You are here: Filter Penjernih Air keluarga sehat»Air Minum»10 Bakteri Dalam Air

10 Bakteri Dalam Air

Bakteri dalam air dapat berdampak buruk bagi tubuh kita. Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata? Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih). Baik itu kemasan baru maupun yang ada di depot air minum isi ulang. Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida.

bakteri dalam air

Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi. Ada anggapan bahwa terdapat depot isi ulang air minum yang mengabaikan langkah untuk mendapatkan kualitas air yang baik.

Berikut ini adalah bakteri-bakteri yang dapat hidup di dalam air minum jika tidak diolah dengan benar, mau tahu bakteri apa saja itu? simak berikut ini:

1. Salmonella Enterica
Salmonella yaitu satu genus bakteri yang disebut penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. bakteri biasanya ditularkan ke manusia melewati mengonsumsi makanan yang terkontaminasi yang datang dari hewan, terlebih daging, unggas, telur serta susu.

2. Chaetomium sp
Chaetomium sp. spora tidak terlampau beresiko, walau didalam sebagian masalah mereka bisa mengakibatkan infeksi yang dikenal sebagai phaeohyphomycosis. mereka juga bisa menyebabkan bahaya untuk orang yang alergi pada spora, serta apalagi yang umumnya cuma berlangsung dengan tuturan kritis.

3. Legionella Pneumophila
Legionella pneumophila terhitung bakteri gram negatif, berupa batang, tidak meragi d-glukosa, tidak mereduksi nitrat jadi nitrit. koloni bakteri ini hidup subur melekat di pipa-pipa karet serta plastik yang berlumut serta tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. legionella bisa hidup pada suhu pada 5, 7°c – 63°c serta hidup subur pada suhu 30°c – 45°c.

4. Naegleria Fowleri
Negleria fowleri dikenal dengan cii-ciri yang dimaksud amebaflagellata, yakni mempunyai bentuk ameboiddan flagellata didalam hidupnya. siklus hidupnya terdiri atas stadium trophozoit ( ameboid serta flagellata ) yang motile serta bentuk kista yang non-motile serta resisten. trophozoit bentuk ameboid yaitu bentuk hanya satu yang didapati pada manusia.

5. Rhizopus Stolonifer
Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor).

6. E Coli
Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bakteriologis yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH. Theodor V.E berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Ia juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

7. Copepods
Copepoda adalah grup crustacea kecil yang dapat ditemui di laut dan hampir di semua habitat air tawar dan mereka membentuk sumber terbesar protein di samudra. Banyak spesies adalah plankton, tetapi banyak juga spesies benthos dan beberapa spesies kontinental dapat hidup di habitat limno-terestrial dan lainnya di tempat terestrial basah, seperti rawa-rawa.

8. Rotifers
Rotifers adalah hewan mikroskopis dari divisi Rotifera. Rotifers dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan air tawar. Rotifers juga sering ditemui pada mosses dan lichens yang tumbuh pada batang pohon dan batu.

9. Anabaena sp
Anabaena adalah genus cyanobakteria filamentous atau ganggang hijau-biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena diketahui berperan dalam menfiksasi nitrogen, dan Anabaena membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti pakupakuan. Terdapat satu dari 4 genera dari cyanobacteria yang menghasilkan neurotoxin,yang membahayakan margasatwa lokal seperti halnya hewan ternak dan hewan peliharaan. Spesies tertentu dari Anabaena telah digunakan dalam penanaman padi sawah, serta sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.

10. Cryptosporidium
Cryptosporidium adalah protozoa patogen dari divisi Apicomplexa dan menyebabkan penyakit diare yang disebut cryptosporidiosis. Jenis Apicomplexan patogen lainnya yaitu parasit Plasmodium (malaria) dan Toxoplasma (toksoplasmosis). Vektor ini mampu menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu host, sehingga kistanya dikeluarkan bersamaan dengan kotoran dan mampu menular ke host baru.

Mengonsumsi air minum yang tak sehat merupakan salah satu faktor utama berkembangnya penyakit yang ditularkan melalui air, termasuk hepatitis, tifus, dan diare. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyakit yang paling mematikan nomor dua bagi para balita. Penyakit yang penularannya melalui air menyebabkan 1,4 juta bayi meninggal setiap tahun. Kematian anak-anak karena diare lebih banyak daripada total kematian akibat gabungan penyakit AIDS, malaria dan campak.

Sumber [Aneka Sumber]

Related posts

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment