You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Bersih

Air Bersih

Kriteria Air Minum Yang Baik

Kriteria Air Minum Yang Baik itu harus:
Jernih
Tidak berwarna
Tidak berbau
Tidak mengandung bakteri
Tidak mengandung campuran yg bisa merusak organ tubuh sebut saja zat seng, atau zat besi Mengandung mineral organik

Ya, tubuh kita membutuhkan air dan mineral, air yang kita butuhkan adalah air murni yang bebas darl polutan berbahaya dan tidak mengandung zat-zat perusak kesehatan dan mineral yang dibutuhkan tubuh adalah mineral yang bersifat organik.Kesalahannya Terletak pada mineral anorganik Mineral Anorganik tidak dapat diasimilasi tubuh Mineral yang dibutuhkan tubuh harus jelas kondisinya, seperti : mineral Fe (Zat besi) a d a l a h yang merupakan Ion( fe’) bermuatan listrik yang kita butuhkan dan bukan Atom Besi (Fe) atau molekul besi yang mudah teroksidasi oleh oksigen sehingga menimbulkan karat sehingga membuat kerja ginjal menjadi berat. Zat besi yang baik tersebut dapat diperoleh dari tanaman hijau seperti bayam dll. jenis mineral tersebut adalah organik mineral yang sudah diolah oleh organisme seperti tanaman.Di negara-negara yang maju untuk membuat Air Mineral, air harus dimurnikan terlebih dahulu setelah itu baru ditambahkan mineral didalamnya, sehingga jumlah dan jenis mineralnya terkontrol. Standar air minum yang masuk klasifikasi air murni diatur oleh USP dengan peraturan No, 23th, 1995 dengan TDS (Total Dissolved Solid / jumlah zat padat terlarut) max. 10 ppm atau sesuai standard yang dikeluarkan NSF (National Sanitation Foundation), air bersih dan murni memiliki TDS kurang dari 40 ppm.Jadi kita hrs bisa membedakan mana Mineral Organik dan Mineral AnOrganik. air matang hanya membunuh kuman dan bakteri, tidak membuang kandungan logam. malah air yg direbus dengan panci alumunium, justru menambah jumlah kandungan logamnya. air minum kemasan justru lebih parah. krn gak beda jauh sama air tanah kualitasnya. Air proses Reverse Osmosis dan destilasi merupakan air tebaik.

Lalu apa itu Reverse Osmosis?

Teknologi Reverse Osmosis digunakan di mana air murni dibutuhkan; biasanya di tempat-tempat berikut:
1.Air minum
2.Humidifikasi
3.Pembuatan Esreverse osmosis
4.Air pembilas
5.Aplikasi biomedikal
6.Aplikasi laboratotium
7.Fotografi
8.Produksi obat-obatan
9.Dianalisis ginjal
10.Proses kimia
11.Pembuatan kosmetik
12.Restoran
13.Aplikasi metal plating
14.Air pengisi boiler
15.Air pengisi baterai/aki
16.Produksi semikonduktor
17.dan masih banyak lagi….

Reverse osmosis merupakan teknologi yang relatif baru, tapi sangat efektif, sebuah aplikasi proses sains yang ditemukan. Sistem reverse osmosis memiliki banyak jenis, dengan kapasitas untuk memenuhi satu lingkup keluarga atau sebesar kapasitas kebutuhan industri yang memerlukan ribuan galon per hari.Agar kita dapat membedakan air yang murni menyehatkan dan tidak kita bisa melakukan dengan cara test dengan menggunakan alat yg bernama Elektrolizer

Warna Endapan Bahan Pencemar Pengaruh Terhadap Kesehatan
Hijau
—> Cuprum, Oksida, Chlorin –> penyakit ginjal, Sistem syaraf pusat, Kanker
Hitam —> Kalsium, magnesium —> Batu ginjal, Kencing batu
Putih —> Alumunium, Arsen, Asbestos —> Penyakit hati, Sistem syaraf pusat, Kanker
Biru —> Alumunium, Sulfur, Phospat, Pestisida —>Penyakit hati, Ginjal dan kencing batu, Sistem syaraf
Jingga —> Besi oksida —> Gangguan air seni, Gangguan keseimbangan metabolisma

Info :TDS = Total Disolved Solid (Jumlah Padatan (Logam Terlarut dalam Air), satuan ukurannya adalah ppmAir Murni hanya memiliki 3 ppm dari H2O (2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Oxygen)semakin tinggi nilai TDS, semakin banyak jumlah kandungan logam yg terlarut didalam air yg ikut terminum tubuh.

Tubuh tetap memerlukan mineral dalam jumlah yg sesuai. maka standart WHO untuk kemurnian air layak minum di batasi dengan nilai TDS maksimal 30 ppm saja. lebih dari itu sisa proses tidak sanggup diuraikan dari tubuh utk di keluarkan. risikonya mengendap di organ vital.

Kesimpulannya,
semakin menambah kewaspadaan tentang resiko campuran air yang dpt menyebabkan kerusakan organ tubuh. Jadi tetap waspada dengan air yang akan kita minum. Hidup sehat dengan cara yg sehat. Carilah info tentang air yg memiliki kadar mineral anorganik yg rendah dan tetap memilih air yg memiliki standar kesehatan yg terpercaya.

Sumber: [memobee.com]

Air Bersih dan Sanitasi

Sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman berkontribusi terhadap 88 persen kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Bagi anak-anak yang bertahan hidup, seringnya menderita diare berkontribusi terhadap masalah gizi, sehingga menghalangi anak-anak untuk dapat mencapai potensi maksimal mereka. Kondisi ini selanjutnya menimbulkan implikasi serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan kemampuan produktif suatu bangsa di masa yang akan datang.

Di Indonesia, diare masih merupakan penyebab utama kematian anak berusia di bawah lima tahun. Laporan Riskesdas 2007 menunjukkan diare sebagai penyebab 31 persen kematian anak usia antara 1 bulan hingga satu tahun, dan 25 persen kematian anak usia antara satu sampai empat tahun. Angka diare pada anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan sumur terbuka untuk air minum tercatat  34 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan air ledeng, Selain itu, angka diare lebih tinggi sebesar 66 persen pada anak-anak dari keluarga yang melakukan buang air besar di sungai atau selokan dibandingkan mereka pada rumah tangga dengan fasilitas toilet pribadi dan septik tank.gambar air bersih dan sanitasi

Peran penting kebersihan sering diabaikan. Kematian dan penyakit yang disebabkan oleh diare pada umumnya dapat dicegah. Bahkan tanpa perbaikan pada sistem pengairandan sanitasi, mencuci tangan secara tepat dengan menggunakan sabun dapat mengurangi resiko penyakit diare sebesar 42 sampai 47 persen.

Situasi masyarakat miskin perkotaan perlu mendapatkan perhatian segera. Di daerah-daerah kumuh perkotaan, sanitasi yang tidak memadai, praktek kebersihan yang buruk, kepadatan penduduk yang berlebihan, serta air yang terkontaminasi secara sekaligus dapat  menciptakan kondisi yang tidak sehat. Penyakit-penyakit terkait dengan ini meliputi disentri, kolera dan penyakit diare lainnya, tipus, hepatitis, leptospirosis, malaria, demam berdarah, kudis, penyakit pernapasan kronis dan infeksi parasit usus. Selain itu, keluarga miskin yang kurang berpendidikan cenderung melakukan praktek-praktek kebersihan yang buruk, yang berkontribusi terhadap penyebaran penyakit dan peningkatan resiko kematian anak. Studi tentang “mega-kota” Jakarta (yang  disebut Jabotabek),i Bandung dan Surabaya pada tahun 2000 menunjukkan bahwa penduduk miskin yang tinggal di daerah pinggiran kota Jakarta kurang berpendidikan dibandingkan warga Jakarta sendiri, dan  memiliki tingkat tamat sekolah menengah hanya seperempat dari mereka yang tinggal di pusat kota. Studi yang sama menghitung angka kematian anak sampai lima kali lebih tinggi di kecamatan-kecamatan miskin di pinggiran kota Jabotabek daripada di pusat kota Jakarta.

Pola dan kecenderungan

Pada dekade-dekade sebelumnya, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan akses terhadap persediaan air bersih dan pelayanan sanitasi. Air bersih dan sanitasi merupakan sasaran Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang ketujuh dan pada tahun 2015 diharapkan  sampai dengan setengah jumlah penduduk yang tanpa akses ke air bersih yang layak minum dan sanitasi dasar dapat berkurang. Bagi Indonesia, ini berarti Indonesia perlu mencapai angka peningkatan akses air bersih hingga 68,9 persen dan 62,4 persen, untuk sanitasi.

Saat ini, Indonesia tidak berada pada arah yang tepat untuk mencapai target MDG untuk masalah air bersih MDG pada tahun 2015. Perhitungan dengan menggunakan kriteria MDG nasional Indonesia untuk air bersih dan data dari sensus tahun 2010 menunjukkan bahwa Indonesia harus mencapai tambahan 56,8 juta orang dengan persediaan air bersih pada tahun 2015. Di sisi lain, jika kriteria Program Pemantauan Bersama WHO-UNICEF (JMP) untuk air bersihii akan digunakan, Indonesia harus mencapai tambahan 36,3 juta orang pada tahun 2015. Saat ini, bahkan di provinsi-provinsi yang berkinerja lebih baik (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), sekitar satu dari tiga rumah tangga tidak memiliki akses ke persediaan air bersih (Gambar 1).

Perbandingan dengan tahun 2007 menunjukkan akses air bersih pada tahun 2010 telah mengalami penurunan kira-kira sebesar tujuh persen. Kondisi terbalik ini pada umumnya disebabkan oleh penurunan di daerah perkotaan (sebesar 23 persen sejak tahun 2007, Gambar 2). Akses ke air bersih di Jakarta telah mengalami penurunan dari 63 persen pada 2010 menjadi 28 persen pada tahun 2007, menurut Riskesdas. Yang mengherankan, dua kelompok kuintil tertinggi juga mengalami penurunan aksesterhadap air bersih masing-masing sebesar 8 dan 32 persen dibandingkan dengan tahun 2007. Mereka yang berasal dari kelompok mampu membeli air minum kemasan atau botol: sepertiga rumah tangga perkotaan di Indonesia melakukannya pada tahun 2010.

Sejak tahun 1993, Indonesia telah menunjukkan peningkatan dua kali lipat prosentase rumah tangga dengan akses ke fasilitas sanitasi yang lebih baik, tetapi masih berada pada arah yang belum tepat untuk mencapai target sanitasi MDG 2015. Untuk mencapai target sanitasi nasional MDG, diperlukan pencapaian tambahan 26 juta orang dengan sanitasi yang lebih baik pada tahun 2015. Perencanaan pada jangka panjang memerlukan pencapaian angka-angka yang lebih besar: Data Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kira-kira 116 juta orang masih kekurangan sanitasi yang memadai.

Buang air besar di tempat terbuka merupakan masalah kesehatan dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian segera. Sekitar 17 persen rumah tangga pada tahun 2010 atau sekitar 41 juta orang masih buang air besar di tempat terbuka. Ini meliputi lebih dari sepertiga penduduk di Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat. Praktek tersebut bahkan ditemukan di provinsi-provinsi dengan cakupan sanitasi yang relatif tinggi, dan pada penduduk perkotaan dan di seluruh kuintil (Gambar 3 dan 4).

Cakupan sanitasi pada kelompok-kelompok yang berbeda menunjukkan perbedaan yang jauh lebih kuat daripada cakupan untuk air bersih (Gambar 4). Proporsi rumah tangga perkotaan dengan akses ke fasilitas sanitasi yang lebih baik hampir dua kali lipat dari proporsi rumah tangga perdesaan. Proporsi rumah tangga yang memiliki fasilitas sanitasi yang lebih baik pada kuintil tertinggi adalah 2,6 kali proporsi kuintil terendah. Perbedaan geografis juga terlihat jelas. Tingkat akses ke sanitasi yang lebih baik di provinsi yang berkinerja terbaik (69,8 persen, DKI Jakarta) adalah tiga kali lebih tinggi daripada tingkat akses di provinsi yang berkinerja terburuk (22,4 persen, Nusa Tenggara Timur).

gambar air bersih dan sanitasiKontaminasi feses terhadap tanah dan air merupakan hal yang umum di daerahh perkotaan, hal ini diakibatkan oleh kepadatan penduduk yang berlebihan, toilet yang kurang sehat dan pembuangan limbah mentah ke tempat terbuka tanpa diolah. Sebagian besar rumah tangga di perkotaan yang menggunakan pompa, sumur atau mata air untuk persediaan air bersih mereka memiliki sumber-sumber air ini dengan jarak 10 meter dari septik tank atau pembuangan toilet. Di Jakarta, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta menunjukkan bahwa 41 persen sumur gali yang digunakan oleh rumah tangga berjarak kurang dari 10 meter dari septik tank. Septik tank jarang disedot dan kotoran merembes ke tanah dan air tanah sekitarnya. Laporan Bank Dunia tahun 2007 menyebutkan bahwa hanya 1,3 persen penduduk memiliki sistem pembuangan kotoran. Sistem pipa rentan terhadap kontaminasi akibat kebocoran dan tekanan negatif yang disebabkan oleh pasokan yang tidak teratur. Ini merupakan masalah khusus dimana konsumen enggunakan pompa hisap untuk mendapatkan air bersih dari sistem perariran kota.

Dibandingkan dengan kelompok kaya, kaum miskin perkotaan mengeluarkan biaya yang lebih besar dari pendapatan mereka untuk air yang berkualitas lebih buruk. Misalnya, sistem pipa kota Jakarta hanya mencakup sebagian kecil penduduk, karena perluasan pelayanan tidak dapat mengimbangi perkembangan penduduk di daerah perkotaan. Penduduk lainnya tergantung pada berbagai sumber lain, termasuk sumur dangkal, penjual air keliling dan jaringan privat yang terhubung dengan sumur yang dalam. Banyak dari sumber-sumber alternatif ini memerlukan biaya yang lebih besar per satuan volume daripada pasokan air ledeng dan sering digunakan oleh masyarakat miskin.

Air Bersih dan Perkembangannya

Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi

Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli)atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Sumber air bersih

Sungai

Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan. Curah hujan Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih , individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir. Air permukaan dan air bawah tanah. Penyalah gunaan dan pencemaran air Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air seperti:

Pertanian. Penghamburan air akibat ketiadaannya penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produktivitas air dan tanah

Industri. Walaupun industri menggunakan air jauh lebih sedikit dibandingkan dengan irigasi pertanian, namun penggunaan air oleh bidang industri mungkin membawa dampaknya yang lebih parah dipandang dari dua segi. Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional, maka cenderung berlebihan. Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan pencemaran bagi air permukaan atau air bawah tanah, seihingga menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi. Air buangan industri sering dibuang langsung ke sungai dan saluran-saluran, mencemarinya, dan pada akhirnya juga mencemari lingkungan laut, atau kadang-kadang buangan tersebut dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah tanpa melalui proses pengolahan apapun. Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya. Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses pengolahan khusus.

Eksploitasi sumber-sumber air secara masal oleh rumah tangga.

* Di negara berkembang: Di beberapa tempat di negara bagianTamil Nadu di India bagian selatan yang tidak memiliki hukum yang mengatur pemasangan penyedotan sumur pipa atau yang membatasi penyedotan air tanah, permukaan air tanah anjlok 24 hingga 30 meter selama tahun 1970-an sebagai akibat dari tak terkendalikannya pemompaan atau pengairan. Pada sebuah konferensi air di tahun 2006 wakil dari suatu negara yang kering melaporkan bahwa 240.000 sumur pribadi yang dibor tanpa mengindahkan kapasitas jaringan sumber air mengakibatkan kekeringan dan peningkatan kadar garam.

* Di negara maju seperti Amerika Serikat seperlima dari seluruh tanah irigasi di AS tergantung hanya pada jaringan sumber air (Aquifer) Agallala yang hampir tak pernah menerima pasok secara alami. Selama 4 dasawarsa terakhir terhitung dari tahun 2006, sistem jaringan yang tergantung pada sumber ini meluas dari 2 juta hektar menjadi 8 juta, dan kira-kira 500 kilometer kubik air telah tersedot. Jaringan sumber ini sekarang sudah setengah kering kerontang di bawah sejumlah negara bagian. Sumber-sumber air juga mengalami kemerosotan mutu, di samping pencemaran dari limbah industri dan limbah perkotaan yang tidak diolah, seperti pengotoran berat dari sisa-sisa dari lahan pertanian. Misalnya, di bagian barat AS, sungai Colorado bagian bawah sekarang ini demikian tinggi kadar garamnya sebagai akibat dari dampak arus balik irigasi sehingga di Meksiko sudah tidak bermanfaat lagi, dan sekarang AS terpaksa membangun suatu proyek besar untuk memurnikan air garam di Yuma, Arizona, guna meningkatkan mutu sungainya. Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber dimana rumah tangga yang terlayani terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air, dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan, atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat. Hal ini tidak saja mengakibatkan masalah bagi penggunanya sendiri, tetap juga sering berbahaya terhadap orang lain dan merupakan ancaman bagi lingkungan karena limbah mereka lepas tanpa proses pengolahan.

Akibat ketiadaan air bersih

Ketiadaan air bersih mengakibatkan:

Penyakit diare. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balita mengalami diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu 100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih Penyakit cacingan. Pemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya

Kontroversi air bersih

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Keributan masalah

air bersih

bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawah tanah membentang melintasi batas-batas negara, dan penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkan ketegangan politik dengan negara tetangganya.

Di seluruh dunia, kira-kira 20 negara, hampir semuanya di kawasan negara berkembang, memiliki sumber air yang dapat diperbarui hanya di bawah 1.000 meter kubik untuk setiap orang, suatu tingkat yang biasanya dianggap kendala yang sangat mengkhawatirkan bagi pembangunan, dan 18 negara lainnya memiliki di bawah 2.000 meter kubik untuk tiap orang.

Penduduk dunia yang pada 2006 berjumlah 5,3 miliar diperkirakan akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada tahun 2025 akan didera oleh ketersediaan air bersih. Laju angka kelahiran yang tertinggi justru terjadi tepat di daerah yang sumber-sumber airnya mengalami tekanan paling berat, yaitu di negara-negara berkembang.

Sumber [id.wikipedia.org]

Air Baku Jakarta Parah

Ada berita menarik yang perlu disimak oleh warga Jakarta khususnya pengguna air bersih. Air Baku Jakarta Parah itu judul yang dilansir oleh situs berita online Neraca.co.id . Berikut berita lengkapnya kami tampilkan kembali untuk anda warga Jakarta yang belum membacanya :

Jakarta – Dari kuantitas maupun kualitas, kondisi air baku DKI Jakarta saat ini dinilai parah. Untuk itu segala macam cara harus kita lakukan bersama untuk mengatasi hal tersebut mengingat air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan kita. “Saya katakan parah pasalnya saat musim hujan banjirnya luar biasa dan saat musim kemarau air baku terutama alur sungai di DKI sangat kotor dan warnya hitam, kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mohammad Hasan di Jakarta, Sabtu (1/6).

Upaya pembentukan  komunitas penyadaran masyarakat akan peduli air sangat penting, kata Hasan. Sedangkan soal kualitas air yakni soal polusi baik dari limbah rumah tangga seperti sampah maupun industri-industri yang langsung membuang ke sungai maupun yang berasal dari ternak-ternak. Hal akan mencemari kualitas air baku untuk air bersih DKI yang berasal dari Waduk Jatiluhur melalui sungai Tarum Barat ke pengolahan air PDAM Pejompongan.

Pengeboran air tanah dan instrusi air laut saat ini sudah menguatiran dan berdampak besar dalam mengurangi kualitas air bersih Jakarta. Untuk mengatasi krisis air bersih, upaya penyelamatan lingkungan dan sumber air harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai upaya.

Hasan menjelaskan, upaya untuk atas pesoalan tersebut antara lain menggalakkan gerakan menanam pohon, konservasi lahan, pelestarian hutan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk, sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau, mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Mengurangi pencemaran air dan melakukan penghematan penggunaan air dalam aktivitas keseharian juga bisa menjadi upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berdasarkan kondisi air, baik kualitas maupun ketersediaan, Indonesia memiliki  potensi besar sebagai negara yang kaya air. Namun fakta tersebut tidak lantas membuat Indonesia  terhindar dari krisis air bersih. Setiap  musim kemarau  banyak  daerah di Indonesia mengalami kekeringan, sementara  saat musim penghujan bahaya yang bersumber dari air, yaitu banjir juga mengintai.

Untuk  mengatasi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumber daya air wajib dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras. Melihat kondisi ini,  pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan untuk mewujudkan sinergi dan keterpaduan yang harmonis antarwilayah, antarsektor, dan antargenerasi.

Sejalan dengan semangat demokratisasi, desentralisasi, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, masyarakat perlu diberi peran yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya air.

Fakta bahwa 70% permukaan bumi kita adalah air sudah banyak diketahui. Tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa 97%  dari jumlah tersebut  adalah  air asin  dan  hanya 3%  saja  yang berupa air tawar, itu pun  terbagi  menjadi  air  es, air  tanah, air permukaan dan uap air.  Kenyataan bahwa  tidak semua air tawar yang  tersedia  layak untuk dikonsumsi, makin memperkecil jumlah ketersediaan air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan hidup kita.

Untuk menanggulangi hal tersebut, diperlukan adanya kesadaran akan pentingnya air  bersih, serta perlu adanya usaha untuk mendorong dan memperkuat upaya-upaya penyadaran  masyarakat dunia terhadap pentingnya pengelolaan air bersih  secara  berkelanjutan. Beberapa kalangan yang sadar akan masalah tersebut mulai menggalang dukungan dan menggerakkan komunitas sekitarnya untuk  melakukan upaya-upaya  penyelamatan sumber-sumber air bersih, dari langkah terkecil sekali pun. [iqbal- Neraca.Co.id]

Air Baik Sumber Kesehatan

Tahukan Anda bahwa otak dan darah dalam tubuh kita memiliki kandungan kadar air terbesar , yaitu diatas 80% dari air tubuh kita. Dimana  otak sendiri  memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air air-minum95% , sehingga sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter (8 gelas) sehari karena sekitar 80% tubuh manusia trdiri dari air. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernafasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengkonsumsi  air putih 8 – 10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal. Sehingga tidaklah berlebihan bila air baik disebut-sebut sebagai sumber kesehatan kita semua. Di bawah ini kami sajikan informasi sebagian manfaat air minum baik , diantaranya :

Manfaat Air Baik  Bagi Tubuh Kita

Perawatan Kecantikan

Jika Anda kurang minum air baik, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air  dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

Menjaga Kesetimbangan Tubuh

Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 liter – 2,5 liter ( 8 – 10 gelas) perhari. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter perhari, sedangkan air yang terbuang melalui keringat dan saluran nafas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Nah, jadi tubuh butuh penyeimbang. Aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus.
Memperlancar Sistem PercernaanMengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehinnga terhindar dari masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit.

Melindungi Jantung

Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

Mencegah Sakit Kepala

Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini menderita akibat migrain. Dalam uji coba, mereka yang minum 1,5 liter air sakit kepalanya berkurang 21 jam, demikian pula dengan intensitasnya rasa sakitnya.

Meningkatkan Ketajaman Otak

Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berfikir. Otak memang banyak membutuhkan oksigen  agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, bisa memastikan bahwa otak telah terpenihi kebutuhannya. Malahan minum 8-10 cangkir air putih  setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30%.

Untuk Kesuburan

Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. menurut hasil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengar air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkarkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. dengan begitu kesuburan pun akan meningkat.

Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh

Racun dalam tubuh akan selalu ada jika kita tidak mengeluarkannya dari dalam tubuh kita. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan racun tersebut yakni melalui saluran kemih atau air seni yang kita keluarkan.Air yang kita minum tersebut akan mampu membuang dan mengeluarkan racun dalam tubuh yang hasil racun tersebut dikeluarkan dalam bentuk air seni.Jika air seni anda berwarna berarti pertanda didalam tubuh masih ada zat racun yang terkandung baik dari yang kita makan maupun dari obat yang kita minum.Ada baiknya konsumsi air putih sebanyak 8 gelas satu hari agar kotoran dan racun dalam tubuh anda selalu terjaga dari racun yang ada dalam tubuh,dan akan dikeluarkan dari dari saluran kemih kita yang disebuh air seni.Atau dapat juga melalui pori-pori kulit kita.

Sebagai Obat Stroke

Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernafasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.

Bagaimana Anda masih ragu akan manfaat  minum air baik ? Air baik  hanya dihasilkan dari  alat penjernih air yang yang baik juga.  Hanya Nano Smart Filter yang mampu melakukannya. Silahkan hubungi konsultan air baik kami : Klik Disini

SUMBER : Disarikan dari berbagai sumber & Info News

Layanan Air Bersih Masih Buruk

Terkait penyediaan air bersih di Provinsi DKI oleh PT. PAM Jaya dan Suez Environment sempat membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok berang dan mengancam akan memutus kontrak kerja sama seperti yang diwartakan oleh media terkemuka ibu kota di bawah ini.

KOMPAS.com :

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada tiga poin yang merugikan Pemerintah Provinsi DKI terkait kontrak kerja sama PT PAM Jaya dengan Suez Environment selaku pemilik 51 persen saham PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Ia mengancam akan memutus kontrak jika Suez Environment tak menunjukkan inisiatif untuk mengatasi hal ini.

Tiga poin yang merugikanpenyediaan_air_bersih2 Pemprov DKI itu adalah tingginya tingkat internal rate of return (IRR) atau pengembalian investasi Palyja sebesar 22 persen, kebocoran air hingga 42-45 persen, dan biaya sambungan pipa yang mencapai Rp 1 juta. Menanggapi hal itu, Basuki memberikan tiga opsi kepada Suez Environment untuk memperbaiki kontrak dan kinerjanya.

Pada opsi pertama, Basuki akan meminta Suez melakukan penyeimbangan atau rebalancing kontrak dengan PAM Jaya. “Kalau dia tidak mau, saya bisa tempuh opsi kedua dengan membawa masalah ini ke arbitrase Singapura. Atau opsi ketiga, saya usir kamu,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Suez Environment perlu melakukan rebalancing untuk dapat menurunkan IRR dari 22 persen ke batas normal, yaitu sekitar 14-15 persen. Dengan IRR sebesar itu, Pemprov DKI harus membayar hingga Rp 10 triliun kepada Suez Environment.

Mengenai biaya sambungan pipa yang mencapai jutaan rupiah dan kebocoran air yang belum juga tertangani, hal itu semakin meyakinkan Basuki untuk memutuskan kontrak dengan Suez. Kontrak itu semestinya baru akan selesai pada tahun 2025.

“Gila aja, mana ada bisnis joint kayak begitu? Rugi, ya, rugi bareng dong! Coba cari di mana di dunia ada bisnis kayak gitu. Itu yang bikin saya kesal gitu loh. Kebocoran airnya saja sampai 45 persen,” kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menegaskan bahwa tiga opsi itu menjadi suatu penegasan kepada Suez Environment bahwa Pemprov DKI menginginkan kedua pihak melakukan penyeimbangan kontrak. Hal itu harus dilakukan karena perusahaan asal Filipina, Manila Water, telah menawar 51 persen saham Palyja. “Dengan adanya opsi ini, minimal pihak Suez jadi tahu kalau saya ini serius,” ujarnya. Editor : Laksono Hari W

Merdeka.Com:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram saat ini masih ada kebocoran air bersih sebesar 42-45 persen di ibu kota. Ahok tak mau kebocoran ini terus berlanjut karena pada 2015 merupakan batas Millenium Development Goal’s (MDGs).

“Cuma masalahnya kita kesel kan. Tahun 2015 itu batas MDG’s. Sekarang sudah 68 persen orang kesambung. Kebocoran air masih 42 sampai 45 persen. Itu yang saya kesel gitu loh,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Mantan bupati Belitung Timur ini mempertanyakan, apakah nanti pasokan air bersih dari Jatiluhur akan menambah jumlah pasokan untuk Jakarta.

“Sekarang Aetra udah setuju, renegosiasi. Kalau kamu (Suez) mau beda dikit dari aetra saya masih terima karena mungkin aetra airnya lebih banyak. Tapi kalau kamu masih tidak mau, saya tidak terima. Kamu tidak fair. Saya upload di Youtube ini video, supaya dunia bisa lihat perusahaan kamu ini beres apa tidak sama Indonesia, saya bilang,” jelas Ahok.

Ahok mengaku Pemprov DKI tidak mau masuk dalam saham Palyja sebab pemerintah hanya memiliki tanah. Saat ini, Pemprov hanya menjual air seharga Rp 12 ribu dan masih memiliki untung.

“Kita minta PAM kaji kamu sambungin, gratis. Tapi orang miskin ini kamu kenakan per kubiknya Rp 10 ribu. Dia mau dong, daripada dia beli Rp 30-50 ribu. Jadi 100 ribu. Daripada beli air nunggu nenteng yang gak jelas. Nah, PAM lagi kaji. Kalau itu kita hitung PAM bisa untung tiap bulan Rp 90 miliar. Jdi PAM bisa nyambung air banyak sekali untuk memenuhi MDG’s tadi,” jelasnya.

Dia juga meminta mencabut sambungan air di daerah-daerah ilegal. Pencurian air masih bisa diatasi asal kawasan kumuh dibongkar.[mtf]

Air Bersih di Jakarta Sudah Sangat Menipis

Jakarta Kekurangan Air Bersih

CERITA mengenai Jakarta kekurangan air bersih mungkin tidak akan ada habisnya, sejak Jakarta menjadi kota sampai sekarang sudah berubah status menjadi provinsi. Dilihat dari kondisi topografisnya, Jakarta tidak mungkin kekurangan air. Ibu Kota negara ini dialiri 13 sungai, terletak di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Bahkan, jika musim hujan tiba, Jakarta selalu kebanjiran.

DULU, Jakarta kekurangan air bersih karena belum tersedia fasilitas instalasi pengolahan air bersih. Masyarakat masih memanfaatkan air tanah dan sungai yang saat itu kondisinya masih jernih. Masalah juga tidak kompleks karena jumlah penduduknya belum mencapai jutaan jiwa. Sekarang, ketika penduduknya hampir mencapai 9 juta jiwa, isu kesulitan air bersih semakin memanas.

Neraca Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2003 menunjukkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diperkirakan baru mampu menyuplai sekitar 52,13 persen kebutuhan air bersih untuk warga Jakarta. Sisanya masih menggunakan air tanah dangkal dan dalam. Padahal, sampai tahun 2005 pemerintah daerah sudah membangun enam instalasi pengolah air minum di lima wilayah Jakarta. Namun, penduduk tetap saja mengeluh kekurangan air minum.

Memang pernyataan itu benar. Sampai sekarang total kapasitas produksi yang dihasilkan oleh enam instalasi pengolahan air (IPA) tersebut dalam satu hari adalah 1,3 juta meter kubik. Sampai tahun 2004 jumlah penduduk Jakarta sekitar 9 juta jiwa. Paling tidak, dengan tingkat konsumsi maksimal 175 liter per orang, dibutuhkan 1,5 juta meter kubik air dalam satu hari.

Tercatat dalam sejarah, sekitar tahun 1950 Sjamsuridjal, Wali Kota Jakarta, menyatakan bahwa air minum merupakan satu dari tiga masalah penting yang dihadapi Jakarta. Solusinya, pemerintah membangun instalasi penjernihan air di Karet untuk menambah kapasitas produksi air sebanyak 5.000 liter per detik dan meningkatkan debit air dari sumber air Ciomas, Bogor. Bagi penduduk yang belum terjangkau fasilitas air bersih disediakan 230 hidran umum.

Tujuh tahun kemudian, Sudiro, yang saat itu memimpin Jakarta, membangun instalasi pengolahan air di Pejompongan yang berkapasitas 2.000 liter per detik. Proyek tersebut merupakan instalasi penyedia air yang pertama di Jakarta. Akan tetapi, tetap saja kapasitas produksi yang dihasilkan kurang karena setidaknya harus melayani sekitar 2,5 juta jiwa penduduk.

Baru pada tahun 1970, ketika penduduk Jakarta mencapai 4,4 juta jiwa, IPA di Pejompongan diperluas dan kapasitasnya ditingkatkan. IPA Pejompongan II dibangun dengan kapasitas terpasang 3.600 liter per detik.

Namun, tetap saja hal itu tidak bisa memenuhi kebutuhan air minum warga Jakarta yang membutuhkan 776.000 meter kubik per hari.

Warga yang belum bisa menikmati fasilitas air bersih dari PAM harus mendapatkan dari air tanah, penampungan air hujan, dan membeli air dari penjual air keliling. Mereka yang bisa menikmati kejernihan air hanya masyarakat menengah ke atas karena harga air minum mahal.

Masalah tidak berhenti pada peningkatan produksi air minum saja. Jaringan pipa distribusi air minum sudah berumur 50 tahun perlu diganti. Banyak pipa yang bocor dan berkarat yang mengakibatkan tekanan air berkurang. Kemudian, pemerintah memperbaiki dan menambah pipa-pipa distribusi sepanjang 225 kilometer.

air bersih-3Dua IPA di Pejompongan ternyata belum juga bisa menjawab kekurangan air bersih di Jakarta karena baru 15 persen penduduk yang bisa mendapatkan air bersih. Untuk menjawab masalah tersebut, tujuh tahun kemudian Gubernur Ali Sadikin membangun IPA Cilandak di Jakarta Selatan. Instalasi pengolahan air minum yang dibangun itu untuk menyediakan air minum bagi penduduk Jakarta Selatan.

Namun, tetap saja tiga instalasi air tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan 5,5 juta jiwa penduduk. Kapasitas produksi air IPA Cilandak hanya 400 liter per detik dan hanya mampu menambah 34.000 meter kubik air per hari.

Jumlah penduduk Jakarta terus bertambah. Pada sekitar tahun 1980 jumlahnya menjadi 6,4 juta jiwa, meningkat dua juta jiwa dari 10 tahun sebelumnya. Total kapasitas produksi yang dihasilkan 6.000 liter per detik atau 1,3 juta meter kubik per hari. Sedangkan kebutuhan domestik warga Jakarta adalah 1,1 juta meter kubik per hari.

Di atas kertas, empat instalasi air yang dibangun sudah bisa memenuhi kebutuhan air warga Jakarta. Sayang, keempat IPA tersebut baru bisa mencukupi kebutuhan penduduk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Penduduk di Jakarta Timur belum bisa menikmati air bersih dari IPA yang dikelola PAM Jaya. Sekitar tahun 1982 IPA Pulo Gadung selesai dibangun. IPA yang berkapasitas 4.000 liter per detik tersebut untuk melayani penduduk Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Barat.

Pada tahun yang sama, Gubernur R Soeprapto membangun IPA Taman Kota di Jakarta Barat. IPA yang berlokasi di Cengkareng tersebut berkapasitas 200 liter per detik. Air bersih yang dihasilkan diolah dari Kali Pesanggrahan dan didistribusikan untuk penduduk Jakarta Barat. Selain itu, dibangun pula IPA Buaran di Kali Malang, Jakarta Timur. Instalasi air bersih tersebut berkapasitas 5.000 liter per detik dan digunakan untuk melayani kebutuhan sebagian warga Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Setelah tahun 1982 pemerintah tidak membangun lagi sarana pengolahan air. Padahal, jumlah penduduk cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan kapasitas produksi air PAM dari IPA tidak pernah bertambah. Selain itu, air tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan rumah tangga. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, pertokoan, dan industri juga membutuhkan air bersih. Dari sumber mana lagi air bersih didapatkan?

Air Tanah Yang Tercemar

Selain dari IPA yang dikelola PAM, pilihan penduduk adalah menggunakan air tanah yang bisa didapat dengan membuat sumur artesis. Celakanya, menurut penelitian Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jakarta, 94 persen air tanah telah tercemar bakteri e-coli, logam besi dan mangan.

Pemompaan air tanah secara besar-besaran dan tidak terkendali juga mengakibatkan tanah ambles sekitar dua sampai tiga sentimeter per tahun. Jakarta Utara dan Barat merupakan wilayah yang rawan pencemaran dan mengalami penurunan tanah. Tidak hanya itu, intrusi air laut diperkirakan sudah sampai di Monas. Atau setidaknya sudah mencapai sepertiga wilayah Jakarta.

Sebenarnya pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah ini dengan memperbaiki dan menambah jaringan air bersih. Tahun 2003 PT. Thames Jaya, pengelola air bersih di sebelah timur Sungai Ciliwung, mengembangkan pipa saluran air bersih sepanjang 9,1 kilometer di Marunda. Setahun berikutnya, PT. Palyja, pengelola air bersih di sebelah barat Sungai Ciliwung, memperluas jaringan sepanjang 829 kilometer dan merehabilitasi jaringan sepanjang 690 kilometer.

Sayang, usaha tersebut tidak efektif. Buktinya sampai sekarang masyarakat masih mengeluh kekurangan air bersih. Pencurian air juga banyak terjadi.

Masa depan air bersih di Jakarta akan semakin suram jika tidak dibangun instalasi pengolahan air minum lagi. Sepuluh tahun mendatang ketika jumlah penduduk diprediksikan menjadi 12 juta jiwa, dibutuhkan air bersih 2,1 meter kubik per hari.

Sampai saat ini PAM masih terseok-seok memenuhi kebutuhan air warga Jakarta. Air tanah sebagai alternatif kondisinya cukup buruk.

Sumber : www2.kompas.com

Bank Dunia Dukung Penyediaan Air Minum

Melansir siaran pers dari situs Bank Dunia yang dikeluarkan di Washington DC pada 2 Mei 2013 , bahwa Bank Dunia Dukung Ekspansi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi di Indonesia. Melalui Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) ditargetkan menyediakan fasilitas air minum dan sanitasi bagi 11.6 juta warga.

Sehingga dengan proyek yang dibantu oleh Bank Dunia ini, lebih dari 11 juta warga Indonesia di seluruh nusantara akan menikmati fasilitas air minum dan sanitasi, dengan disetujuinya dana tambahan oleh Bank Dunia.

Berita lengkapnya dari situ Bank Dunia seperti yang kami cukil sebagai berikut :

Sejak tahun 2006, Bank Dunia telah mendukung proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) – atau proyek Third Water Supply and Sanitation for Low Income Communities (WSSLIC-3) – sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi, serta meningkatkan kesehatan dan perilaku higenis.

“Dengan mendukung ekspansi proyek ini, Bank Dunia berharap bisa menggandakan cakupan PAMSIMAS 2 dari 15 propinsi ke 32 propinsi, dan juga menambah jumlah keluarga yang akan menerima manfaat sanitasi lebih baik,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle. “Salah satu kunci keberhasilan proyek ini adalah pendekatan berbasis masyarakat yang terus didukung Bank Dunia.”

Fasilitas sanitasi yang buruk dapat melemahkan sebuah komunitas, karena bisa menurunkan kesehatan publik dan membatasi potensi pertumbuhan ekonomi.

Dua dari empat penyebab kematian dibawah usia lima tahun terbesar – yakni diare dan tipus – merupakan penyakit yang tersebar karena kotoran dan timbul akibat keterbatasan air bersih, fasilitas sanitasi dan perliaku higenis.

PAMSIMAS-2 melengkapi program “Air untuk Semua” yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, serta program “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” dibawah Kementerian Kesehatan.

Pengolahan Air Bersih

Dalam kehidupan sehari-hari , air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting. Masalah pencemaran serta efisiensi penggunaan sumber air merupakan masalah pokok, mengingat keadaan perairan alami di banyak negara cenderung menurun, baik kualitas maupun  kuantitasnya.

Tanpa air bersih maka keberlangsungan kehidupan akan terganggu. Sehingga berbagai upaya akan dilakukan untuk mendapatkan air bersih denga proses pengolahan air bersih yang terpadu. Baik secara sederhana maupun modern dengan  berbagai skala kapasitas. Proses penjernihanpengolahan  air bersih merupakan proses perubahan sifat fisik, kimia dan biologi air baku agar memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum

pengolahan-air-bersihSecara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3 aspek, yakni pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan lain-lain.  Pada pengolahan secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya bahan ini digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Sedangkan pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.

Perusahaan Dagang Air Minum  milik pemerintah yang berkaitan dengan usaha pengolahan  air bersih bagi masyarakat, biasanya melakukan pengolahan air bersih secara fisika dan kimia. Secara umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Bangunan Intake (Bangunan Pengumpul Air)
Bangunan intake berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Sumber air utamanya diambil dari air sungai. Pada bangunan ini terdapat bar screen (penyaring kasar) yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air, misalnya sampah, daun-daun, batang pohon, dsb.

2. Bak Prasedimentasi (optional)
Bak ini digunakan bagi sumber air yang karakteristik turbiditasnya tinggi (kekeruhan yang menyebabkan air berwarna coklat). Bentuknya hanya berupa bak sederhana, fungsinya untuk pengendapan partikel-partikel diskrit dan berat seperti pasir, dll. Selanjutnya air dipompa ke bangunan utama pengolahan air bersih yakni WTP.

3. WTP (Water Treatment Plant)
Ini adalah bangunan pokok dari sistem pengolahan air bersih. Bangunan ini beberapa bagian, yakni koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.

  • a. Koagulasi

Disinilah proses kimiawi terjadi, pada proses koagulasi ini dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya air sungai atau air kotor biasanya berbentuk koloid dengan berbagai partikel koloid yang terkandung didalamnya. Tujuan proses ini adalah untuk memisahkan air dengan pengotor yang terlarut didalamnya, analoginya seperti memisahkan air pada susu kedelai. Pada unit ini terjadi rapid mixing (pengadukan cepat) agar koagulan dapat terlarut merata dalam waktu singkat. Bentuk alat pengaduknya dapat bervariasi, selain rapid mixing, dapat menggunakan hidrolis (hydrolic jump atau terjunan) atau mekanis (menggunakan batang pengaduk).

  • b. Flokulasi

Selanjutnya air masuk ke unit flokulasi. Tujuannya adalah untuk membentuk dan memperbesar flok (pengotor yang terendapkan). Di sini dibutuhkan lokasi yang alirannya tenang namun tetap ada pengadukan lambat (slow mixing) supaya flok menumpuk. Untuk meningkatkan efisiensi, biasanya ditambah dengan senyawa kimia yang mampu mengikat flok-flok tersebut.

  • c. Sedimentasi

Bangunan ini digunakan untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat jenis partikel kolid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Pada masa kini, unit koagulasi, flokulasi dan sedimentasi telah ada yang dibuat tergabung yang disebut unit aselator.

  • d. Filtrasi

Sesuai dengan namanya, filtrasi adalah untuk menyaring dengan media butiran. Media butiran ini biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica dan kerikil silica dengan ketebalan berbeda. Cara ini dilakukan dengan metode gravitasi.

  • e. Desinfeksi

Setelah bersih dari pengotor, masih ada kemungkinan ada kuman dan bakteri yang hidup, sehingga ditambahkanlah senyawa kimia yang dapat mematikan kuman ini, biasanya berupa penambahan chlor, ozonisasi, UV, pemabasan, dan lain-lain sebelum masuk ke bangunan selanjutnya, yakni reservoir.

4. Reservoir
Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara gravitasi. Karena kebanyakan distribusi di Indonesia menggunakan konsep gravitasi, maka reservoir biasanya diletakkan di tempat dengan posisi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi, bisa diatas bukit atau gunung.

Gabungan dari unit-unit pengolahan air ini disebut IPA – Instalasi Pengolahan Air. Untuk menghemat biaya pembangunan, unit intake, WTP dan reservoir dapat dibangun dalam satu kawasan dengan ketinggian yang cukup tinggi, sehingga tidak diperlukan pumping station dengan kapasitas pompa dorong yang besar untuk menyalurkan air dari WTP ke resevoir. Pada akhirnya, dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melalui pipa-pipa dengan berbagai ukuran ke tiap daerah distribusi.
Sekarang ini, perkembangan metode pengolahan air bersih telah banyak berkembang, diantaranya adalah sistem saringan pasir lambat. Perbedaan utama pada sistem ini dengan sistem konvensional adalah arah aliran airnya dari bawah ke atas (up flow), tidak menggunakan bahan kimia dan biaya operasinya yang lebih murah. Pada akhir tahun lalu pun, Pusat Penelitian Fisika LIPI telah berhasil menciptakan alat untuk mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak diminum, sistem ini dirancang agar mudah dibawa dan dapat dioperasikan tanpa memerlukan sumber listrik.

Perbandingan Metode Pengolahan Air Bersih di Pasaran

  • Air Minum Reverse Osmosis ( RO ) :

Air minum dengan kandungan oksigen yang tinggi yang dapat menguatkan sel-sel dan organ organ tubuh, meningkatkan daya tahan dan penyembuhan tubuh. Bebas dari segala jenis logam berat, kotoran dan kuman. Dapat diminum langsung, nikmat rasanya, air minum yang ideal untuk olahragawan.

  • Air Penyulingan

1. Biaya tinggi,penggunaan secara terus menerus akan memboroskan
listrik dan selalu harus membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin .
2. Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau.
3 Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana.

  • Air Penukaran Ion

1. Biaya operasional tinggi dan memerlukan penyelenggaraan yang profesional.
2. Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi, pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung.
3. Bahan-bahan organik, bakteri dan virus tidak dapat disaring .

  • Pengendapan :

1. Kualitas tidak stabil, perbedaannya besar
2. Tidak dapat membuang bakteri,logam berat, asbestos, nitrat,garam.
3. Tempat pembiakan bakteri.

1. Mutu berbeda dan terdapat perbedaan dalam hasil.
2. Tidak dapat membuang virus, logam berat, asbestos, nitrat dan bahan lain lain.
3. Mudah menjadi tempat pembiakan kuman & bakteri.

  • Air Mendidih :

1. Membunuh bakteri , tapi sisanya tetap tertinggal dalam air.
2. Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan  klorin yang membentuk triklorometana .
3. Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan).Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran dan sisa kalsium.

  • Air Hasil Cahaya Ultra Violet

1. Efektif untuk membunuh bakteri
2. Memerlukan penukaran tabung lampu setiap 12 bulan.
3. Selain membunuh bakteri, ia dapat menghapus kotoran lain.

  • Air Mineral :

1. 45% dari air mineral dipasaran mengandung bahan fosforus
2. Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin
3. Mahal.

  • Ozonisasi :

1. Hanya dapat membunuh bakteri, hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan air mendidih.
2. Biaya tinggi, harus menukar tabung lampu setiap 3-6 bulan.
3. Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar

Sumber : Disarikan dari berbagai sumber:  pengolahan air bersih-oke.blogspot.com,hidrofiltfirdaus.blogspot,com

Lestarikan Alam, Nikmati Air Bersih

Mengapa di era globalisasi seperti saat ini krisis air bersih terjadi dimana-mana? Padahal bumi terdiri dari 30% daratan dan 70% perairan. Hal ini mungkin saja terjadi karena pencemaran lingkungan sudah terjadi dimana-mana terutama pencemaran air, dan banyak orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan lingkungannya. Sehingga banyak orang membuang sampah sembarangan misalnya ke kali,sungai, dan laut membuat air menjadi tercemar. Kalau sumber air saja sudah tercemar bagaimana kita bisa mendapatkan air bersih?

air_bersihTahukah anda mengapa air bersih dan sehat sangat diperlukan untuk tubuh? Karena air bersih dan sehat sudah menjadi kebutuhan pokok kita. Bayangkan saja bagaimana jadinya kalau air bersih itu sekarang menjadi sangat langka da susah untuk dicari, Air bersih dan sehat dapat kita nikmati jika kita bersama-sama melestarikan dan mempebaiki ekosistem alam yang sudah rusak. Kalau ekosistem alam sudah menjadi baik, maka secara otomatis air bersih dan sehat dapat kita nikmati dengan mudahya. Jadi mari kita bersama-sama melestarikan alam dan merubah pola pikir kita  bahwa kita hidup tidak sendirian dan kita juga harus berfikir bagaimana anak dan cucu kita bisa menikmati air bersih jika alamnya sudah dirusak.
Memang orang pada zaman sekarang banyak dimana akal,mata dan hatinya sudah terbutakan oleh uang. Mereka rela membabat habis hutan hanya demi uang. Orang-orang seperti inilah yang tidak memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan. Bagaimana anak cucu kita bisa menikmati air bersih, Jika alamnya saja sudah dirusak?
Bagaimana kita bisa hidup sehat kalau air bersih saja tidak ada? Air bersih dan sehat merupakan satu-kesatuan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, manusia tidak dapat bertahan hidup jika air bersih dan sehat. Karena air bersih dan sehat bayak sekali fungsi dan manfaatnya, contoh: Kalau yang kita gunakan air bersih dan sehat, pasti tubuh kita juga akan sehat. Karena sehat berawal dari air baik.

Manfaat Air Bersih :

Kalau tubuh sudah sehat mau melakukan aktivitas apapun akan terasa lebih nyaman. Manfaat air bersih yang lainnya juga banyak sekarang akan kita bahas beberapa saja.

  • Manfaat air bersih untuk kecantikan : Perbanyaklah minum dan mandi menggunakan air bersih karena jika anda kekurangan minum maka kulit anda menjadi keriput dan jika anda mandi menggunakan air bersih maka kulit anda akan menjadi  mulus. Jadi mulai sekarang jangan malas minum ya.
  • Meminum air bersih dan sehat juga dapat menjegah dari penyakit berbahaya, Kalau kita sering minum menggunakan air bersih maka kita akan terhindar dari penyakit berbahaya seperti batu ginjal, hati, jantung, liver. Selain itu meminum air bersih juga dapat memperlanjar pencernaan, meningkatkan hormon baik pada pria maupun wanita.
  • Meminum air putih yang bersih dan sehat juga akan membuat kita terlihat awet muda, mengapa? karena dengan meminum air putih yang bersih dan sehat akan membuat kulit kita tetap kenyal dan elastis, bandingkan saja dengan orang yang jarang meminum air bersih dan sehat pasti wajahnya akan terlihat lebih kering, keriput dan lebih kusam.
  • Meminum dua gelas air bersih dan sehat di pagi hari akan membuat tubuh lebih fit, mengapa demikian? Karena meminum air bersih dan sehat di pagi hari mampu membuat organ dalam tubuh kita menjadi bekerja lebih optimal dan dapat menggantikan cairan tubuh yang keluar saat kita tertidur di malam hari. Tanpa kita sadari saat kita tertidur kita mengeluarkan keringat. Dan alangkah lebih baiknya bila ketika kita terbangun dari tidur langsung meminum dua gelas air bersih untuk menjegah dehidrasi.
  • Meminum air putih bersih dan sehat juga akan memaksimalkan kinerja otak dan dapat menurunkan tingkat stress, karena 80% jaringan otak kita berisi air , dan air bersih dan sehat dapat membantu mengalirkan oksigen ke dalam otak kita. Sehingga otak kita akan dapat bekerja lebih maksimal.
  • Meminum air bersih dan sehat juga akan menghindarkan otot di dalam tubuh kita dari keram. Mengapa demikian? Karena dengan kita meminum menggunakan air bersih dan sehat otot-otot dan sendi-sendi yang ada didalam tubuh kita akan menjadi terlumasi dan kita menjadi lebih bebas bergerak, menjadi leluasa untuk berolah raga dan melakukan berbagai aktivitas tanpa terbebani.
  • Meminum menggunakan air bersih dan sehat juga akan membuat ginjal kita menjadi lebih sehat. Karena meminum menggunakan air bersih dan sehat juga akan membantu melarutkan garam di dalam tubuh kita, sehingga fungsi ginjal akan lebih ringan dan tebantu karena meminum air bersih dan sehat.
  • Rajin meminum menggunakan air putih yang bersih dan sehat menghindarkan kita dari penyakit bau mulut, mengapa demikian? Karena jika kita kekurangan air minum maka  nafas kita akan bau, dan itu sangat mengganggu sehingga kita menjadi tidak percaya diri untuk berbicara ke teman, keluarga, sahabat, serta orang lain.
  • Selain untuk menghilangkan bau mulut meminum air putih juga dapat menghindarkan diri kita dari sakit radang tenggorokan, Karena dengan kita rajin minum menggunakan air bersih dan sehat tenggorokan kita akan terus terlumasi sehingga tenggorokan kita tidak akan mengalami kekeringan.

Lalu bagaimana cara mendapatkan air bersih di zaman globalisasi seperti ini?
mungkin sebagian orang bingung bagaimana cara mendapatkan air bersih dan sehat. Ada banyak cara untuk mendapatkan air bersih dan sehat. Berikut beberapa cara untuk mendapatkan air bersih dan sehat yang dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Tanamlah pohon di sekitar pekarangan dan di lingkungan anda supaya pohon tersebut dapat menyimpan,menyerap sekaligus bisa menyaring zat-zat berbahaya yang terkandung didalam tanah.
  • Membuat sumur resapan,Cara ini banyak orang yang menggunakan tetapi air bersih yang dihasilkan tidak maksimal.
  • Dengan berlanggananan air bersih menggunakan air PAM, Cara  ini cara yang paling mudah untuk mendapatkan air bersih namun kita masih harus mengeluarkan uang tambahan untuk mendapatkan air bersih.
  • Dengan menggunakan filter air. Cara ini adalah cara yang paling ampuh untuk mendapatkan air bersih, dengan menggunakan filter air kita akan mendapatkan kualitas air bersih yang terbaik seperti yang dilakukan oleh filter penjernih air Nano Smart Filter.  Bahkan saat ini filter air memiliki teknologi untuk menyaring air  hingga mendapatkan air bersih yang bebas dari kuman, yaitu filter air yang menggunakan membrane reverse osmosis sehingga air bersih yang dihasilkan dapat langsung di konsumsi oleh keluarga anda di rumah dengan aman .

Betapa mudahnya mendapatkan air bersih di zaman globalisasi seperti saat ini, jika kita mau berusaha pasti ada cara untuk menggapai tujuan kita. Begitupun dengan air bersih, walaupun sekotor apapun sumbernya kalau kita tau teknik memurnikannya dengan cara memfilternya pasti kita akan mendapatkan air bersih yang sehat. Mulailah hidup berdampingan dengan alam, karena alam akan memberikan semua hal yang kita butuhkan.

Pages:« Prev12...1718192021Next »