You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»air bau besi

air bau besi

Nano Smart Filter Sebagai Media Penjernih Air

Sering kali masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta mengalami kendala permasalahan yaitu sulitnya mendapatkan sumber air yang bersih. Air tanah yang diambil dari sumur yang dulunya sangat jernih tapi kini sudah berubah sangat keruh dan sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan akhirnya kebanyakan sumur tersebut yang tadinya digunakan secara aktif setiap harinya kini tidak lagi digunakan dan kemudian hanya ditutup karena hanya menimbulkan penyakit jika terus dibuka. Sayang sekali bukan? Melihat ketersediaan air tanah yang sangat minim saat ini sudah seharusnya membuat kita sadar bahwa seharusnya kita menjaga alam ini dengan lebih baik lagi.

pemurnian air minumAkibat air sumur yang tak lagi bisa dikonsumsi akhirnya masyarakat menggantungkan kebutuhannya akan air bersih pada perusahaan air minum atau dengan membeli air kilangan setiap harinya. Jika dipikir-pikir kembali mengingat kita akan selalu membutuhkan air sampai akhir hayat kita maka dari itu akhirnya pengeluaran yang harus kita sediakan untuk air minum saja sangat banyak. Padahal jika kita tidak perlu membeli air maka tentunya uang itu bisa Anda tabung untuk melengkapi kebutuhan yang lain. Untuk Anda yang ingin mendapatkan air bersih dengan menggunakan air sumur itu sebenarnya bisa saja, karena adanya nano smart filter sebagai Media penjernih air yang bisa Anda gunakan untuk menjernihkan air sumur yang akan Anda gunakan. Nano filter sebagai Media penjernih air sudah banyak digunakan dan menjadi solusi bagi Anda.

Penjernih Air Keruh

Sering kali orang yang menggunakan Penjernih air keruh merasa takut bahwa media filter yang digunakan dalam Penjernih air keruh itu menyebabkan air menjadi tidak sepenuhnya bersih dan membuat peminumnya merasa tidak yakin dalam meminum air hasil dari Penjernih air keruh tersebut. Namun hal itu tidak akan terjadi jika Anda menggunakan nano smart filter karena media filter yang digunakan tidak akan membuat gumpalan pada Penjernih air keruh tersebut sehingga bisa dipastikan bahwa air yang dihasilkan adalah air yang sangat layak untuk dikonsumsi sehingga Anda bisa menggunakan air yang dihasilkan nano smart filter ini untuk berbagai kebutuhan Anda dalam sehari-hari, dengan air yang sehat ini maka Anda pun bisa menjadi lebih sehat lagi.

Filter Air Sumur

Dengan adanya Nano Smart filter sebagai Filter air sumur maka Anda bisa menggunakan air minum dengan baik untuk memasak atau untuk air minum. Selain itu media penjernih air yang digunakan dalam nano smart filter ini adalah pure tag yang bisa digunakan dalam waktu yang lama sehingga Anda pun yang menggunakan nano smart filter ini sebagai Filter air sumur maka akan dapat lebih berhemat karena tidak perlu mengganti media filter tersebut dalam waktu yang lama, namun begitu bukan berarti bahwa media filter tersebut akan menjadi kotor dan menyebabkan air yang dihasilkan menjadi berubah kualitasnya setelah sekian lama, karena nano smart filter ini merupakan Filter air sumur berkualitas maka air yang Anda hasilkan dari Filter air sumur akan sangat berkualitas, sama dengan air jernih yang layak untuk diminum.

Untuk memesan filter air sumur ini Anda bisa datang langsung ke tokonya di Jakarta Selatan atau mengunjungi webnya di www.nanosmartfilter.com atau bisa juga dengan menelpon ke nomor Telp. 021-29529630/ Hp. 081286906799. Untungnya lagi Harga saringan air ini sangat terjangkau dan bisa dijangkau oleh berbagai kalangan, daripada Anda menghabiskan air untuk membeli air minum maka lebih baik membeli filter air sumur ini.

Membuat Air Bersih

Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM). Namun demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil. Read more

Menyaring Air Keruh Jadi Jernih

Air keruh dan berwarna kuning sering dikeluhkan oleh sebagain besar pengguna air, khususnya pengguna air tanah atau air sumur. Air keruh kuning disebabkan adanya kandungan zat besi yang tinggi pada air tersebut, selain  keruh dan berwarna kuning air dengan kandungan zat besi (Fe) yang tinggi biasanya ada bau besi yang menyengat dan adanya endapan minyak diatas permukaan air bila air keruh ini di didiamkan. Read more

Filter Untuk Mengatasi Air Bau

Air bau merupakan permasalahan yang sering terjadi pada air sumur. Masalah air memiliki bau yang menyengat bisa terjadi pada semua jenis sumur, timbulnya bau pada air lebih sering terjadi pada sumur konvensional. Sebelum membahas cara mengatasi masalah air yang bau dengan filter air, Sebaiknya kita mengetahui apa saja hal yang menyebabkan air sumur  menjadi bau  busuk, bau amis atau bau besi.  Read more

Manfaat pengolahan air limbah

Manfaat pengolahan air limbah, Pengolahan air limbah / limbah cair sesuatu yang jarang kita pikirkan. Kita sering menggunakan kamar mandi, toilet, tetapi jarang memikirkan kemana perginya air setelah digunakan. Ketika air yang digunakan, mengalir ke toilet atau ke saluran pembuangan dari bak mandi atau wastafel dan berjalan melalui banyak saluran air dan pipa hingga mencapai selokan. Sistem ini bertanggung jawab untuk membawa air limbah jauh dari rumah kami dan memberikan kepada pabrik pengolahan air limbah.

Ada dua jenis air limbah yang diproduksi di rumah tangga, Greywater dan blackwater. Greywater terdiri dari air yang digunakan untuk mencuci hal-hal di rumah seperti air dari mencuci piring, mandi dan cuci. Air ini dapat diobati untuk digunakan kembali. Blackwater adalah air yang tidak dapat digunakan kembali karena terlalu terkontaminasi dan sebagian air limbah dari toilet.

Industri mengandalkan sejumlah besar air untuk melaksanakan proses manufaktur dan sebagian besar dari mereka hanya membuang air ini menjadi ke sungai dan lautan yang menghasilkan polusi yang parah. Dalam rangka untuk mengurangi dampak limbah industri, Setiap industri harus menginstal sistem pengolahan air. Unit-unit ini membantu membersihkan sistem air dan mengolah air limbah untuk digunakan kembali. Bahkan jika ingin membuang air limbah ke dalam air laut harus dibersihkan dari semua unsur kimia sehingga kehidupan laut tidak terpengaruh. Berikut tiga manfaat penting jika sebuah pabrik menggunakan sistem pengolahan air limbah industri.

1. Mengurangi Pencemaran Air
Jika air limbah industri dialirkan langsung tanpa diolah dapat menyebabkan jutaan biota laut mati dan pencemaran laut. Unsur-unsur beracun dengan logam dan bahan berbahaya lainnya dalam air akan mengendap di dasar laut dan tidak dapat hilang, sehingga mempengaruhi kehidupan laut. Instalasi sistem pengolahan air limbah di industri anda akan membantu memberikan kontribusi untuk kehidupan laut yang lebih baik. Air tercemar yang akan dibuang harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan unsur-unsur beracun sehingga tidak mencemari laut.

2. Mencegah Penyakit dan Melindungi Kesehatan Manusia
Air yang tercemar merupakan salah satu penyebab utama penyakit yang dapat menular melalui air pada masyarakat di daerah pedesaan maupun perkotaan. Air limbah industri yang dibuang dapat mencemari sumber air dan menyebabkan penyakit serius ketika orang-orang menggunakan air dari sumber tersebut. Air limbah industri harus melalui peruses pengolahan air limbah untuk menghilangkan semua elemen anorganik serta mikroba patogen yang merupakan penyebab timbulnya  penyakit.  Sistem pengolahan air limbah membantu mengurangi kasus penyakit sehingga kita dapat hidup sehat. Industri berskala besar harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang mereka ciptakan dan wajib melestarikan alam dan kesehatan manusia dengan cara terbaik yang mereka bisa, salah satunya menggunakan instalasi pengolahan air limbah.

3. Penghematan Biaya
Air yang terkontaminasi limbah menyebabkan pemborosan pengeluaran biaya, dari biaya kesehatan untuk berobat maupun pencegahan penyakit, atau biaya memperbaiki lingkungan yang rusak . Bayangkan jumlah uang dan tenaga yang dihabiskan setiap tahun untuk membersihkan sewerages, seashores dan kontaminasi kelautan. Belum lagi biaya tambahan jutaan dolar yang dihabiskan untuk mengobati penyakit dan mencegah wabah penyakit yang diakibatkan oleh air limbah dari industri. Jika setiap industri bisa mengolah air limbah nya masing-masing, tidak hanya akan mereka bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga akan memberikan kontribusi sebagian besar ke ekonomi yang lebih baik. Industri perlu menggunakan sistem pengolahan air secara serius karena ini adalah salah satu cara mereka dapat membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik.

pengolahan air limbah industri

Jadi kesimpulan dari artikel manfaat pengolahan air limbah adalah,
Air limbah memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan bila tidak diolah terlebih dahulu. Efek negatif dari air limbah sangat banyak.  Salah satunya jika dibuang ke laut air limbah secara langsung akan berdampak pada ikan. Populasi satwa liar juga dapat terhambat. Jika minum menggunakan air yang terkontaminasi air limbah mengandung berbagai logam seperti merkuri, arsen dan kadmium  memiliki efek negatif jangka pendek maupun jangka panjang pada tubuh. Selain itu ada juga air limbah yang mengandung bahan organik sudah membusuk. Ini akan mengambil oksigen terlarut dalam sumber air seperti sungai, laut atau danau dan membuat ancaman terhadap keberadaan spesies biotik. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh kandungan nitrogen dan fosfor dan zat lainnya dapat memberlakukan ancaman pada kehidupan manusia juga.

Instalasi pengolahan air limbah merupakan bagian penting dari sistem air, dan jika tidak ada alat pengolahan air limbah kita akan dihadapkan dengan pencemaran air yang dapat berbahaya atau bahkan fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup termasuk manusia.

Sumber [blogdetik.com]

Mengatasi Air Berkapur

Mengatasi Air Berkapur, Air berkapur atau air sadah biasanya air yang mengandung  zat kapur. Kapur adalah sebuah benda putih dan halus terbuat dari batu sedimen, membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Kapur biasanya terbentuk di dalam laut dengan kondisi bebatuan yang mengandung lempengan kalsium plates (coccoliths) yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores. Biasanya lazim ditemukan pada batu api dan chert yang terdapat dalam kapur.

Air  yang terlalu banyak mengandung kapur, biasanya bersifat basah (Ph lebih dari 8). Menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan RI, air minum tidak boleh mempunyai Ph lebih dari 8,5 karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Tanda air yang mengandung kapur adalah jika air tersebut dimasak, maka akan menimbulkan kerak  berwarna putih pada dinding panci, dan rasanya sedikit pahit.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan beberapa sumber.  Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagian besar masyarakat mengandalkan sumber air  dari air tanah atau biasa disebut sebagai air sumur.

Baik berupa sumur bor ataupun sumur alami. Bahkan bagi yang tinggal di wilayah terpencil, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat masih menggunakan air yang diambil dari sungai, waduk atau danau. Namun harus menjernihkan air kotor terlebih dulu, belum lagi jika air tersebut air berkapur. Sehingga diperlukan filter air atau treatment khusus untuk mengurangi kandungan kapur tersebut agar air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak semua masyarakat mempunyai masalah dengan kualitas air sumurnya. Namun di beberapa lokasi atau wilayah tertentu terkadang ditemui masalah kualitas air sumur atau air tanah. Salah satu masalah yang terkadang ditemui berkaitan dengan kualitas air sumur adalah adanya air sumur yang berkapur.

air berkapur tinggi

Air berkapur biasanya terjadi di daerah yang memang secara geografis tanahnya mempunyai kandungan kapur tinggi, seperti daerah di sekitar pegunungan kapur. Namun air sumur mengandung zat kapur bisa juga terjadi di daerah-daerah yang kondisi tanahnya baik atau normal.

Air sumur yang berkapur tentu saja sangat tidak diinginkan dan mempunyai dampak negatif. Sebab selain rasa air yang mengandung kapur tidak enak, pada penggunaan jangka panjang, air sumur yang mengandung kapur dapat memicu berbagai macam gangguan kesehatan dan timbulnya bermacam penyakit bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Penggunaan air berkapur jika dikonsumsi dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus dan disentri. Sedangkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, kerusakan gigi, kerusakan ginjal, kandung kemih, hati dan kerontokan rambut. Dan pada tingkat kronis dapat menyebabkan sakit kanker.

Selain itu air mengandung kapur memiliki ciri-ciri dan dapat dideteksi melalui hal berikut :

jika digunakan untuk mencuci dan mandi menyebabkan sabun sulit bahkan tidak berbuih atau berbusa dan dapat berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit, seperti sakit kurap dan lainnya. Karena penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air. Jika anda gunakan saat mandi  air yang mengandung kapur tinggi akan terasa licin dikulit.

Disamping dapat merusak kesehatan tubuh efek negative dari air berkapur adalah timbulnya kerak putih pada lantai kamar mandi, bak penampung kamar mandi, keran air, wastafel, atau pada peralatan masak kesanyangan anda dan jika dipergunakan untuk mencuci mobil air berkapur dapat membuat warna kendaraan anda menjadi kusam.

Air yang berkapur disebabkan karena tingginya kandungan logam tertentu di dalamnya. Biasanya dipengaruhi oleh kandungan berupa logam Natrium, Kalium dan Magnesium. Air yang mengandung logam-logam seperti ini kita biasa menyebutnya dengan air sadah.

Secara umum, kesadahan air dapat dibagi menjadi dua :

1. Kesadahan tetap
2. Kesadahan sementara

Kesadahan tetap berarti air yang kandungan kapur di dalamnya tidak dapat dipisahkan dengan cara pemanasan / pendidihan biasa.  Kesadahan tetap terjadi karena air mengandung unsur logam terutama kandungan Magnesium yang sangt tinggi.

Kesadahan sementara, yaitu air yang kandungan kapur di dalamnya dapat diendapkan atau dipisahkan dengan cara pemanasan maupun pendidihan biasa. Kesadahan sementara terjadi karena air mengandung unsur logam  terutama  Natrium dan Kalium.

Berikut ini merupakan cara mengatasi  masalah air sumur yang  berkapur.

Untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur dalam skala rumah tangga atau industri bisa menggunakan cara dengan filter air softener.  Masalah air berkapur atau air sadah bisa di atasi menggunakan filter air dengan Softener. Yaitu sebuah peralatan khusus yang digunakan untuk menurunkan tingkat kesadahan dalam air. Sehingga air hasil proses dari softener ini biasa disebut dengan soft water. Terkadang softener ini dioperasikan sebagai bagian dari Instalasi Pengelolaan air limbah, tergantung sumber airnya.

Prinsip dasar kerja Softener adalah dengan menukar ion yang terkandung dalam air sadah dengan kandungan ion dalam resin yang diisikan dalam filter air softener. Lalu secara periodik dilakukan regenerasi ion, untuk mengembalikan fungsi kerja softener atau menyegarkan kembali  kandungan ion dalam resin.

Solusi untuk menurunkan kandungan zat kapur tinggi dalam air adalah dengan menggunakan Resin Softener yang jumlah resinnya harus disesuaikan dengan tingkat tingginya kandungan kapur itu sendiri. Semakin tinggi kandungan zat kapur pada air maka semakin banyak juga  resin yang digunakan.

Banyak yang masih beranggapan bahwa menggunakan filter air dan softener  cukup rumit untuk digunakan. Padahal sebenarnya filter air dan softener sangat  mudah dan cocok digunakan dalam skala rumah tangga untuk mengatasi masalah air sumur yang berkapur.

Sumber [Aneka Sumber]

Tips mencegah pencemaran air

Pencemaran air sangat berbahaya, Pencemaran air dapat dilakukan dengan beberapa tindakan secara sederhana. Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia memerlukan air baik untuk proses kimia fisika maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya.

Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. Kualitas total air tawar yang ada di bumi jumlahnya relatif dapat menurun jumlahnya dikarenakan adanya pencemaran air.

Pengelolaan air di sini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:

  1. melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi.
  2. mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar.
  3. menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan.
  4. mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi.

Pada prinsipnya pengelolaan sumber daya alam air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.

Usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut:

  1. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah.
  2. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisma antarpolutan pemerintah.
  3. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yan gtumpah di perairan
  4. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri.
  5. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan barulah dibuang di perairan.
  6. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum

pencemaran air sungai

Setelah kita mengetahui bagaimana cara mencegah pencemaran air secara sederhana selanjutnya yuk kita baca cara membedakan air tercemar dan tidak tercemar. Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini.

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu.

Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian.

Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel adalah:

  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Nah setelah kita sudah mampu membedakan antara air yang terceman dan yang tidak tercemar, kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit dan bahkan kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga lingkungan kita.

Sumber [Aneka Sumber]

Pengolahan Air Limbah Tahu Tempe

Pengolahan air limbah diwajibkan, contohnya pengolahan air limbah tahu tempe. Industri tahu dan tempe merupakan industri kecil yang banyak tersebar di kota-kota besar dan kecil. Tempe dan tahu merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang. Akibat dari banyaknya industri tahu dan tempe, maka limbah hasil proses pengolahan banyak membawa dampak terhadap lingkungan. Limbah dari pengolahan tahu dan tempe mempunyai kadar BOD sekitar 5.000 – 10.000 mg/l, COD 7.000 – 12.000 mg/l.

pengolah air limbah tahu tempe

Besarnya beban pencemaran yang ditimbulkan menyebabkan gangguan yang cukup serius terutama untuk perairan disekitar industri tahu dan tempe. Teknologi pengolahan limbah tahu tempe yang ada saat ini pada umumnya berupa pengolahan limbah sistem anaerob. Dengan proses biologis anaerob, efisiensi pengolahan hanya sekitar 70-80 %, sehingga air lahannya masih mengandung kadar polutan organik cukup tinggi, serta bau yang ditimbulkan dari sistem anaerob dan tingginya kadar fosfat merupakan masalah yang belum dapat diatasi.

Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara kombinasi proses biologis anaerob-aerob yakni proses penguraian anaerob dan diikuti dengan proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter anaerob-aerob. Dengan kombinasi proses tersebut diharapkan konsentrasi COD dalan air olahan yang dihasilkan turun menjadi 60 ppm, sehingga jika dibuang tidaklagi mencemari lingkungan sekitarnya.

Air banyak digunakan sebagai bahan pencuci dan merebus kedelai untuk proses produksinya. Akibat dari besarnya pemakaian air pada proses pembuatan tahu dan tempe, limbah yang dihasilkan juga cukup besar. Sebagai contoh limbah industri tahu tempe di Semanan, Jakarta Barat kandungan BOD 5 mencapai 1 324 mg/l, COD 6698 mg/l, NH 4 84,4 mg/l, nitrat 1,76 mg/l dan nitrit 0,17 mg/l (Prakarindo Buana, 1996). Jika ditinjau dari Kep-03/MENKLH/11/1991 tentang baku mutu limbah cair, maka industri tahu dan tempe memerlukan pengolahan limbah.

Pada saat ini sebagian besar industri tahu tempe masih merupakan industri kecil skala rumah tangga yang tidak dilengkapi dengan unit pengolah air limbah, sedangkan industri tahu dan tempe yang dikelola koperasi beberapa diantaranya telah memiliki unit pengolah limbah. Unit pengolah limbah yang ada umumnya menggunakan sistem anaerobik dengan efisiensi pengolahan 60-90%. Dengan sistem pengolah limbah yang ada, maka limbah yang dibuang ke peraian kadar zat organiknya (BOD) masih terlampau tinggi yakni sekitar 400 – 1 400 mg/l. Untuk itu perlu dilakukan proses pengolahan lanjut agar kandungan zat organik di dalan air limbah memenuhi standar air buangan yang boleh dibuang ke saluran umum.

Karakteristik Limbah
Untuk limbah industri tahu tempe ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni karakteristik fisika dan kimia. Karakteristik fisika meliputi padatan total, suhu, warna dan bau. Karakteristik kimia meliputi bahan organik, bahan anorganik dan gas.

Suhu buangan industri tahu berasal dari proses pemasakan kedelai. Suhu limbah cair tahu pada umumnya lebih tinggi dari air bakunya, yaitu 400C sampai 46 0C. Suhu yang meningkat di lingkungan perairan akan mempengaruhi kehidupan biologis, kelarutan oksigen dan gas lain, kerapatan air, viskositas, dan tegangan permukaan.

Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam buangan industri tahu pada umumnya sangat tinggi. Senyawa-senyawa organik di dalam air buangan tersebut dapat berupa protein, karbohidrat, lemak dan minyak. Di antara senyawa-senyawa tersebut, protein dan lemaklah yang jumlahnya paling besar. Semakin lama jumlah dan jenis bahan organik ini semakin banyak, dalam hal ini akan menyulitkan pengelolaan limbah, karena beberapa zat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam air limbah tahu tersebut. Untuk menentukan besarnya kandungan bahan organik digunakan beberapa teknik pengujian seperti BOD, COD dan TOM. Uji BOD merupakan parameter yang sering digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik, baik dari industri ataupun dari rumah tangga.

Air buangan industri tahu kualitasnya bergantung dari proses yang digunakan. Apabila air prosesnya baik, maka kandungan bahan organik pada air buangannya biasanya rendah. Pada umumnya konsentrasi ion hidrogen buangan industri tahu ini cenderung bersifat asam. Komponen terbesar dari limbah cair tahu yaitu protein (N-total) sebesar 226,06 sampai 434,78 mg/l. sehingga masuknya limbah cair tahu ke lingkungan perairan akan meningkatkan total nitrogen di peraian tersebut.

Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri-industri masih menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya industri-industri, terutama industri rumah tangga mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Demikian pula dengan industri tahu/tempe yang pada umumnya merupakan industri rumah tangga.

Keadaan ini akibat masih banyaknya pengrajin tahu/tempe yang belum mengerti akan kebersihan lingkungan dan disamping itu pula tingkat ekonomi yang masih rendah, sehingga pengolahan limbah akan menjadi beban yang cukup berat bagi mereka. Namun demikian keberadaan industri tahu-tempe harus selalu didukung baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Limbah industri tahu-tempe dapat menimbulkan pencemaran yang cukup berat karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi.

Saat ini pengelolaan air limbah industri tahu-tempe umumnya dilakukan dengan cara membuat bak penampung air limbah sehingga terjadi proses anaerob. Dengan adanya proses biologis anaerob tersebut maka kandungan polutan organik yang ada di dalam air limbah dapat diturunkan. Tetapi dengan proses tersebut efisiesi pengolahan hanya berkisar antara 50 % – 70 % saja. Dengan demikian jika konsertarsi COD dalam air limbah 7000 ppm, maka kadar COD yang keluar masih cukup tinggi yakni sekitar 2100 ppm, sehinga harus menggunakan alat penyaring air limbah modern.

Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis, yakni dengan kombinasi proses biologis “Anaerob-Aerob”. Sistem ini cocok diterapkan pada pengolahan limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik. Limbah industri tahu/tempe merupakan salah satu jenis limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah air limbah industri tahu-tempe tersebut adalah dengan kombinasi proses pengolahan biologis anaerob dan aerob. Secara umum proses pengolahannya dibagi menjadi dua tahap yakni pertama proses penguraian anaerob (Anaerobic digesting), dan yang ke dua proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter anaerob-aerob.

Air limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu-tempe kumpulkan melalui saluran air limbah, kemudian dilairkan ke bak kontrol untuk memisahkan kotoran padat. Selanjutnya, sambil di bubuhi dengan larutan kapur atau larutan NaOH air limbah dialirkan ke bak pengurai anaerob, menghasilkan gas methan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Dengan proses tahap pertama konsentrasi COD dalam air limbah dapat diturukkan sampai kira-kira 600 ppm (efisiensi pengolahan 90 %). Air olahan tahap awal ini selanjutnya diolah dengan proses pengolahan lanjut dengan sistem biofilter aerob.

Sumber[kelair.bppt.go.id]

Proses Khlorinasi

Proses khlorinasi, Banyak yang belum faham Khlorinasi. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan. Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita jika tidak sesuai dengan aturan dan petunjuk pemakaian.

Klorinasi merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Kadar sisa klor sebagai produk klorinasi dipengaruhi oleh beberapa bahan kimia yang bersifat reduktor terhadap klor yang mengakibatkan kadar sisa klor dalam air tidak cukup untuk membunuh bakteri.

Klorin ini banyak digunakan dalam pengolahan limbah industri, air kolam renang, dan air minum di Negara-negara sedang berkembang karena sebagai desinfektan, biayanya relatif murah, mudah, dan efekti. Senyawa-senyawa klor yang umum digunkan dalam proses klorinasi, antara lain, gas klorin, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida, dihidroisosianurate dan kloramin.

Klorinasi adalah proses penambahan elemen klorin ke air sebagai metode pemurnian air untuk membuatnya layak dikonsumsi manusia sebagai air minum. Air yang telah diklorinasi efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

khlorinasi proses

Menghitung Dosis Klorin Pada Klorinasi
Secara umum, dosis klorin yang dibutuhkan dalam porses klorinasi adalah jumlah dari kebutuhan klorin dan sisa klorin yang diperlukan (atau sesuai dengan regulasi yang berlaku). Namun perlu juga diperhatikan bahwa pada saat proses kontak berlangsung akan ada klorin yang hilang dan faktor kehilangan klorin ini perlu diperhitungkan agar dosis klorin yang diberikan tidak kurang.

1. Kebutuhan klorin
Kebutuhan klorin atau chlorine demand dapat diketahui dengan analisis di laboratorium. Saat ini telah banyak instrumen laboratorium bahkan portable yang memiliki fungsi pembacaan kebutuhan klorin. Kita tinggal menambahkan reagen yang biasanya sudah disediakan oleh pembuat instrumen kemudian melakukan pembacaan pada alat yang sesuai.

2. Sisa klorin yang dibutuhkan
Konsentrasi sisa klorin perlu diketahui karena apabila kurang maka proses klorinasi tidak akan efektif. Sebaliknya, apabila berlebih maka akan membahayakan organisme perairan. Seperti halnya pada penentuan kebutuhan klorin, konsentrasi sisa klorin juga dapat dianalisis menggunakan instrumen di laboratorium.

Cara lain untuk mengetahui kebutuhan sisa klorin adalah menggunakan parameter jumlah coliform sebelum dan sesudah proses klorinasi. Metode ini melibatkan analisis mikroorganisme yaitu perhitungan bakteri coliform. Selain itu, lamanya waktu kontak juga akan mempengaruhi konsentrasi klorin yang dibutuhkan. Rumus yang digunakan yaitu (Metcalf&Eddy, 2004): N/No = [(Cr*t)/b]-n Dimana No dan N : konsentrasi bakteri sebelum dan setelah proses desinfeksi (koloni/100 mL) Cr : konsentrasi sisa klorin (mg/L) t : waktu kontak (menit) n : kemiringan kurva inaktivasi b : nilai dimana log N/No = 0 pada kurva inaktivasi

Nilai n dan b yang umum digunakan untuk bakteri coliform dan fecal coliform yang berasal dari efluen pengolahan sekunder adalah 2,8 dan 4 serta 2,8 dan 3 (Metcalf&Eddy, 2004).

3. Dosis tambahan untuk mengatasi klorin yang hilang selama proses kontak
Dosis tambahan yang digunakan untuk waktu kontak selama 1 jam biasanya antara 2 – 4 mg/L (Metcalf&Eddy, 2004). Setelah ketiga komponen tersebut diketahui kita tinggal menjumlahkan ketiganya dan memperoleh dosis klorin yang diperlukan.

Berikut beberapa kegunaan klorin:

  1. Memiliki sifat bakterisidal dan germisidal.
  2. Dapat mengoksidasi zat besi, mangan, dan hydrogen sulfide.
  3. Dapat menghilangkan bau dan rasa tidak enak pada air.
  4. Dapat mengontrol perkembangan alga dan organisme pembentuk lumut yang dapat mengubah bau dan rasa pada air.
  5. Dapat membantu proses koagulasi.

Cara kerja klorin
Klorin dalam air akan berubah menjadi asam klorida. Zat ini kemudian di netralisasi oleh sifat basa dan air sehingga akan terurai menjadi ion hydrogen dan ion hipoklorit.

