You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air besi

air besi

Filter air alami tanpa bahan kimia

Filter air alami tanpa bahan kimia, filter air menjadi kebutuhan untuk menjernihkan air kotor menjadi air bersih. Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hampir semua kebutuhan sehari-hari manusia pasti membutuhkan air. Mandi, memasak, minum, dan juga kebutuhan untuk mencuci semuanya masih menggunakan air. Memang benar kalau air itu adalah sumber kehidupan, tapi dengan garis bawah jika air tersebut bersih, karena bisa saja air menjadi sumber penyakit jika fisiknya yang keruh atau kotor.

Semakin banyak air yang kita butuhkan untuk kebutuhan kita sehari-hari berarti semakin banyak juga sesuatu yang harus kita lakukan untuk menjaga kebersihan air tersebut. Karena apa gunanya air tersebut jika berwarna keruh, sangat banyak sumber penyakit yang terkandung dalam air yang keruh itu. Sebagian orang mungkin sudah mengerti bagaimana cara menjaga kebersihan air, tetapi tidak sedikit juga orang yang belum mengerti cara menjernihkan air yang keruh dan kotor.

Intensitas hujan di awal tahun ini memicu banjir di beberapa wilayah terutama di Jakarta. Kebutuhan air bersih makin meningkat.  Menurut Tutor Mobil Hijau Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Findryaningsih Fiona secara fisik air bersih haruslah jernih, tidak bewarna, tawar dan tidak berbau.

“Secara kimiawi kualitas air yang baik adalah bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakiy (patogen) dan bakteri nonpatogen,” kata Fidry.
filter air alami tanpa bahan kimia

Menurut Fidry ada cara penyaringan sederhana dan tradisional untuk membuat air menjadi jernih tanpa kimia, “Ada caranya. Mudah kok cukup dengan media penyaring seperti pasir, arang batok dan lain-lainnya,” kata Fidry.

Berikut cara sederhana menjernihkan air kotor :

Media Penyaring Air
1. Pasir
“Digunakan untuk menyaring padatan. Ukuran pasir yang digunakan biasanya 0,2 – 0,8 mm. Jika sudah keruh, pasir dibersihkan,” kata Fidry.

2. Arang Batok
“Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiameter 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jernih lagi arang batok harus diganti,” ujarnya.

3. Penyaring Lainnya
“Antara lain adalah kerikil, ijuk dan batu. Kapur, tawas dan kaporit disebut sebagai penggumpal koagulan yang membantu menggumpalkan kimia pencemar menjadi endapan,” kata Fidry.

Menjernihkan air kotor tanpa zat kimia menggunakan teknik tradisional, begini caranya :

1. Lumpang Batu
Letakan lumpang batu di dasar sungai dangkal yang kokoh dan tidak beraliran keras. Air sungai akan tersaring karena pori-pori lumpang batu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih di dalam lumpang perlu dibuat tutup lumpang. Menjernihkan air sungai dengan mudah buatlah lumpang batu dengan batu cadas yang dibentuk seperti mangkok.

2. Arang Batok
Bak penyaringan dibuat sesuai kebutuhan. Letakan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga terlihat bagian dalamnya di dasar bak. Masukan arang batok, ait kotit diharapkan tersaring pada pipa bambu dan atang batok sehingga keluarlah air bersih.

Cara ini memerlukan dua drum berukuran sama yang dilengkapi keran air. Tinggi keran air dari dasar drum kurang lebih 5 sampai 10 cm (harus lebih tinggi dari endaoan lumpur yang akan timbul). Drum pertama berfungsi sebagai bak pengendap dan drum kedua sebagai bak penyaring.

Cara diatas merupakan cara sederhana dan tradisional untuk menjernihkan air. Namun tidak semua masalah air dapat diatasi hanya menggunakan cara tradisional tersebut. Mungkin cara diatas untuk sekedar mengubah air keruh menjadi jernih bisa pada air tertentu, namun apakah air tersebut aman untuk dikonsumsi? Contoh lainya adalah air limbah industri yang memang membutuhkan cara pengolahan air khusus menggunakan teknologi modern sehingga air hasil limbah tersebut aman untuk digunakan kembali dan tidak mencemari lingkungan

Memang untuk mendapatkan air bersih dan sehat tidak semudah merubah air bersih menjadi kotor hanya diberi campuran tinta hitam, atau ditambahi pewarna. Tetapi kalau air kotor dirubah menjadi bersih, itu butuh proses dan teknik khusus.

Oleh karena itu di zaman yang sudah modern dan serba canggih ini menjernihkan air bukan menjadi persoalan yang sulit jika kita mencari teknologi yang tepat untuk mengolah masalah air yang kita alami. Ada banyak sekali pilihan teknologi filter air modern untuk menjernihkan bahkan memurnikan air contohnya adalah MikroFiltrasi (MF), NanoFiltrasi (NF), UltraFiltrasi (UF), Reverse Osmosis  (RO) dan teknologi penjernih air lainya.

Sumber [health.liputan6.com]

Filter Air Zat Kapur Tinggi

Filter air zat kapur tinggi, filter air sangat ampuh untuk mengatasi air yang mengandung zat kapur tinggi. Air yang mengandung zat kapur bisa terdapat pada air pegunungan dan air sumur/sumur bor. Jika tidak segera diatasi, kadarnya akan semakin tinggi, apalagi saat musim kemarau, karena air menjadi semakin dangkal, sehingga kesehatan masyarakat akan semakin memburuk.

Tanda air mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak maka akan menimbulkan kerak berwarna putih pada dinding panci ,dan rasanya sedikit pahit.

Penggunaan air yang mengandung kapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan penyakit: muntaber, diare, kolera,tipus dan disentri. Penggunaan air yang mengandung kapur jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit : keropos tulang, kerusakan gigi,kerusakan ginjal dan hati. Penggunaan air yang mengandung kapur untuk keperluan mandi maupun mencuci juga dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit. Kuman kudis, kurap dan borok dapat mudah disebarkan melalui air. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air.

“Kandungan zat kapur yang masih dalam standar kelayakan air minum maksimal 500 mili/gram. Bila dikonsumsi berlebih dalam jangka lama, dan melebihi standar kelayakan air minum,akan terjadi penumpukan zat kapur dalam tubuh,” katanya. Ia menambahkan, penumpukan zat kapur bisa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kencing, dan lainnya.

Untuk mengatasi air yang mengandung zat kapur tinggi dapat menggunakan filter air yang berisikan media filter berupa resin.  Media filter air resin berguna untuk menurunkan kandungan kapur dalam air. Biasanya media ini digunakan untuk usaha depot air minum isi ulang maupun untuk industri atau perhotelan.

Media filter air  resin sebagau penukar ion dapat berupa suatu zat dan penukar itu sendiri adalah zat padat tertentu yang dapat membebaskan ionnya kedalam larutan ataupun menggantikan ion lain dari ion larutan.

Resin penukar ion, terbagi menjadi dua macam yaitu :

a. Resin Penukar Kation
Resin Kation  adalah resin yang akan menukar atau mengambil kation dari larutan. (contoh kation : Ca2+ atau Mg2+)

b. Resin Penukar Anion
Resin anion adalah resin yang akan menukar dan mengambil anion dari larutan. (contoh anion : Cl-, NO3- dan SO42-)

Cara kerja alat ini adalah air dari sumur diambil melalui pompa air dan masuk penampung pertama yang berisi filter berupa batu kerikil, dan dialirkan ke tabung filter berisi media filter resin. Kemudian air akan masuk penampungan kedua, dengan angka kesadahan yang telah mengecil dengan melewati penyaring karbon aktif, mangan zeloit dan  pasir silika.
Setelah melalui  proses tersebut kandungan kapur akan dalam air akan terpisah dan air pun layak digunakan. Namun jika air hasil filtrasi ingin dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak, maka diperlukan tahapan  filter air selanjutnya untuk membuat air menjadi sehat dan aman untuk dikonsumsi.

filter air zat kapur tinggi

Berikut ini merupakan filter air tambahan yang dapat digunakan untuk menjadikan air bersih anda menjadi sehat dan layak dikonsumsi.

Sistem Reverse Osmosis
Sistem penjernih air yang cukup populer saat ini adalah sistem osmosis balik (reverse osmosis) atau biasa disingkat dengan RO. Osmosis balik adalah satu sistem pemurnian air yang digunakan NASA untuk menyediakan air minum bagi astronotnya ketika berada di dalam pesawat luar angkasa.

Sistem ini mengandalkan membran khusus dengan diameter pori-pori 0,02 mikron untuk virus dan 0,001 untuk bakteri. Sebagai perbandingan, ukuran bakteri adalah 0,5 mikron. Air kotor masuk ke membran ini, dan hanya air yang sudah bersih saja dapat tembus keluar dari membran.

Adapun termasuk dalam kategori penjernih ini antara lain merek Nesca, Pure Pro, dan Etech. Rata-rata penjernih air ini memiliki 3-4 tabung penjernih (catridge), yang berisi filter busa, karbon, atau keramik untuk membuat air jadi bersih. Air kemudian masuk dalam tabung bersii membran RO untuk membuatnya layak diminum.

Sistem Sinar Ultraviolet (UV)
Sistem UV ini hanya mampu menembak kuman dan bakteri, tetapi tidak dapat menghilangkan zat kapur dan besi. Posisi air itu berada di atas lampu ultraviolet. Sinar lampu inilah yang kemudian menembaki kuman dan bakteri. Namun, zat besi dan kapur, karena bukan mahluk hidup, ditembak sekencang apapun tetap saja lolos.

Meskipun begitu, teknologi UV tetap penting dalam rangka memberikan kepastian tidak ada lagi bakteri atau virus tersisa dalam air. Hanya, sebaiknya, penyaringan ini diletakkan di akhir rangkaian. Salah satu produk yang menggabungkan sistem osmosis balik dengan sistem UV adalah merek Oscar dari Taiwan.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air rumah sakit dan farmasi

Filter air untuk rumah sakit, Filter air dibutuhkan dalam berbagai bidang diantaranya rumah sakit dan farmasi. Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang sebagian merupakan limbah klinis dan non-klinis sehingga berpotensi dalam penyebaran penyakit.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995, sebagian limbah rumah sakit berkategori limbah cair yang berbahaya dan beracun sehingga salah satu sebab buruknya sanitasi di lingkungan rumah sakit. Dampak negatif lainnya akibat dari limbah rumah sakit yang belum ditangani dengan baik adalah gangguan kesehatan dan keselamatan kerja personil di rumah sakit. Ini disebabkan oleh komponen infection waste yang ditunjukkan oleh kandungan mikroba patogen, zat kimia atau radiasi dengan limbah sebagai media perantaranya.

filter air limbah rumah sakit farmasi

Untuk menangani air limbah rumah sakit diwajibkan oleh pemerintah menyediakan fasilitas IPAL sebelum air limbahnya dibuang. Oleh sebab itu, perlu dirancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mampu mereduksi, menurunkan kadar pencemar untuk menjamin kelestarian fungsi ekosistem. IPAL ialah sistem pengolah yang mampu menurunkan kandungan air limbah yang berpotensi mencemari lingkungan sesuai parameter pemerintah. Tujuannya, mengurangi dampak buruk polutan di dalam air limbah dan mengendalikan pencemaran lingkungan.

Upaya pembuatan IPAL ini berlandaskan pada UU No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air (pasal 17). Peraturan Menteri Kesehatan No.173/Menkes/Per/VIII/1997, tentang Pengawasan Pencemaran Air dari Badan Air untuk Berbagai Kegunaan yang Berhubungan dengan Kesehatan, Keputusan Direktur Jenderal PPM dan PLP No. HK.00.06.6.44 tentang Persyaratan & Petunjuk Teknis Tatacara Penyehatan Lingkungan. Undang-undang dan peraturan lainnya yang mewajibkan rumah sakit memiliki IPAL adalah UU No. 44/2009 tentang Rumah Sakit, Permenkes No. 147 tahun 2010 tentang Perizinan Rumah Sakit dan Kepmenkes No. 1204 tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Sumber Air Limbah Rumah Sakit
Air limbah rumah sakit adalah semua air limbah yang dihasilkan di dalam area rumah sakit, baik dari unit pelayanan medis, penunjang medis maupun dari unit nonmedis atau bagian umum. Berdasarkan sumbernya air limbah rumah sakit dapatlah dikelompokkan menjadi empat bagian.

1. Air limbah domestik. Air limbah ini berasal dari kamar mandi, dapur, air limbah cuci pakaian. Air limbah ini banyak mengandung zat organik.

2. Air limbah medis. Air limbah ini berasal dari kegiatan medis rumah sakit seperti pembersihan luka, sisa-sisa darah, dll. Ini pun kaya zat organik.

3. Air limbah laboratorium. Air limbah ini berasal dari laboratorium sehingga banyak berisi logam berat. Air limbah ini sebaiknya diolah terpisah dengan air limbah domestik dan medis. Air limbah laboratorium ini dapat ditampung untuk selanjutnya diproses secara khusus. Setelah itu barulah efluennya dialirkan bersama-sama dengan efluen air limbah lainnya.

4. Air limbah kedokteran nuklir. Jenis limbah ini termasuk Buangan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga perlu ditangani secara khusus.

Teknologi filter air pengolah limbah Rumah Sakit
Terdapat aneka teknologi yang bisa diterapkan untuk IPAL rumah sakit. Perbedaan jenis, jumlah, dan volume unit pengolah air limbah akan berpengaruh pada efisiensinya. Dalam hal filter air , jenis unit, jumlah, dan volumenya diberitahukan kepada klien atau pengguna pada tahap awal perencanaan.

Amazon Technology (Zontech) ialah teknologi pengolahan air limbah hibrid (hybrid) yang memadukan unit operasi fisika dan unit proses biologi (bio-fisika) dan proses kimia (bergantung pada kebutuhan lembaga, badan, perusahaan). Unit yang dibuat didasarkan pada kondisi air limbah masing-masing yang dipengaruhi oleh jenis kegiatan lembaga atau perusahaan (pabrik makanan, minuman, domestic wastewater, rumah sakit, hotel, atau perkantoran).

Anaerobic Filter (AF)
Anaerobic Filter, Fixed Bed atau biofilter ialah reaktor bermedia (batu, plastik, kayu, bambu, dll) untuk perlekatan bakteri. Media dipasang secara random dengan tiga mode operasi: upflow, downflow, fluidized bed. AF banyak diterapkan untuk mengolah air limbah ber-COD tinggi. Reaktor highrate ini telah luas diaplikasikan untuk mengolah air limbah berbagai jenis. Kunci suksesnya, reaktor ini mampu menghasilkan swahenti, yaitu pembatasan gerak bakteri pada suatu ruang dalam bentuk biofilm dan/atau biogranule (biobutir). Pada reaktor AF ini, swahenti bakteri dapat menghasilkan umur lumpur yang tinggi, prosesnya stabil, mampu menangani perubahan debit dan kualitas air limbah, mampu pulih (recovery) setelah lama tidak beroperasi, misalnya setelah enam bulan reaktor berhenti operasi atau dormancy, ia mampu pulih hanya dalam tempo 1 – 2 pekan. Biomassanya pun mampu bertahan aktif setelah shutdown dengan syarat masih ada sisa airnya (tetap terendam).

Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB)
Reaktor UASB diperkenalkan oleh Gatze Lettinga, pakar proses anaerob di Universitas Wageningen, Belanda pada 1970-an. Mulai saat itu proses ini banyak diterapkan untuk mengolah air limbah karena mampu membentuk sludge yang berat dan aktif hingga konsentrasi 100.000 mg/l di zone bawah reaktor dengan mekanisme retensi dan separasi. Secara konsep, UASB serupa dengan reaktor highrate yang lain, yakni mampu menahan biomassa secara swahenti (self immobilization) dengan cara membentuk agregat atau konglomerat atau aglomerat yang tersusun oleh konsorsium bakteri. Dampak retensi (penahanan) swahenti ini, selain menambah aktivitas metanogeniknya juga menambah kecepatan endapnya sehingga waktu tinggal selnya melebihi waktu tinggal hidrolisnya.

Reaktor Hibrid Anaerob (RHA)
Hibrid ialah reaktor bastar, yakni satu reaktor dicangkokkan pada reaktor lain. Dengan demikian, variasinya menjadi sangat banyak. Adapun hibrid di sini ialah bastar antara reaktor AF dan UASB. Inilah konfigurasi reaktor yang dikembangkan untuk antisipasi biomassa yang sulit mengendap seperti fluffy & loose flocc. Pada RHA ini biomassanya terakumulasi di bagian bawah reaktor UASB & AF. Pada saatnya, akumulasi sludge bisa berlebih sehingga perlu dipompa dan dikeringkan di Sludge Drying Bed.

RHA menawarkan penggabungan kelebihan atau keuntungan UASB dan AF dan berhasil mengolah limbah yang soluble maupun sebagian insoluble daripada reaktor jenis lain. Sejumlah kelebihannya adalah KPO yang lebih besar daripada yang mampu diterima AF, biobutir lebih mudah dikultivasi (ditanam dan dikelola) daripada UASB dan start up-nya lebih singkat daripada fluidized bed. Sedangkan untuk medianya, yang terbaik ialah yang punya kapasitas pelekatan tinggi (high biomass attachment capacity) seperti porus dan rasio luas per volumenya tinggi. Selain itu dapat menerapkan bioproses aerob yang memerlukan aerator dan unit operasi fisika seperti equalizing dan sedimentation. Unit yang dipilih didasarkan atas kualitas fisika air limbah dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun Filter air untuk mengolah air limbah secara kimia dengan menerapkan unit koagulasi, flokulasi, netralisasi, disinfeksi, dll.

Tenkologi filter air pengolah limbah diatas merupakan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk rumah sakit dan farmasi 🙂

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air laundry dan binatu

Filter air laundry dan binatu, Filter air merupakan hal penting untuk bisnis laundry karena bisnis ini memerlukan kualitas air yang baik. Air buangan deterjen/laundry dapat menimbulkan permasalahan serius karena produk deterjen dan bahan-bahan ingredientnya dapat menyebabkan toxic bagi kehidupan dalam air.

Deterjen mengandung sekitar 25 macam bahan (ingredient) yang dapat dikelompokan sebagai 1) surfaktan, 2) builder, 3) bleaching agents dan 4) additives.

Air buangan sisa deterjen yang dihasilkan dalam volume besar sangat berbahaya untuk kelestarian sungai dan tanah. Surfaktan anionik dan nonionik merupakan komponen utama dalam deterjen.

 Karena sifatnya yang kompleks, air limbah deterjen/laundry sangat sukar untuk diolah. Metoda yang dapat diterapkan untuk mereduksi surfaktan mencakup proses-proses kimia dan oksidasi elektrokimia, teknologi membran,presipitasi secara kimia, degradasi fotokatalitik, adsorbsi dan berbagai metoda biologis yang tidak begitu efektif karena proses yang berlangsung lambat. Untuk melindungi lingkungan terhadap pengaruh air limbah khususnya deterjen/laundry maka perlu dicari metode pengolahan yang efisien.

filter air untuk laundry pakaian

Air merupakan komponen vital dalam operasi suatu industri laundry (binatu). Kebutuhan air untuk industri laundry rata-rata 15 L untuk memproses 1 kg pakaian dan menghasilkan 400 m3 limbah cair per hari. Pengolahan limbah cair hasil industri laundry sering menghadapi berbagai kesulitan diantaranya tingginya konsentrasi surfaktan, tingginya kadar zat organik dan anorganik.

Kebanyakan sistem yang digunakan pada proses pengolahan air limbah industri laundry merupakan metoda konvensional seperti presipitasi/koagulasi dan dan flokulasi, sedimentasi dan filtrasi atau kombinasi dari proses-proses tersebut. Koagulasi dan flokulasi biasanya ditambahkan untuk membentuk formasi dari partikel besar yang teraglomerasi. Sistem ini tidak efektif untuk menghilangkan warna dari efluent (sisa deterjen) dari proses laundry. Adsorbsi menggunakan karbon aktif granular setelah proses flokulasi dapat meningkatkan proses pengolahan karena luas permukaan karbon aktif yang besar dapat menyerap komponen-komponen yang ada dalam air limbah. Namun demikian untuk menghilangkan warna sangat tergantung dari jenis zat warna yang digunakan.

Sampai saat ini air buangan sisa deterjen yang termasuk limbah domestik masih merupakan masalah bagi lingkungan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penggunaan deterjen yang lebih memudahkan dalam proses pencucian dibandingkan dengan sabun. Dibandingkan dengan sabun yang di dalam air akan membentuk garam-garam kalsium dan magnesium yang dapat didegradasi secara biologis, deterjen yang merupakan kombinasi beberapa persenyawaan akan meninggalkan bermacam-macam zat kimia yang dapat berbahaya bagi lingkungan karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme dalam air. Salah satu senyawa kimia yang berbahaya dalam air adalah Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS). LAS adalah senyawa aquatic toxicity. Kadar LAS dalam air berturut turut sebesar 1,67, 1,62, dan 29,0 mg/L dapat mematikan ikan, daphnia magna, dan algae.

Permasalahan yang ada dalam pengolahan air limbah deterjen khususnya hasil proses laundry adalah belum adanya sistem pengolahan yang efektif dan efisien secara teknis maupun ekonomis. Metode filter air laundry yang selama ini adalah koagulasi dan flokulasi yang membutuhkan banyak zat kimia dan metoda biologi yang menghasilkan sludge yang menjadi problem tersendiri bagi lingkungan.

Pengolahan limbah cair menggunakan membran merupakan suatu upaya yang banyak dilakukan akhir-akhir ini dan telah menjadi fokus perhatian para ahli dalam dekade terakhir. Kebanyakan penelitian yang ada menggunakan membran yang terbuat dari composit polimer. Membran yang digunakan biasanya adalah jenis Mikrofiltrasi/Ultrafiltrasi dengan pertimbangan bahwa material ini banyak terdapat di Indonesia sehingga kemungkinan aplikasi komersialnya akan lebih luas. Sebagaimana diketahui membran keramik tidak saja dapat digunakan untuk pemisahan padat- cair, cair-cair namun dapat digunakan pada pervaporasi gas-gas.

Berbagai studi yang dilakukan beberapa peneliti sebelumnya memperlihatkan bahwa limbah sekunder dari industri mempunyai prospek yang cukup baik sebagai sumber air di masa depan. Limbah sekunder sekunder yang telah diolah terbukti dapat digunakan sebagai non-potable water seperti untuk umpan sistem cooling tower. Kombinasi antara MF, UF dan RO juga dapat menghasilkan air dengan kualitas tinggi yang dapat digunakan pada industri elektronika. Eksperimen pengolahan limbah cair dari industri tekstil yang dilakukan oleh Sojka-Ledakowicz et al menggunakan dua jenis membran (RO dan NF) menunjukkan bahwa RO mampu mereduksi chemical oxygen demand (COD) sampai 99.7%. Didapatkan juga persentase rejeksi dari zat warna hasil pengolahan dengan NF dan RO berturut-turut sebesar 99,4 dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja RO lebih baik dari MF. Namun demikian, MF lebih efektif dari RO dalam menurunkan intensitas warna dari limbah tekstil.

Pada studi yang lain, menunjukkan bahwa limbah cair dengan salinitas yang rendah merupakan sumber air dengan kualitas baik. Untuk membran RO menggunakan membran jenis spiral wound dan dioperasikan pada tekanan 9 bar didapatkan bahwa persentase rejeksi garam antara 98.5-99% pada water recovery percentage 17-21% (untuk tiga modul membran jenis spiral wound dalam sebuah vessel). Permeat yang dihasilkan mempunyai kualitas yang sangat baik untuk non-potable water serta bebas virus dan bakteri.

Hasil analisis menyimpulkan bahwa limbah cair dapat dimanfaatkan sebagai sumber non-potable water dengan unit cost yang terjangkau menunjukkan bahwa RO juga mempunyai kemampuan untuk menurunkan konsentrasi polutan dari limbah cair industri. Empat jenis membran (HR95PP, SEPA-MS05, DESAL-3B dan DESAL-3LP) digunakan dalam untuk pengolahan limbah cair sintetis yang mengandung ammonium sulfat, sianida dan acrylonitrile.

Semua membrane menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan kemampuan mereduksi ion ion sulfat besar dari 99%. Suatu hal yang cukup menarik untuk spesies non-ion seperti acrylnitril persentase rejeksi hanya antara 10.5 dan 28.8 %. Ini utamanya disebabkan oleh karakteristik RO yang tidak dapat menghilangkan zat organik dengan berat molekul rendah. Untuk itu disarankan untuk mengoksidasi akrilonirile menjadi ion lain terlebih dahulu.

Selain itu, ammonium dan sianida tidak dapat dieliminasi pada single step operation dan persentase rejeksi ion tergantung pada pH umpan. Pada eksperimen dengan limbah cair hasil penyamakan menggunakan system RO dengan kapasitas 20,000 L/hari, menunjukkan bahwa rejeksi TDS lebih besar dari 98% dengan Persentase Pemulihan Air Maksimum (maximum water recovery percentage) sebesar 78% dapat dicapai pada studi mereka. Diduga bahwa rendahnya persentase pemulihan air ini lebih disebabkan oleh pori membran yang tersumbat oleh endapan kalsium dan magnesium, scales, senyawa kompleks anorganik, dan keberadaan zat warna dan tannin dalam contoh limbah cair yang digunakan. Limbah cair pada industri baja menggunakan membran RO dan NF menunjukkan bahwa pada tekanan 2000 kPa dan suhu 25 oC, persentase pemulihan air hampir mencapai 100% dan untuk NF hanya 40%. Didapatkan juga bahwa flukspermeat untuk membran NF adalah sekitar dua kali lebih besar dari RO.

Sumber [eprints.unsri.ac.id]

Filter air limbah berlumpur

Filter air limbah berlumpur, Filter air limbah diperlukan untuk menjaga lingkunagan dan menghemat air. Buangan air limbah industri mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, seperti berkurangnya hasil produksi pertanian, menurunnya hasil tambak, maupun berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk. Seiring dengan makin tingginya kepedulian akan kelestarian sungai dan kepentingan menjaga keberlanjutan lingkungan dan dunia usaha maka muncul upaya industri untuk melakukan pengelolaan air limbah industrinya terutama yang mengandung lumpur melalui perencanaan proses produksi yang effisien sehingga mampu meminimalkan limbah buangan industri dan upaya pengendalian pencemaran air limbah industrinya melalui penerapan instalasi pengolahan air limbah.

filter air limbah berlumpur

Filter air pengolahan lumpur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu instalasi pengolahan air limbah. Inti dari pengolahan lumpur adalah mengurangi kadar air, menstabilkan, serta menghilangkan mikroorganisme patogen. Berikut ini adalah berbagai teknologi/metode filter air dalam pengolahan lumpur.

1. Thickening
Thickening adalah proses yang dilakukan untuk mengurangi volume lumpur sekaligus meningkatkan konsentrasi padatan di dalam filter air lumpur. Proses ini dapat dilakukan menggunakan peralatan antara lain gravity thickener, gravity belt thickener, rotary drum, separator, centrifuge, dan flotator.

Metode thickening yang cukup terkenal adalah gravity thickening. Sesuai dengan namanya, dalam proses ini terjadi pemanfaatan gaya gravitasi (pengendapan) untuk memisahkan air dari dalam sludge. Unit pengolahan yang digunakan untuk proses ini disebut gravity thickener yang serupa dengan secondary clarifier pada sistem lumpur aktif. Gravity thickener terbagi menjadi beberapa zona yaitu:

a. Clear zone: zona paling atas yang merupakan tempat bagi air yang berhasil dipisahkan dari lumpur untuk kemudian dikeluarkan dari dalam sistem dan diresirkulasi (dialirkan kembali) ke sistem filter air pengolahan air limbah.

b. Feed zone: zona ini memiliki karakteristik konsentrasi solid yang seragam.

c. Compaction zone: merupakan zona yang berada di bawah feed zone.

