You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Archive for January 2014

Archive for January 2014

Filter air industri besar

Filter  air industri besar, Filter air industri berguna untuk mengolah limbah industri/pabrik sehingga aman untuk di buang atau digunakan kembali.
Dalam kegiatan industri, Filter air limbah digunakan mengolah air limbah yang mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan. Salah satunya dengan menggunakan filter air industri sehingga air limbah tidak mencemari lingkungan sekitar.

 

Filter air industri terbaik

 

Pengolahan Air Limbah Dengan Filter Air Industri.

Tujuan utama dari proses filter air industri adalah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air limbah terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah menggunakan filter air industri tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

  1. Pengolahan Awal (Pretreatment)
    Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
  2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment) Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
  3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment) Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
  4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment) Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
  5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment) Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

    Pemilihan Teknologi Filter Air Industri

    Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah ditetapkan. Setelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya, teknologi filter air industri yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik air limbah yang akan diolah. Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk:

    1. Memastikan bahwa filter air industri yang dipilih terdiri dari proses-proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
    2. Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan.
    3. Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan skala sebenarnya.

    Salah satu teknologi filter air industri yang baik digunakan untuk mengolah air limbah adalah dengan menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO). Air Limbah yang tercemar, seperti adanya kandungan khlorida dan TDS yang tinggi, membutuhkan pengolahan dengan sistem Reverse Osmosis (RO). Sistem RO menggunakan penyaringan skala mikro (molekul), yaitu yang dilakukan melalui suatu elemen yang disebut membrane. Dengan sistem RO ini, khlorida dan TDS yang tinggi dapat diturunkan atau dihilangkan sama sekali. Sehingga air limbah hasil filter air industri ini dapat langsung dibuang dan aman jika ingin digunakan kembali.

    Meskipun alat pengolah air sistem RO tersebut mempunyai banyak keuntungan akan tetapi dalam pengoperasiannya harus memperhatikan petunjuk operasi. Hal ini dimaksudkan agar alat tersebut dapat digunakan secara baik dan bertahan lama. Untuk menunjang operasional sistem RO diperlukan biaya perawatan. Biaya tersebut diperlukan antara lain untuk bahan kimia, bahan bakar, penggantian media penyaring, servis dan biaya operator.

    Sistem pengolahan air sangat bergantung pada kualitas air baku yang akan diolah. Kualitas air baku yang buruk akan membutuhkan sistem pengolahan yang lebih rumit. Apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter fisik yang buruk (seperti warna dan kekeruhan), maka yang membutuhkan pengolahan secara lebih khusus adalah penghilangan warna, sedangkan proses untuk kekeruhan cukup dengan penjernihan melalui pengendapan dan penyaringan biasa. Tetapi apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter kimia yang buruk, maka pengolahan yang dibutuhkan akan lebih kompleks lagi.

    Perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri dengan filter air industri. Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen. Treatment versus Prevention? Mana yang menurut teman-teman lebih baik?? Saya yakin kita semua tahu jawabannya. Reduce, recyle, and reuse.

    Sumber [AnekaSumber]

Filter air laut dan air payau

Filter air laut dan payau modern, Filter air laut dan air payau menjadi jalan solusi krisis air. Air payau adalah campuran antara air tawar dan air laut (air asin). Jika kadar garam yang dikandung dalam satu liter air adalah antara 0,5 sampai 30 gram, maka air ini disebut air payau. Namun jika lebih, disebut air asin.

Proses mengolah air asin/payau menjadi air tawar atau sering dikenal dengan istilah desalinasi dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) macam yaitu

1. Proses destilasi (suling).

Proses destilasi memanfaatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik-titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar.

2. Proses penukar ion

Proses desalinasi menggunakan teknik penukar ion memanfaatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air. Pada proses ini ion garam (Na Cl) ditukar dengan ion seperti Ca+2 dan SO4-2 . Materi penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis. Materi penukar ion alam misalnya zeolit sedangkan yang sintetis resin (resin kation dan resin anion)

3. Proses filtrasi.

Proses desalinasi yang ke tiga menggunakan filter semipermeabel untuk memisahkan molekul garam dalam air. Proses ketiga ini lebih dikenal dengan sistem osmose balik (Reverse Osmosis). Keistimewaan dari proses ini adalah mampu nyaring molekul yang lebih besar dari molekul air.  Model pengolahan air asin/payau.

filter air laut dan air payau

Teknologi ini menerapkan filter air laut sistem osmosis yang dibalik yaitu dengan memberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosis air asin/payau. Air asin/payau tersebut ditekan supaya melewati membran yang bersifat semi permeabel, molekul yang mempunyai diameter lebih besar dari air akan tersaring.

 Pemanfaatan teknologi ini akan memberi kemudahan bagi kita untuk mendapatkan air bersih yang diperoleh dari pengolahan air asin/payau.

 Manfaat lainnya yang dapat dinikmati oleh kita dengan diterapkannya pengolah air sistem RO berupa peningkatan mutu kualitas air hasil olahan.

Komponen utama  filter air laut dari sistem RO adalah terletak pada teknologi membran. Saat ini teknologi membran belum diproduksi di Indonesia, hal ini disebabkan karena kita belum menguasai teknologi tersebut terutama untuk skala produksi. Untuk itu perlu segera dilakukan transfer teknologi pembuatan membran semipermeabel dari negara lain.

Air baku yang buruk, seperti adanya kandungan khlorida dan TDS yang tinggi, membutuhkan pengolahan dengan sistem Reverse Osmosis (RO). Filter air laut RO menggunakan penyaringan skala mikro (molekul), yaitu yang dilakukan melalui suatu elemen yang disebut membran. Dengan sistem RO ini, khlorida dan TDS yang tinggi dapat diturunkan atau dihilangkan sama sekali. Syarat penting yang harus diperhatikan adalah kualitas air yang masuk ke dalam elemen membrane harus bebas dari besi, manganese dan zat organik (warna organik). Dengan demikian sistem RO pada umumnya selalu dilengkapi dengan pretreatment yang memadai untuk menghilangkan unsur-unsur pengotor, seperti besi, manganese dan zat warna organik.

Pretreatment atau pengolahan awal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengolahan air ini. Air asin sebelum masuk pada unit RO harus diolah terlebih dahulu Syarat air baku sebelum masuk ke unit utama harus tidak boleh keruh, tidak boleh berwarna, tidak berbau, kandungan zat besi/mangan kurang dari 0.01 ppm.

Sistem pretreatment yang mendukung sistem RO umumnya terdiri dari tangki pencampur (mixing tank), saringan pasir cepat (rapid sand filter), saringan untuk besi dan mangan (Iron & manganese filter) dan yang terakhir adalah sistem penghilang warna (colour removal).

Berdasarkan kriteria tersebut maka pengolahan tingkat awal menjadi hal yang begitu penting, sehingga peranan fabrikasi oleh perusahaan lokal akan menunjang penerapan teknologi ini. Untuk fabrikasi pembuatan pretreatmen dan filter dapat dibuat dengan bahan dari “stainless stell”, PVC atau “fiber glass”.

Industri perakitan. Untuk menghasilkan 1 unit Filter air laut RO maka diperlukan beberapa komponen dasar yang terdiri dari :

  1. Casis
  2. Pompa Tekanan tinggi
  3. Modul Membran Tabung
  4. Pipa fleksibel
  5. Panel Listrik
  6. Flow Meter
  7. Valve
  8. Komponen pendukung lain

Komponen tersebut dirakit dalam suatu industri perakitan. Pada industri semacam itu paling tidak diperlukan beberapa orang ahli yang mengetahui dasar teknik, mesin dan listrik.

Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya tekanan osmosis adalah konsentrasi garam dan suhu air. Air laut umumnya mengandung TDS minimal sebesar 30.000 ppm. Sebagai contoh, untuk air laut dengan TDS 35.000 ppm pada suhu air 25o C, mempunyai tekanan osmosis 26,7 kg/cm2, sedangkan yang mengandung 42.000 ppm TDS pada suhu 30o C mempunyai tekanan osmosis 32,7 kg/cm2.

        Jika tekanan pada sisi air garam (air asin) diberikan tekanan sehingga melampaui tekanan osmosisnya, maka yang terjadi adalah air dipaksa keluar dari larutan garam melalui selaput semipermeabel. Proses memberikan tekanan balik tersebut disebut dengan osmosis balik (Rerverse Osmosis).

Filter air laut RO tidak bisa menyaring garam sampai 100 % sehingga air produksi masih sedikit mengandung garam. Untuk mendapatkan air dengan kadar garam yang kecil maka diterapkan sistem dengan dua sampai tiga saluran.

Jika air olahan filter air laut dan payau yang dihasilkan menjadi semakin banyak maka jumlah air baku akan menjadi lebih besar dan sebagai akibatnya tekanan yang dibutuhkan akan menjadi semakin besar. Tekanan buatan (tekanan kerja) tersebut harus lebih besar dari tekanan osmosis pada air baku. Tekanan kerja yang dibutuhkan jika memakai air laut adalah antara 55 sampai 70 kg/cm2.

RO mempunyai ciri-ciri untuk model filter air laut/asin yaitu:

  • Energi Yang Relatif Hemat yaitu dalam hal pemakaian energinya. Konsumsi energi alat ini relatif rendah untuk instalasi kemasan kecil adalah antara 8-9 kWh/T (TDS 35.000) dan 9-11 kWh untuk TDS 42.000.
  • Hemat Ruangan. Untuk memasang alat RO dibutuhkan ruangan yang cukup hemat.
  • Mudah dalam pengoperasian karena dikendalikan dengan sistem panel dan instrumen dalam sistem pengontrol dan dapat dioperasikan pada suhu kamar.
  • Kemudahan dalam menambah kapasitas.

        Sistem filter air laut sangat bergantung pada kualitas air baku yang akan diolah. Kualitas air baku yang buruk akan membutuhkan sistem pengolahan yang lebih rumit. Apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter fisik yang buruk (seperti warna dan kekeruhan), maka yang membutuhkan pengolahan secara lebih khusus adalah penghilangan warna, sedangkan proses untuk kekeruhan cukup dengan penjernihan melalui pengendapan dan penyaringan biasa. Tetapi apabila kualitas air baku mempunyai kandungan parameter kimia yang buruk, maka pengolahan yang dibutuhkan akan lebih kompleks lagi dan menghasilkan air bersih siap minum.

Sumber [AnekaSumber]

Penyaring air banjir menjadi air minum

Penyaring air banjir menjadi air minum. Penyaring air sangat dibutuhkan ketika terjadi bencana. Saat bencana terjadi, kelangkaan air bersih tentunya menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran.

Air bersih disaat seperti bencana banjir ini sudah mulai menjadi bahan langka, bahkan di daerah pedesaan dan perkampungan di kota-kota besar, hal tersebut bertambah berat karena adanya musibah siklus banjir tahunan sehingga mendapatkan air bersih menjadi sulit.

penyaring air banjir terbaikKondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih (bening) , tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari Penyakit tidak mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya.
Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti sabun deterjen, pelarut sintetis, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Namun dibalik musibah banjir, ada hikmah yang dapat kita ambil yaitu kita dapat memanfaatkan teknologi penyaring air untuk mengolah air banjir menjadi air bersih siap minum melalui sistem water purification (pemurnian air), yang hasilnya cukup memenuhi kebutuhan para korban banjir yaitu sebanyak 15 liter /menit. Untuk kapasitas air yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan alat yang digunakan, semakin besar dan lengkap penyaring air yang digunakan maka hasil air bersih dari air banjir yang diolah akan semakin banyak, bersih dan sehat.

Purifikasi (water purification) adalah suatu proses untuk menghilangkan polutan bahan kimia, kontaminasi biologis, benda kasar (partikel) untuk menghasilkan air minum (drinking water). Sistem penyaringan air menggunakan filter air Nano Smart Filter tidak butuh waktu lama untuk menyaring air, menghilangkan sedimentasi, serta menjadikan air banjir menjadi air sehat. Segala jenis air dapat diolah menjadi air bersih siap minum, termasuk air yang tercemar logam. Bahkan air limbah bisa disulap menjadi air layak minum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.

Tahap pertama pada sistem penyaring air Nano Smart Filter adalah Proses Pretreatment tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation selanjutnya tahap untuk menghilangkan serta menetralkan neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.

Setelah tahap pretreatment selesai air tersebut dialirkan ke tabung penyaring air Nano Smart Filter.
Didalam tabung filter tersebut air disaring menggunakan media filter PureTAG Super sehingga dihasilkanlah air bersih dan sehat. Namun hasil pada tahap pengolahan air ini air tersebut belum bisa untuk diminum langsung. Supaya air dapat diminum langsung maka perlu melewati tahap selanjutnya Proses pemurnian dilanjutkan dengan ultrafiltrasi (UF) . Penyaring air Ultrafiltrasi umumnya digunakan untuk pemisahan makro molekul dan koloid dari dalam larutan. Proses pengolahan ini begitu luas, khusus untuk pengolahan air, ultrafiltrasi digunakan untuk menghilangkan padatan tersuspensi (Turbidity matters), algae,Cryptosporidium oocysts, Giardia lamblia cysts, coliform bacteria, viruses dan pyrogens. Kemampuan lain membran Ultrafiltrasi (UF) adalah untuk merejeksi seluruh bakteri dan virus sekaligus merupakan proses desinfeksi. Unit ultrafiltrasi merupakan unit low pressure membranes yang berfungsi menghasilkan ultra filtered water murni melalui proses fisik, tanpa bantuan bahan kimia.

Setelah melalui tahap Ultrafiltrasi (UF) selanjutnya air akan dialirkan menuju proses filtrasi Reverse Ssmosis (RO) dengan menggunakan membran semi permeable untuk menghasilkan 0,0001 mikron. Teknologi Reverse Osmosis ini juga dipakai pada pesawat ruang angkasa, perlengkapan perang, penyediaan air pada bencana alam, dan lain-lain oleh negara-negara maju.

Dengan menggunakan Sistem Reverse Osmosis (RO) ini mampu menyaring ion-ion (logam berat) dalam air hingga 99,9 persen. Dengan kemampuannya tersebut, Alat Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air bersih siap minum yang berkualitas tinggi. Pada tahap penyaringan air ini didapat air bersih yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Apabila ingin mendapatkan air bersih siap diminum, Proses pengolahan air dilanjutkan dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV) sebagai media disinfectant akhir, Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus. Setelah melewati rangkaian sistem penyaring air maka air banjir menjadi air minum yang sehat untuk dikonsumsi tanpa harus memlalui proses pemasakan.

Dengan menggunakan teknologi sistem penyaring air seperti ini maka kita sudah menghemat air dan menyelamatkan lingkungan dari krisis air bersih. Semoga info ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua 🙂

Penyaring air keruh dan bau

Penyaring air keruh dan bau , Penyaring air solusi air yang bermasalah. Di musim penghujan seperti ini, persoalan air bersih sering kali menjadi masalah. Mulanya air memang jernih tapi lama-kelamaan menjadi keruh. Bagaimana cara mengatasinya?

Sebenarnya, sudah ada teknologi penyaring air keruh dan bau yang sudah lama dikenal oleh masyarakat untuk mengatasi problem air keruh, yaitu teknologi penyaringan air menggunakan filter. Sayangnya, teknologi ini sepertinya belum semua orang mengerti. Padahal, selain sederhana, teknologi penyaringan air keruh dan bau  ini juga murah dan mudah dilakukan.

penyaring air keruh dan bau besiCara mudah mengatasi air sumur bor yang kuning bau karat dan keruh. Ada beberapa tips cara dan mari kita simak untuk memilih cara terbaik yang efektif. Masalah air sumur bor yang kuning keruh bau karat maupun berminyak umum disebabkan karena mengandung zat besi (Fe) dan Kadar mangan (Mg) yang berlebih pada air sehingga menyebabkan endapan pada bak/penampungan, penyumbatan di pipa instalasi sehingga debit air mengecil, perabot rumah tangga menjadi rusak karena ngeflak kuning / hitam ,cuci pakaian berubah warna kusam dll. Masalah air seperti ini membuat kita jadi pusing kurang kenyamanan tinggal,pengeluaran pun jadi bertambah.

Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 – 7 mg/l mengakibatkan harus dilakukan pengolahan dan penyaringan air terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi.

Ciri-ciri umum air sumur bor yang mengandung zat besi dan mangan yaitu air berwarna kuning, keruh terdapat bau tak sedap / bau karat besi, kadang2 air keluar jernih tetapi jika diendapkan beberapa saat menjadi berubah warna kuning, Kondisi air agak licin,rasa tidak enak,jika digunakan mandi lengket gatal – gatal di badan. Jika di solusi zat besi dan mangan nya maka air sumur bor anda akan menjadi bersih bebas warna dan bau karat, jika diendapkan / ditampung beberapa lama pun air tidak akan timbul endapan / lapisan minyak diatasnya. Berikut cara menghilangkan air bau, keruh,kuning,karat,berminyak, yang disebabkan oleh tingginya zat besi dan mangan :

1. Aerasi

Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan air keruh dan bau. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air efeknya kadar besi mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya menempel di bak penampungan/toren air. Kelemahanya mungkin kita akan sering menguras toren tersebut agar kotoran endapan tidak ikut ke pipa instalasi.

2. Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya alat penyaring air keruh dan bau dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air.

3. Menggunakan bahan kimia.

Banyak sekali jenis bahan kimia yang dapat dipergunakan dalam alat penyaring  air keruh dan bau  untuk menurunkan zat besi ini. Zat kimia seperti Polimer Aluminium Clorid , kaporit ,tawas dll. Namun saya tidak akan membahasnya disini karena harus menggunakan takaran dan metode tertentu dan takarannya berbeda beda tergantung dari seberapa tingginya zat besi dalam air tsb.

4. Teknik Penyaringan ( Filtrasi )

Cara teknik penjernihan / penyaringan ini paling baik dan efektif serta ampuh karena sudah terbukti berdasar riset. Dalam kebutuhan modern seperti ini teknik filter / penjernih / penyaring air keruh dan bau sangatlah efektif dan efisien . Efisien waktu,biaya dan hasil. Cara inilah yang kami pilih sehingga Nano Smart Filter hadir dalam bisnis pengadaan alat-alat pengolahan air bersih dan air minum. Banyak sekali merk filter air / penjernih air / penyaring air di Indonesia semua tergantung kualitas, harga dan after sales service. Nano Smart Filter  menggunakan media filter PureTAG Super yang berfungsi menghilangkan kadar besi dan zat mangan tinggi dalam air. Sistem penyerapan sampai 100%. Selain menggunakan media filter PureTAG Super Nano Smart Filter juga mengkombinasikan dengan media filter lainnya seperti Super Karbin Aktif yang dapat menyarap bau dan membunuh bakteri, Ada juga Super Pasir Aktif, dan TAG Cation Resin. Nano Smart Filter sudah berpengalaman dalam mengatasi maslah air anda baik skala rumah tangga maupun skala industri. Jangan ragu dan jangan tunda lagi, Kami siap menyelesaikan masalah air di tempat anda .Jika anda tertarik menggunakan aneka jenis media filter air terbaik ini bisa hubungi (021) 295 296 30 /31.

5. Oksidasi dengan kalium permangganat

Untuk mengurangi bahkan menghilangkan besi dan mangan dalam air keruh dan bau, dapat pula dilakukan dengan penyaring air cara mengoksidasinya dengan memakai oksidator kalium permanganat pada media filter. Secara perhitungan, untuk mengoksidasi 1 mg/l besi diperlukan 0,94 mg/l kalium permanganat dan untuk 1 mg/l mangan diperlukan 1,92 mg/l kalium permanganat. Dalam prakteknya, kebutuhan kalium permanganat ternyata lebih sedikit dari kebutuhan yang dihitung berdasarkan stokhiometri. Hal ini disebabkan karena terbentuknya mangan dioksida yang berlebihan yang dapat berfungsi sebagai oksidator pada penyaring air.

Demikianlah cara menjernihkan air yang keruh, semoga informasi sederhana ini dapat membantu menaikkan kualitas kesehatan Anda. Karena semuanya harus berawal dari kita, dan berakhir/bermanfaat untuk kita juga.

Nah sudah tau kan? Alat penyaring air keruh dan bau,
Air memliki banyak manfaat, tapi semua itu bisa terjadi bila air yang kita minum adalah air yang bersih dan sehat.Kalau kondisi air di rumah kamu gimana?belum tau?
Langsung aja Cek Kualitas air kamu secara GRATIS langsung saja menghubungi (021) 296 295 30 /31

Sekian dulu ya sahabat Nano Smart Filter,Semoga Bermanfaat  🙂

Sumber [AnekaSumber]

Pengolahan air minum

Air minum kebutuhan pokok, Tanpa air minum kita bisa mati kehausan. Kondisi perkotaan Indonesia di masa depan akan menghadapi tantangan sangat berat dalam penyediaan air minum, hal itu akibat pesatnya peningkatan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan iklim. Untuk mengantisipasinya, diperlukan strategi penyediaan air minum yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak.

air minum sehatDirektur Pengembangan Air Minum (PAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU, Ir. Danny Sutjiono.
Menurut Danny Sutjiono, dalam mengantispasi berbagai permasalahan dalam penyediaan air minum di masa datang, Kementerian PU telah menjalankan program pengamanan air minum yang dapat menjamin penyediaan air minum yang berkelanjutan.

“Konsep yang melibatkan sektor sanitasi dalam rangka perlindungan sumber air baku itu adalah Water Safety Plan atau Rencana Pengamanan Air Minum yang awalnya dikembangkan WHO dan telah banyak diadopsi banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep Water Safety Plan (WSP) atau Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) adalah pengendalian kualitas pelayanan air minum dari hulu hingga hilir dengan mempertimbangkan hasil dari proses manajemen resiko. Di Indonesia, RPAM dibagi dalam tiga kelompok, yaitu RPAM untuk adanya resiko pada sumber air, RPAM untuk penyelenggara SPAM, dan RPAM untuk konsumen.

“Prinsip RPAM di Indonesia adalah penyediaan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan atau 4K. Pada pada tahun 2012, Ditjen Cipta Karya telah mengembangkan konsep RPAM untuk Penyelenggara SPAM yang telah diujicobakan di PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin,” kata Direktur PAM.

Menurut Direktur PAM, RPAM menggambarkan secara detil bahaya dan besarnya resiko dalam setiap tahapan proses pengolahan air minum dan proses penyediaan air minum,  untuk selanjutnya menyusun rencana tindak pengendalian yang dilengkapi dengan rencana perbaikan, strategi komunikasi, penyusunan sistem operasional prosedur, instruksi kerja, pemantauan dan evaluasi. Pada tahun 2013 akhir , pelaksanaan RPAM dilakukan di tiga PDAM, yaitu PDAM Kota Malang, PDAM Kota Payakumbuh, dan PDAM Kota Salatiga.

Danny menyatakan bahwa konsep RPAM akan berhasil apabila ada komitmen bersama dari seluruh stakeholders terkait penjaminan 4K dalam penyediaan air minum. Salah satu langkah yang dilakukan Ditjen Cipta Karya untuk mendukung konsep itu adalah melakukan sinergi dengan banyak pihak melalui Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).

Direktur PAM mengatakan bahwa pembangunan air minum dan sanitasi, yang merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat sesungguhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai PP No. 38 Tahun 2007 mengenai Pembagian Urusan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota. Sedangkan pemerintah pusat sebagai advisor, fasilitator, mediator dan pemberi stimulan.

“Namun yang perlu disadari seluruh pihak, pembangunan air minum dan sanitasi tidak akan berkelanjutan tanpa didahului oleh kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Danny Sutjiono.

Oleh karena itu, kata Direktur PAM, diperlukan sinergi antara semua pihak dalam mewujudkan pembangunan air minum dan sanitasi, baik itu pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, termasuk masyarakat dan pihak swasta.

Dalam pembangunan air minum dan sanitasi, pemerintah kabupaten/kota berperan sebagai perencana dan pelaksana pembangunan, sedangkan pemerintah provinsi membantu kabupaten/kota sesuai kebijakan di tingkat provinsi, dan pemerintah pusat memberikan dukungan melalui pengaturan, pembinaan dan dukungan dana stimulus.

“Sedangkan masyarakat dan pihak swasta memberikan dukungan di bidang penyediaan sarana dan prasarana sesuai komitmen mereka dengan pemerintah daerah, kemudian lembaga atau negara donor dapat berperan di bidang pembangunan infrastruktur maupun penyediaan perencanaan kabupaten/kota, sedangkan pihak akademisi dapat memberikan dukungan melalui riset atau pilot project,” kata Danny Sutjiono.

Sumber [www.ditpam-pu.org]

Mengatasi air sumur kuning keruh dan bau

Air sumur kuning manjadi masalah, Beberapa orang mengalami air sumur kuning keruh dan berbau. orang yang pernah mengalami kejadian dimana kondisi air sumur mengalami air sumur kuning keruh dan berbau biasanya disebabkan oleh faktor lokasi rumah anda yang berdekatan atau bekas lahan sawah ataupun sungai sehingga air sumur anda dapat berubah-ubah menjadi keruh kuning sampai keruh kecoklatan bahkan bau.

Ciri-ciri air sumur kuning keruh dan berbau biasanya air tersebut mengandung kadar mangan dan zat besi serta mengandung bakteri yang menyebabkan air berwarna kuning, keruhg dan berbau besi, Bahkan tak jarang air yang keluar akan jernih tetapi beberapa saat kemudian air akan berubah warna menjadi kuning dan timbul endapan di dasar air. Selain itu rasa air menjadi tidak enak, kondisi air pun menjadi licin dan jika di gunakan mandi menjadi lengket.

Penyebab kenapa air sumur anda menjadi berbau karena disebabkan oleh adanya bakteri yang berkembang biak dalam air sumur di rumah anda. Bakteri tersebut membuat air sumur anda menjadi berbau dan tak layak untuk dikonsumsi terutama untuk minum dan mengolah makanan.

air sumur kuning keruh dan bauUntuk itu kami akan berbagi tips singkat dan mudah yang dapat anda terapkan serta berguna untuk mengatasi air sumur kuning keruh dan berbau tersebut. Berikut beberapa cara untuk mengatasi air sumur yang mengalami masalah tersebut :

Tips untuk menjernihkan air sumur kuning keruh dan berbau yang disebabkan oleh kadar mangan , bakteri dan zat besi yang tinggi :

1. Menggunakan Teknik Aerasi, zat besi dapat dihilangkan di dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak akan larut di dalam air.

2. Cara yang kedua adalah Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti kaporit, polimer aluminium clorid, tawas dll. Info Penting: Untuk penggunaan sumur jangan pernah menggunakan tawas karena tawas akan membentuk endapan di dasar, dan jangan menggunakan kaporit karena kaporit untuk membunuh bakteri bukan untuk menjernihkan air, kecuali pada tandon yang endapan dasarnya bisa di sedot.

3. Menggunakan Teknik Sedimentasi, proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi didalam cairan karena pengaruh gravitasi.

4. Menggunakan Teknik Filtrasi ( Penyaringan Air ), Cara ini telah terbukti menjadi cara paling efektif dan aman untuk menjernihkan air di banding cara yang lainnya,

Menggunakan Filter Air Nano Smart Filter sudah terbukti ampuh mengatasi air sumur yang keruh dan bau. Penyaring air Nano Smart Filter dengan media filter PureTAG Super didalam nya. Sehingga membantu menghilangkan bau dan zat besi didalam air yang keruh kuning dan coklat. Penjernih air Nano Smart Filter yang menggunakan media filter PureTAG Super mengandung komposisi andalan 4in1 yang salah satunya karbon aktif  berfungsi sangat ampuh menyerap bau dan bakteri serta kuman pada air di rumah anda. Kemampuan media filter pureTAG Super yang seperti inilah yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi air sumur yang keruh, kuning dan berbau akibat dari adanya bakteri dalam air sumur anda.

Caranya sangat mudah, Cukup gunakan satu tabung filter air Nano Smart Filter di rumah anda. Dengan cara ini air sumur yang keruh dan bau dapat kembali jernih dan sehat. Filter air nano smart filter yang menggunakan media filter pureTAG Super juga dapat ditambahkan dan mengkombinasikannya dengan media filter Super Pasir Aktif atau Super Karbon Aktif untuk menjernihkan dan menghilangkan bau pada air sumur di rumah anda.

Penggunaan Filter Air Nano Smart FIilter dapat memanfaatkan tenaga gravitasi, sehingga tidak perlu menggunakan energy listrik. Keuntungan lainnya dengan menggunakan sistem gravitasi adalah tidak memperberat kerja pompa air anda.

Untuk membuktikan seberapa ampuh cara tersebut untuk mengatasi air sumur anda yang bermasalah untuk menjadi air bersih dan sehat untuk dikonsumsi, Sebaiknya anda uji lebih dahulu di labolatorium PDAM atau Loabratorium terpercaya untuk mendapatkan keakuratan hasilnya.

Itulah beberapa tips untuk mengatasi masalah air sumur kuning keruh dan berbau di rumah anda, Semoga ulasan tentang Cara Mengatasi air sumur kuning keruh dan bau dapat bermanfaat bagi anda dan Orang di sekitar anda.

Sumber [AnekaSumber]

Air tanah di jakarta semakin sedikit

Air tanah di jakarta semakin sedikit, Persediaan air tanah semakin berkurang di kota besar seperti Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berniat untuk melarang masyarakat Jakarta menggunakan air tanah. Hal ini disebutkan untuk menjaga tanah Jakarta agar tidak terus turun, namun peraturan ini belum dijelaskan detail kapan diimplementasikannya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan sebelum diimplementasikannya aturan ini, pihaknya akan membenahi dan membuat waduk terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta dengan menggunakan air permukaan tersebut.

“Dan untuk di Jakarta waduk untuk meningkatkan pelayanan air bersih sebelum kita melarang menggunakan air tanah, tapi waktunya masih panjang. Tapi di beberapa daerah sudah kita larang,” ungkapnya ketika ditemui di JCC, Jakarta.

air tanah kualitasUntuk saat ini, Kemen PU belum membenahi waduk terutama untuk mencukupi kebutuhan air di Jakarta seperti waduk Jatiluhur, dan dari barat sedang membangun waduk Karyan di Banten. “Ini sumber air baku di jakarta, di serang juga ada itu di Cilegon,” ucapnya.
Untuk pembangunan waduk baru saat ini dia menyebutkan ada 3 waduk yaitu waduk Jatibarang, Jatigede dan Karyan di Banten. Selain di Jakarta juga ada waduk di Semarang.

“Jadi ini gunanya selain untuk pengendalian banjir dan dukungan air bersih juga untuk Irigasi, ini semua masih berjalan ini juga,” pungkasnya.

Berdasarkan data peta elektronik yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial (BIG), permukaan tanah di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 2,8 cm setiap tahunnya. Sebagai langkah pencegahan awal, Gubernur Jokowi segera merealisasikan sumur resapan di titik-titik vital.

“Udah kita anggarkan sumur resapan dalam, dangkal dan pergub untuk sumur resapan. Itu aja,” ujar Jokowi di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Jokowi, terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta karena ratusan gedung yang berdiri megah terus menyedot air bawah tanah. Hal itu juga berdampak pada persediaan air baku di Jakarta.

“Karena memang turunnya karena selalu disedot. Karena itu air baku kita harusnya 100 persen ngambil di Waduk Jatiluhur, Waduk Karya tapi ini belum siap. Sehingga ngejarnya di situ, enggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi segera melakukan pengecekan ke semua gedung yang membangkang perintahnya untuk membuat sumur resapan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, bersiap saja efek ada efek yang lebih besar yang akan dihadapi Jakarta.

“Ya kalau kita enggak sediakan, kalau mereka kita paksa tidak, alternatifnya kan harus siap, nah ini yang belum. Ini kan kita kejar-kejaran dengan itu. Artinya apa, yang di dalam tanah itu untuk cadangan, di negara manapun seperti itu konsepnya. Lha kita ini enggak punya cadangan diambilin terus, ya jogrok,” tandasnya.

Mungkin sebagai antisipasi masalah berkurangnya jumlah air tanah di kota besar, Khususnya Jakarta . Salah satu cara yang dilakukan oleh salah satu komunitas di Jambi ini dapat diterapkan

Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) Jambi memperkenalkan kepada warga tentang pengelolaan air tanah dengan metode biopori.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengurangi kecemasan warga Kota Jambi akan semakin langkanya kualitas dan kuantitas air tanah seiring terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kita sudah lama menggunakan dan mengembangkan metode ini sebagai uji coba di pekarangan kantor kita dan ternyata hasilnya sangat positif, air sumur kita tidak pernah kering dengan kualitas air yang sangat bagus, sangat jernih layak dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan lainnya,” kata Staf Deputi Humas Infokom KKI Warsi, Sukmareni di Jambi, Sabtu.

Saat ini, model dan metoda biopori tersebut sesungguhnya sudah layak dipublikasikan, karena itu KKI Warsi mengajak warga sekitar kantornya untuk ikut mengembangkan metoda tersebut guna membantu mereka dalam pengadaan ketersediaan air tanah yang awet dan terawat.

“Dengan proyek percontohan di pekarang kita ini, diharapkan warga sekitar bisa melihat langsung dan selanjutnya berminat untuk mengembangkan hal serupa di rumah mereka, pasalnya biopori ini baru akan terasa besar dampak positifnya kalau digunakan secara massal, minimal oleh warga satu komplek,” katanya.

Ia menyatakan dengan metoda memanfaatkan sejenis mikroba pengurai tanah tersebut dengan luas ruang pekarangan yang minimal maka sudah dapat menjaga kelestarian air tanah di kawasan tersebut hingga aman dari ancaman banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau seperti yang sudah kerap terjadi di Jambi satu dekade belakangan ini.

Secara sederhana, tambah Reni, warga hanya cukup membangun ruang dengan menggali tanah di bawah pekarangan atau halaman rumahnya lalu memasukkan jenis limbah an organik beserta sejenis mikroba pengurai tanah.

Selanjutnya ditutup dengan konblok berpori maka setiap kali hujan air akan meresap dan disimpan di dalam ruang tanah yang sudah diurai oleh mikroba tersebut sehingga ketersediaan dan kegunaan air dapat selalu terjaga.

“Selama ini yang menjadi penyebab makin seringnya terjadi bencana banjir dan kekeringan hingga sumur-sumur kekeringan melanda kota Jambi adalah karena semakin menghilangnya daerah-daerah resapan air sebagai dampak dari pembangunan fisik gedung-gedung yang menutup pori-pori tanah dengan semen atau aspal hingga air hanya berlalu di permukaan menjadi banjir,” ujar Reni.

Dengan biopori secara sederhana dapat dijelaskan, air tersimpan di dalam tanah yang selanjutnya akan menjadi sumber air cadangan yang sangat besar bagi sumur-sumur di musim kemarau dan penyerap air hujan sehingga tidak mengalir di permukaan tanah menjadi banjir.

Sumber [Aneka Sumber]

Filter air sumur berkualitas

Air Sumur dirumah keruh dan bau? Jika air sumur dirumah anda mengalami keruh dan bau. Solusinya mudah dan anda tidak perlu repot cukup pasang filter penjernih / peyaring air dirumah anda. Cara ini paling efektif dibanding melakukan bor sumur ulang yang belum tentu hasil airnya baik.

Filter Penyaringan & Penjernihan Air sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Rumah Tangga, terutama warga yang tinggal di kawasan perkotaan. Karena sumber air di perkotaan mayoritas sudah tercemar dan tidak layak untuk digunakan.

filter air sumur berkualitasDengan melihat besarnya manfaat dan fungsi air bersih dalam kehidupan sehari-hari di daerah perkotaan, Nano Smart Filter menghadirkan filter untuk penyaringan dan penjernihan air sumur yang sudah teruji secara ilmiah dan mampu menyerap kotoran lebih banyak serta menghilangkan keruh, bau, warna, kuman, minyak, mangan, besi, dll pada air.

Apakah air tanah / air sumur bor Anda kurang bersih dan memiliki kadar besi yang  tinggi sehingga membuat air sumur anda berwarana kuning keruh dan berbau?

Dengan banyaknya permasalahan mengenai air bersih terutama di pusat-pusat kota dan kawasan industri, limbah industri biasanya merupakan penyebab utama penurunan kualitas air bersih sehingga air baku dirumah Anda tidak dapat langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tidak memenuhi standar air bersih.

Masalah yang sering sekali muncul adalah air Anda nampak jernih ketika keluar dari keran air, namun setelah beberapa saat di diamkan akan nampak berwarna kuning dan ada kotoran yang mengendap, bahkan dalam jangka waktu lama akan membentuk endapan kuning dan menempel didasar bak penampungan air, Dengan kondisi air tersebut maka air Anda mengandung besi (Fe).

Zat besi dalam air berupa ion Fe2+ kemudian besi di bak penampungan air tersebut berinteraksi dengan udara bebas sehingga teroksidasi menjadi ion Fe3+ dan berwarna kuning. Besar kecilnya kandungan besi dirumah Anda dapat dilihat dari warna kuning yang terbentuk.

Tingginya kadar besi pada air sumur / air tanah selain berbahaya untuk kesehatan dan warna kuning keruh sehingga tidak enak dilihat. Tentunya Anda tidak menginginkan air sumur / air tanah Anda berwarna kuning kotor dan berbau. Oleh karena itu kami memberikan solusi yang tepat dan terbukti dapat mengatasi masalah air anda:

Alat penyaring air sumur Nano Smart Filter  sudah berpengalaman dan terbukti dalam mengatasi masalah air sumur / air tanah yang bermasalah. Alat penjernih Nano Smart Filter dengan desain modern serta permukaan halus dipadukan warna orange yang menyegarkan mata sehingga dapat memperindah rumah anda, dan pastinya Filter air Nano Smart Filter ini berGaransi Resmi. Selain itu Nano Smart Filter menggunakan media filter berkualitas yaitu PureTAG Super sebagai media penyaring air yang ampuh sehingga air dirumah anda dapat bersih dan sehat. Penjernih air Nano Smart Filter sangat cocok digunakan di berbagai tempat seperti rumah tangga, perkantoran, restoran, salon, laundry pakaian, industri, apartemen, peternakan, penangkaran ikan. Selain itu Nano Smart Filter juga melayani Pembelian ke suluruh Indonesia seperti  Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Jambi, Balikpapan, Riau, Manado, Papua dan kota besar lainnya.

Filter Penyaring / Penjernih Air Nano Smart Filter akan menyelesaikan masalah air rumah Anda, Filter air ini berisi media filter dengan beberapa media antara lain:

Super Pasir Aktif berfungsi untuk menghilangkan besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada air. Selain itu Super Pasir Aktif ini juga dapat menyaring lumpur, tanah dan partikel besar /kecil dalam air dan biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal (pre-treatment).

Super Karbon Aktif dapat menyaring partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Sehingga sangat efektif menjernihkan dan menyerap bau, rasa serta racun pada air.

Media Filter PureTAG Super berfungsi untuk menghilangkan kandungan besi (Fe) pada air dengan kadar tinggi dan bau besi yang menyengat, juga menghilangkan mangan (Mn) dan warna kuning keruh pada air selain itu media filter pureTAG Super juga berfungsi untuk menjernihkan air dan menghilangkan bau. Media Filter PureTAG Super juga dapat digunakan sebagai salah satu penukar ion alami. selain itu media filter PureTAG Super mempunyai daya tahan paling bagus dalam meyerap kotoran pada air sumur / air tanah dirumah anda.

Media filter tersebut menyaring dan menjernihkan air sumur / air tanah rumah Anda sampai bersih dan aman untuk digunakan.

Dengan menggunakan filter penyaring air sumur Nano Smart Filter maka ketersediaan air bersih di tempat anda akan terjamin, cocok untuk daerah banjir maupun sumur/air tanah yang tercemar dengan rembesan sampah organik maupun anorganik. Hemat Energi dan Ramah Lingkungan karena filter penyaringan ini tanpa menggunakan listrik.

Cara perawatan alat penyaring air tanah / sumur Nano Smart Filter sangat mudah, Cukup melakukan “BackWash” Seminggu Dua Kali (Mudahnya Senin dan Kamis).

Filter penjernih air Nano Smart Filter dapat dipasang dan diletakan setelah toren air atau sebelum toren air sehingga sangat fleksibel dan tidak memakan banyak tempat.

Air yang dihasilkan dari hasil filtrasi akan bersih dan bebas dari pencemaran bahan-bahan polutan dan bebas dari bakteri serta kuman.

Untuk pemesanan dan pembelian anda dapat menghubungi ke (021) 295 295 30 / (021) 295 296 31 Atau bisa juga via Email : sales@nanosmartfilter.com

Mengatasi Dampak Pencemaran Air

Pencemaran air makin meluas, Pencemaran air dapat diatasi dengan beberapa cara, Yuk kita baca artikel ini, Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari semua aktifitas kehidupan manusia, baik dari setiap rumah tangga, kegiatan pertanian, industri serta pertambangan tidak bisa kita hindari. Namun kita masih bisa mencegah atau paling tidak mengurangi dampak dari limbah tersebut, agar tidak merusak lingkungan yang pada akhirnya juga akan merugikan manusia.

mengatasi pencemaran air
Untuk mencegah atau paling tidak mengurangi segala akibat yang ditimbulkan oleh limbah berbahaya, setiap rumah tangga sebaiknya menggunakan deterjen secukupnya. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.

Selain itu, ada beragam tindakan lain selain tindakan preventif yang bisa kita lakukan. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat kita lakukan oleh masyarakat sebagai Cara mengatasi pencemaran air , yaitu:

  • Gunakan air dengan bijaksana. Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat.
  • Kurangi penggunaan detergen. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.
  • Kurangi konsumsi obat-obatan kimia berbahaya. Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti pestisida, dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya ekosistem air
  • Tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.
  • Tidak menggunakan sungai untuk wahana memandikan hewan ternak dan sebagai tempat kakus.
  • Jangan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau. Kelola sampah rumah tangga dengan baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.
  • Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
  • Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis yang bertujuan untuk meningkatkan konservasi air bawah tanah
  • Menanggulangi kerusakan lahan bekas pembuangan limbah B3.

Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya.

Kemudian  memilah sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Pemerintah bekerjasama dengan World Bank, pada saat ini tengah mempersiapkan pemberian insentif berupa subsidi bagi masyarakat yang melakukan pengomposan sampah kota.

Beberapa manfaat pengomposan sampah antara lain :

  • Mengurangi sampah di sumbernya
  • Mengurangi beban volume di TPA
  • Mengurangi biaya pengelolaan
  • Menciptakan peluang kerja
  • Memperbaiki kondisi lingkungan
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca
  • Penggunaan kompos mendukung produk organik

Setiap pabrik / kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), untuk mengolah limbah yang dihasilkannya sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisasi limbah yang dihasilkan atau mengubahnya menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan.

Cara terbaik mengatasi masalah pencemaran air dengan menggunakan Instalasi Pengolahan air limbah (IPAL). Karena di beberapa Negara maju di benua eropa dan amerika banyak sekali pabrik atau industri yang menggunakan teknologi ini.

Mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kegiatan pertambangan atau menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Atau diharuskan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah pertambangan, sehingga limbah bisa diolah terlebih dahulu menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan, sebelum dibuang keluar daerah pertambangan.

Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam satu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam. Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana. Sebagai contoh, kritis terhadap barang yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadi sumber bencana yang persisten, eksplosif, korosif dan beracun atau degradable (dapat didegradasi alam)? Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia, hewan, dan tumbuhan aman bagi makhluk hidup dan lingkungan? Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Dari segi kebijakan atau peraturan pun mengenai pencemaran air ini telah ada. Bila kita ingin benar-benar hal tersebut dapat dilaksanakan, maka penegakan hukumnya harus dilaksanakan pula. Pada akhirnya, banyak pilihan baik secara pribadi ataupun sosial (kolektif) yang harus ditetapkan, secara sadar maupun tidak, yang akan mempengaruhi tingkat pencemaran dimanapun kita berada. Walaupun demikian, langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana.

Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber air yang aman, bersih dan sehat. Kendala dalam mengatasi pencemaran air :

1. Kurangnya kesadaran diri dari orang – orang untuk membuang sampah pada tempatnya.
2. Kurangnya sistem drainase di jalan – jalan.
3. Limbah – limbah yang tidak diolah oleh manajemen pabrik dengan baik, sehingga mencemari lingkungan sekitar.
4. Kurangnya perhatian dari pemerintah mengenai pencemaran lingkungan.

Beberapa langkah di atas merupakan cara mengatasi pencemaran air secara sederhana yang dapat dimulai dari diri sendiri. Sebenarnya tidak terlalu susah untuk mengatasi pencemaran air apabila kita menyadari bahwa air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan setiap orang wajib untuk menjaga dan melestarikan ekosistem air.

Sumber [AnekaSumber]

Kualitas air baku yang baik

Kualitas air dapat dilihat secara fisik kualitas air yang baik adalah air jernih, tidak keruh, tidak berbau, berasa tawar dan tidak berwarna, serta suhu air hendaknya di bawah suhu udara.

Secara kimiawi kualitas air yang baik meliputi pH yang bersifat normal/netral, bahan kimia yang tidak melebihi ambang batas ketetapan serta tingkat kesadahan yang rendah, kekurangan atau kelebihan suatu zat kimia dalm air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia.

Sedangkan secara biologis kualitas air yang sehat  harus bebas dari segala bakteri terutama bakteri patogen dan nonpatogen walaupun tidak menimbulkan penyakit namun menyebabkan bau dan rasa tidak enak pada air, serta menyebabkan adanya lendir pada air, serta tidak mengandung bakteri coli lebih dari 1 coli/100 mL air. Bakteri patogen menyebabkan penyakit pada manusia, organisme ini bersal dari bakteri, protozoa dan virus.. yang mungkin ada dalam air misalnya bakteri typhsum, vibrio colerae, bakteri dysentriae, bakteri enteritis, dan entamoeba hystolotica. Air yang mengandung golongan coli, dianggap telah terkontaminasi dengan kotoran manusia. dalam pemerikasaan bakteriologik, tidak langsung diperiksa air tersebut mengandung bakteri patogen, tetapi diperiksa dengan indikator bakteri golongan coli. Pencemaran air akan menimbulkan terganggunya/hilangnya persyaratan kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia maupun biologi.

 

kualitas air tanah yang baik

 

Kualitas air secara umum menunjukan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu.

Beberapa komponen dan standar baku pada air bersih meliputi berbagai aspek baik fisik, kimia, maupun bakteriologis. Beberapa aspek yang dinilai sebagai  standar baku air tersebut meliputi unsur-unsur antara lain :

1. Suhu. Kenaikan suhu menimbulkan beberapa akibat antara lain menurunnya jumlah oksigen terlarut dalam air, meningkatkan kecepatan reaksi kimia serta terganggunya kehidupan ikan dan hewan air lainnya. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewan air lainnya mungkin akan mati.

2. pH. Nilai pH air yang normal antara 6 – 8, sedangkan pH air terpolusi misalnya air buangan, berbeda-beda tergantung dari jenis buangannya.

3. Warna, bau dan rasa. Warna air yang tidak normal biasanya menunjukkan adanya polusi. Warna air dibedakan atas dua macam yaitu warna sejati (true colour) yang disebabkan oleh bahan-bahan terlarut, dan warna semu (apparent colour), yang selain disebabkan adanya bahan terlarut juga karena adanya bahan tersuspensi, termasuk di antaranya yang bersifat koloid. Bau air tergantung dari sumber airnya. Timbulnya bau pada air secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu indikator terjadinya tingkat pencemaran air yang cukup tinggi. Air yang normal sebenarnya tidak mempunyai rasa. Apabila air mempunyai rasa (kecuali air laut), hal itu berarti telah terjadi pelarutan garam.

4. Kesadahan. Standar kesadahan total adalah 500 mg/l, jika melebihi akan dapat menimbulkan beberapa resiko seperti : a) mengurangi efektivitas sabun, b) terbentuknya lapisan kerak pada alat dapur, c) kemungkinan terjadi ledakan pada boiler, d) sumbatan pada pipa air.

5. Besi (Fe). Dalam jumlah kecil zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah. Kandungan zat besi di dalam air yang melebihi batas akan menimbulkan gangguan. Standar kualitas ditetapkan 0,1 – 1.0 mg/l.

6. Mangaan (Mn). Tubuh manusia membutuhkan mangaan rata-rata 10 mg/l sehari yang dapat dipenuhi dari makanan. Mangaan bersifat toksik terhadap organ pernafasan. Standar kualitas ditetapkan 0,05 – 0,5 mg/l dalam air.

7. Nitrit (NO2) dan Nitrat (NO3). Jumlah nitrat yang besar dalam tubuh cenderung berubah menjadi nitrit dan dapat membentuk methaemoglobine sehingga dapat menghambat perjalanan oksigen dalam tubuh, hal ini dapat menyebabkan penyakit blue baby. Nitrit ádalah zat yang bersifat racun sehingga kehadiran bahan ini dalam air minum tidak diperbolehkan.

8. Cadmium (Cd). Cadmium merupakan zat beracun yang bersifat akumulasi dalam jaringan tubuh sehingga dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan lambung, kerapuhan tulang, mengurangi hemoglobin darah dan pigmentasi gigi. Selain itu cadmium juga bersifat karsinogenik.

9. Timbal (Pb). Timbal sangat berbahaya bagi kesehatan karena cenderung terakumulasi dalam tubuh, serta meracuni jaringan syaraf.

10. Kekeruhan. Kekeruhan dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain karena adanya bahan yang tidak terlarut seperti debu, tanah liat, bahan organik atau inorganik, dan mikroorganisme air. Akibatnya air menjadi kotor dan tidak jernih sehingga bakteri pathogen dapat berlindung di dalam atau di sekitar bahan penyebab kekeruhan.

11. Bakteri coli. Organisme pathogen di perairan merupakan indikasi adanya pencemaran air. Oleh karena itu organisme pathogen di perairan harus diketahui. Mengingat tidak mungkin mengindikasikan berbagai macam organisme pathogen, maka pengukuran pengukurannya menggunakan bakteri-coli sebagai indikator organisme. Standar Coli pada air bersih ditetapkan sebesar 10 coli/100 ml air.

Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi kesehatan kita, karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga keberlangsungan kita.

Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. Untuk mengetahui kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air, meliputi Most Probable Number  (MPN) dan angka kuman.  Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air pemandian umum, air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.

Khusus untuk air minum, disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes dan Cladocera . Semoga bermanfaat.

Sumber [Aneka Sumber]

Pages:12Next »