Klorin sebagai disenfektan terutama bekerja dalam bentuk asam hipoklorit (HOCl) dan sebagian kecil dalam bentuk ion hipoklorit (OCl-). Klorin dapat bekerja dengan efektif sehingga desinfektan jika berada dalam air dengan pH sekitar 7. Jika nilai pH air lebih dari 8,5, maka 90% dari asam hippokorit itu akan mengalami ionisasi menjadi ion hipoklorit. Dengan demikian, khasiat desinfektan yang memiliki klorin menjadi lemah atau berkurang.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman yaitu penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18’C, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen. Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8

Berikut istilah dalam proses Klorin mematikan MO:

  1. Dosis klorin/Chlorine Dosage = Jumlah klorin yang ditambahkan, biasanya dinyatakan dalam satuan mg/l.
  2. Kebutuhan klrorin/Chlorine Demand = Jumlah klorin yang tidak tersedia sebagai desinfektan sebagai akibat reaksi dari berbagai senyawa.
  3. Residu klorin/Chlorine Residual = Jumlah klorin yang tersedia sebagai desinfektan setelah waktu kontak tertentu.
  4. Ketersedian residu klorin bebas = Jumlah dari residu klorin yang tersedia dalam air maupun air limbah.

Sumber [Aneka Sumber]

 

Alat penjernih air modern

Alat penjernih air & penyaring air berfungsi untuk menghilangkan rasa, bau, dan warna pada air sehingga kualitas air dapat meningkat. cara penyaringan air yang biasa digunakan adalah tawas, karbon aktif dan kaporit, Namun semakin berkembangnya dunia filter air maka munculah media filter terbaru yaitu pureTAG Super. Penggunaan media filter tersebut sebagai alat penjernih air / penyaring air kurang efisien, karena pemisahan endapan dan air cukup sulit.

Teknologi modern alat penjernih & penyaring air. Hadirnya teknologi alat penjernih air sangat efektif mengingat kebutuhan air bersih yang sangat tinggi dan kurangnya pasokan air yang berkualitas tinggi menyebabkan alat penyaring air berkualitas bagus mulai banyak dibutuhkan saat ini. karena kualitas air juga harus diperhatikan, bukan hanya dari segi kuantitas saja. Karena air yang tidak berkualitas dikhawatirkan mengandung senyawa yang dapat membahayakan tubuh.

alat penjernih air

Di daerah tertentu terkadang air bersih sangat sulit didapatkan. Bukan berarti air bersih tidak ada. tetapi di sebagian tempat untuk bisa dipakai minum air harus melewati proses penjernihan dahulu.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing yaitu tawas untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran, karbon aktif untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam air. Namun penggunaan bahan tersebut sebagai cara penyaringan air, sekarang ini mulai kuran diminati. Hal ini disebabkan alat penjernih air sederhana seperti ini bisa kita buat sendiri. banyak sekali bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk menjernihkan air secara alami. Misalnya batu, pasir, kerikil, arang sekam padi, ijuk, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain. Kesemuanya itu sangat mudah kita temukan disekitar kita.

Teknologi penjernihan air modern. beberapa teknologi membran pada saringan air yang terkenal ada beberapa jenis:

1. Ultrafiltrasi (UF)
2. Reverse Osmosis (RO)
3. ElektroDialisis (ED)
4. Elektrodialisis Reversal (EDR)
5. Mikrofiltrasi (MF)
6. NanoFiltrasi (NF)

Semua jenis teknologi membrane filter air diatas mampu untuk mengembangkan ion kecuali ultrafiltrasi. karena ukuran pori-pori membran UF terlalu besar untuk menahan ion dan teknologi UF ini hanya dipakai untuk menghilangkan kontaminan (berukuran besat), seperti minyak dan lemak serta suspended solid.

Dari 4 macam teknologi diatas, teknologi reverse osmosis (RO) menggunakan membran RO yang sangat terkenal akan kualitas dari hasil filtrasi nya.

Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya. Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an. Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis film komposit dimana pemisahan terjadi. Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membrane.

Begitu banyak depot air minum isi ulang memakai teknologi ini dengan tambahan alat pretreatment dan post treatment UV.

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:12345Next »