You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air besi

air besi

Mengatasi Air Kuning

Mengatasi air kuning sangat mudah, anda dapat mencoba beberapa teknik mengatasi air kuning yang akan dibahas pada artikel ini. Read more

Membuat Air Bersih

Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM). Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil. Read more

Menyaring Air Keruh Jadi Jernih

Air keruh dan berwarna kuning sering dikeluhkan oleh sebagain besar pengguna air, khususnya pengguna air tanah atau air sumur. Air keruh kuning disebabkan adanya kandungan zat besi yang tinggi pada air tersebut, selain  keruh dan berwarna kuning air dengan kandungan zat besi (Fe) yang tinggi biasanya ada bau besi yang menyengat dan adanya endapan minyak diatas permukaan air bila air keruh ini di didiamkan. Read more

Apa itu kesadahan air

Kesadahan air atau sering disebut air kapur. Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Dalam air lunak, sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3.

Mengetahui Kesadahan Air
Cara paling mudah untuk mengetahui air yang selalu anda gunakan adalah air sadah atau bukan dengan menggunakan sabun. Ketika air yang anda gunakan adalah air sadah, maka sabun akan sukar berbuih, kalaupun berbuih, buihnya sedikit. Kemudian untuk mengetahui jenis kesadahan air adalah dengan pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan, sabun tetap sukar berbuih, berarti air yang anda gunakan adalah air sadah tetap.

Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi.

Efek Air Sadah
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+ menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan membentuk endapan padat (sampah sabun tersebut). Komponen utama dari sampah tersebut adalah kalsium stearat, yang muncul dari stearat natrium, komponen utama dari sabun: 2 C17H35COO- + Ca2+ → (C17H35COO)2Ca

Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Pada industri yang menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari kesadahan. Hal ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap pada permukaan pipa dan permukaan penukar panas. Presipitasi (pembentukan padatan tak larut) ini terutama disebabkan oleh dekomposisi termal ion bikarbonat, tetapi bisa juga terjadi sampai batas tertentu walaupun tanpa adanya ion tersebut. Penumpukan endapan ini dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air di dalam pipa. Dalam ketel uap, endapan mengganggu aliran panas ke dalam air, mengurangi efisiensi pemanasan dan memungkinkan komponen logam ketel uap terlalu panas. Dalam sistem bertekanan, panas berlebih ini dapat menyebabkan kegagalan ketel uap. Kerusakan yang disebabkan oleh endapan kalsium karbonat bervariasi tergantung pada bentuk kristal, misalnya, kalsit atau aragonit.

kesadahan air

Jenis Air Sadah
Air sadah digolongkan menjadi dua jenis, berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+), yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap.

Air sadah sementara
Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO3-), atau boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat (Ca(HCO3)2) dan atau magnesium bikarbonat (Mg(HCO3)2). Air yang mengandung ion atau senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan air, sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca2+ dan atau Mg2+. Dengan jalan pemanasan senyawa-senyawa tersebut akan mengendap pada dasar ketel. Reaksi yang terjadi adalah : Ca(HCO3)2 (aq) –> CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)

Air sadah tetap
Air sadah tetap adalah air sadah yang mengadung anion selain ion bikarbonat, misalnya dapat berupa ion Cl-, NO3- dan SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), kalsium sulfat (CaSO4), magnesium klorida (MgCl2), magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4). Air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan. Untuk membebaskan air tersebut dari kesadahan, harus dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq) atau K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+ dan atau Mg2+. CaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) –> CaCO3 (s) + 2NaCl (aq) Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) –> MgCO3 (s) + 2KNO3 (aq) Dengan terbentuknya endapan CaCO3 atau MgCO3 berarti air tersebut telah terbebas dari ion Ca2+ atau Mg2+ atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas dari kesadahan.

Menghilangkan Kesadahan
Proses penghilangan kesadahan air yang sering dilakukan pada industri-industri adalah melalui penyaringan dengan menggunakan zat-zat sebagai berikut :

Resin pengikat kation dan anion
Resin adalah zat polimer alami ataupun sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion tertentu. Secara teknis, air sadah dilewatkan melalui suatu wadah yang berisi resin pengikat kation dan anion, sehingga diharapkan kation Ca2+ dan Mg2+ dapat diikat resin. Dengan demikian, air tersebut akan terbebas dari kesadahan.

Zeolit
Zeolit memiliki rumus kimia Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. zeolit mempunyai struktur tiga dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+ dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari kesadahan.

Untuk menghilangkan kesadahan sementara ataupun kesadahan tetap pada air yang anda gunakan di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan zeolit. Anda cukup menyediakan tong yang dapat menampung zeolit. Pada dasar tong sudah dibuat keran. Air yang akan anda gunakan dilewatkan pada zeolit terlebih dahulu. Air yang telah dilewatkan pada zeolit dapat anda gunakan untuk keperluan rumah tangga, spserti mencuci, mandi dan keperluan masak.

Zeolit memiliki kapasitas untuk menukar ion, artinya anda tidak dapat menggunakan zeolit yang sama selamanya. Sehingga pada rentang waktu tertentu anda harus menggantinya.

Sumber [Aneka Sumber]

Masalah Umum Air Tanah / Sumur

Air tanah salah satu sumber air terbesar, Air tanah banyak digunakan karena mudah untuk mendapatkannya. Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:

1. Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
2. Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air.
3. Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.

air tanah mengandung besi

Air tanah atau air sumur, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri di wilayah perkotaan dan perdesaan memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Masalah Umum Air Tanah atau air sumur yang mengandung kadar besi tinggi , Mengandung ion kalsium dan magnesium berlebih serta kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :

Air mengandung zat besi
Kadar besi dalam air ini bisa terlihat dari seberapa cepatnya warna berubah dan intensitas bau, semakin cepat warna air berubah dan semakin kuat intensitas baunya maka kadar besi semakin tinggi. Air ini tidak bisa digunakan untuk mencuci baju, apalagi sampai dikonsumsi. Jika digunakan untuk mencuci baju, maka baju terlihat cepat kusam dan terkadang sampai berkarat. Efek terburuk dari penggunaan air yang mengandung besi tinggi adalah menurunnya intelegensi (IQ) sedangkan efek lain adalah terganggunya kesehatan kita.
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
Air berwarna kuning keruh dan sering disertai bau amis. Untuk air minum, jika mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kadar Fe  lebih dari 1 mg/l  menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l  menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

Air kuning permanen
Air tanah atau air sumur yang berwarna  kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Air Menimbulkan Kerak
Sumber air tanah yang terlalu banyak mengandung ion kalsium dan magnesium atau biasa disebut air sadah jika digunakan seringkali meninggalkan kerak putih, tapi jangan langsung berpikir kalau kerak yang ditinggalkan langsung tebal, kerak putih ini mula-mula hanya tipis, lama-kelamaan akan menebal jika peralatan ini terus digunakan untuk merebus air sadah.

Dampaknya hantaran panas dari panci/ketel akan berkurang (untuk mendidihkan air dalam jumlah sama, panas yang digunakan jauh lebih banyak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama) karena kerak ini merupakan isolator panas. Masalah umum air tanah atau air sumur dapat diatasi dengan berbagai cara dan metode sesuai dengan masing-masing masalah air yang dialami. Namun salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah air diatas adalah menggunakan filter air / pemurni air. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Sekarang ini banyak sekali teknologi modern yang terdapat dalam filter air diantaran NanoFiltrasi, MikroFiltrasi, UltraFiltrasi, Reverse Osmosis. Teknologi tersebut dapat membuat air yang tidak layak menjadi layak digunakan atau dikonsumsi (sesuai kebutuhan dan keinginan).  Dengan menggunakan filter air, kini kita dapat menikmati air bersih dan sehat.

Sumber [Aneka Sumber]

Proses Khlorinasi

Proses khlorinasi, Banyak yang belum faham Khlorinasi. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita jika tidak sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian.

Klorinasi merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Kadar sisa klor sebagai produk klorinasi dipengaruhi oleh beberapa bahan kimia yang bersifat reduktor terhadap klor yang mengakibatkan kadar sisa klor dalam air tidak cukup untuk membunuh bakteri.

Klorin ini banyak digunakan dalam pengolahan limbah industri, air kolam renang, dan air minum di Negara-negara sedang berkembang karena sebagai desinfektan, biayanya relatif murah, mudah, dan efekti. Senyawa-senyawa klor yang umum digunkan dalam proses klorinasi, antara lain, gas klorin, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida, dihidroisosianurate dan kloramin.

Klorinasi adalah proses penambahan elemen klorin ke air sebagai metode pemurnian air untuk membuatnya layak dikonsumsi manusia sebagai air minum. Air yang telah diklorinasi efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

khlorinasi proses

Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi
Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin
Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan
Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004): N/No = [(Cr*t)/b]-n Dimana No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL) Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L) t : waktu kontak (menit) n : kemiringan kurva inaktivasi b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak
Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004). Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan.

Berikut beberapa kegunaan klorin:

  1. Memiliki sifat bakterisidal dan germisidal.
  2. Dapat mengoksidasi zat besi, mangan, dan hydrogen sulfide.
  3. Dapat menghilangkan bau dan rasa tidak enak pada air.
  4. Dapat mengontrol perkembangan alga dan organisme pembentuk lumut yang dapat mengubah bau dan rasa pada air.
  5. Dapat membantu proses koagulasi.

Cara kerja klorin
Klorin dalam air akan berubah menjadi asam klorida. Zat ini kemudian di netralisasi oleh sifat basa dan air sehingga akan terurai menjadi ion hydrogen dan ion hipoklorit.

Klorin sebagai disenfektan terutama bekerja dalam bentuk asam hipoklorit (HOCl) dan sebagian kecil dalam bentuk ion hipoklorit (OCl-). Klorin dapat bekerja dengan efektif sehingga desinfektan jika berada dalam air dengan pH sekitar 7. Jika nilai pH air lebih dari 8,5, maka 90% dari asam hippokorit itu akan mengalami ionisasi menjadi ion hipoklorit. Dengan demikian, khasiat desinfektan yang memiliki klorin menjadi lemah atau berkurang.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman yaitu penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18’C, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen. Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8

Berikut istilah dalam proses Klorin mematikan MO:

  1. Dosis klorin/Chlorine Dosage = Jumlah klorin yang ditambahkan, biasanya dinyatakan dalam satuan mg/l.
  2. Kebutuhan klrorin/Chlorine Demand = Jumlah klorin yang tidak tersedia sebagai desinfektan sebagai akibat reaksi dari berbagai senyawa.
  3. Residu klorin/Chlorine Residual = Jumlah klorin yang tersedia sebagai desinfektan setelah waktu kontak tertentu.
  4. Ketersedian residu klorin bebas = Jumlah dari residu klorin yang tersedia dalam air maupun air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

 

Alat penjernih air modern

Alat penjernih air & penyaring air berfungsi untuk menghilangkan rasa, bau, dan warna pada air sehingga kualitas air dapat meningkat. cara penyaringan air yang biasa digunakan adalah tawas, karbon aktif dan kaporit, Namun semakin berkembangnya dunia filter air maka munculah media filter terbaru yaitu pureTAG Super. Penggunaan media filter tersebut sebagai alat penjernih air / penyaring air kurang efisien, karena pemisahan endapan dan air cukup sulit.

Teknologi modern alat penjernih & penyaring air. Hadirnya teknologi alat penjernih air sangat efektif mengingat kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan kurangnya pasokan air yang berkualitas tinggi menyebabkan alat penyaring air berkualitas bagus mulai banyak dibutuhkan saat ini. karena kualitas air juga harus diperhatikan, bukan hanya dari segi kuantitas saja. Karena air yang tidak berkualitas dikhawatirkan mengandung senyawa yang dapat membahayakan tubuh.

alat penjernih air

Di daerah tertentu terkadang air bersih sangat sulit didapatkan. Bukan berarti air bersih tidak ada. tetapi di sebagian tempat untuk bisa dipakai minum air harus melewati proses penjernihan dahulu.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu tawas untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran, karbon aktif untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam air. Namun penggunaan bahan tersebut sebagai cara penyaringan air, sekarang ini mulai kuran diminati. Hal ini disebabkan alat penjernih air sederhana seperti ini bisa kita buat sendiri. banyak sekali bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk menjernihkan air secara alami. Misalnya batu, pasir, kerikil, arang sekam padi, ijuk, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain. Kesemuanya itu sangat mudah kita temukan disekitar kita.

Teknologi penjernihan air modern. beberapa teknologi membran pada saringan air yang terkenal ada beberapa jenis:

1. Ultrafiltrasi (UF)
2. Reverse Osmosis (RO)
3. ElektroDialisis (ED)
4. Elektrodialisis Reversal (EDR)
5. Mikrofiltrasi (MF)
6. NanoFiltrasi (NF)

Semua jenis teknologi membrane filter air diatas mampu untuk mengembangkan ion kecuali ultrafiltrasi. karena ukuran pori-pori membran UF terlalu besar untuk menahan ion dan teknologi UF ini hanya dipakai untuk menghilangkan kontaminan (berukuran besat), seperti minyak dan lemak serta suspended solid.

Dari 4 macam teknologi diatas, teknologi reverse osmosis (RO) menggunakan membran RO yang sangat terkenal akan kualitas dari hasil filtrasi nya.

Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an. Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis film komposit dimana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membrane.

Begitu banyak depot air minum isi ulang memakai teknologi ini dengan tambahan alat pretreatment dan post treatment UV.

Sumber [Aneka Sumber]

Material Pompa Pengolahan Air Limbah

Pengolahan air limbah industri , material Pompa Pengolahan Air beraneka ragam. Pompa merupakan salah satu kelengkapan yang sangat vital di dalam instalasi pengolahan air limbah. Pompa merupakan mesin yang dipakai untuk mengalirkan zat cair dari suatu tempat ketempat yang lain. Dengan adanya perbedaan tekanan antara diluar pompa dan didalam pompa, fluida mengalir masuk kedalam pompa melalui saluran masuk (suction) dan keluar melalui saluran tekan (discharge).

Pemompaan di dalam instalasi pengolahan air limbah digunakan antara lain untuk memindahkan air limbah dari dalam sumur pompa ke reaktor pengolahan, dosing bahan kimia, mengeluarkan lumpur dari dalam clarifier. Ketiga proses pemompaan tersebut dapat dilakukan menggunakan jenis pompa desak (positive displacement pumps). Pompa jenis ini digunakan karena memiliki ketahanan tinggi dalam menangani beragam jenis fluida dan partikel padatan. Pompa dosing, salah satu pompa desak terkecil di pasaran, berfungsi untuk memompa bahan kimia ke dalam tangki dengan dosis yang tepat.

Pompa sentrifugal merupakan jenis pompa yang umum digunakan untuk memompa air limbah karena tidak mudah tersumbat. Penggunaan pompa rendam (submersible) untuk air limbah lebih baik karena dapat mencegah terjadinya kavitasi sebagaimana sering terjadi pada penggunaan pompa bukan rendam(non submersibel) dengan posisi tekanan negatif (posisi pompa berada diatas permukaan air).

pengololahan air limbah pompa

Material pompa harus sesuai dengan karakteristik fluida yang dialirkan untuk mencegah terjadinya pengikisan atau karat. Karakteristik air limbah yang dapat mempengaruhi pemilihan material pompa serta jenis lapisan/perlindungan yang diperlukan antara lain konsentrasi klorida, pH, konsentrasi oksigen, dan temperatur. Material impeller pompa merupakan yang terpenting untuk diperhatikan mengingat bagian ini sangat terpengaruh oleh kikisan dan korosi akibat kecepatan relatifnya terhadap air limbah. Beberapa material impeller pompa yang biasa digunakan antara lain grey iron, stainless steel, dan Hard-IronTM.

Grey Iron
Grey iron merupakan material impeller yang paling umum digunakan dalam pemompaan air limbah terutama jika karakteristik limbahnya tidak terlalu korosif (biasanya untuk air limbah domestik). Rentang pH yang sesuai untuk material grey iron adalah pada kisaran 5.5 hingga 14 dengan catatan kandungan klorida tidak melebihi 200 mg/L. Apabila konsentrasi klorida melebihi nilai tersebut maka diperlukan lapisan pelindung berupa zinc anoda dan pelapis epoksi khusus.

Stainless Steel
Stainless steel (tipe 316/329) memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi namun tidak pada pengikisan. Air limbah kerap kali mengandung partikel yang abrasif sehingga aplikasi pompa berbahan stainless steel sangat terbatas di instalasi pengolahan air limbah bahkan tidak terlalu direkomendasikan.

Hard-IronTM
Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap korosi dan juga tahan terhadap pengikisan. Hard-IronTM memiliki kandungan kromium (25%) dan karbon (3%). Sebuah pengujian yang dilakukan di laboratorium milik Xylem,Inc. menunjukkan bahwa impeller berbahan Hard-IronTM memiliki ketahanan terhadap pengikisan hingga tiga kali lebih lama dibanding impeller berbahan grey iron dan stainless steel.

Panel dan komponen-komponen pompa air limbah harus menggunakan jenis yang tahan air (waterproof). Semua Circuit Breaker, peralatan proteksi, beban lebih, relai proteksi dan pengatur waktu (timer) harus ada pada panel pompa air limbah. Semua kabinet panel kontrol, panel daya, Circuit Breaker, saklar pengaman, dan peralatan listrik yang lain, harus dilengk api atau ditempel dengan plat nama (name plate) untuk memudahkan pengenalan.

Berikut ini perlengkapan pompa pada pompa air limbah:
1.Screen dipasang di depan pompa, terutama bila mengalirkan air limbah
2. Tambahkan unitgrit chamber bila air limbah banyak mengandung grit
3. Berbagai perlengkapan untuk pompa sentrifugal : Sebuah valve pelepas tekanan udara dipasang pada titik tertinggi di dalam casing untuk melepaskan udara atau gas, Gauges pada pipa tekan dan isap, Sebuah meter pada pipa tekan, Sebuah kurva karakteristik pompa, Sebuahc heck-valve antara gate valve dan pompa pada pipa tekan.
4. Alat otomatis (floating switches) sebaiknya digunakan agar pemompaan dapat dilakukan 24 jam secara otomatis.

Dengan memilih pompa pengolahan air limbah yang canggih dengan efisiensi total tertinggi, tanpa mengompromikan saluran bebas hidrolik dan kekokohan konstruksi, Anda berada di jalur yang tepat untuk mereduksi emisi CO2 dan menurunkan biaya operasi sistem pompa pengolahan air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air kuning rumah tangga

Air kuning tanda zat besi tinggi, Air kuning atau menguning bahkan coklat keruh dapat diatasi menggunakan filter air dan teknik lainnya yuk kita baca sama-sama 🙂 ,Air adalah sumber kehidupan. Kita tak bisa membayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air! Tentu saja tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan, baju-baju kotor juga tidak bisa kita cuci, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian lain bagi manusia jika tidak ada air. Cara mengatasi air kuning keruh dan bau sangatlah mudah, ada beberapa cara dan mari kita simak untuk memilih cara terbaik yang efektif. Masalah air kuning keruh bau karat maupun berminyak umum disebabkan karena zat besi(Fe) dan Kadar mangan (Mg) yang berlebih pada air sehingga menyebabkan endapan pada bak/penampungan,penyumbatan di pipa instalasi sehingga debit air mengecil, perabot rumah tangga pun menjadi rusak karena flak kuning/ hitam,digunakan mencuci pakaian berubah warna kusam dll. Masalah air seperti ini membuat kita jadi pusing kurang kenyamanan tinggal,pengeluaran pun jadi bertambah.

air kuning filterKondisi air yang berbau besi dan berwarna kuning sering dikeluhkan oleh sebagain besar pengguna air , khususnya penggunan air tanah atau air sumur dengan kandungan besinya banyak. Selain mengganggu kenyamanan juga dapat berdampak negatif yang serius untuk kesehatan Anda.  Air sumur yang berwarna kekuningan biasanya disebabkan oleh adanya kandungan zat besi yang tinggi di dalam air. Untuk mengatasi hal tersebut selain anda dapat menambah kedalaman sumur di rumah anda kurang lebih 3 – 4 meter. Namun ada salah satu  Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter air dengan media filter PureTAG Super. Baik besi maupun mangan, dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk kolloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik.

Oleh karena itu cara pengolahannya pun harus disesuaikan dengan bentuk senyawa besi dan mangan dalam air yang akan diolah. Ada beberapa cara untuk menghilangkan zat besi dan mangan dalam air salah satu diantarannya yakni dengan cara oksidasi, dengan cara koagulasi, cara elektrolitik, cara pertukaran ion, cara filtrasi kontak, proses soda lime, pengolahan dengan bakteri besi dan cara lainnya.Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yakni oksidasi dengan udara atau aerasi, oksidasi dengan khlorine (khlorinasi) dan oksidasi dengan kalium permanganat.

Selain dengan cara oksidasi, penghilangan senyawa besi dan mangan dalam air yang umum digunakan khususnya untuk skala rumah tangga yakni dengan mengalirkan ke suatu filter air dengan media filter PureTAG Super.

Proses penghilangan besi dan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu :
1. Oksidasi dengan Udara (Aerasi)
Zat besi (Fe) dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air efeknya kadar besi mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya menempel di bak penampungan/toren air. Kelemahanya mungkin kita akan sering menguras toren tersebut agar kotoran endapan tidak ikut ke pipa instalasi.

2. Oksidasi dengan Sedimentasi (Pengendapan)
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air.

3. Oksidasi dengan kalium permanganat
Kalium Permanganat termasuk golongan peroksidan yang dapat melepaskan oksigen (prosesoksidasi) sehingga dapat membunuh kuman (bakteri sid). Kalium permanganat berupa Kristal ungu, mudah larut dalam air. Dalam larutan encer merupakan peroksidan. Penglepasan oksigen terjadi bila zat ini bersentuhan dengan zat organik. In aktivasi menyebabkan perubahan warna larutan dari ungu menjadi biru. Zat ini bekerja sebagai iritan, deodoran danastringen.

Memang  cara mudah mengatasi air kuning bau besi dengan cara – cara tersebut tidak terlalu sulit kalau dilakukan oleh ahlinya , namun kebanyakan pengguna air seperti sebagian dari Anda adalah orang awam atau mempunyai kesibukan lainnya sehingga tidak effisien kalau harus dikerjakan sendiri. Namun Cara Mudah Mengatasi Air Kuning Bau Besi dengan teknologi penyaringan air yang telah dikembangkan oleh Nano Smart Filter dapat mempermudah pekerjaan untuk mendapatkan air bersih dan sehat serta ekonomis. Dengan menggunakan filter air NANO Smart Filter anda tidak perlu repot lagi memikirkan masalah air , karena kami akan menyelesaikannya hingga tuntas 🙂

Cara Menghilangkan Air Bau Besi

Air bau besi sangat mengganggu, Air bau besi terjadi karena kandungan besi dalam air anda tinggi. Oleh karena itu yuk kit abaca artikel berikut ini. Apakah anda tinggal di daerah yang belum terjangkau PDAM ? solusi terbaik bagi anda yang belum terjangkau air bersih dari PDAM pasti anda akan membuat sumur dan menggunakan filter air untuk memenuhi kebutuhan air anda. Namun tak sedikit orang yang mengeluhkan air sumur yang kurang bersih atau air sumur yang bau. Air sumur yang bau biasa nya di sebabkan oleh perembesan berbagai senyawa yang terdapat di lapisan tanah yang menjadi tempat kita membuat sumur tadi. Akibat nya air sumur yang kita pakai akan menimbulkan bau tak sedap bahkan berubah warna menjadi cokelat atau kuning yang membuat kita enggan untuk memakai air sumur tersebut. Sehingga diperlukan filter air untuk menjadikan air bersih dan sehat.

