You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Archive for May 2013

Archive for May 2013

Air Baik Sumber Kesehatan

Tahukan Anda bahwa otak dan darah dalam tubuh kita memiliki kandungan kadar air terbesar , yaitu diatas 80% dari air tubuh kita. Dimana  otak sendiri  memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air air-minum95% , sehingga sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter (8 gelas) sehari karena sekitar 80% tubuh manusia trdiri dari air. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernafasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengkonsumsi  air putih 8 – 10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal. Sehingga tidaklah berlebihan bila air baik disebut-sebut sebagai sumber kesehatan kita semua. Di bawah ini kami sajikan informasi sebagian manfaat air minum baik , diantaranya :

Manfaat Air Baik  Bagi Tubuh Kita

Perawatan Kecantikan

Jika Anda kurang minum air baik, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air  dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

Menjaga Kesetimbangan Tubuh

Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 liter – 2,5 liter ( 8 – 10 gelas) perhari. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter perhari, sedangkan air yang terbuang melalui keringat dan saluran nafas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Nah, jadi tubuh butuh penyeimbang. Aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus.
Memperlancar Sistem PercernaanMengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehinnga terhindar dari masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit.

Melindungi Jantung

Orang yang terbiasa minum air putih lebih dari lima gelas dalam sehari, kemungkinannya untuk meninggal akibat serangan jantung turun 41 persen dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari dua gelas air putih sehari, demikian menurut studi selama enam tahun yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Selain itu, kebiasaan minum air putih dalam jumlah minimal lima gelas sehari juga akan mengurangi risiko kanker. Tubuh yang tak kekurangan cairan dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 45 persen, kanker kandung kemih hingga 50 persen, dan kemungkinan juga mengurangi risiko kanker payudara.

Mencegah Sakit Kepala

Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala, dan meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini menderita akibat migrain. Dalam uji coba, mereka yang minum 1,5 liter air sakit kepalanya berkurang 21 jam, demikian pula dengan intensitasnya rasa sakitnya.

Meningkatkan Ketajaman Otak

Menurut penelitian, tingkat dehidrasi sebesar satu persen saja dari berat badan sudah bisa mengurangi fungsi-fungsi berfikir. Otak memang banyak membutuhkan oksigen  agar dapat berfungsi pada tingkat optimal. Dengan minum banyak air putih, bisa memastikan bahwa otak telah terpenihi kebutuhannya. Malahan minum 8-10 cangkir air putih  setiap hari bisa memperbaiki tingkat performa kognitif sebanyak 30%.

Untuk Kesuburan

Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. menurut hasil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengar air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkarkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. dengan begitu kesuburan pun akan meningkat.

Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh

Racun dalam tubuh akan selalu ada jika kita tidak mengeluarkannya dari dalam tubuh kita. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan racun tersebut yakni melalui saluran kemih atau air seni yang kita keluarkan.Air yang kita minum tersebut akan mampu membuang dan mengeluarkan racun dalam tubuh yang hasil racun tersebut dikeluarkan dalam bentuk air seni.Jika air seni anda berwarna berarti pertanda didalam tubuh masih ada zat racun yang terkandung baik dari yang kita makan maupun dari obat yang kita minum.Ada baiknya konsumsi air putih sebanyak 8 gelas satu hari agar kotoran dan racun dalam tubuh anda selalu terjaga dari racun yang ada dalam tubuh,dan akan dikeluarkan dari dari saluran kemih kita yang disebuh air seni.Atau dapat juga melalui pori-pori kulit kita.

Sebagai Obat Stroke

Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernafasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.

Bagaimana Anda masih ragu akan manfaat  minum air baik ? Air baik  hanya dihasilkan dari  alat penjernih air yang yang baik juga.  Hanya Nano Smart Filter yang mampu melakukannya. Silahkan hubungi konsultan air baik kami : Klik Disini

SUMBER : Disarikan dari berbagai sumber & Info News

Layanan Air Bersih Masih Buruk

Terkait penyediaan air bersih di Provinsi DKI oleh PT. PAM Jaya dan Suez Environment sempat membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok berang dan mengancam akan memutus kontrak kerja sama seperti yang diwartakan oleh media terkemuka ibu kota di bawah ini.

KOMPAS.com :

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada tiga poin yang merugikan Pemerintah Provinsi DKI terkait kontrak kerja sama PT PAM Jaya dengan Suez Environment selaku pemilik 51 persen saham PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Ia mengancam akan memutus kontrak jika Suez Environment tak menunjukkan inisiatif untuk mengatasi hal ini.

Tiga poin yang merugikanpenyediaan_air_bersih2 Pemprov DKI itu adalah tingginya tingkat internal rate of return (IRR) atau pengembalian investasi Palyja sebesar 22 persen, kebocoran air hingga 42-45 persen, dan biaya sambungan pipa yang mencapai Rp 1 juta. Menanggapi hal itu, Basuki memberikan tiga opsi kepada Suez Environment untuk memperbaiki kontrak dan kinerjanya.

Pada opsi pertama, Basuki akan meminta Suez melakukan penyeimbangan atau rebalancing kontrak dengan PAM Jaya. “Kalau dia tidak mau, saya bisa tempuh opsi kedua dengan membawa masalah ini ke arbitrase Singapura. Atau opsi ketiga, saya usir kamu,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Suez Environment perlu melakukan rebalancing untuk dapat menurunkan IRR dari 22 persen ke batas normal, yaitu sekitar 14-15 persen. Dengan IRR sebesar itu, Pemprov DKI harus membayar hingga Rp 10 triliun kepada Suez Environment.

Mengenai biaya sambungan pipa yang mencapai jutaan rupiah dan kebocoran air yang belum juga tertangani, hal itu semakin meyakinkan Basuki untuk memutuskan kontrak dengan Suez. Kontrak itu semestinya baru akan selesai pada tahun 2025.

“Gila aja, mana ada bisnis joint kayak begitu? Rugi, ya, rugi bareng dong! Coba cari di mana di dunia ada bisnis kayak gitu. Itu yang bikin saya kesal gitu loh. Kebocoran airnya saja sampai 45 persen,” kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menegaskan bahwa tiga opsi itu menjadi suatu penegasan kepada Suez Environment bahwa Pemprov DKI menginginkan kedua pihak melakukan penyeimbangan kontrak. Hal itu harus dilakukan karena perusahaan asal Filipina, Manila Water, telah menawar 51 persen saham Palyja. “Dengan adanya opsi ini, minimal pihak Suez jadi tahu kalau saya ini serius,” ujarnya. Editor : Laksono Hari W

Merdeka.Com:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram saat ini masih ada kebocoran air bersih sebesar 42-45 persen di ibu kota. Ahok tak mau kebocoran ini terus berlanjut karena pada 2015 merupakan batas Millenium Development Goal’s (MDGs).

“Cuma masalahnya kita kesel kan. Tahun 2015 itu batas MDG’s. Sekarang sudah 68 persen orang kesambung. Kebocoran air masih 42 sampai 45 persen. Itu yang saya kesel gitu loh,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Mantan bupati Belitung Timur ini mempertanyakan, apakah nanti pasokan air bersih dari Jatiluhur akan menambah jumlah pasokan untuk Jakarta.

“Sekarang Aetra udah setuju, renegosiasi. Kalau kamu (Suez) mau beda dikit dari aetra saya masih terima karena mungkin aetra airnya lebih banyak. Tapi kalau kamu masih tidak mau, saya tidak terima. Kamu tidak fair. Saya upload di Youtube ini video, supaya dunia bisa lihat perusahaan kamu ini beres apa tidak sama Indonesia, saya bilang,” jelas Ahok.

Ahok mengaku Pemprov DKI tidak mau masuk dalam saham Palyja sebab pemerintah hanya memiliki tanah. Saat ini, Pemprov hanya menjual air seharga Rp 12 ribu dan masih memiliki untung.

“Kita minta PAM kaji kamu sambungin, gratis. Tapi orang miskin ini kamu kenakan per kubiknya Rp 10 ribu. Dia mau dong, daripada dia beli Rp 30-50 ribu. Jadi 100 ribu. Daripada beli air nunggu nenteng yang gak jelas. Nah, PAM lagi kaji. Kalau itu kita hitung PAM bisa untung tiap bulan Rp 90 miliar. Jdi PAM bisa nyambung air banyak sekali untuk memenuhi MDG’s tadi,” jelasnya.

Dia juga meminta mencabut sambungan air di daerah-daerah ilegal. Pencurian air masih bisa diatasi asal kawasan kumuh dibongkar.[mtf]

Air Bersih di Jakarta Sudah Sangat Menipis

Jakarta Kekurangan Air Bersih

CERITA mengenai Jakarta kekurangan air bersih mungkin tidak akan ada habisnya, sejak Jakarta menjadi kota sampai sekarang sudah berubah status menjadi provinsi. Dilihat dari kondisi topografisnya, Jakarta tidak mungkin kekurangan air. Ibu Kota negara ini dialiri 13 sungai, terletak di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Bahkan, jika musim hujan tiba, Jakarta selalu kebanjiran.

DULU, Jakarta kekurangan air bersih karena belum tersedia fasilitas instalasi pengolahan air bersih. Masyarakat masih memanfaatkan air tanah dan sungai yang saat itu kondisinya masih jernih. Masalah juga tidak kompleks karena jumlah penduduknya belum mencapai jutaan jiwa. Sekarang, ketika penduduknya hampir mencapai 9 juta jiwa, isu kesulitan air bersih semakin memanas.

Neraca Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2003 menunjukkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diperkirakan baru mampu menyuplai sekitar 52,13 persen kebutuhan air bersih untuk warga Jakarta. Sisanya masih menggunakan air tanah dangkal dan dalam. Padahal, sampai tahun 2005 pemerintah daerah sudah membangun enam instalasi pengolah air minum di lima wilayah Jakarta. Namun, penduduk tetap saja mengeluh kekurangan air minum.

Memang pernyataan itu benar. Sampai sekarang total kapasitas produksi yang dihasilkan oleh enam instalasi pengolahan air (IPA) tersebut dalam satu hari adalah 1,3 juta meter kubik. Sampai tahun 2004 jumlah penduduk Jakarta sekitar 9 juta jiwa. Paling tidak, dengan tingkat konsumsi maksimal 175 liter per orang, dibutuhkan 1,5 juta meter kubik air dalam satu hari.

Tercatat dalam sejarah, sekitar tahun 1950 Sjamsuridjal, Wali Kota Jakarta, menyatakan bahwa air minum merupakan satu dari tiga masalah penting yang dihadapi Jakarta. Solusinya, pemerintah membangun instalasi penjernihan air di Karet untuk menambah kapasitas produksi air sebanyak 5.000 liter per detik dan meningkatkan debit air dari sumber air Ciomas, Bogor. Bagi penduduk yang belum terjangkau fasilitas air bersih disediakan 230 hidran umum.

Tujuh tahun kemudian, Sudiro, yang saat itu memimpin Jakarta, membangun instalasi pengolahan air di Pejompongan yang berkapasitas 2.000 liter per detik. Proyek tersebut merupakan instalasi penyedia air yang pertama di Jakarta. Akan tetapi, tetap saja kapasitas produksi yang dihasilkan kurang karena setidaknya harus melayani sekitar 2,5 juta jiwa penduduk.

Baru pada tahun 1970, ketika penduduk Jakarta mencapai 4,4 juta jiwa, IPA di Pejompongan diperluas dan kapasitasnya ditingkatkan. IPA Pejompongan II dibangun dengan kapasitas terpasang 3.600 liter per detik.

Namun, tetap saja hal itu tidak bisa memenuhi kebutuhan air minum warga Jakarta yang membutuhkan 776.000 meter kubik per hari.

Warga yang belum bisa menikmati fasilitas air bersih dari PAM harus mendapatkan dari air tanah, penampungan air hujan, dan membeli air dari penjual air keliling. Mereka yang bisa menikmati kejernihan air hanya masyarakat menengah ke atas karena harga air minum mahal.

Masalah tidak berhenti pada peningkatan produksi air minum saja. Jaringan pipa distribusi air minum sudah berumur 50 tahun perlu diganti. Banyak pipa yang bocor dan berkarat yang mengakibatkan tekanan air berkurang. Kemudian, pemerintah memperbaiki dan menambah pipa-pipa distribusi sepanjang 225 kilometer.

air bersih-3Dua IPA di Pejompongan ternyata belum juga bisa menjawab kekurangan air bersih di Jakarta karena baru 15 persen penduduk yang bisa mendapatkan air bersih. Untuk menjawab masalah tersebut, tujuh tahun kemudian Gubernur Ali Sadikin membangun IPA Cilandak di Jakarta Selatan. Instalasi pengolahan air minum yang dibangun itu untuk menyediakan air minum bagi penduduk Jakarta Selatan.

Namun, tetap saja tiga instalasi air tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan 5,5 juta jiwa penduduk. Kapasitas produksi air IPA Cilandak hanya 400 liter per detik dan hanya mampu menambah 34.000 meter kubik air per hari.

Jumlah penduduk Jakarta terus bertambah. Pada sekitar tahun 1980 jumlahnya menjadi 6,4 juta jiwa, meningkat dua juta jiwa dari 10 tahun sebelumnya. Total kapasitas produksi yang dihasilkan 6.000 liter per detik atau 1,3 juta meter kubik per hari. Sedangkan kebutuhan domestik warga Jakarta adalah 1,1 juta meter kubik per hari.

Di atas kertas, empat instalasi air yang dibangun sudah bisa memenuhi kebutuhan air warga Jakarta. Sayang, keempat IPA tersebut baru bisa mencukupi kebutuhan penduduk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Penduduk di Jakarta Timur belum bisa menikmati air bersih dari IPA yang dikelola PAM Jaya. Sekitar tahun 1982 IPA Pulo Gadung selesai dibangun. IPA yang berkapasitas 4.000 liter per detik tersebut untuk melayani penduduk Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Barat.

Pada tahun yang sama, Gubernur R Soeprapto membangun IPA Taman Kota di Jakarta Barat. IPA yang berlokasi di Cengkareng tersebut berkapasitas 200 liter per detik. Air bersih yang dihasilkan diolah dari Kali Pesanggrahan dan didistribusikan untuk penduduk Jakarta Barat. Selain itu, dibangun pula IPA Buaran di Kali Malang, Jakarta Timur. Instalasi air bersih tersebut berkapasitas 5.000 liter per detik dan digunakan untuk melayani kebutuhan sebagian warga Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Setelah tahun 1982 pemerintah tidak membangun lagi sarana pengolahan air. Padahal, jumlah penduduk cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan kapasitas produksi air PAM dari IPA tidak pernah bertambah. Selain itu, air tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan rumah tangga. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, pertokoan, dan industri juga membutuhkan air bersih. Dari sumber mana lagi air bersih didapatkan?

Air Tanah Yang Tercemar

Selain dari IPA yang dikelola PAM, pilihan penduduk adalah menggunakan air tanah yang bisa didapat dengan membuat sumur artesis. Celakanya, menurut penelitian Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jakarta, 94 persen air tanah telah tercemar bakteri e-coli, logam besi dan mangan.

Pemompaan air tanah secara besar-besaran dan tidak terkendali juga mengakibatkan tanah ambles sekitar dua sampai tiga sentimeter per tahun. Jakarta Utara dan Barat merupakan wilayah yang rawan pencemaran dan mengalami penurunan tanah. Tidak hanya itu, intrusi air laut diperkirakan sudah sampai di Monas. Atau setidaknya sudah mencapai sepertiga wilayah Jakarta.

Sebenarnya pemerintah sudah berusaha mengatasi masalah ini dengan memperbaiki dan menambah jaringan air bersih. Tahun 2003 PT. Thames Jaya, pengelola air bersih di sebelah timur Sungai Ciliwung, mengembangkan pipa saluran air bersih sepanjang 9,1 kilometer di Marunda. Setahun berikutnya, PT. Palyja, pengelola air bersih di sebelah barat Sungai Ciliwung, memperluas jaringan sepanjang 829 kilometer dan merehabilitasi jaringan sepanjang 690 kilometer.

Sayang, usaha tersebut tidak efektif. Buktinya sampai sekarang masyarakat masih mengeluh kekurangan air bersih. Pencurian air juga banyak terjadi.

Masa depan air bersih di Jakarta akan semakin suram jika tidak dibangun instalasi pengolahan air minum lagi. Sepuluh tahun mendatang ketika jumlah penduduk diprediksikan menjadi 12 juta jiwa, dibutuhkan air bersih 2,1 meter kubik per hari.

Sampai saat ini PAM masih terseok-seok memenuhi kebutuhan air warga Jakarta. Air tanah sebagai alternatif kondisinya cukup buruk.

Sumber : www2.kompas.com

Ciri-Ciri Air Tanah Yang Tercemar

Bila kita cermati lebih dalam, pada umumnya air di kota-kota besar sudah banyak yang tercemar. Air yang sudah tercemar biasanya akan berubah dan mempunyai beberapa ciri tertentu yang membedakannya dengan air bersih. Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan disuatu tempat penampungan air akibat aktivitas manusia. Sumber pencemaran air terdiri dari polutan alami yang berasal dari mineral serta mikroorganisme dan polutan buatan manusia biasanya berasal dari sisa bahan kimia yang lebih berbahaya daripada polutan alami.

air_tanah1Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Jika sumur dibuat terlalu dangkal, maka air yang dihasilkan akan lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Apabila hal itu terjadi, biasanya dapat digunakan tambahan berupa alat penyaring air agar air yang telah terkontaminasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sudah banyak masyarakat di kota-kota besar yang menggunakan alat penyaring air sebagai solusi utama untuk mendapatkan air bersih dengan kualitas baik.

Mengenali Ciri-Ciri Air Tanah Yang Sudah Tercemar

Selain dengan cara melakukan tes di laboratorium, terdapat beberapa cara pengamatan fisik yang dapat dilakukan untuk mengenali ciri-ciri air tanah yang sudah tercemar, seperti dikutip dari indiastudychannel adalah:

  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika pahit, pemicunya bisa berupa besi, aluminium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergent.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi didaerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk konsumsi.

Beberapa literatur juga menuliskan ciri air tanah tercemar ini, diantaranya (Djajadiningrat, 1992), menyatakan bahwa badan air yang tercemar ditandai dengan warna gelap, berbau, menimbulkan gas, mengandung bahan organik tinggi, kadar oksigen terlarut rendah, matinya kehidupan di dalam air umumnya ikan dan air tidak lagi dapat dipergunakan sebagai bahan baku air minum.

Sedangkan menurut Wardana (1999), indikator atau tanda air telah tercemar adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui :

1- Perubahan Warna, Bau dan Rasa Air

Bahan buangan dan air limbah dari kegiatan industri yang berupa bahan anorganik dan bahan organik seringkali dapat larut di dalam air. Apabila bahan buangan dari air limbah dapat larut dan terdegradasi maka bahan buangan dalam air limbah dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna air. Bau timbul akibat aktifitas mikroba dalam air merombak bahan buangan organik terutama gugus protein, secara biodegradasi menjadi bahan mudah menguap dan berbau.

2-Perubahan Suhu Air

Air Sungai suhunya naik mengganggu kehidupan hewan air dan organisme lainnya karena kadar oksigen yang terlarut dalam air akan turun bersamaan dengan kenaikan suhu. Padahal setiap kehidupan memerlukan oksigen untuk bernafas, oksigen yang terlarut dalam air berasal dari udara yang secara lambat terdifusi ke dalam air, semakin tinggi kenaikan suhu air makin sedikit oksigen yang terlarut di dalamnya.

3-Timbulnya Endapan, Koloidal dan bahan terlarut

Bahan buangan industri yang berbentuk padat kalau tidak dapat larut sempurna akan mengendap didasar sungai dan dapat larut sebagian menjadi koloidal, endapan dan koloidal yang melayang di dalam air akan menghalangi masuknya sinar matahari sedangkan sinar matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan proses fotosintesis.

4-Mikroorganisme

Bahan buangan industri yang dibuang ke lingkungan perairan akan di degradasi oleh mikroorganisme, berarti mikroorganisme akan berkembang biak tidak menutup kemungkinan mikroorganisme pathogen juga ikut berkembang biak. Mikroorganisme pathogen adalah penyebab timbulnya berbagai macam penyakit.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat yang tinggi agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan juga membuang limbah pabrik yang dapat mencemari ekosistem air sehingga air bersih sulit diperoleh kecuali melalui pengolahan air bersih .  Sehingga ekosistem air bersih tetap terjaga.

Editor : Deni Setiawan  ;  Sumber : Dari berbagai sumber

Bank Dunia Dukung Penyediaan Air Minum

Melansir siaran pers dari situs Bank Dunia yang dikeluarkan di Washington DC pada 2 Mei 2013 , bahwa Bank Dunia Dukung Ekspansi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi di Indonesia. Melalui Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) ditargetkan menyediakan fasilitas air minum dan sanitasi bagi 11.6 juta warga.

Sehingga dengan proyek yang dibantu oleh Bank Dunia ini, lebih dari 11 juta warga Indonesia di seluruh nusantara akan menikmati fasilitas air minum dan sanitasi, dengan disetujuinya dana tambahan oleh Bank Dunia.

Berita lengkapnya dari situ Bank Dunia seperti yang kami cukil sebagai berikut :

Sejak tahun 2006, Bank Dunia telah mendukung proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS 2) – atau proyek Third Water Supply and Sanitation for Low Income Communities (WSSLIC-3) – sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi, serta meningkatkan kesehatan dan perilaku higenis.

“Dengan mendukung ekspansi proyek ini, Bank Dunia berharap bisa menggandakan cakupan PAMSIMAS 2 dari 15 propinsi ke 32 propinsi, dan juga menambah jumlah keluarga yang akan menerima manfaat sanitasi lebih baik,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle. “Salah satu kunci keberhasilan proyek ini adalah pendekatan berbasis masyarakat yang terus didukung Bank Dunia.”

Fasilitas sanitasi yang buruk dapat melemahkan sebuah komunitas, karena bisa menurunkan kesehatan publik dan membatasi potensi pertumbuhan ekonomi.

Dua dari empat penyebab kematian dibawah usia lima tahun terbesar – yakni diare dan tipus – merupakan penyakit yang tersebar karena kotoran dan timbul akibat keterbatasan air bersih, fasilitas sanitasi dan perliaku higenis.

PAMSIMAS-2 melengkapi program “Air untuk Semua” yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, serta program “Sanitasi Total Berbasis Masyarakat” dibawah Kementerian Kesehatan.

Akibat Kurang Rajin Backwash

Pemasangan filter air minum/alat penjernih air Nano Smart Filter di kediaman Bpk.Sony , Perumahan Taman Rempoa Indah , Tangerang Selatan. Sebenarnya di rumah beliau sudah terpasang alat penjernih air dari merek lain ( bukan Nano Smart Filter ya… ) . Namun  masalah air  yang kuning dan berbau masih belum teratasi dengan tuntas.

Pemasangan Alat Penyaring Air di Rumah Bapak Sonny – Tangsel

bpksony16

Setelah berkonsultasi kepada kami tentang masalah air yang dihadapinya .Tim dari filter penjernih air Nano Smart Filter mendatangi kediaman beliau untuk mengambil sampel air yang selanjutnya dilakukan pengecekan laboratoirum dan meneliti kadar apa saja yang terkandung di dalam air rumah beliau. Selain pengecekan kwalitas dan kandungan airnya , tim kami juga meneliti kembali letak dan instalasi alat penjernih air yang sudah ada ( bukan Nano Smart Filter ) . Kami menemukan beberapa hal yang harus segera diperbaiki :

 1.Instalasi pemipaan –  tidak sesuai dengan objective yang diharapkan

  1.  2.Letak alat penjernih / Filter – letak penempatan yang kurang mendukung proses  perawatan rutin

3.Kondisi kebersihan Toren – terdapat banyak lapisan endapan lumpur halus      berwarna kuning

4.Media Filter yang kurang sesuai dengan permasalahan air yang dihadapi dan juga media existing tersebut sudah jenuh dan menggumpal

Setelah dilakukan proses penelitian diketahui bahwa kadar besi di dalam air rumah beliau sangat tinggi sehingga kami harus memberikan solusi yang tepat supaya air di rumah beliau menjadi  bersih dan sehat.

Namun yang paling utama dari permasalahan air yang ada di rumahnya Bapak Sony tersebut – media filter yang kurang tepat  – adalah KURANGNYA  perawatan rutin atau BACKWASH. Karena keberhasilan alat penjernih air atau alat penyaring air  seperti ini memerlukan perawatan / backwash yang rutin dan berkesinambungan sehingga media filter terjaga keaktivannya dan selalu fresh.

Nmaun beliau  memilih menggunakan produk filter penjernih air Nano Smart Filter tipe NSF-Fiber 10  baru – yang di dalamnya berisi media filter pureTAG.  Setelah memilih produk beliau menentukan tanggal untuk proses instalasi filter penjernih air Nano Smart Filter dirumahnya,

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, kami tim filter air Nano Smart Filter mendatangi kediaman Bpk.Sony. Tanpa berlama-lama kami langsung melakukan proses instalasi ,  Tim lapangan kami  dari filter penjernih air  Nano Smart Filter tidak mengalami kesulitan yang berarti sehingga proses intalasi berlangsung cepat.

Proses instalasi selesai, kami mengambil sampel air yang kedua kalinya untuk meneliti kembali, Apakah ada perubahan setelah menggunakan filter penjernih air Nano Smart Filter. Dan ternyata air dirumah Bpk.Sony  sudah berubah menjadi air bersih.

Keesokan harinya istri dari Bpk. Sony  menelpon kami dan memberitahukan bahwa beliau sangat puas dengan hasil kerja dari filter air Nano Smart Filter.

Berikut testimoni dari Beliau “saya sangat puas dengan air hasil filtrasi Nano Smart Filter, Masalah air saya telah teratasi dan sekarang air dirumah saya menjadi bersih”.

Kami pun sangat senang mendengarnya karena kepuasan pelanggan menjadi nomor satu.
Jadi Apakah Anda Masih Ragu Dengan Produk Kami? Keluarga Sehat Berawal Dari Air Baik.
Segera hubungi kami untuk berkonsultasi dan kami akan memberikan solusi masalah air dirumah anda. (021) 29529630 / (021) 29529632 atau (SMS) 0818 820 786. Untu info selanjutnya klik http://www.nanosmartfilter.com/
Ayo hadirkan Air BERSIH dan BAIK di rumah anda sekarang juga!!!

Kandungam Besi dalam Air Anda Tinggi ?

Air di rumah Anda berbau besi dan terlihat flak kuning pada pinggir permukaan bak mandi atau closet .  Itu menandakan air di rumah anda bermasalah . Bau dan flak menguning karena proses kimia yang terjadi dari kandungan air yang mengandung kadar besi yang cukup tinggi.

Mengapa ??

Besi adalah salah closet kotorsatu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut sebagai Fe 2+ atau Fe3+.

Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 – 7 mg/l mengakibatkan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi.

Kandungan ion Fe (Fe2+,Fe3+) pada air sumur bor berkisar antara 5 – 7 mg/L. Tingginya kandungan Fe (Fe2+,Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.

Persyaratan bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4 (empat) aspek yaitu : persyaratan fisis, kimia, biologis, radiologis. Persyaratan fisis ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimia ditentukan oleh konsentrasi bahan-bahan kimia seperti Arsen, Clhor, Tembaga, Cyanida, Besi dan sebagainya. Persyaratan biologis ditentukan baik oleh mikroorganisme yang pathogen, maupun yang non pathogen.

Besi dalam air berbentuk ion bervalensi dua (Fe2+) dan bervalensi tiga (Fe3+) . Dalam bentuk ikatan dapat berupa Fe2O3, Fe(OH)2, Fe(OH)3 atau FeSO4 tergantung dari unsur lain yang mengikatnya. Dinyatakan pula bahwa besi dalam air adalah bersumber dari dalam tanah sendiri di sampng dapat pula berasal dari sumber lain, diantaranya dari larutnya pipa besi, reservoir air dari besi atau endapan – endapan buangan industri.

Adapun besi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki – tangki besi adalah akibat dari beberapa kodisi, di antaranya :

1) Akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam), dapat melarutkan logam besi.

2) Pengaruh akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya logam besi.

3) Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air yang dapat pula.

4) Pengaruh tingginya temperature air akan melarutkan besi-besi dalam air.

5) Kuatnya daya hantar listrik akan melarutkan besi.

6) Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.

Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Besi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (OH)3, FeO, Fe2O3dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l.