Di antara feed zone dengan clear zone terdapat area yang disebut dengan sludge blanket yang kedalamannya menjadi faktor penting dalam operasional unit gravity thickener.

2.  Stabilization
Stabilisasi lumpur bertujuan untuk menghindari terjadinya pembusukan lumpur, mencegah bau yang mengganggu, serta untuk mengurangi konsentrasi materi volatil dan kandungan patogen di dalam lumpur.

a. Digestion
Sesuai dengan namanya, digestion (kita asosiasikan dengan proses pencernaan), proses yang satu ini melibatkan aktivitas mikrobiologi. Mikroorganisme di dalam reaktor akan bekerja “memakan” zat-zat organik yang berada di dalam sludge untuk menghindari/mengurangi proses dekomposisi zat organik setelah lumpur keluar dari instalasi pengolahan. Jenis organisme yang terlibat dapat berasal dari kelompok aerob (prosesnya disebut aerobic digestion) atau anaerob (anaerobic digestion). Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan proses aerob dan anaerob dapat dilihat di sini.

b. Thermal stabilization
Stabilisasi lumpur dengan proses termal dimaksudkan untuk melepaskan air yang terikat pada lumpur melalui proses pemanasan dalam waktu yang singkat.

c. Chemical stabilization
Kalau yang satu ini jelas-jelas menggunakan bahan kimia untuk proses stabilisasi lumpur. Zat kimia yang digunakan untuk proses stabilisasi antara lain klorin dan kapur (kalsium hidroksida).

3. Conditioning
Proses sludge conditioning bertujuan untuk meningkatkan dewaterability dari lumpur. Metode-metode sludge conditioning antara lain adalah chemical conditioning, thermal conditioning, elutriation, dan freeze-thawing.

4. Dewatering
Proses dewatering memiliki prinsip yang sama dengan thickening, yaitu mengurangi konsentrasi air dalam lumpur. Yang membedakan adalah konsentrasi akhir dari padatan yang diperoleh. Pada thickening, sasaran konsentrasi padatan yang diinginkan adalah <15%. Dalam hal ini sludge masih bisa dipompa selayaknya air limbah. Sementara itu, pada dewatering, konsentrasi akhir padatan yang diinginkan adalah lebih dari 15% sehingga pemompaan tidak mungkin dilakukan karena sludge sudah memadat dengan viskositas tinggi. Instrumen yang dapat digunakan untuk proses dewatering antara lain filter press, belt press, dan centrifuge.  Secara alami, proses dewatering dapat juga dilakukan dengan cara mengeringkan lumpur (menjemur di bawah sinar matahari) pada suatu drying bed. Kelemahan metode ini adalah diperlukannya lahan yang luas.

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah industri terutama yang mengandung lumpur memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu filter air pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.
Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

Semoga artikel diatas dapat menjadi solusi untuk mengatasi air limbah industri berlumpur menggunakan filter air dan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sumber [Aneka Sumber]

Cara mengatasi air berminyak

Air berminyak berbau besi menjadi masalah. Air berminyak dan berbau besi memberikan ketidaknyamanan dalam penggunaan baik dalam keperluan masak, mandi, minum ataupun bahkan dalam kebutuhan sehari-hari lainnya yang berkaitan dengan kesehatan dalam tubuh. Air yang semestinya menjadi sumber kesehatan justru menjadi biang penyakit akibat zat besi yang terlalu tinggi yang terkandung didalamnya. Kadar zat besi yang tinggi dalam air yang didapat dari sumber-sumber permukaan seperti air sumur, air tanah dan sebagainya  justru menjadi berbagai macam jenis penyakit yang dapat diderita oleh masyarakat. Berbagai penyakit yang ditimbulkan salah satunya penyakit kulit. Bahkan air berminyak dengan kadar zat tinggi dapat merusak pakaian bila digunakan untuk mencuci. Ada beberapa tips dalam mengenali air yang terkandung didalamnya zat-zat membahayakan bagi kesehatan baik kesehatan tubuh maupun dalam penggunaan kehidupan sehari-hari, khususnya air dengan kadar zat besi tinggi. berikut tipsnya:

Cara mengenal air berkadar besi tinggi ini dengan cara :

•VISUAL  : Air yang bersumber dari permukaan tanah baik seperti air sumur maupun yang lainnya memiliki kadar besi tinggi dengan ditandai warna kekuning-kuningan dan berminyak.

•AROMA  : Bau besi yang amat tinggi menunjukan bahwa kadar zat besi dalam air sangat tinggi.

•BENTUK : Bentuk ataupun khas dari air berkadar zat besi tinggi cenderung berminyak.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanganan masalah air yang berkadar besi tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan solusi terbaik adalah menggunakan  filter air bersih untuk menghilangkan kadar besi yang terkandung didalam air.

filter air besi tinggi berminyakBegitu juga dengan masalah air yang mengandung besi rendah, Sebelumnya kami menguji sample air dengan kandungan kadar zat besi dari pengujian yang kami lakukan, dari hasil pengujian yang kami peroleh standar kadar zat besi untuk air yaitu < 5 ppm . Kadar normal 0,3 ppm yang disebutkan merupakan standar normal kadar besi untuk air minum konsumsi manusia sesuai dengan Permenkes No 907/Men-Kes/SK/VII/2002. Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa kandungan zat besi pada sumber air yang kami uji masih dalam batas wajar atau mengandung besi namun rendah, sehingga untuk mengatasinya sangat mudah. Jika anda juga mengalami kondisi air seperti tersebut anda hanya perlu menggunakan filter air dengan media filter pureTAG Super.

Jika kandungan zat besi yang berlebih pada sumber air sendiri dapat menimbulkan efek :

1. Bau dan rasa air yang tidak sedap, air cenderung berbau amis.
2. Air akan berwarna kuning dan berminyak sehingga dapat mengurangi palatabilitas air saat dikonsumsi.
3. Dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerak di saluran air atau instalasi pipa air.
4. Dapat merusak kesehatan jika air ini digunakan sebagai air minum.

Karena sample air hasil percobaan mengandung  kadar besi rendah dan masih dalam batas yang wajar maka. hanya diperlukan pengolahan air secara sederhana menggunakan filter air rumah tangga. Namun sebagai tindakan antisipasi, sebaiknya jika air akan digunakan untuk kebutuhan sehari – hari ada baiknya dilakukan pengolahan air menjadi air minum sehingga selain air menjadi bersih air juga menjadi sehat dan dapat langsung diminum oleh anda sekeluarga. Filter air dengan menggunakan media filter PureTAG Super berfungsi sebagai penyerap kandungan besi, mangan, bau dan minyak yang terdapat dalam air yang mengandung besi. Selain itu pureTAG Super juga dapat menjernihkan warna air.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya kandungan besi dalam air :

1.  Penyaringan dengan menggunakan alat penyaring khusus
Saat ini di pasaran sudah dijual alat penyaring zat besi. Prinsip penyaringannya yaitu menambah asupan oksigen ke air guna mengubah substansi yang terlarut di air menjadi suatu oksida. Ketika kontak dengan oksigen atau oksidator lain, besi dan mangan akan teroksidasi menjadi valensi yang lebih tinggi, bentuk ion kompleks baru yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, besi dihilangkan dengan penyaringan oleh media yang tersedia di dalam, sedangkan gas-gas yang menyebabkan bau akan terlepas ke udara bebas

2.  Penyaringan menggunakan alat filter air yang berisi media filter PureTAG Super, Karena cara ini merupakan cara paling aman dan ampuh untuk membuat air menjadi bersih dan sehat.

Ada beberapa solusi dan bahan dalam penanganan masalah air bau besi ini diantaranya:

1.Pasang Housing kaporit + kaporit tablet sebelum masuk torrent.
2.Buka penutup torrent, pasang kawat kassa.
3.Memasang filter air dengan media yang direkomendasikan dan terbukti ampuh salah satunya Media Filter PureTAG Super.

langkah 1 sampai 4 bertujuan untuk memisahkan zat besi dari kandungan air , kemudian zat besi yang terpisah dari “badan air” ini akan tertahan didalam tabung filter. Dan selanjutnya di keluarkan secara berkala melalui aktivitas back wash setelah itu lakukan kembali ke posisi filtrasi sehingga anda dan keluarga dpat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

filter air berminyak, penyaring air berminyak

Filter air zat besi tinggi

Filter air menjadi kebutuhan, Filter air zat besi tinggi menyaring kandungan besi dalam air keruh kotor sehingga menjadi air bersih dan bisa diminum. Namun semakin majunya teknologi pengolahan air besi tinggi maka kita dapat memilih teknologi pengolahan yang tepat.

Baik besi maupun mangan, dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk kolloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik. Oleh karena itu cara pengolahannyapun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dan mangan dalam air yang akan diolah. Ada beberapa cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air salah satu diantarannya yakni dengan cara oksidasi, dengan cara koagulasi, cara elektrolitik, cara pertukaran ion, cara filtrasi kontak, proses soda lime, pengolahan dengan bakteri besi dan cara lainnya.

Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yakni oksidasi dengan udara atau aerasi, oksidasi dengan khlorine (khlorinasi) dan oksidasi dengan kalium permanganat. Selain dengan cara oksidasi, penghilangan senyawa besi dan mangan dalam air yang umum digunakan khususnya untuk skala rumah tangga yakni dengan mengalirkan ke suatu filter air dengan media mangan zeolit.

Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu :

1. Oksidasi dengan Udara (Aerasi)
2. Oksidasi dengan Khlorine (Khlorinasi)
3. Oksidasi dengan kalium permangganat

Proses menghilangkan besi dan mangan dengan koagulasi dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu :

1. Proses Koagulasi dengan Penambahan Bahan Koagulan
Untuk menghilangkan zat besi dan mangan seperti pada kasus tersebut di atas, perlu dilakukan koagulasi dengan membubuhkan bahan koagulan, misalnya aluminium sulfat, Al2(SO4).nH2O dalam air yang mengandung kolloid. Dengan pembubuhan koagulan tersebut, kolloid dalam air menjadi bergabung dan membentuk gumpalan (flock) kemudian mengendap. Setelah kolloid senyawa besi dan mangan mengendap, kemudian air disaring dengan saringan pasir cepat atau Filter air pasir lambat.

2. Proses Koagulasi dengan Cara Elektrolitik
Dalam air baku dimasukkan elektroda dari lempengan logam aluminium (Al) yang dialiri dengan listrik arus searah. Dengan adanya arus listrik tersebut, maka elektroda logam Al tersebut sedikit demi sedikit akan larut ke dalam air membentuk ion Al3+, yang oleh reaksi hidrolisa air akan membentuk Al(OH)3 merupakan koagulan yang sangat efektif. Dengan terbentuknya Al(OH)3.nH2O dan besi organik serta partikel-pertikel kolloid lain yang bermuatan negatif akan tertarik oleh ion Al3+ sehingga menggumpal menjadi partikel yang besar, mengendap dan dapat dipisahkan. Cara ini sangat efektif, tetapi makin besar skalanya maka kebutuhan listriknya makin besar pula.

Penghilangan Fe dan Mn Dengan Cara Filter Air Pertukaran Ion.
Penghilangan besi dan mangan dengan cara pertukaran ion yaitu dengan cara mengalirkan air baku yang mengandung Fe dan/atau Mn melalui suatu media penukaran ion. Sehingga Fe dan Mn akan bereaksi dengan media penukaran ionnya. Sebagai media penukaran ion yang sering dipakai zeolite alami yang merupakan senyawa hydrous silikat aluminium dengan calsium dan natrium (Na). Disamping bahan penukar ion alami ada juga penukar ion tiruan (resin sintetis) yang mempunyai sifat-sifat yang lebih khusus.

Ditinjau dari siklus penukaran ionnya, ada 2 (dua) tipe yaitu : penukaran ion dengan siklus Na yang regenerasinya dengan memakai larutan NaCl, dan Penukaran ion dengan siklus H yang regenerasinya dengan menggunakan larutan HCl.

filter air besi tinggi1. Dengan Siklus untuk Na.
a. Menggunakan Zeolite
b. Menggunakan Resin Sintetis

2. Dengan Siklus Hidrogen (H)
a. Dengan Media Penukar Ion Zeolite
b. Dengan Media Penukar Ion Resin

Proses penghilangan besi dan mangan dengan pertukaran ion sangat mudah operasinya, tetapi jika air bakunya mempunyai kekeruhan, kandungan zat organik serta kadar Fe3+ dan Mn2+ penukar ionnya oleh kotoran tersebut sehingga daya penukar ionnya menjadi cepat jenuh. Hal ini mengakibatkan regenerasi harus lebih sering dilakukan.

Filter  Air  Besi  Tinggi  Menggunakan Media Filter Mangan Zeolite.
Air baku yamg mengandung besi dan mangan dialirkan melalui suatu filter air yang media filternya terdiri dari mangan-zeolite (K2Z.MnO.Mn2O7). Mangan Zeolit berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangandioksida yang tak larut dalam air.

Reaksi penghilangan besi dan mangan dengan filter air mangan zeolite tidak sama dengan proses pertukaran ion, tetapi merupakan reaksi dari Fe2+ dan Mn2+ dengan oksida mangan tinggi (higher mangan oxide).

Filtrat yang terjadi mengandung mengandung ferri-oksida dan mangan-dioksida yang tak larut dalam air dan dapat dipisahkan dengan pengendapan dan penyaringan. Selama proses berlangsung kemampunan reaksinya makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh. Untuk regenerasinya dapat dilakukan dengan menambahkan larutan Kaliumpermanganat kedalam zeolite yang telah jenuh tersebut sehingga akan terbentuk lagi mangan zeolite (K2Z.MnO.Mn2O7).

Pengolahan air tanah dengan menggunakan filter air mangan zeolit dan filter air karbon aktif , serta dilengkapi dengan filter cartridge 5 mikron dan sterilizer Ultra Violet telah dicoba dan menghasilkan air lahan dengan kualitas yang baik.

Berdasarkan analisa laboratorium terhadap hasil air olahan untuk parameter yang penting antara lain: kekeruhan, zat besi, mangan, zat organik (angka permanganat), total kesadahan, ammonium (NH4+), dan bakteri Coli telah memenuhi stadar baku mutu untuk air minum

Dari hasil analisa terhadap air olahan tersebut diatas, jumlah total bakteri Coli nol, sedangkan total plate count masih diatas standar air kemasan. Hal ini air hasil filter air  tersebut sudah layak langsung diminum, tetapi tidak disarankan untuk disimpan dalam waktu yang lama.

Sumber [kelair.bppt.go.id]

Filter air limbah rumah makan dan restoran

Filter air limbah sangat diperlukan, Jenis filter air limbah rumah makan dan restoran kini berteknologi modern sehingga mudah digunakan dan perawatannya. Air limbah berasal dari dua jenis sumber yaitu air limbah rumah tangga dan air limbah industri termasuk pada rumah makan / restoran. Secara umum didalam limbah rumah tangga tidak terkandung zat-zat berbahaya, sedangkan didalam limbah industri harus dibedakan antara limbah yang mengandung zat-zat yang berbahaya dan harus dilakukan penanganan khusus tahap awal sehingga kandungannya bisa di minimalisasi terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sewage plant, karena zat-zat berbahaya itu bisa mematikan fungsi mikro organisme yang berfungsi menguraikan senyawa-senyawa di dalam air limbah. Sebagian zat-zat berbahaya bahkan kalau dialirkan ke sawage plant hanya melewatinya tanpa terjadi perubahan yang berarti, misalnya logam berat.  Penanganan limbah industri tahap awal ini biasanya dilakukan secara kimiawi dengan menambahkan zat-zat kimia yang bisa mengeliminasi yang bersifat kotoran umum.

filter air limbah rumah makan restoran

Untuk bisa memilih teknologi filter air rumah makan dan restoran yang tepat, seseorang harus mengetahui gambaran umum tentang metode-metode pengolahan air limbah yang ada, baik tentang prinsip kerja filter air, tentang penerapan penyaringan air limbah metode-metode tersebut, keuntungan dan kerugian, dan juga faktor biaya. Hal yang penting dalam konsep pengolahan air limbah restoran adalah usaha mencegah atau menekan beban cemaran seminimal mungkin, yaitu melalui pengendalian proses produksi itu sendiri (konsep produksi bersih). Baru pada tahap selanjutnya adalah pengolahan air limbah yang dihasilkan agar tidak mencemari badan air (sungai, selokan dsb).

Penentuan suatu sistem pengolahan limbah yang tepat terhadap air limbah terkait erat dengan informasi komposisi dan karakteristik dari air limbah terlebih dahulu. Karena itu, macam-macam industri dan karakteristik limbah menjadi penting untuk dipaparkan dalam kaitan dengan teknologi pengolahan air limbah dari industri, prinsip dasar pemilihan teknologi filter air yang tepat, dan contoh sistem pengolahan limbah pada beberapa jenis industri.

Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan dapat menurunkan kualitas lingkungan jika tidak diolah menggunakan filter air. Air limbah berasal dari dua jenis sumber yaitu air limbah rumah tangga dan air limbah industri termasuk pada restoran. Air limbah sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah. Air limbah ini ada yang hanya berfungsi sebagai media pembawa saja seperti penyakit kolera, radang usus, hepatitis infektiosa, serta schitosomiasis. Selain sebagai pembawa penyakit di dalam air limbah itu sendiri banyak terdapat bakteri patogen penyebab penyakit seperti virus, vibrio cholera, salmonella dan lain-lain. Selain itu, dengan banyaknya zat pencemar yang ada di dalam air limbah, maka akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut di dalam air limbah. Dengan demikian akan menyebabkan kehidupan di dalam air yang membutuhkan oksigen akan terganggu. Air limbah mengalami proses pembusukan dari zat organic yang ada didalamnya sehingga dapat menimbulkan bau hasil pengurangan dari zat organic yang sangat menusuk hidung sehingga dapat dihilangkan dengan filter air limbah rumah makan dan restoran modern. Selain bau, warna air limbah yang kotor akan menimbulkan gangguan pemandangan. Apabila air limbah mengandung gas karbon dioksida yang agresif, maka akan mempercepat proses terjadinya karat pada benda yang terbuat dari besi. Air limbah yang berkadar pH rendah atau bersifat asam maupun pH tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada benda-benda yang dilaluinya. Lemak yang merupakan sebagian dari komponen air limbah akan menempel pada dinding saluran air limbah yang pada akhirnya akan dapat menyumbat aliran air limbah.

Filter air pengolahan limbah cair pada rumah makan / restoran terdiri dari tiga macam yaitu pengolahan secara fisik, kimia dan biologi. Pengolahan secara fisik yaitu proses penyaringan, flotasi, filtrasi dan adsorbsi. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Pengolahan secara biologi yaitu reaktor pertumbuhan tersuspensi dan reaktor pertumbuhan lekat.

Teknologi pengolahan limbah cair pada rumah makan/restoran bisa juga menggunakan filter air teknik bioremediasi dengan sistem tanaman air dan elektrokoagulasi. Tanaman air merupakan bagian dari vegetasi penghuni bumi ini yang media tumbuhnya adalah perairan. Bioremediasi dengan simulasi tanaman air dapat meningkatkan kualitas limbah restoran / rumah makan yang meliputi kualitas fisik, kimia dan mikro biologis parameter, pada umumnya telah memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan, baik ditinjau dari kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi.

Kualitas limbah restoran yang telah melalui proses bioremediasi dengan simulasi tanaman air pada umumnya telah memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan, baik ditinjau dari kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi.

Sedangkan filter air dengan proses elektrokoagulasi merupakan gabungan dari proses elektrokimia dan proses flokulasi-koagulasi. Proses ini dapat menjadi pilihan metode pengolahan limbah radioaktif dan limbah B3 cair fase air alternatif mendampingi metode-metode lain yang telah dilaksanakan. Kelebihan proses ini untuk mengolah limbah cair adalah tidak adanya penambahan bahan kimia.

SARAN UNTUK PENGUSAHA RUMAH MAKAN / RESTORAN

1. Teknologi filter air / pengolahan limbah cair rumah makan / restoran harus memperhatikan faktor ekologi lingkungan.

2. Perlu adanya pengawasan yang kontinyu terhadap pengolahan air limbah rumah makan / restoran.

3. Perlu adanya kajian yang mendalam terhadap teknologi pengolahan limbah air rumah makan / restoran.

Sesuai dengan batasan air limbah yang merupakan benda sisa, maka sudah barang tentu bahwa air limbah merupakan benda yang sudah tidak dipergunakan lagi. Akan tetapi tidak berarti bahwa air limbah tersebut tidak perlu dilakukan pengelolaan, karena apabila limbah tersebut tidak dikelola secara baik akan dapat menimbulkan gangguan, baik terhadap lingkungan maupun terhadap kehidupan yang ada.

Sumber [bgfunhas.blogspot.com]

Filter air limbah Elektrokoagulasi dan Bioremediasi

Filter air limbah beraneka teknologi, Filter air Elektrokoagulasi dan Bioremediasi merupakan penyaring air limbah yang menjadi solusi di industri atau pabrik anda. Teknologi filter air pengolahan air limbah adalah kunci utama dalam memelihara kelestarian lingkungan. Limbah cair atau air limbah adalah air yang tidak terpakai lagi, yang merupakan hasil dari berbagai kegiatan manusia sehari-hari. Dengan semakin bertambah dan meningkatnya jumlah penduduk dengan segala kegiatanya, maka jumlah air limbah juga mengalami peningkatan. Pada umumnya limbah cair baik yang melalui filter air maupun yang tidak, maka akan dibuang ke dalam tanah, sungai danau dan laut. Jika jumlah air limbah yang dibuang melebihi kemampuan alam untuk menerima atau menampungnya, maka akan terjadi kerusakan lingkungan.

Berbagai kasus pencemaran lingkungan dan memburuknya kesehatan masyarakat yang banyak terjadi dewasa ini diakibatkan oleh limbah cair dari berbagai kegiatan industri, rumah sakit, pasar, restoran hingga rumah tangga. Penentuan suatu sistem pengolahan air limbah yang tepat terhadap air limbah pabrik/industri terkait erat dengan informasi komposisi dan karakteristik dari air limbah terlebih dahulu. Karena itu, macam-macam industri dan karakteristik limbah menjadi penting untuk dipaparkan dalam kaitan dengan teknologi filter air pengolahan air limbah dari industri, prinsip dasar pemilihan teknologi yang tepat, dan contoh sistem pengolahan limbah pada beberapa jenis industri.

filter air limbah pabrik industri

TEKNOLOGI ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

1. Proses Elektrokoagulasi
Salah satu Filter air limbah dapat menggunakan proses elektrokoagulasi merupakan gabungan dari proses elektrokimia dan proses flokulasi-koagulasi. Proses ini dapat menjadi pilihan metode pengolahan limbah radioaktif dan limbah B3 cair fase air alternatif mendampingi metode-metode lain yang telah dilaksanakan. Kelebihan proses filter air dengan teknik elektrokogulasi ini untuk mengolah limbah cair adalah tidak adanya penambahan bahan kimia. Elektrokoagulasi secara teknis dapat digunakan untuk proses pengolahan limbah efluen hasil pengolahan limbah B3 cair karena mampu mereduksi kontaminan dalam limbah diatas 90%. Kondisi terbaik dicapai pada kuat arus 5 Ampere, waktu operasi elektrokoagulasi kontaminan selama 120 menit, yaitu memberikan efisiensi elektrokoagulasi kontaminan.

2. Filter air limbah teknologi bioremediasi dengan sistem tanaman air
Tanaman air merupakan bagian dari vegetasi penghuni bumi ini yang media tumbuhnya adalah perairan. Penyebarannya meliputi perairan air tawar, payau sampai kelautan dengan beraneka ragam jenis, bentuk dan sifatnya jika memperlihatkan sifat dan posisi hidupnya di perairan tanaman air dapat dibedakan dalm 4 jenis yaitu : tanaman air yang hidup pada bagian perairanan disebut marginal aquatic plant; tanaman air yang hidup pada bagian perairan disebut floating aquatic. Tanaman air yang hidup melayang didalam perairan disebut submerge aquatic plant ; dan tanaman  air yang tumbuh pada dasar peraiaran disebut the deep aquatic plant. Filter air bioremediasi dengan simulasi tanaman air dapat meningkatkan kualitas limbah industri / pabrik yang meliputi kualitas fisik, kimia dan mikro biologis parameter. Parameter limbah yang diuji mengalami peningkatan kualitas dari kondisi yang tidak memenuhi syarat menjadi memenuhi syarat sesuai baku mutu yang telah ditetapkan. Komposis tanaman air dan pengeceran limbah berinteraksi dalam memberikan efek terhadap peningkatan kualitas limbah pabrik / industri pada proses bioremediasi. Efek bioremediasi yang optimal terjadi pada percobaan yang menggunakan 4 jenis tanaman air yaitu Mendong (Irissaibirica), teratai (Nymphae firecrest), Kiambang (Spirodella polyrhiza) dan Hidrilla (Hydrilla verticillata). Kualitas air limbah pabrik / industri yang telah melalui proses bioremediasi dengan simulasi tanaman air pada umumnya telah memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan, baik ditinjau dari kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi.

3.  Pengolahan air limbah pabrik/industri secara biologi
Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan praktis. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode filter air limbah biologi dengan segala modifikasinya. Pada dasarnya, reaktor pengolahan air limbah pabrik/industri secara biologi dapat dibedakan secara 2 jenis yaitu :

a. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reactor)
Didalam reactor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam reactor jenis ini. Proses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya antara lain oxidation ditch dan kontak stabilisasi. Oxidation ditch memiliki beberapa kelebihan yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85-90 % (dibandingkan 80-85 %) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90-95 %), kontak stabilisasi memiliki kelebihan yang lain yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses kontak stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses adsorbsi dalam tangki kotak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan filter air pre-treatment.

b. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reactor)
Dalam reaktor pertumbuhan lekat, mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya. Berbagai modifikasi telah banyak dikembangkan selama ini antara lain trickling water filter, cakram biologi, filter air terendam dan reaktor fludisasi. Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar 80-90%.

Ditinjau dari segi lingkungan, dimana berlangsung proses penguraian limbah cair secara biologi, proses ini dapat dibedakan atas dua jenis :
1. Proses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen.
2. Proses anaerob, yang berlangsung tanpa hadirnya oksigen.

Apabila BOD air buangan tidak melebihi 400mg/l proses aerob masih dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob. Pada BOD lebih tinggi dari 4500 mg/l proses anaerob lebih ekonomis.

Sumber [bgfunhas.blogspot.com]

Filter Penyaring Air Keruh Sederhana

Filter  penyaring air keruh beragam bentuk dan jenisnya. Filter penyaring air adalah cara yang paling umum digunakan untuk membuat air keruh menjadi air bersih, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah menggunakan penjernih air atau saringan air sederhana untuk menjernihkan air dirumah , kantor, apartemen atau kos-kosan. Perlu diperhatikan bahwa penyaringan air sederhana tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan filter penyering air teknologi destilasi untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam.

filter penyaring air keruhBerikut ini beberapa cara filter penyaringan air keruh sederhana dan tradisional untuk mendapatkan air bersih dengan cara penyaringan air:

1. Saringan Kain Katun

Filter penyaring air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas

Filter penyaring air keruh dengan menggunakan kapas, saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

3. Aerasi

Filter penyaring air sederhana teknik aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Filter penyaring air kotor saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Filter penyaring air keruh menggunakan saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir.

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

7. Saringan Arang

Filter penyaring air menggunakan saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa.

9. Saringan Keramik

Filter penyaring air keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringan keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Filter penyaring air cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya.

Indikator / Tanda Air Tanah Yang Tercemar

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik, yaitu:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Sumber [infohikmatuliman.wordpress.com]

Pages:« Prev1234Next »