar dari air laut, setelah perlakuan awal yang memadai. Produk proses desalinasi umumnya merupakan air dengan kandungan garam terlarut kurang dari 500 mg/l, yang dapat digunakan untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian. Hasil sampingan dari proses desalinasi adalah brine, yaitu larutan garam berkonsentrasi tinggi (lebih dari 35.000mg/l garam terlarut).

Masalah yang dihadapi pada proses RO adalah bagaimana memproduksi membran dengan kemampuan menahan zat terlarut tinggi dengan flux air tinggi, karena semakin tipis membrane (untuk menaikkan permeabilitas air) maka membran tersebut semakin rapuh. Kelemahan lain dari membran RO adalah retensi terhadap Cl- buruk, sehingga untuk air laut dengan kandungan NaCl tinggi bagi proses pemekatan cocok dengan menggunakan ED. Sekitar 60 persen kapasitas reverse osmosis dunia terletak di semenanjung Arab.

Sumber [goo.gl/uVQIrf]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment