You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih,air bersih dan sehat,Penjernih Air»Air bersih di jakarta belum mencukupi kebutuhan warganya

Air bersih di jakarta belum mencukupi kebutuhan warganya

Air bersih  sangat dibutuhkan setiap manusia oleh karena itu harus di buatkan sistem penyediaan air bersih yang baik dan benar agar setiap masyarakat dapat merasakan manfaat air bersih hingga ke pelosok daerah di tanah air. kebutuhan air bersih adalah banair bersihyaknya air bersih yang diperlukan untuk melayani penduduk yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestic (industri, perkantoran, rumah sakit, dll) .Target pelayanan harus mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs) Sebagai contoh di Jakarta di mana daerah perkotaan harus sudah terlayani 68% dari jumlah penduduk. Dalam melayani jumlah cakupan pelayanan penduduk akan air bersih sesuai target, maka direncanakan kapasitas sistem penyediaan air bersih yang dibagi dalam dua klasifikasi pemakaian air bersih , yaitu untuk keperluan domestik (rumah tangga) dan non domestik.

Kebutuhan Air Bersih Untuk Domestik (Rumah Tangga).
Menurut para ahli menyatakan bahwa kebutuhan air bersih domestik dimaksudkan adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi keperluan rumah tangga yang dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan kebutuhan umum yang disediakan melalui fasilitas Hidran Umum (HU). Unutk menunjukkan besar debit air bersih domestik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik diperhitungkan terhadap beberapa faktor:

a. Jumlah penduduk yang akan mendapatkan air bersih menurut target tahapan perencanaan sesuai dengan rencana cakupan pelayanan air bersih.

b. Tingkat pemakaian air bersih diasumsikan tergantung pada kategori daerah dan jumlah penduduknya.
Kebutuhan Air Bersih Untuk Non Domestik (Industri , Perkantoran, Rumah Sakit , dll)
Menurut para ahli, kebutuhan air bersih nondomestik dialokasikan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih berbagai fasilitas sosial dan komersial yaitu fasilitas pendidikan, peribadatan, pusat pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan dan perniagaan. Besarnya pemakaian air bersih untuk kebutuhan non domestik diperhitungkan 20% dari kebutuhan domestik.

Kebutuhan Air bersih Rata-Rata.
Menurut para ahli dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih menyatakan bahwa kebutuhan rata-rata distribusi air bersih perharinya adalah jumlah kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (rumah tangga) ditambahkan dengan kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik.

Qr = Qd + Qnd

Keterangan:

Qr = Kebutuhan air bersih rata-rata (liter/detik).

Qd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik (liter/detik).

Qnd = Kebutuhan air bersih untuk keperluan non domestik (liter/detik).

Berdasarkan para ahli, dalam Standar Kriteria Desain Sistem Penyediaan Air Bersih, kebutuhan air bersih pada hari maksimum (Qm) adalah pemakaian air bersih harian rata-rata tertinggi dalam satu tahun yang diasumsikan sebesar 110% dari kebutuhan rata-rata air bersih .

Sistem Pengaliran Air Bersih. Pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan kuantitas, kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan yang baik, reservoir, pompa dan peralatan yang lain. Metode dari pendistribusian air bersih tergantung pada kondisi topografi dari sumber air bersih dan posisi para masyarakat berada. Menurut Howard, S.P., et.al (1985) sistem pengaliran air bersih yang dipakai adalah sebagai berikut:

a.Cara pengaliran air bersih dengan Gravitasi.
Cara pengaliran air bersih gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air bersih mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan, sehingga tekanan air yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda ketinggian lokasi antara sumber air bersih dan tujuan air bersih.

b.Cara pengaliran air bersih dengan Pemompaan.
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan pompa air yang diperlukan untuk mendistribusikan air bersih  dari reservoir distribusi ke masyarakat. Sistem ini digunakan jika elevasi antara sumber air bersih atau instalasi pengolahan air bersih dan daerah pelayanan air bersih tidak dapat memberikan tekanan yang cukup.

c. Cara pengaliran air bersih dengan sistem Gabungan (sistem gravitasi dan sistem Pemompaan).
Pada cara pengaliran air bersih gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air bersih selama periode pemakaian tinggi dan pada kondisi darurat,misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak adanya energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air bersih dipompakan dan disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi digunakan sebagai cadangan air bersih selama periode pemakaian tinggi atau pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas debit rata-rata air bersih.

Sumber [repository.usu.ac.id]

 

 

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment