You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,Air Minum,Pencemaran Air,Penjernih Air»Air mineral kemasan belum tentu baik

Air mineral kemasan belum tentu baik

Air kemasan memang terbilang praktis untuk dikonsumsi. Kita bisa membelinya di mana saja, misalnya di toko atau PKL pinggir jalan. Namun, benarkah air minum kemasan baik untuk kesehatan? Boldsky membeberkan beberapa fakta penting tentang bahaya air kemasan. Penasaran? Mari kita cari tahu!

1. Kontaminasi plastik. Air mineral yang dikemas dalam plastik lebih rentan terkena kontaminasi. Molekul-molekul plastik mengandung resapan bahan kimia yang berbahaya bagi air yang disimpan di dalamnya. Salah satunya adalah kimia ftalat, yang biasa digunakan untuk melembutkan botol. Konsumsi bahan kimia ini dapat menyebabkan gangguan reproduksi, masalah hati, dan kanker.

2. Kandungan karbon. Sebagian besar air botolan mengandung karbon di dalamnya. Konsumsi air ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti masalah perut, jantung, dan paru-paru. Jika dikonsumsi terus secara teratur, itu bisa meningkatkan risiko kanker.

Sebuah fakta mengejutkan tentang benda-benda yang bisa ditemukan di sekitar kita kembali terungkap. kali ini, menurut para peneliti, mengkonsumsi air kemasan tidak lebih baik dari meminum air keran.

Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti dari Glasgow Unioversity yang menganalisa air kemasan dan air keran di seluruh penjuru Inggris. Seperti yang ditulis The Telegraph (2/1), meskipun pengawasan lebih diberikan kepada air kemasan, resiko kontaminasi oleh benda-benda asing maupun sumber penyakit masih mungkin terjadi layaknya air dari keran.

“Banyak orang berpikir bahwa air keran merupakan air yang berbahaya untuk diminum. Padahal, untuk alasan ekonomis dan kesehatan, air keran masih baik untuk diminum,” kata Profesor Paul Younger, peneliti dari Glasgow University.

Hal ini dikarenakan inspeksi produksi botol kemasan air selama ini hanya dilaksanakan selama sebulan sekali, sehingga tidak diketahui bagaimana keadaan botol yang diproduksi ketika inspeksi tersebut tidak dilaksanakan. Terlebih lagi, sebuah air mineral kemasan biasanya disimpan berbulan-bulan sebelum akhirnya dikonsumsi.

Inilah yang menyebabkan air tersebut terkontaminasi oleh material dari botol walaupun proses sterilisasi telah dilakukan sebelumnya.Ditambah lagi, selama ini air keran mengandung klorin yang berfungsi untuk membunuh bakteri jahat yang terkandung di dalam air.

Namun, klorin tidak akan ditemukan pada air kemasan.Sehingga, kuman-kuman yang mungkin masih berada di dalam air kemasan tersebut bisa tetap hidup karena tidak ada disinfektannya. Padahal, bakteri ini bisa menggandakan diri hingga ribuan kali jumlahnya hanya dalam beberapa hari.

Oleh karena itu, Profesor Younger menyarankan agar masyarakat meminum air kemasan segera setelah dibuka. Hal ini untuk menghindari bertambahnya kontaminasi benda asing ketika kemasan air tersebut dibuka.

Air sumur Vs air kemasan, mana yang lebih baik?

Meski banyak orang yang menganggap air kemasan lebih aman, air sumur tetap yang juara. Air sumur berasal dari air tanah yang jelas sumbernya. Walau demikian, kadang sumur juga bisa terkontaminasi dari luar, misalnya terkena polusi. Yang terpenting adalah air sumur tidak disimpan atau mengalami proses kimia.

Dan cara paling aman untuk meminum air  adalah air yang sudah melewati proses filtrasi dengan melalui alat filter air, Alat filter air sekarang ini sudah banyak di jumpai di sekitar kita. Banyak produsen filter air yang memiliki kelebihan masing-masing, salah satunya adalah Nano smart filter. Nano smart filter adalah produsen filter air untuk kebutuhan rumah tangga sampai kebutuhan industri.

Manfaat filter air sendiri adalah menjernihkan air dan membunuh kuman sehingga air yang dihasilkan dari proses filtrasi adalah air  bersih dan sehat, atau disebut juga air baik.

Sumber[merdeka.com]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment