You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Archive for November 2013

Archive for November 2013

Komponen Alat Dalam Proses Destilasi Air Laut

Destilasi air laut makin menjamur, Destilasi air laut adalah proses pengolahan air laut dengan cara penyulingan. Secara umum pengertian distilling plant adalah Rangkaian proses penguapan yang digunakan untuk mengubah air laut menjadi uap yang selanjutnya didinginkan sehingga terbentuk air suling yang disebut dengan kondensat.

Destilasi merupakan suatu proses yang secara fisik memisahakan suatu campuran menjadi dua atau lebih produk dengan titik penguapan tertentu yang berbeda, dengan keistimewaaan bahwa pemanasan komponen yang lebih mudah menguap akan lebih cepat terpisah dari campuran.

Komponen-Komponen Sistem Destilasi air laut

Beberapa komponen yang membentuk suatu sistem destilasi air laut yang bekerja dengan baik, yang masing-masing komponen tersebut bekerja sesuai dengan kapasitas kemampuannya dalam mendukung kerja suatu sistem destilasi air laut.

Heater (Pemanas)
Panas dapat merambat dengan cara penghantaran aliran dan pancaran.  Heater yaitu suatu alat yang berbentuk tabung dengan bagian dalam terdapat pipa-pipa kecil yang dialiri air panas, sedangkan diluar pipa-pipa kecil dialiri air laut, dengan panas ini akan memanaskan air laut sehingga air laut  mengalami penguapan.

Kondensordestilasi air laut alat
Kondensor adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk uap menjadi air, yaitu dengan cara menurunkan suhu uap tersebut hingga mencapai suhu pengembunannya pada tekanan yang sesuai.

Saringan uap
Saringan/ Filter adalah alat untuk memisahkan benda asing yang ikut bersirkulasi kedalam suatu sistem yang sifatnya akan merusak sistem tersebut.  Pada sistem destilasi air laut saringan uap air terbuat dari logam monel yang berfungsi untuk menyaring uap yang terjadi bersamaan dengan titik air laut yang naik.

Katup Solenoid
Katup solenoid adalah katup yang dapat terbuka dan tertutup dengan menggunakan gaya elektromagnetik.  Arus listrik dialirkan secara otomatis oleh salinometer, ketika kadar garam melebihi batas yang telah ditentukan. Pada saat kadar garam tinggi, sistem otomatis dari salinometer akan mengalirkan arus listrik menuju lampu alarm dan katup solenoid, sehingga lampu alarm akan menyala dan terjadilah medan magnet pada katup selenoid yang akan menarik plunyer kebawah, keadaan seperti ini berarti katup dalam keadaan terbuka.  Pada saat kadar garam rendah, sistem otomatis dari salinometer tidak akan mengalirkan arus listrik menuju lampu alarm dan katup solenoid, sehingga lampu alarm tidak akan menyala dan tidak terjadi medan magnet pada katup solenoid dan plunyer akan kebali ke kedudukannya semula dengan cepat karena beratnya sendiri, keadaan seperti ini berarti katup dalam keadaan tertutup.

Salinometer
Salinometer digunakan untuk mengukur kadar garam yang terkandung didalam air laut hasil destilasi air laut dengan satuan  ppm.  Alat ini dilengkapai dengan lampu peringatan, apabila kadar garam melebihi batas yang telah ditentukan maka lampu akan menyala dan pada waktu yang bersamaan katup solenoid akan membuka dan membuang air yang masih mengandung kadar garam tersebut keluar dari sistem.

Gelas Penduga
Gelas penduga adalah suatu alat untuk mengetahui tinggi rendahnya air di dalam ketel destilasi air laut.

Thermometer
Thermometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Alat ini bekerja berdasarkan atas mengembang dan mengempisnya sejumlah kecil air raksa atau zat lain.

Flowmeter
Flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya air tawar yang dihasilkan oleh distilling plant.

Ejektor
Ejektor bekerja berdasarkan prinsip bernoulli, yaitu jika kecepatan fluida tinggi maka tekananya menjadi rendah dan sebaliknya jika kecepatan fluida rendah maka tekanannya akan tinggi.  Sketsa dari ejektor dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dilihat dari fungsi dan kegunaannya, ejektor dibagi menjadi dua macam yang masing-masing mempunyai tugasnya sendiri. Adapun ejektor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Ejektor Vakum
Agar air laut dapat menguap pada suhu yang lebih rendah, maka tabung destilasi air laut harus di buat vakum dengan cara memasang ejektor yang berhubungan langsung ke ruang kondensor dan akan mengisap terus-menerus udara dan gas-gas yang tidak mencair sehingga dapat menjadi vakum.

2. Ejektor Air Laut
Didalam ruang pemanas sering terjadi penguapan air laut, sehingga jika di biarkan begitu saja kadar garam air laut akan semakin bertambah. Untuk mengatasi ini maka di pasang ejektor yang akan membuang air laut agar volumenya dapat ditahan konstan

Pompa-Pompa Sirkulasi
Zat cair tidak akan berpindah tempat dengan sendirinya dari suatu ujung yang lainnya untuk itu dipergunakan daya dorong untuk melaksanakan pengangkutan ini.  Daya dorong ini adalah perbandingan tekanan yang dibangkitkan dengan pengunaan pompa.  Pompa yang umumnya digunakan adalah pompa sentrifugal. Adapun pompa sirkulasi yang digunakan pada sistem destilasi air laut antara lain :

Pompa Air Laut
Pompa ini digunakan untuk menghisap air laut dan menekannya ke dalam kondensor untuk mengembunkan uap air dan sisanya akan ke ejektor air laut dan ejektor vakum.  Pompa air laut ini selain berfungsi untuk mensirkulasi air pendingin juga berfungsi untuk memvakumkan serta mengalirkan air laut.

Pompa Air Panas
Pompa air panas di gunakan untuk mensirkulasikan air pendingin motor induk yang panas kedalam pipa-pipa kecil tabung heater untuk memanaskan air laut.

Pompa Air Tawar
Pompa ini digunakan untuk menghisap dan menekan air tawar hasil proses destilasi air laut ke tangki penampungan yang selanjutnya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Sumber [anekasumber]

Instalasi Pengolahan air laut cegah krisis air

Pengolahan air laut segera dilakukan karena instalasi pengolahan air laut cegah krisis air berkepanjangan. Pemerintah daerah di kepulauan harus memikirkan bagaimana mengelola air laut untuk memenuhi keperluan sehari-hari masyarakat seperti air minum, cuci dan sebagaimananya.

“Daerah-daerah kepulauan dalam musim kemarau seperti ini pasti kekurangan air untuk keperluan pokok sehari-hari,” kata Direktur Air, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Danny Sutjiono, kepada pers di kantornya.

pengolahan air laut

Ia mengatakan, mengolah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari biayanya cukup mahal, dimana setiap satu meter kubik air laut menghabiskan dana Rp 9.000. Selain itu, pengadaan mesin pengolahnya juga mahal. “Sampai saat ini mesin seperti ini masih impor,” kata dia.

Menurut Danny, saat ini, masyarakat yang menggunakan air laut untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk minum dan sebagainya adalah masyarakat Sampang, Madura, Jawa Timur. “Saya pikir di Kepulauan Seribu atau daerah-daerah di NTT perlu ada pengelolaan air laut ini,” kata dia.

Menurut Danny, ketersediaan air sebagian besar Indonesia lumayan memadai, kecuali daerah kepulauan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat dan semua pihak agar menjaga kelestarian lingkungan agar sumber air tidak kering.

Sedangkan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Mochamad Amron, mengatakan, debit air sebagian sungai di Indonesia pada tahun-tahun terakhir berkurang jauh dibanding 15 – 20 tahun lalu. Hal ini, kata dia, disebabkan adanya kerusakan lingkungan di hulu sungai atau air.

Secara keseluruhan hulu sungai saat ini kondisinya hanya 15 persen – 20 persen baik (terlestari). “Sebagian besar rusak oleh masyarakat sendiri,” kata dia.

Menurut Amron, sebagian besar kawasan hulu sungai di Indonesia adalah milik masyarakat, sehingga dengan susuka mereka merusaknya. “Idealnya pemerintah menguasai kawasan hulu ini, agar debit air terjaga,” kata Amron.

Danny menambahkan, untuk mengantisipasi dan penanggulangan atas bencana kekeringan Kementerian PU dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di desa-desa rawan air bersih.

Ditjen Cipta Karya telah dan sedang melaksanakan pembangunan SPAM Perdesaan do 153 desa air dari 486 desa rawan air yang sebelumnya menderita dampak pada ketersediaan air minum.

Ia melanjutkan, upaya tanggap darurat dilakukan oleh Kemen PU bersama pemerintah daerah melalui pengiriman mobil instalasi pengolahan air, mobil tangki air dan perlengkapan hidran umum.

Guna mengatasi krisis air yang bisa dikonsumsi,  Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan teknologi pengolahan air laut dalam untuk dikemas menjadi air mineral dan dipasarkan dalam botol. Air minum olahan itu dihasilkan melalui proses desalinasi.

”Penyediaan air mineral laut dalam merupakan suatu kegiatan yang bersifat strategis untuk mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih di masa mendatang,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dalam siaran pers,

Berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan, beberapa lokasi di perairan di Indonesia sangat potensial untuk pengembangan industri air mineral dari air laut dalam (deep sea water) ini.

Beberapa lokasi itu, di antaranya, Nusa Penida dan Gondol di Provinsi Bali, Selat Lombok, perairan sekitar Pulau Biak di Papua, serta perairan di sekitar Palabuhanratu di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, perairan sekitar Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan, Perairan Bima dan Dompu di Nusa Tenggara Barat, serta perairan Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Sekitar 70 persen wilayah Indonesia merupakan perairan. Total luas wilayah perairan adalah 5,8 juta kilometer persegi, dengan 40 persen dari perairan laut merupakan laut dalam.

Industri air laut dalam dimulai pada skala kecil, yaitu kapasitas sedot air laut dalam sebesar 10-15 ton per hari. Biaya investasi tahap awal untuk industri air laut skala kecil sebesar Rp 15 miliar.

Saat ini, kegiatan industri air laut berkembang kapasitas sedotnya menjadi 40-60 ton per hari dengan menggunakan dua kapal berukuran 60-100 gross ton (GT).

Air laut dalam, dengan kandungan mineralnya setelah diolah dengan proses desalinasi, sangat penting dan bermanfaat untuk suplai air bersih bagi kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh manusia.

Proses desalinasi air laut juga menghasilkan garam berkualitas tinggi untuk berbagai kegunaan, yaitu untuk budidaya perikanan, pertanian, kosmetik, obat-obatan, serta pendingin ruangan.

Kebutuhan garam Indonesia sekitar 3 juta ton dan Indonesia masih harus mengimpor garam 1,8 juta ton per tahun karena tidak bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Sumber [AnekaSumber]

Proses Pengolahan air laut menjadi air minum

Pengolahan air laut menjadi air minum beraneka ragam, Pengolahan air laut dapat dilakukan dengan alat Sea Water Reverse Osmosis. Perbedaan antara air laut dan air tawar darat adalah pada segi kuantitas dan kualitas garamnya. Garam-garam utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida.

Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%.

Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah halinitas, dengan didasarkan bahwa halida-halida terutama klorida adalah anion yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam oseanografi, halinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (parts per thousand , ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan.

Air laut dengan jumlah terbesar di bumi ini, sebesar 97.5% dari air keseluruhan perlu diolah agar dapat dikonsumsi. Namun, permasalahannya adalah kandungan garam terlarut menyebabkan diperlukannya treatment khusus sehingga air tersebut dapat di konsumsi oleh masyarakat. Salah satu treatmennya adalah dengan menggunakan filter membrane reverse osmosis.

pengolahan air laut alat

Desalinasi Air Laut
Sebagai solusi krisis air, desalinasi telah dipakai oleh banyak negara untuk proses pengolahan air laut menjadi air minum. Desalinasi adalah proses penghilangan kelebihan garam dan mineral yang lain dari air. Secara lebih umum, desalinasi adalah penghilangan garam dan mineral.
Air didesalinasi untuk diubah menjadi fresh water yang sesuai untuk dikonsumsi manusia ataupun untuk irigasi. Terkadang proses menghasilkan tabel garam yang digunakan untuk kapal laut. Hal yang paling penting dari desalinasi adalah pada mencari teknologi yang paling efektif untuk menyediakan fresh water untuk manusia dimana air yang tersedia sangat terbatas.
Desalinasi skala besar biasanya menggunakan energi yang besar dan infrastruktur yang mahal untuk membuatnya dibandingkan menggunakan fresh water dari sungai atau air tanah. Di negara-negara Timur Tengah, energi yang besar tersebut dapat diatasi dengan besarnya cadangan minyak bumi, seiring dengan kelangkaan air mereka, telah membangun konstruksi desalinasi untuk wilayah ini. Pada pertengahan 2007, desalinasi Timur Tengah telah memenuhi 75% dari kapasitas total dunia.
Plant desalinasi yang terbesar di dunia adalah plant desalinasi Jebel Ali yang berada di Emirat Arab menggunakan multistage flash distillation dan menghasilkan 300 juta m3 air per tahun atau sekitar 2500 gallon (1 gallon US=3785 liter) air per detik. Plant desalinasi terbesar di Amerika berada di Tampa Bay Florida yang mendesalinasi 25 juta gallon (95000m3) air per hari pada Desember 2007 lalu.

Proses Desalinasi Air Laut menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)
Proses Pengolahan air laut menjadi air minum, adalah sebagai berikut :

Pre-treatment
Proses Pre-treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling. Pada tahap ini pH dijaga antara 5,5-5,8.

High pressure pump
Pompa bertekanan tinggi digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan. Tekanan ini berfungsi sebagai driving force untuk melawan gradien konsentrasi. Umpan dipompa untuk melewati membran. Keluaran dari membran masih sangat korosif sehingga perlu diremineralisasi dengan cara ditambahkan kapur atau CO2. Penambahan kapur ini juga bertujuan menjaga pH pada kisaran 6,8-8,1 untuk memenuhi spesifikasi air minum.

Disinfection
Proses disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi. Sebenarnya, penggunaan RO untuk desalinasi sudah cukup jitu untuk memisahkan virus dan bakteri yang terdapat dalam air. Namun, untuk memastikan air benar-benar aman (bebas virus dan bakteri), disinfection tetap dilakukan.

Krisis air yang terjadi di Indonesia dapat segera di atasi dengan metode desalinasi terutama Sea Water Reserve Osmosis dengan membrane Reverse Osmosis. Metode ini sangat cocok untuk diterapkan di wilayah Indonesia yang sering kesulitan air bersih baik karena kondisi geografisnya seperti pulau Batam, Irian Barat, dan wilayah-wilayah gersang maupun yang disebabkan musim kemarau panjang dan bencana alam. Teknologi membran merupakan solusi terbaik mengingat praktisnya alat tersebut untuk dipindahkan tempatnya.

 

Jenis dan Model teknik destilasi sederhana

Destilasi air laut mejadi pilihan saat krisis air. Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destilasi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni .

destilasi air laut alatDestilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat.

Destilasi Sederhana
Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar, sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai residu. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran cair-cair, misalnya air-alkohol, air-aseton, dll. Alat yang digunakan dalam proses destilasi ini antara lain, labu destilasi, penangas, termometer, pendingin/kondensor leibig, konektor/klem, statif, adaptor, penampung, pembakar, kaki tiga dan kasa.

Destilasi Uap
Destilasi uap umumnya digunakan untuk memurnikan senyawa organic yang terdestilasi uap (volatile), tidak tercamourkan dengan air, mempunyai tekanan uap yang tinggi pada 100 derajat C dan mengandung pengotor yang tidak atsiri (nonvolatile).
Destilasi uap dapat dipertimbangkan untuk menyari serbuk simplisia yang mengandung komponen yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal. Pada pemanasan biasa kemungkinan akan terjadi kerusakan zat aktifnya. Untuk mencegah hal tersebut maka pemurnian dilakukan dengan destilasi uap.
Dengan adanya uap air yang masuk, maka tekanan kesetimbangan uapzat kandungan kan diturunkan menjadi sama dengan tekanan bagian didalam suatu system, sehingga produk akan terdestilasi dan terbawa oleh uap air yang mengalir.
Destilasi uap juga suatu proses pemindahan massa kesuatu media massa yang bergerak . Uap jenuh akan membasahi permukaan bahan, melunakkan jaringan dan menembus kedalam melalui dinding sel, dan zat aktif akan pindah ke rongga uap air yang aktif dan selanjutnya akan pindah ke rongga uap yang bergerak melalui antar fasa. Proses ini disebut hidrodifusi.

Destilasi Bertingkat
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya.
Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. Dengan perkataan lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol, karbon tetra klorida-toluen, dll. Pada proses destilasi bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu destilasi.
Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Sebab dengan adanya penghalang dalam kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama-sama menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya mengembun dan turun sebagai destilat, sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi, jika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi, yang akhirnya jika pemanasan dilanjutkan terus akan mencapai harga titik didihnya. Senyawa tersebut akan menguap, mengembun dan turun/menetes sebagai destilat

Destilasi vakum
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C. Metode distilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem destilasi ini.
Sumber [AnekaSumber]

Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air

Sea Water Reverse Osmosis teknik atasi krisis air, Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis atasi kelangkaan air di pesisir pulau-pulau. Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, Telah meresmikan instalasi penyaringan air laut untuk air minum di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Program ini adalah sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan ketersediaan air minum di daerah terpencil.

Kasubdit Data dan Informasi Kementrian PU Dirjen Cipta Karya, Sri Mumi Edi, mengatakan, program yang lebih dikenal dengan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) ini sering disebut sebagai Program Pengolahan Air Laut menjadi Air Minum yang Sehat. Proyek pengolahan air laut menjadi air minum ini, diharapkan dapat mengatasi langkanya air bersih di seluruh Indonesia, yang sulit didapat di daerah terpencil dan kepulauan. “Dengan proyek Pemasangan Sea Water Reverse Osmosis, maka air baku air minum tidak lagi dari air sungai seperti yang diolah PDAM, tapi dari air laut pun, bisa dijadikan air minum,” ujarnya.

sea water reverse osmosis pulau mandailingAdanya teknologi Pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air minum, masyarakat di pulau itu nantinya tidak akan lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan air minum dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan dengan menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang diterapkan harga air minum bisa jauh lebih murah dibanding harga air minum yang selama ini berlaku di masyarakat, yakni hanya Rp 9.000 per kubik. Sebelumnya, masyarakat Pulau Kambing tersebut biaya mengkonsumsi air minum dengan harga Rp 75.000 per kubik.

Saat ini, instalasi pengolahan air dengan teknologi SWRO di Pulau Mandangin baru memproduksi air dengan kapasitas lima liter per detik dan bisa ditingkatkan menjadi 10 liter per detik, bergantung dari kebutuhan.

Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum di pulau seluas 4 km2 ini baru bisa dilaksanakan, setelah PLN mengoperasikan aliran listrik selama 24 jam pada 29 Mei 2012 yang waktu itu diresmikan langsung oleh Bupati Sampang Noer Tjahja.

Selain di Pulau Mandangin, Sampang, Menteri PU juga akan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Perumnas Kecamatan Driyorejo, Gresik, di hari yang sama. “Untuk peresmian SPAM, akan dilakukan untuk 11 SPAM yang ada di Jawa Timur, dan akan menggunakan air sungai, mata air, sumur dan air laut, untuk diolah menjadi air minum di daerah yang sulit mendapatkan air baku untuk air minum,” terangnya.

Air minum hasil olahan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)  sudah terbukti mampu mengolah air laut menjadi air minum. Masyarakat di Pulau Mandangin tampak sangat antusias untuk segera menjadi pelanggan SWRO. Hal itu terbukti dari jumlah masyarakat Pulau Mandangin yang telah mendaftar untuk menjadi pelanggan sambungan rumah yang telah mencapai 300 KK. Realisasi penyambungan pipa air minum masih belum terlaksana karena SK Bupati Sampang tentang penetapan tarif khusus air minum itu belum terbit, dan kontrak operasional dengan pihak penyedia jasa juga sedang dalam tahap negosiasi.

Penetapan tarif sistem ini perlu didukung bupati dan DPRD setempat karena penerapan tarif air minum yang bersifat ‘khusus’ berbeda dengan tarif air minum PDAM Kabupaten Sampang di wilayah lainnya.

Program pemurnian atau penyulingan air laut menjadi air bersih layak minum tersebut akan berhasil dan menuai kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Suksesnya proyek ini diharapkan memberikan kepuasan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini memang mendambakan air bersih dan air minum yang sehat

Sumber [jatimprov.go.id]

Mengubah Air Laut Menjadi Tawar Teknologi Reverse Osmosis

Reverse Osmosis menjadi solusi krisis air,  Reverse Osmosis dapat mengubah air laut menjadi air tawar dengan alat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Kehidupan perkampungan di pinggir-pinggir laut tidaklah mudah. Seperti di daerah Kronjo di utara Tangerang. Mau ke sana butuh dua jam dari terminal kota. Jalan yang rusak, bikin tambah lama untuk mencapainya. Tak cuma minim akses, perkampungan di pesisir pantai juga kebanyakan kekurangan pasokan air bersih. Camat Kronjo, Mulyono mengatakan, kalau pasokan air di sana hanya mencukupi 10 persen kebutuhan total warganya.

Pilihan lainnya adalah warga memanfaatkan air dari Cisadane, yang menurut kabar terakhir kualitasnya rusak berat. Atau pilihan lain yang paling berat, yaitu menggunakan air asin yang banyak berada di sana untuk dikonsumsi. Tapi apa mungkin hal tersebut bisa dilakukan. Bisa saja. Sebab ternyata pasokan air bisa berasal dari mana saja karena teknologi dalam pemurnian air semakin berkembang dan bertambah modern. Bahkan dari air asin / air laut sekalipun dapat menjadi air minum, urai Ir. Nusa Idaman Said, M.Eng, peneliti teknologi pengelolaan air bersih BPPT. Dia menjelaskan, alat pengolah air asin ada banyak dan macamnya. Untuk beberapa waktu terakhir ini untuk mengolah air asin dikenal cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan osmosis balik ( Reverse Osmosis), tambahnya. Masing-masing teknologi pengolahan air mempunyai keunggulan dan kelemahan. Tergantung dari pemanfaatan teknologi pengolahan air asin tersebut, yang harus disesuaikan dengan konsidi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Dengan pertimbangan tersebut kita juga harus teliti sebelum memilih dan menggunakan teknologi pengolahan air apa yang akan kita gunakan.

Di antara berbagai macam teknologi pengolahan air yang banyak dipakai merupakan teknologi destilasi dan osmosis balik . Teknologi destilasi atau pengolahan air dengan teknik penyulingan/penguapan umumnya banyak dipakai di tempat yang mempunyai energi terbuang seperti pada proses pembakaran gas minyak pada kilang minyak. Sedangkan teknologi osmosis balik banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil atau untuk kebutuhan rumah tangga karena alat ini sangat peraktis namun seiring perkembangan teknologi alat pengolahan air berteknologi osmosis balik sudah digunakan di industri maupun daerah pesisir pantai yang sedang krisis air, kata Nusa.

Keunggulan Teknologi Desalinasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)

Keunggulan teknologi desalinasi air osmosis balik ini merupakan kecepatan proses pengolahan dalam memproduksi air bersih yang sehat. Teknologi desalinasi air laut dengan teknik osmosis balik ini menggunakan tenaga pompa sehingga bisa memaksa produksi air keluar lebih banyak sehingga kita mendapatkan air bersih sesuai dengan kebutuhan kita, tambah Nusa. Secara proses, sistem pengolahan RO ini menggunakan membran sebagai pemisah air dengan pengotornya. Pada proses dengan membrane RO,  Proses Pretreatment atau pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul, katanya lagi. Hal ini dilakukan karena di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik , tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya. Karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali.
reverse osmosis air laut
Namun, pada praktiknya untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan. Kemudian di dalam membran osmosis balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul. Yaitu pemisahan partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainnya, ke dalam air buangan. Karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosa balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus kurang dari 0,1 mili gram, densitas ph juga harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya, ungkap Nusa.

Inilah yang menjadi kelemahan dari teknologi Reverse Osmosis ini. Yaitu penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat. Yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya, menurut Nusa pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri.

Sumber [puspiptek.ristek.go.id]

teknik dan teknologi sistem pemurnian air laut

Pemurnian air laut makin berkembang, sekarang pemurnian air laut memiliki beberapa teknik dan teknologi modern. Berikut ini adalah teknik dan teknologi sistem pemurnian air laut:

1. Pemurnaian air laut teknik membran

Menggunakan sistem membrane yang dikombinasikan dengan berbagai metode baik pressure maupun electrical, adapun metode yang termasuk dalam kategori ini adalah reverse osmosis (RO), electrodialysis (ED), capacitative deionization (CDI), nanofiltration (NF).

pemurnian air laut

2. Pemurnian air laut teknik destilasi

Pemurnian air laut teknik destilasi menggunakan tenaga thermal dengan proses evaporasi ataupun kondensasi, adapun metode yang termasuk dalam kategori ini adalah multistage flash evaporation (MSF), multieffect distillation (MED atau MEE), vapor compression distillation, solar thermal distillation.

pemurnian air laut

Adapun saat ini menurut IDA dalam ASIRC (2005) metode yang banyak digunakan adalah Reverse osmosis (RO) sebesar 44 % dan Multistage Flash (MSF) sebesar 40 %. Menurut AQUA-CSP (2007) kemampuan konversi air laut menjadi air bersih pada metode RO sebesar 20 – 50 % adapun untuk metode MSF hanya mampu mengkonversi sebesar 10 – 20 %.  Disamping itu menurut ASIRC (2005) pada sistem yang menggunakan sistem thermal membutuhkan energi yang besar dalam pengoperasiannya sehingga membutuhkan biaya awal pembangunan yang besar sedangkan pada sitem membrane seperti RO membutuhkan energi dan biaya pembangunan yang lebih kecil. Sehingga beberapa negara lebih memilih metode RO dalam proses desalinasi seperti yang dilakukan di Singapura.

Preliminary design yang dilakukan ASIRC (2005) menyatakan bahwa metode RO yang akan dibuat diwilayah Sydney nantinya membutuhkan biaya 1.44 dolar Australia/m3 untuk kapasitas 500.000 m3/hari dimana sudah termasuk didalamnya biaya untuk pembuatan intake, discharge and distribution. Proses desalination terbesar saat ini berada diwilayah Israel dengan kapasitas 273.000 m3/hari dengan biaya 0.53 dolar/m3. Menurut GF Leitner dalam James E Miller (2003) untuk membangun kapasitas 24 juta gallon /hari membutuhkan investasi 69 sampai 95 juta dolar dengan masa layan 50 tahun. Nilai investasi yang sangat kecil apabila dibandingkan dengan manfaat kedepannya.

Reverse osmosis (RO)

Adapun skema yang dilakukan dalam proses desalination dengan metode RO atau biasa disebut Sea Water Reverse Osmosis , Dimana proses purification / pemurnian air laut dimulai dengan masuknya air laut melalui intake yang berbentuk kanal ataupun intake tower ditengah laut yang dihubungkan dengan pipa penyalurnya.

Kemudian air laut tersebut di pretreatment guna mengontrol :

  1. Membrane Scalling (calcium sulfate, calcium carbonate)
  2. Metal oxide fouling (oxide of ferric iron, manganese)
  3. Biological activity (biofouling, biofilm formation)
  4. Colloidal, particulate fouling (clays, colloidal colour)

Dalam Pemurnian air laut setelah proses pretreatment dilakukan maka air laut tersebut kemudian dipompakan dengan tekanan tinggi melalui spiral membrane untuk memisahkan garam dan airnya, adapun air laut yang tidak lolos saringan membrane akan dialirkan ke saluran  pelepasan/discharge yang digambarkan dengan garis merah dalam ilustrasi dibawah. Sedangkan air laut yang lolos saringan kemudian ditampung dalam tampungan air raksasa yang diwakili dengan garis berwarna biru. Sebelum dialirkan kesaluran air minum masyarakat, air hasil pemurnian air laut dengan proses RO yang mana mempunyai total dissolved solid (TDS) berkisar 25-500 mg/L mesti dipastikan bebas pathogenic organism dengan menambahkan chlorine.

Menurut Lattemann dan Hopner dalam AQUA-CSP (2007) guna menghindari efek negatif dari kenaikan temperatur (pada proses dengan thermal) dan kadar garam (pada proses dengan mekanis) didaerah pelepasan atau mixing zone maka keluaran air laut yang tidak lolos penyaringan di membrane RO harus dibatasi kenaikan temperatur dan kadar garamnya sebesar 10 %.

Saat ini beberapa desalination plant dikombinasikan dengan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) untuk supply air laut dan energi listriknya. Seperti terlihat pada ilustrasi dibawah, air laut yang akan dimurnikan terlebih dahulu digunakan oleh power plant untuk membantu dalam proses menghasilkan energi listrik, kemudian air laut tersebut sebagian dibuang dan sebagian lagi dialirkan ke desalination plant dengan terlebih dahulu di pretreatment untuk dilanjutkan dengan penyaringan di membrane RO. Menurut AQUA-CSP (2007) keuntungan dari kombinasi desalination plant dan power plant adalah keluaran hasil dari desalination plant dan power plant akan tercampur sehingga tingkat temperatur air keluaran keduanya dan kadar garamnya akan memenuhi ambang batas yang diijinkan. Sehingga proses pemurnian air laut ini akan membawa manfaat besar bagi manusia dengan tidak merusak lingkungan yang telah memberikan segala sesuatunya.

Dengan adanya peringatan maupun kejadian kelangkaan air minum baik dalam kuantitas maupun kualitas, Pemurnian air laut dengan teknik desalinasi mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah seperti Indonesia untuk menyediakan sumber air bersih dari air laut. Alternatif ini juga bisa menjadi sebuah kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan air minum nasional maupun internasional untuk mampu menyediakan air minum sehat bagi pelanggannya. Desalinasi juga mempunyai manfaat lain untuk konservasi sumber air minum tawar yang beberapa waktu ini mengalami degradasi baik karena eksploitasi berlebihan maupun penyebab lainnya. Investasi kecil air bersih ini akan membawa manfaat besar bagi kesehatan masyarakat kedepannya. Singapura telah memulai membuat RO plant berkapasitas 136.000 m3/hari dengan biaya permeter kubiknya (1000 liter) yaitu 4900 rupiah, bagaimana dengan Indonesia yang dikaruniai luas lautan lebih besar dari daratan apakah siap membuat alat pemurnian air laut  dengan teknik Desalinasi ataupun Destilasi?

Sumber [AnekaSumber]

 

Desalinasi teknologi pengolahan air laut

Desalinasi teknologi pengolahan air laut , Desalinasi air laut dapat menjadi solusi untuk mengurangi penurunan permukaan tanah Jakarta, penggunaan air bawah tanah harus dikurangi dan jika bisa dihentikan secara total. Desalinasi bisa menjadi salah satu alternatif solusi guna memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat terutama solusi krisis air di jakarta.

Sementara itu, perusahaan daerah air minum (PDAM) harus memenuhi kebutuhan industri dan sebagian masyarakat lainnya akan air bersih.

”Sekarang adalah saatnya untuk membuat kebijakan guna menghentikan eksploitasi air tanah dan beralih menggunakan teknologi desalinasi air laut,” kata Robert Delinom, peneliti utama hidrogeologi pada Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

desalinasi teknologi

Penghentian yang dimaksud adalah merupakan jalan terakhir setelah peraturan tentang pengambilan air bawah tanah sudah ada sejak dahulu. Namun, penegakan hukumnya tidak pernah dilakukan.

Penelitian Lambok M Hutasoit, ahli hidrogeologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, di wilayah Kamal, Jakarta Utara, pada akhir 1990-an saja menunjukkan, hanya 5 persen sumur bor yang berizin. Namun, sanksi terhadap sumur bor ilegal hanya sebagian kecil saja.

”Penggunaan air bawah tanah harus dikurangi, jika bisa harus dihentikan secara total. Sebagai gantinya, kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan industri harus dipenuhi oleh PDAM atau memanfaatkan sistem desalinasi air laut,” ujar Lambok.

Berdasarkan data terbaru hasil evaluasi dari sumur pantau di Jakarta, meliputi Kamal Muara, Sunter, Senayan, dan Jagakarsa, antara 2006 dan 2010 terjadi penurunan tanah dengan laju kecepatan 25 sampai 30 sentimeter per tahun.

Menurut Robert, jika tidak ada kebijakan untuk menghentikan eksploitasi air tanah, kondisi tersebut akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan ”meledak” dan akan menjadi persoalan yang sulit diatasi.

Kota San Francisco telah membuat komitmen Deklarasi Kota Hijau pada 2005 yang menyebutkan akan menghentikan penyedotan air tanah pada 2012 dan sudah menggunakan sistem desalinasi air laut.

Tentang hal itu, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman menyatakan, sulit bagi DKI Jakarta melarang penyedotan air tanah pada 2012, sebagaimana komitmen San Francisco. Di DKI Jakarta ada keterbatasan jaringan pipa air minum. ”Sebanyak 50 persen penduduk DKI Jakarta menggantungkan pemenuhan kebutuhan air kepada penyedotan air tanah,” ujar Masnellyarti.

Persoalan terkait penyediaan air minum oleh PDAM juga terkendala oleh terbatasnya sumber air permukaan.

Lambok mengusulkan, ”Untuk PDAM, sebaiknya hanya fokus memanfaatkan air permukaan itu untuk masyarakat kelas menengah bawah. Sedangkan untuk kelompok menengah atas, industri, hotel, dan apartemen dapat menggunakan sumber air laut yang diolah menjadi air bersih melalui proses desalinasi air laut.”

”Jika PDAM mampu memenuhi kebutuhan industri, mereka tentu mau menggunakan air produksi PDAM karena mengebor air bawah tanah itu sulit,” katanya.

Biaya produksi air melalui desalinasi memang tidak murah. Namun, teknologinya sederhana. ”Jika penggunaan teknologi desalinasi dilakukan secara massal dan besar-besaran, harga air yang dihasilkannya tidak akan mahal lagi,” ujar Lambok.

Saat ini desalinasi air laut sudah menjadi pilihan Taman Impian Jaya Ancol. General Manager Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk YJ Harwanto menuturkan, ”Pengolahan air laut untuk air minum menjadi model solusi menghentikan pengambilan air tanah di Jakarta.”

”Jika seluruh kebutuhan air minum hanya boleh dicukupi dengan air permukaan, berarti kita akan mengandalkan air sungai. Sungai di Indonesia begitu tercemar, hanya memenuhi kriteria mutu air kelas III dan IV. Padahal, bahan baku air minum seharusnya air permukaan kelas I,” kata Masnellyart

Saat ini PT Pembangunan Jaya Ancol sedang mengembangkan teknologi desalinasi air laut untuk memproduksi air tawar sebanyak 5.000 meter kubik per hari. Investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 53 miliar.

Nilai produksinya mencapai Rp 9.000 per meter kubik. Menurut Harwanto, ini lebih rendah jika dibandingkan harga air dari PDAM Jakarta saat ini.

Tarif air bersih dari PDAM untuk kelas komersial dan industri mencapai Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per meter kubik. ”Itu pun masih belum bisa memenuhi kebutuhan Ancol yang mencapai 15.000 meter kubik per hari. Yang bisa dipenuhi saat ini hanya 9.000 meter kubik per hari,” kata Harwanto.

Apabila usulan desalinasi air laut dianggap tidak ekonomis, menurut Lambok, pemerintah dapat membangun waduk besar untuk menampung air hujan dari Bogor. Air dari curah hujan yang tinggi seharusnya bisa dimanfaatkan guna menambah cadangan air baku ataupun simpanan air bawah tanah.

Selain waduk , dapat pula dilakukan pembuatan reservoir atau penampungan air bawah tanah. Lambok mencontohkan Chicago di Amerika Serikat yang memiliki reservoir dalam tanah sepanjang lebih dari 300 kilometer dan lebar 3 meter yang meliuk-liuk di bawah kotanya. Penampungan itu menjadi sumber air baku bagi warganya.

Pada 2007 pernah ada rencana membangun reservoir semacam itu di Jakarta. Terowongan sepanjang 17 kilometer dari Manggarai ke Muara Angke itu mampu menampung air hingga 30 juta meter kubik—bisa menampung luapan air sungai dan menjadi sumber air baku PDAM. Namun, proyek senilai Rp 4,4 triliun itu tidak jelas perkembangannya.

Selain itu, masyarakat bisa membantu meresapkan air permukaan dengan membuat sumur resapan di samping rumah atau gedung bertingkat. Fungsi sumur resapan jauh lebih efektif dibandingkan biopori.

Sumber [sains.kompas.com]

pengolahan air laut terbesar di dunia

Pengolahan air laut terbesar di dunia, Perusahaan Pengolahan air laut ini dimulai sejak tahun enam puluhan, Komisi Energi Atom dan Energi Alternatif Perancis (CEA) tertarik pada proses desalinasi air laut, yang tujuan awalnya melaksanakan desalinasi dengan memanfaatkan energi nuklir atau energi surya. Baru-baru ini, Perusahaan-perusahaan pengolahan air dunia telah sukses mengembangkan sejumlah teknologi desalinasi air laut. Sekarang mereka mengekspor teknologi ciptaannya ke seluruh dunia.

Di penghujung tahun 2012 yang lalu, Perancis turut berkontribusi menciptakan rekor baru. Instalasi desalinasi air laut terbesar di dunia dibangun di negara bagian Victoria, Australia. Proyek tersebut menelan biaya 2,4 milyar euro dan merupakan sumber penyedia air minum berskala besar. Situs ini dapat memproduksi hingga 450 ribu meter kubik air minum per hari, setara dengan konsumsi air kota besar seperti kota Lyon. Selain pembangunan pabrik desalinasi tersebut, Salah Satu perusahaan pengolahan air Perancis juga bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaannya, yang dilaksanakan oleh anak perusahaan pengolahan air tersebut. “Pabrik tersebut merupakan etalase untuk memperlihatkan keahlian kami, dan akan membantu kami memenangkan sejumlah proyek lainnya,” ujar seorang pejabat senior perusahaan tersebut dengan penuh semangat.

Australia sangat membutuhkan air minum yang dihasilkan itu, terutama akibat musim kemarau berkepanjangan selama sekitar 12 tahun. Grup perusahaan pengolahan air laut asal Perancis itu amat menyadari pentingnya pasar Australia, yang dalam beberapa tahun ini telah menjadi pasar ketiga terbesar (setelah Perancis dan Spanyol) bagi perusahaan raksasa Perancis di bidang air dan kebersihan ini. Pada tahun 2012, perusahaan tersebut meraih 7% dari total pendapatannya dari Australia.

Perusahaan Raksaspengolahan air lauta Desalinasi air laut
Perusahaan pengolahan air laut ini juga telah melebarkan sayapnya ke negara-negara lainnya. Di Arab Saudi, di antaranya, anak perusahaannya, memasok dan membangun unit-unit produksi air minum, dengan kontrak senilai 40 juta euro. Kini produksi sudah dimulai pada salah satu modulnya, yang memungkinkan pasokan air minum dialirkan ke 3000 rumah. Sebelumnya, distribusi air minum dilakukan dengan mengerahkan truk-truk tangki.

Desalinasi bahkan berkembang di Eropa, meskipun di sana belum dirasakan permasalahan signifikan terkait dengan penyediaan air minum. Perusahaan pengolahan air laut ini merupakan perusahaan pelopor desalinasi melalui metode osmosis terbalik (instalasi pertama dibangun di tahun 1969 di pulau Houat, Perancis). Sejak tahun 2009, perusahaan ini membangun pabrik desalinasi terbesar Eropa di wilayah Barcelona (Spanyol), dengan kapasitas produksi hingga 200 ribu meter kubik per hari. Jumlah total pabrik desalinasi yang berhasil dibangun perusahaan tersebut mencapai 255 di seluruh dunia.

Perusahaan pengolahan air laut ini menduduki posisi terdepan di pasar desalinasi air laut melalui proses desalinasi termis melalui penguapan. Anak perusahaan ini yang berinduk ke grup perusahaan pengolahan air laut Perancis itu , pada mulanya, dikenal berkat teknologi desalinasi termis, dan sekarang menggunakan pula metode osmosis terbalik (reverse osmosis ) dan solusi-solusi hibrid yang memadukan kedua teknik tersebut.

Untuk membangun pabrik Fujairah, di Uni Emirat Arab, anak perusahaan tersebut telah memilih untuk menerapkan teknologi osmosis terbalik / reverse osmosis, seperti di Campo de Dalías, di Spanyol bagian Selatan. Lain cerita di wilayah Ashkelon, di sebelah selatan Tel Aviv di Israel, di sana dibangun pabrik berteknologi hibrid terbesar di dunia.

Dewasa ini, Grup tersebut merupakan pemimpin dunia di empat bidang sektor pelayanan kolektif : sampah, energi, angkutan, serta air dan pengolahannya. Perusahaan tersebut mempekerjakan 313 ribu orang karyawan di lebih dari 74 negara di seluruh dunia.

Perusahaan Desalinasi Air Berskala Besar
Menurut Asosiasi Desalinasi Internasional, kini ada sekitar 17 ribu pabrik yang beroperasi di 120 negara. Negara-negara terbesar yang menggunakan proses ini untuk menghasilkan air minum adalah negara-negara yang berada di Semenanjung Arab (terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab), Spanyol, Amerika Serikat dan Cina. Pemerintah Cina telah mengumumkan, di awal tahun 2012 lalu, suatu rencana besar untuk meningkatkan kapasitas desalinasi hingga mencapai 2,5 juta meter kubik per hari, pada tahun 2015.

Kalangan industri pengolahan air laut Perancis juga memenuhi kebutuhan Aljazair akan teknologi desalinasi : Pihak berwenang Aljazair telah memutuskan untuk menambah instalasi pengolahan air laut dalam jumlah yang signifikan hingga tahun 2019. Banyaknya proyek baru mendorong perusahaan-perusahaan Perancis lain di sektor energi untuk turut berkecimpung di bidang ini, seperti halnya yang dialami oleh perusahaan besar lainnya, yang menjadi pemegang saham minoritas perusahaan NanoH2O asal Kalifornia, sejak tahun 2012. Pada skala global, omset pasar global desalinasi yang pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 7,8 milyar dolar AS, kemungkinan akan mencapai 18,3 milyar dolar AS pada tahun 2016.

Sumber [aneka sumber]

Teknologi desalinasi air laut menggunakan energi matahari

Teknologi desalinasi air laut makin berkembang, salah satunya teknologi desalinasi air laut yang memanfaatkan energi matahari. Air memang merupakan kebutuhan paling penting bagi semua mahluk hidup di muka bumi ini, tak terkecuali manusia. Beberapa dekade terakhir, kebutuhan akan air bersih mulai meningkat. Bertambahnya populasi, hilangnya daerah resapan air akibat banyaknya bangunan yang menutup sebagian besar permukaan tanah di bawahnya dan deforestasi yang tidak terkendali serta diperparah dengan naiknya temperatur akibat pemanasan global yang mempercepat penguapan air tanah, semakin mengurangi air tanah dan mempersulit untuk mendapatkan air bersih.

teknologi desalinasi air laut

Untungnya laut masih tetap menjadi tempat penampungan terakhir air dari seluruh permukaan bumi. Hanya saja air laut mengandung banyak garam mineral yang harus dipisahkan agar bisa dikonsumsi sebagai air tawar salah satunya dengan menggunakan teknologi desalinasi air laut.

Desalinasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan garam dari air. Proses ini menggunakan teknologi yang jika dalam skala komersial, dan untuk mendapatkan air bersih dalam jumlah yang banyak, umumnya memerlukan teknologi yang kompleks dan berukuran besar serta membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Sebuah terobosan dilakukan oleh dua mahasiswa di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amy Bilton dan Leah Kelley dipimpin oleh profesor Steven Dubowsky yang menbuat mesin desalinator dengan tenaga dari energi surya.

Hasilnya, prototype sistem desalinasi yang dibuat bisa menghasilkan 80 galon atau 302.4 liter air sehari dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah. Dalam skala yang lebih besar, teknologi desalinasi air laut tersebut diperkirakan akan menghasilkan 1.000 galon (standar AS) atau 3780 liter air per hari dengan menggunakan metode filtrasi reverse osmosis ( sea water reverse osmosis) yang bekerja dengan memompakan air laut bertekanan tinggi melewati membran permeabel yang terbuat dari polimer.

Dibandingkan dengan sistem konvensional yang kinerjanya sepenuhnya menggantungkan pada panel surya-panel surya dan baterai, maka sistem yang dikembangkan oleh MIT lebih mengandalkan pada sistem kontrol untuk mengatur daya pompa dan katup-katup sistem agar tetap menghasilkan air yang optimal.

Yang pasti teknologi yang dikembangkan oleh MIT tersebut lebih sederhana dan fleksibel, terutama untuk area daerah bencana atau terpencil yang tidak mendapatkan pasokan listrik. Sehingga kebutuhan akan air minum atau air bersih setiap orang di daerah tersebut dapat terpernuhi. Selain itu teknologi desalinasi air laut adalah jalan keluar bagi krisis air di masa depan. Dengan adanya alat desalinasi air laut ini diharapkan agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya air dan dapat berfikir maju yaitu dengan mengurangi penggunaan air tanah dan mau berpindah dengan menggunakan teknologi desalinasi air laut yang bermacam model dan jenisnya.
Sumber [ristek.go.id]

Pages:123Next »