Air merupakan bagian paling penting dalam kehidupan sehari hari. Karena selain untuk keperluan  makan dan minum, air juga dimanfaatan untuk keperluan lainya seperti mandi dan mencuci.

cara mengatasi air bau besi

Dari manakah sumber air didapat?

Kita mendapatkan sumber air bisa dari Perusahaan air minum ( PDAM ), sumber mata air, air tadah hujan dan yang paling banyak digunakan adalah bersumber dari air tanah ( sumur gali, sumur pantek ). Dan yang paling banyak bermasalahpun adalah air yang berasal dari sumur, baik sumur gali atau sumur pantek, yang pada umumnya permasalahannya adalah air bau besi.  Pada sumur gali selain berbau besi, kondisi air juga keruh berwarna kuning kecoklatan sedangkan pada sumur pantek biasanya saat air yang baru keluar dari pompa akan terlihat jernih namun lama kelamaan air akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan, hal ini disebabkan air dari dalam tanah awalnya tidak kontak dengan udara sehingga tidak terjadi oksidasi sedangkan bila sudah kontak dengan udara terjadilah oksidasi dan air akan terlihat menguning.

Nah kali ini kita akan berbagi cara menghilangkan air bau besi

Air bau besi ini diakibatkan oleh kandungan Zat besi ( Fe ) dan zat mangan ( Mn ) yang cukup tinggi di dalam air. Kedua zat tersebut diatas bila terkena pada benda seperti dinding bak,  ember, baju dan lainnya akan menempel dengan kuat sehingga benda tersebut berwarna kuning dan susah dihilangkan selain itu air menjadi bau.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 20 Tahun 1990, supaya zat Fe dan Mn tidak mengganggu kesehatan, maka kadar yang diijinkan adalah untuk Fe sebesar 0,3 mg / liter sedangkan untuk Mn sebesar 0,1 / liter. Untuk itu perlu dilakukan langkah langkah guna menurunkan zat zat tersebut diatas.

Tips dan trick serta teknik untuk menghilangkan zat besi dan mangan pada air,
Untuk menghilangkan bau besi ini yang umum dilakukan adalah dengan cara oksidasi dan penyaringan:

Oksidasi Dengan Udara (Aerasi)
Air yang dinaikan ke dalam tendon/toren/penampungan air di buat lebih banyak kontak dengan udara misalnya dengan memasukan udara kedalam air melalui pompa udara sepeti pompa akuarium. Hal ini dilakukan agar zat besi lebih cepat teroksidasi dan selanjutnya zat besi yang telah teroksidasi akan mengendap dengan sendirinya. Namun proses oksidasi dan pengendapan secara alami ini memakan proses waktu lama.

Oksidasi Dengan Kimia
Untuk mempercepat proses oksidasi dan pengendapan dapat dilakukan dengan pemberian klorine, kapur, kaporit atau kalsium hipokhlorit. Untuk mengoksidasi atau menghilangkan besi dan mangan dengan pemberian kaporit ini relatif sangat mudah karena berupa serbuk atau tablet yang mudah larut dalam air. Selain itu kaporit juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang dapat merugikan kesehatan.

Proses Filtrasi Dengan Filter
Proses penyaringan biasanya dengan menggunakan media pasir bisa berupa PureTAG Super, zeolit, karbon active, arang batok kelapa. Filter air adalah suatu alat yang berfungsi untuk menyaring dan menghilangkan kontaminan di dalam air dengan menggunakan penghalang atau media filter, baik secara proses fisika, kimia maupun biologi. Filter air dapat digunakan secara luas untuk irigasi, air minum, akuarium dan kolam renang. Sehingga air yang anda gunakan bersih, sehat, jernih, dan tidak berbau kembali.

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:1234Next »